
Pernahkah kita membayangkan bagaimana para sahabat dahulu berinteraksi dengan Alquran? Mereka tidak sekadar membaca, tetapi menjadikannya sebagai napas kehidupan.
Alquran bukan hanya kitab suci yang dibaca saat momen tertentu. Ia adalah kalam Allah yang menjadi petunjuk hidup, penenang jiwa, sekaligus cahaya bagi setiap langkah manusia. Ketika ayat‑ayatnya dilantunkan, bukan hanya pahala yang mengalir, tetapi juga rahmat, ketenangan, dan keberkahan yang menyelimuti hati pembacanya.
Para ulama sejak generasi sahabat hingga hari ini terus menegaskan besarnya kedudukan tilawah. Mereka menjelaskan bahwa anjuran membaca Alquran bukan sekadar ibadah rutin, melainkan kebutuhan ruhani yang menjaga iman tetap hidup.
Hasan Al‑Basri bahkan mengatakan bahwa orang sebelum kita memandang Alquran sebagai surat cinta dari Rabb‑nya, sehingga mereka membacanya dengan penuh perenungan.
Melalui tulisan ini, kita akan menelusuri dalil anjuran membaca Alquran lengkap dengan tafsir serta penjelasan para ulama, disajikan dengan bahasa yang ringan agar mudah dipahami dan terasa dekat dengan kehidupan sehari‑hari.
4 Dalil Tentang Anjuran Membaca Alquran
Al-Qur’an dan hadits memuat banyak dalil yang menegaskan anjuran membaca Alquran secara rutin sebagai ibadah utama. Tilawah bukan sekadar aktivitas lisan, tetapi jalan meraih syafaat, pahala berlipat, sekaligus cahaya yang menenangkan hati.
Berbagai dalil juga menekankan pentingnya mempelajari serta membacanya dengan tartil. Berikut beberapa dalilnya.
1. QS Al-Muzzammil Ayat 4

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
Wa rattiLil Qur’āna tartīlā.
“Dan bacalah Al-Qur’an dengan tartil (pelan dan jelas).”
Ayat ini turun setelah perintah qiyamul lail pada QS Al-Muzzammil: 1–3, yakni membaca Al-Qur’an saat shalat malam. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa tartil berarti melafalkan huruf sesuai makhraj, mengikuti kaidah tajwid, memanjangkan mad dengan tepat, serta tidak tergesa-gesa agar makna ayat meresap.
Qatadah menambahkan bahwa tartil juga mencakup tadabbur hingga hati tersentuh rasa takut dan tunduk. Inilah salah satu bentuk nyata anjuran membaca Alquran yang langsung ditujukan kepada Nabi SAW sebagai teladan umat.
Imam As-Suyuthi dalam Al-Itqan menyebut tartil sebagai syarat kesempurnaan pahala. Ibnu Abbas menilai membaca sedikit ayat dengan tartil lebih utama daripada banyak namun terburu-buru. Syaikh Utsaimin juga menegaskan bahwa bacaan perlahan memudahkan hafalan, menghadirkan kekhusyukan, dan menjadi sebab turunnya syafaat.
2. QS Fathir: 29–30 (Keutamaan Pembaca Rutin)

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ
Innal ladzīna yatluuna kitābal Lāhi wa aqāmuş şalāta wa anfaqū mimmā razaqnāhum sirran wa ‘alāniyata yarjūna tijāratan lan tabūra.
“Sungguh, orang-orang yang selalu membaca kitab Allah, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami beri dengan diam-diam atau terang-terangan, mereka mengharap perniagaan yang tidak rugi.”
Kata yatluuna dimaknai membaca berulang-ulang dengan penghayatan. Al-Baghawi menyebut mereka sebagai Ahlul Qur’an yang pahalanya disempurnakan dan dilipatgandakan. Tafsir Jalalain menyoroti frasa sirran wa ‘alaniyah sebagai tanda istiqamah dalam amal, termasuk konsisten menjalankan anjuran membaca Alquran dalam keseharian.
Imam Nawawi memandang ayat ini sebagai dalil kuat amalan tilawah harian. Sementara Syaikh Al-Albani menjelaskan bahwa pahala membaca Al-Qur’an berlipat seperti sedekah, bahkan memiliki keutamaan yang melampaui banyak ibadah sunnah lainnya.
3. Hadits Ibadah Paling Utama (HR Ahmad)

أَفْضَلُ عِبَادَةِ أُمَّتِي تِلَاوَةُ الْقُرْآنِ
“Ibadah paling utama umatku adalah membaca Al-Qur’an.”
Hadits dari Abdullah bin Mas’ud ini menegaskan posisi tilawah sebagai ibadah istimewa. Al-Munawi dalam Faidhul Qadir menjelaskan bahwa tilawah yang dimaksud adalah membaca dengan tartil dan pemahaman.
Ibnu Rajab menambahkan bahwa pengamal Al-Qur’an akan memperoleh syafaat pada hari kiamat, sebagaimana disebutkan dalam hadits lain tentang Al-Qur’an yang datang membela pembacanya. Ini semakin menguatkan besarnya anjuran membaca Alquran dalam kehidupan seorang muslim.
Baca Juga: 7 Keutamaan Membaca Alquran Setiap Hari Dari Sisi Agama & Psikologis
4. Hadits Syafaat dan Pahala 10 Kali (HR Tirmidzi)

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا
“Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah, baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu sepuluh kali lipatnya.”
Imam As-Suyuthi menerangkan bahwa pahala huruf ini berkaitan dengan bacaan yang benar dan tartil.
Nabi SAW juga menyebut Al-Qur’an akan memberi syafaat bagi pemiliknya. Syaikh Bin Baz menekankan pentingnya menjaga rutinitas tilawah, bahkan menganjurkan khatam secara berkala sebagai wujud menghidupkan anjuran membaca Alquran sepanjang tahun.
Seluruh dalil tersebut menunjukkan bahwa membaca Al-Qur’an bukan amalan musiman, melainkan ibadah harian yang dijaga dengan istiqamah. Tilawah yang dilakukan dengan tartil, disertai tadabbur, menghadirkan pahala maksimal sekaligus mendekatkan seorang hamba pada derajat kemuliaan di sisi Allah.
Cara Menerapkan Membaca dan Tadabbur Alquran Dalam Sehari-Hari
Tadabbur Al-Qur’an (merenungkan makna ayat untuk diamalkan) merupakan puncak dari tilawah tartil. Melalui tadabbur, Al-Qur’an tidak berhenti sebagai bacaan, tetapi benar-benar menjadi pedoman hidup yang membentuk iman dan perilaku. Penerapannya bisa dimulai dari langkah sederhana, asalkan dilakukan konsisten.
- Persiapan Rutinitas Harian
Awali dengan wudhu dan pilih waktu yang tenang, seperti setelah Subuh selama 15–30 menit. Bacalah 1–5 ayat dengan tartil, lalu pahami terjemah atau tafsir ringkas. Hadirkan hati dengan ta’awwudz, kemudian renungkan pesan ayat: perintah apa yang harus dijalankan, dan larangan apa yang perlu dijauhi hari itu. Catat poin penting di jurnal agar lebih mudah diingat dan diulang.
- Refleksi dan Aksi Nyata
Hubungkan ayat dengan kondisi diri. Misalnya saat menghadapi kesulitan, renungkan makna “innama’al ‘usri yusra” (QS Al-Insyirah: 5–6) untuk menumbuhkan sabar dan optimisme. Buat niat praktik di pagi hari, lalu evaluasi di malam hari—apakah ayat tersebut sudah diamalkan. Pola ini membantu membangun kebiasaan tadabbur yang berkelanjutan.
- Integrasi dalam Aktivitas
- Pagi: Renungi satu ayat sebelum beraktivitas, lalu niatkan amalnya.
- Siang: Ingat kembali ayat saat mengambil keputusan atau berinteraksi.
- Malam: Lakukan muhasabah, istighfar, dan diskusi ayat bersama keluarga.
Agar lebih konsisten, mulai dari sedikit, misalnya satu ayat per hari. Manfaatkan waktu perjalanan dengan mendengar murottal atau tafsir audio.
Bisa juga bergabung dalam grup tilawah agar saling menguatkan. Dengan cara ini, tadabbur lebih mudah dijaga dan dampaknya terasa dalam ketenangan hati serta kualitas amal.
Baca Juga: Tak Hanya Pahala, Ini Keutamaan Membaca Alquran Secara Rutin
Mari Istiqomah Membaca Alquran Setiap Hari
Dari berbagai dalil Al-Qur’an dan hadits yang telah dibahas, tampak jelas bahwa membaca Al-Qur’an bukan sekadar amalan tambahan, tetapi bagian inti dari kehidupan seorang muslim. Anjuran membaca Alquran ditegaskan langsung dalam ayat, diperkuat oleh sabda Nabi, serta dijelaskan panjang lebar oleh para ulama sepanjang zaman.
Tilawah yang dilakukan dengan tartil membuka pintu pahala, menghadirkan ketenangan, serta menjadi sebab turunnya syafaat.
Kebiasaan ini tentu tidak lahir secara instan. Ia tumbuh dari pembiasaan sejak dini, dari lingkungan yang akrab dengan lantunan ayat suci, serta dari pendidikan yang menempatkan Al-Qur’an sebagai fondasi utama pembentukan karakter.
Ayah dan Bunda, inilah momen terbaik menyiapkan masa depan putra-putri tercinta. Pilihlah pendidikan yang bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga menanamkan kecintaan mendalam terhadap Al-Qur’an.
SD OSB SCHOOL hadir sebagai sekolah dasar Islam yang mengintegrasikan tiga keunggulan utama, Quranic, Leadership dan entrepreneurship. Sehingga menghadirkan proses pendidikan yang lebih bermakna, bukan hanya mencetak anak cerdas, tetapi juga berkarakter Qurani.
Mari wujudkan generasi yang dekat dengan Al-Qur’an, kuat iman, dan siap memimpin di zamannya.
Daftarkan segera putra-putri Ayah dan Bunda di SD OSB SCHOOL dan berikan mereka bekal terbaik untuk dunia dan akhirat.
