
Membaca Al-Qur’an adalah salah satu amalan mulia yang mendekatkan hati kita kepada Allah SWT. Setiap huruf yang dibaca bernilai pahala, setiap ayat yang direnungi menjadi cahaya dalam kehidupan.
Namun, sering kali setelah selesai tilawah, kita langsung menutup mushaf tanpa melengkapi dengan doa. Padahal, doa sesudah membaca Al-Qur’an memiliki makna yang sangat dalam sebagai bentuk pengharapan agar ayat-ayat yang dibaca benar-benar hidup dalam diri kita.
Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang doa sesudah membaca Al-Qur’an, mulai dari keutamaannya, bacaan doanya, hingga tips agar doa terasa lebih khusyuk.
Mengapa Doa Sesudah Membaca Al-Qur’an Itu Penting?
Setelah membaca Al-Qur’an, hati biasanya berada dalam kondisi yang lebih tenang dan lembut. Inilah momen terbaik untuk memanjatkan doa. Para ulama menjelaskan bahwa doa yang dipanjatkan setelah membaca Al-Qur’an memiliki peluang besar untuk dikabulkan, karena ia lahir dari interaksi langsung dengan Kalamullah.
Dengan membaca doa sesudah membaca Al-Qur’an, kita memohon agar:
- Ilmu dari ayat-ayat yang dibaca benar-benar dipahami
- Hati dimudahkan untuk mengamalkannya
- Al-Qur’an menjadi petunjuk dalam setiap langkah hidup
Doa ini bukan sekadar penutup bacaan, tetapi bentuk harapan agar Al-Qur’an tidak hanya berhenti di lisan, melainkan turun ke hati dan tercermin dalam perilaku.
Bacaan Doa Sesudah Membaca Al-Qur’an Lengkap
Doa setelah membaca Al-Qur’an merupakan sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW untuk menambah keberkahan bacaan. Ada dua doa utama yang sering diamalkan: doa tasbih penghapus dosa majelis dan doa khusus memohon manfaat Al-Qur’an.
1. Doa Sesudah Membaca Al-qur’an singkat

Untuk anak-anak, doa setelah membaca Al-Qur’an sebaiknya pendek, mudah dihafal, dan sesuai sunnah. Doa yang paling dianjurkan adalah lafadz yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha dalam hadits riwayat Imam An-Nasa’i. Doa ini sangat ringkas sehingga cocok diajarkan sejak usia dini.
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ
Latin: Subhanakallahumma wa bihamdika.
Terjemah: Maha Suci Engkau ya Allah dan segala puji bagi-Mu.
Doa ini dapat dibacakan sebanyak tiga kali setelah menutup mushaf. Selain mudah diamalkan, doa ini mengajarkan anak untuk menutup tilawah dengan dzikir dan pujian kepada Allah SWT. Dengan pembiasaan sederhana ini, anak-anak belajar adab membaca Al-Qur’an sekaligus menanamkan kecintaan kepada ibadah sejak dini.
Meskipun singkat, doa ini memiliki makna yang dalam dan menjadi amalan yang baik untuk menghapus dosa-dosa kecil serta menambah pahala,
2. Doa Subhanakallahumma

Arab:
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
Latin:
Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu an la ilaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaika.
Terjemah:
Maha Suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu.
3. Doa Allahummarhamni

Arab:
اللَّهُمَّ ارْحَمْنِيْ بِالْقُرْآنِ وَاجْعَلْهُ لِيْ إِمَامًا وَنُورًا وَهُدًى وَرَحْمَةً اللَّهُمَّ ذَكِّرْنِيْ مِنْهُ مَا نَسِيْتُ وَعَلِّمْنِيْ مِنْهُ مَا جَهِلْتُ وَارْزُقْنِيْ تِلَاوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ وَاجْعَلْهُ لِيْ حُجَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ
Latin:
Allahummarhamni bil qur’aani waj’alhu lii imaaman wa nuuran wa hudan wa rahmah. Allahumma dzak kirnii minhu maa nasiitu wa ‘allimnii minhu maa jahiltu warzuqnii tilaawatahu aanaa al-laili wa athraafa nahari waj’alhu lii hujjatan yaa rabbal ‘aalamiin.
Terjemah:
Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Qur’an, jadikanlah ia pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagiku. Ya Allah, ingatkanlah aku apa yang aku lupa darinya, ajarilah aku apa yang aku tidak tahu darinya, dan rezekikan aku membacanya pada waktu malam dan ujung siang. Jadikanlah ia hujjah bagiku, wahai Tuhan semesta alam.
Doa sesudah membaca Al-Qur’an merupakan sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW untuk menambah keberkahan bacaan. Ada dua doa utama yang sering diamalkan: doa tasbih penghapus dosa majelis dan doa khusus memohon manfaat Al-Qur’an.
4. Lafadz Sunnah Utama (Diamalkan Semua Madzhab)

Doa sesudah membaca al-qur’an berikut merupakan lafadz sunnah yang paling kuat dalilnya dan diterima oleh seluruh madzhab fiqih sebagai penutup majelis, termasuk setelah membaca Al-Qur’an.
Arab:
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
Latin:
Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu an la ilaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaika.
Terjemah:
Maha Suci Engkau ya Allah dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.
Inilah doa yang paling aman diamalkan karena bersumber dari hadits shahih dan tidak diperselisihkan oleh para ulama.
Praktik Tambahan yang Sering Ditemui di Masyarakat
Selain doa sunnah utama di atas, terdapat beberapa praktik tambahan yang berkembang di kalangan umat Islam. Praktik ini tidak bersifat wajib dan statusnya berbeda-beda menurut penilaian ulama.
- Ucapan “Shadaqallahul ‘Azhim”
Kalimat ini banyak digunakan oleh qari’ tradisional dan cukup populer di Indonesia, terutama dalam lingkungan Syafi’iyah. Sebagian ulama Salafi mengkritiknya karena tidak ada dalil khusus sebagai penutup tilawah, meskipun maknanya benar secara umum. - Doa panjang “Allahummarhamni bil-Qur’an”
Doa ini merupakan susunan ulama yang berisi permohonan agar Al-Qur’an memberi pemahaman, cahaya, dan petunjuk. Doa ini diterima lintas madzhab sebagai doa bebas, namun tidak dianggap sebagai doa sunnah khusus penutup tilawah. - Tambahan lain seperti membaca Al-Fatihah atau sholawat tertentu
Praktik semacam ini muncul di sebagian komunitas, namun tidak direkomendasikan secara khusus oleh madzhab fiqih manapun karena tidak memiliki dalil yang jelas.
Penjelasan Singkat Sikap Madzhab
Madzhab Syafi’i, yang mayoritas dianut di Indonesia menganjurkan membaca doa sunnah penutup majelis tanpa mewajibkan tambahan tertentu. Sementara itu, mazhab Hanafi dan Maliki lebih menekankan dzikir atau isti’adzah secara umum, tanpa menetapkan lafaz khusus setelah tilawah.
Kesimpulannya, mengamalkan doa yang shahih adalah pilihan terbaik untuk menjaga ibadah tetap sesuai sunnah Rasulullah SAW. Adapun tambahan doa boleh dilakukan selama diyakini sebagai amalan bebas, bukan kewajiban agama.
Dengan memahami hal ini, umat Islam dapat beribadah dengan lebih tenang, bijak, dan saling menghormati perbedaan praktik yang ada.
Baca Juga: Lengkap! Doa Mau Membaca Alquran, Latin dan Terjemahnya
Mengajarkan Adab Tilawah Sejak Dini
Memahami doa sesudah membaca Al-Qur’an yang benar dan sesuai sunnah adalah bagian dari adab tilawah. Adab inilah yang sebaiknya ditanamkan sejak anak-anak, agar mereka tumbuh dengan pemahaman agama yang lurus dan berlandaskan sunnah.
Di SD OSB School, anak-anak tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga dibimbing untuk memahami adab, doa, serta nilai-nilai Qur’ani yang bisa dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap proses pembelajaran dirancang agar Al-Qur’an benar-benar hadir sebagai pedoman, bukan sekadar bacaan.
Dengan pendekatan pendidikan berbasis Quranic, leadership, dan entrepreneurship, SD OSB School membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak mulia, percaya diri, dan memiliki jiwa kepemimpinan sejak dini. Anak-anak diajak belajar mengenal potensi diri, berani mengambil peran, serta siap menghadapi tantangan masa depan dengan nilai Islam yang kuat.
Yuk, berikan awal terbaik untuk buah hati Ayah dan bunda!
Mari melangkah bersama SD OSB School dan mulai perjalanan kecil hari ini untuk menyiapkan generasi Qurani yang cerdas, berkarakter, dan siap bersaing di masa depan, tanpa kehilangan jati diri keislamannya.
