
Membaca Alquran bukan sekadar aktivitas rutin, tapi ibadah yang penuh nilai dan keberkahan. Setiap huruf yang dilantunkan bernilai pahala, setiap ayat yang direnungi bisa menenangkan hati.
Karena itulah, Islam tidak hanya mengajarkan apa yang dibaca, tetapi juga bagaimana cara membacanya. Di sinilah pentingnya memahami 3 adab membaca alquran yang sangat dianjurkan agar tilawah terasa lebih khusyuk, bermakna, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Menariknya, tiga adab ini mungkin terlihat sederhana, namun dampaknya luar biasa bagi kualitas ibadah kita. Mulai dari bersuci, membaca dengan tartil, hingga memulai dengan isti’adzah. Untuk itu, mari kita bahas satu per satu 3 adab membaca alquran dengan keutamaannya.
3 Adab Membaca Alquran yang Perlu dilakukan
Berikut adab sebelum, saat dan setelah membaca alquran yang sangat dianjurkan, agar saat tilawah, kita tidak hanya sekadar membaca, tapi juga membawa kebaikan dan keberkahan dalam hidup.
1. Bersuci Terlebih Dahulu

Adab pertama dalam 3 adab membaca alquran adalah bersuci sebelum membaca. Idealnya, seseorang berada dalam keadaan suci dengan berwudhu, terutama jika akan menyentuh mushaf Alquran secara langsung.
Secara hukum, membaca Alquran tanpa wudhu tetap sah selama tidak menyentuh mushaf. Namun, para ulama menegaskan bahwa bersuci adalah bentuk penghormatan terhadap kalam Allah.
Imam Haramain bahkan menjelaskan bahwa membaca Alquran dalam keadaan tidak suci bukan perbuatan tercela, tetapi meninggalkan keutamaan. Artinya, ada pahala lebih besar yang terlewat jika kita tidak bersuci terlebih dahulu.
Hal ini sejalan dengan makna QS. Al-Waqi’ah ayat 79 yang menyiratkan bahwa Alquran hanya disentuh oleh orang-orang yang disucikan. Para sahabat Nabi pun dikenal sangat menjaga adab ini. Mereka tidak sembarangan membaca Alquran tanpa persiapan lahir dan batin.
Selain nilai spiritual, bersuci juga berdampak secara psikologis. Wudhu membuat tubuh terasa segar, pikiran lebih tenang, dan hati lebih siap menerima ayat-ayat Allah. Tidak heran jika banyak orang merasa tilawah terasa lebih kena setelah berwudhu.
Baca Juga: Salah Satu Adab Membaca Alquran Adalah Berwudu. Ini Faedahnya
2. Membaca dengan Tartil

Adab kedua dari 3 adab membaca alquran adalah membaca dengan tartil. Tartil berarti membaca dengan perlahan, jelas, sesuai kaidah tajwid, serta tidak tergesa-gesa.
Allah SWT secara langsung memerintahkan hal ini dalam QS. Al-Muzzammil ayat 4:
وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
“Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil (perlahan-lahan lagi penuh perasaan).”
Dalam hal membaca dengan tartil, Rasulullah SAW juga mencontohkan bacaan yang tenang. Dengan huruf demi huruf terdengar jelas, panjang dan pendeknya tepat.
Membaca terlalu cepat, apalagi dengan tujuan sekadar mengejar khatam, justru dikritik oleh Nabi SAW. Sebab, esensi membaca Alquran bukan hanya pada jumlah halaman, tetapi pada penghayatan maknanya. Dengan tartil, kita punya waktu untuk merenung, memahami pesan ayat, dan membiarkannya menyentuh hati.
Dalam QS. Al-Isra’ ayat 109, digambarkan bagaimana orang-orang yang beriman menangis tersungkur saat mendengar bacaan Alquran. Ini menunjukkan bahwa bacaan yang tartil mampu menggerakkan jiwa, bukan sekadar lewat di lisan.
Dari sisi psikologis, membaca dengan ritme pelan dan teratur terbukti membantu fokus, menenangkan pikiran, dan mengurangi kecemasan. Tidak heran jika tilawah tartil sering terasa seperti terapi jiwa yang menenangkan.
3. Memulai dengan Isti’adzah

Adab ketiga dalam 3 adab membaca alquran adalah memulai bacaan dengan isti’adzah, yaitu mengucapkan “A’udzu billahi minasy-syaithanir-rajim.” Tujuan utama dari membaca isti’adzah ini adalah memohon perlindungan kepada Allah dari gangguan setan.
Perintah ini bahkan disebutkan langsung dalam QS. An-Nahl ayat 98. Sebagian ulama menilai isti’adzah sebagai sunnah yang sangat dianjurkan, sementara yang lain menganggapnya wajib sebelum membaca Alquran.
Maknanya bukan sekadar ucapan pembuka. Isti’adzah adalah bentuk persiapan hati agar terhindar dari was-was, pikiran melayang, atau godaan yang merusak kekhusyukan. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa isti’adzah membersihkan lisan dari kata-kata sia-sia sebelum digunakan untuk melafalkan kalam Ilahi.
Secara mental, isti’adzah juga berfungsi seperti “pengaman batin”. Ia menciptakan rasa aman, fokus, dan kesiapan diri. Mirip dengan afirmasi positif dalam psikologi, tapi dengan dimensi spiritual yang jauh lebih dalam.
Mengapa 3 Adab Membaca Alquran Ini Sangat Dianjurkan?
Jika diringkas, 3 adab membaca alquran, mulai dari bersuci, membaca dengan tartil sampai memulai dengan isti’adzah ini memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga kebersihan lahir dan batin, memuliakan firman Allah, serta melindungi hati dari berbagai gangguan yang bisa mengurangi kekhusyukan ibadah.
Ketiga adab ini saling melengkapi dan tidak bisa dipisahkan. Bersuci membantu menyiapkan diri secara fisik dan mental, tartil membuat setiap ayat lebih hidup dan mudah direnungi, sementara isti’adzah menjaga hati tetap fokus dan tenang selama tilawah.
Dengan menerapkannya, membaca Alquran tidak lagi terasa sebagai kebiasaan semata, tetapi menjadi momen personal yang mendalam antara hamba dan Rabb-nya.
Dampak positif saat kita melaksanakan 3 adab membaca alquran ini pun sangat jelas. Secara spiritual, hati kita menjadi lebih dekat kepada Allah dan pesan ayat-ayat Alquran lebih membekas dalam jiwa. Sementara dari sisi psikologis, pikiran terasa lebih jernih, emosi lebih terkendali, dan batin pun dipenuhi rasa damai.
Adab lain yang Perlu Diperhatikan Saat Membaca Alquran
ada beberapa adab lain yang juga perlu diperhatikan agar tilawah semakin berkualitas dan bernilai ibadah.
- Meluruskan niat semata-mata karena Allah
- Membaca Alquran di tempat yang bersih, tenang, dan pantas agar lebih fokus dan khusyuk.
- Menjaga sikap tubuh yang sopan dan penuh hormat, tidak sambil bercanda atau melakukan hal yang melalaikan.
- Membaca dengan suara yang lembut dan tidak berlebihan, menyesuaikan kondisi agar tidak mengganggu orang lain.
- Berusaha memahami arti dan pesan ayat yang dibaca, meski secara sederhana.
- Menutup bacaan dengan doa, memohon agar Alquran menjadi petunjuk, penenang hati, dan keberkahan dalam kehidupan.
Menanamkan Adab Membaca Alquran Sejak Usia Dini
Adab-adab mulia dalam membaca Alquran akan tumbuh lebih kuat jika dikenalkan sejak anak-anak. Saat anak terbiasa membaca Alquran dengan adab yang benar, mereka tidak hanya mampu melafalkan ayat dengan baik, tetapi juga berkembang dengan akhlak terpuji, sikap disiplin, serta karakter Qurani yang melekat dalam keseharian.
Pendidikan dasar memiliki peran penting dalam proses ini. Penanaman nilai-nilai Alquran sejak dini menjadi fondasi yang kokoh bagi pembentukan kepribadian anak. Dari sinilah lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga matang secara spiritual dan emosional hingga dewasa nanti.
Baca Juga: Bolehkah Membaca Alquran Pakai Celana Pendek? Ini Uraiannya
SD OSB School, Pilihan Tepat untuk Pendidikan Qurani Anak
Inilah mengapa memilih lingkungan pendidikan yang tepat menjadi langkah penting bagi masa depan buah hati. SD OSB School hadir sebagai sekolah dasar Islam yang mengusung konsep Quranic, leadership, dan entrepreneurship, dirancang untuk menumbuhkan kecintaan anak pada Alquran sekaligus membekali mereka dengan jiwa kepemimpinan dan kemandirian sejak dini.
Dengan sistem homy school dan jumlah siswa yang dibatasi hanya 10 anak per kelas, proses belajar berlangsung lebih fokus, personal, dan nyaman. Anak mendapatkan perhatian optimal dari pendidik, suasana belajar terasa hangat, dan potensi mereka dapat berkembang secara maksimal.
Mari siapkan generasi masa depan yang berakhlak Qurani, percaya diri, dan siap menjadi pemimpin di zamannya.
Daftarkan putra-putri Anda sekarang dan mulai perjalanan pendidikan yang bermakna bersama SD OSB School.
