Salah Satu Adab Membaca Alquran Adalah Berwudu. Ini Faedahnya

salah satu adab membaca Alquran adalah

Banyak di antara kita yang sudah terbiasa membaca Al-Qur’an setiap hari, entah setelah Subuh, waktu istirahat kerja, atau menjelang tidur. Tapi ada satu hal yang sering terlupakan. Ya, adab sebelum membaca Al-Qur’an. Dan yang penting dari salah satu adab membaca Alquran adalah berwudhu terlebih dahulu.

Meski hukumnya tidak wajib jika hanya membaca dari hafalan, berwudhu tetap sangat dianjurkan oleh para ulama karena menunjukkan penghormatan kepada kitabullah. 

Seperti halnya ketika kita hendak bertemu seseorang yang memiliki status sosial lebih tinggi di tengah masyarakat, tentu kita bersiap dengan rapi, bersih, dan sopan. Sama halnya dengan membaca Alquran. Karena artinya sama saja seperti kita menghadap firman Allah yang mulia.

Kenapa Berwudu Menjadi Adab Penting?

Berwudhu bukan sekadar membasuh wajah dan tangan. Ada makna spiritual yang menyertai setiap percikan airnya. Itulah sebabnya salah satu adab membaca Alquran adalah memulai dengan wudhu, terutama ketika kita ingin menyentuh mushaf secara langsung.

Dalam tradisi keilmuan Islam, kesucian lahir sering menjadi pembuka bagi kesucian batin. Ketika tubuh bersih, maka hati lebih tenang dan lebih mudah menerima ilmu dan wahyu dari ayat yang kita baca.

Berwudhu Sebagai Adab Menurut Alquran 

Ayat yang sering dijadikan dasar salah satu adab membaca alquran adalah wudhu, terdapat pada firman Allah QS. Al-Waqi’ah:79:

لَّا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ

“Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.”

Sebagian ulama menafsirkan ayat ini sebagai penegasan bahwa mushaf Alquran hanya boleh disentuh oleh siapa pun yang berada dalam keadaan suci dari hadats. Walaupun ada perbedaan tafsir terkait makna “mutahharūn”, mayoritas ulama menjadikannya dalil etika kesucian saat berinteraksi dengan Al-Qur’an.

Karenanya, walaupun membaca tanpa menyentuh mushaf tidak wajib memakai wudu, tetap dianjurkan kuat sebagai bentuk penghormatan.

Dalil Lain Dari Hadits

Selain dari alquran, ada pula hadits yang menjadi landasan penting. Dalam surat Nabi Muhammad SAW kepada Amru bin Hazm, Rasul menuliskan:

“Lā tamassal Qur’āna illā wa anta ṭayyibun.”
“Jangan menyentuh Alquran kecuali engkau dalam keadaan suci.”
(HR. Ad-Darimi; Muwaththa’ Malik)

Hadits tersebut dipahami oleh mayoritas ulama sebagai dasar wajibnya berwudhu ketika seseorang ingin memegang mushaf. Empat mazhab besar Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali, sepakat dalam hal ini, kecuali pada kondisi tertentu yang bersifat darurat.

Sementara itu, membaca Alquran dari hafalan tanpa menyentuh mushaf tetap diperbolehkan meski tanpa wudhu, selama tidak berada dalam keadaan junub.
Dengan begitu, wudhu memang bukan syarat untuk membaca Alquran, tetapi tetap menjadi adab penting yang sangat dianjurkan demi menjaga kesucian dan penghormatan terhadap kalam Allah.

Kenapa Ulama Menekankan Pentingnya Wudhu?

Salah satu adab membaca alquran adalah berwudhu karena para ulama menempatkan adab sebagai pintu keberkahan. 

Syekh Az-Zarnuji dalam Ta’limul Muta’allim menyebut bahwa kesucian fisik sangat memengaruhi keberkahan ilmu.

Saat seseorang membaca Al-Qur’an dalam keadaan suci, pemahamannya lebih jernih, hatinya lebih hadir, dan bacaan lebih terjaga dari gangguan. Maka tidak heran jika dalam kajian-kajian klasik, wudhu hampir selalu disebut sebagai pembuka aktivitas ilmu. Membaca Al-Qur’an tentu lebih layak lagi dihiasi dengan kesucian.

Manfaat Berwudhu Sebelum Membaca Alquran

Meskipun tidak selalu diwajibkan, salah satu adab membaca alquran adalah berwudhu ini, memberi banyak faedah yang tak bisa dianggap biasa. Berikut empat manfaat utamanya:

1. Pahala Berlipat Ganda

salah satu adab membaca Alquran adalah

Alasan salah satu adab membaca Alquran adalah berwudhu, karena keberkahan pahala yang menyertainya.

Berwudhu sebelum membaca Alquran membuat ibadah lebih sempurna. Banyak ulama menjelaskan bahwa bacaan yang keluar dalam keadaan suci memiliki nilai lebih di sisi Allah. Wudhu membersihkan hadas kecil sekaligus menghapus dosa-dosa kecil sebagaimana hadits dari Utsman bin Affan:

Tidaklah seorang hamba menyempurnakan wudhunya melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.”  (HR. Al-Bazzar)

Bayangkan, sebelum membaca satu huruf pun, kita sudah mendapat pengampunan. Lalu setiap huruf Al-Qur’an bernilai sepuluh kebaikan. Tentu pahalanya berlipat-lipat.

2. Penghormatan terhadap Kalam Allah

salah satu adab membaca Alquran adalah

Salah satu adab membaca Alquran adalah menjaga kesucian diri, dan berwudhu menjadi bentuk adab lahir sebelum kita menunaikan adab batin. Al-Qur’an adalah kalam Allah, bukan sekadar rangkaian tulisan, sehingga menyentuh atau membacanya dalam keadaan suci menunjukkan rasa hormat dan kesiapan spiritual. 

Para ulama juga menyarankan adab tambahan seperti menghadap kiblat, menutup aurat, membersihkan mulut dengan siwak, serta duduk dengan tenang agar hati lebih siap menerima makna ayat-ayat-Nya.

Ketika tubuh dalam keadaan bersih, hati pun lebih mudah fokus. Bacaan terasa lebih menyentuh, dan pemahaman hadir dengan lebih lembut. Pada akhirnya, ini bukan sekadar mengikuti aturan, tetapi tentang memperindah kualitas hubungan kita dengan Al-Qur’an.

Baca Juga: Inilah Cara Membaca Alquran yang Baik dan Benar Sesuai Sunnah

3. Cahaya dan Kemuliaan di Akhirat

salah satu adab membaca Alquran adalah

Manfaat yang sering terlupakan adalah bahwa anggota tubuh yang terkena air wudhu akan bercahaya kelak di hari kiamat. Rasulullah SAW bersabda:

“Umatku akan datang pada hari kiamat dengan wajah, tangan, dan kaki yang bercahaya karena bekas wudhu…” (HR. Muslim)

Ibadah membaca Al-Qur’an dalam keadaan suci tentu memperkuat ikatan spiritual tersebut. Seolah tubuh, hati, dan bacaan kita sama-sama disiapkan untuk menyambut kemuliaan kelak.

Bukan hanya menjadi cahaya, tetapi juga menjadi tanda pengenal. Pada hari ketika manusia saling mencari pertolongan, bekas wudhu itu tampil sebagai bukti bahwa seseorang termasuk pengikut Nabi Muhammad SAW yang tetap menjaga kesucian dalam hidupnya.

4. Kemudahan Beralih ke Ibadah Lain

salah satu adab membaca Alquran adalah

Salah satu adab membaca Alquran adalah memastikan diri dalam keadaan suci, dan kebiasaan menjaga wudhu membuat seseorang lebih mudah melanjutkan ibadah lain tanpa jeda. 

Kisah Bilal bin Rabah yang langkah sandalnya terdengar di surga, menjadi bukti bagaimana menjaga kesucian bisa mengangkat derajat seorang hamba.

Ketika seseorang membaca Al-Qur’an dengan wudhu, ia dapat langsung beralih ke shalat sunnah, dzikir, atau murottal tanpa harus berhenti untuk bersuci kembali. Kebiasaan kecil ini justru membantu membangun rutinitas ibadah yang lebih stabil dan konsisten.

Jadi, Apakah Harus Selalu Berwudhu?

Jika membaca dari hafalan, tidak harus. Tapi jika menyentuh mushaf, mayoritas ulama menegaskan kewajibannya.

Namun terlepas dari wajib atau tidak, berwudhu sebelum membaca Al-Qur’an selalu membawa lebih banyak kebaikan daripada meninggalkannya. Ia menyiapkan diri kita secara fisik dan batin, memperindah ibadah, dan mengalirkan keberkahan ke dalam hati.

Karena itu, wudhu menjadi tanda penghormatan. Dan inilah alasan kenapa salah satu adab membaca Alquran adalah berwudhu.

Baca Juga: Membaca Alquran Adalah Investasi Akhirat, Ini Keutamaannya

Ajak Anak Mencintai Alquran Sejak Dini

Kalau kita ingin ibadah terasa ringan dan hati lebih dekat dengan Alquran, membiasakan wudhu sebelum membaca adalah langkah sederhana yang manfaatnya sangat besar. Begitu pula untuk anak-anak, kebiasaan baik semacam ini akan membentuk karakter mereka hingga dewasa.

Jika kamu ingin putra-putri tumbuh sebagai generasi Qurani yang berakhlak baik, percaya diri, dan memiliki jiwa kepemimpinan, saatnya memilih lingkungan belajar yang tepat.

SD OSB School hadir sebagai sekolah Islam berbasis Quranic, Leadership, dan Entrepreneurship, tempat anak tidak hanya belajar Al-Qur’an, tapi juga dibina untuk menjadi pribadi berkarakter, kreatif, dan visioner.

Yuk, daftarkan buah hati ayah bunda, dan mulai perjalanan mereka sebagai generasi Qurani yang berdaya!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *