
Alquran adalah kitab suci umat Islam yang penuh kemuliaan, menjadi pedoman hidup sekaligus petunjuk bagi setiap langkah manusia. Di dalamnya terdapat firman Allah yang agung, sehingga sudah sepatutnya kita memperlakukannya dengan penuh hormat. Baik saat memegang, membaca, maupun menyimpannya.
Bukan sekadar aturan, adab memuliakan mushaf Alquran adalah cara kita menunjukkan rasa cinta kepada Alquran. Dengan menjaga adab tersebut, hati akan lebih siap menerima pesan-pesan kebaikan di dalamnya, dan setiap ayat yang dibaca pun terasa lebih bermakna.
Kabar baiknya, adab ini tidaklah rumit. Justru hal-hal sederhana yang dilakukan dengan penuh kesadaran bisa membawa keberkahan besar dalam setiap ayat yang kita baca.
5 Adab Memuliakan Mushaf Alquran
Dengan kita memahami adab dalam memperlakukan alquran, maka proses tilawah akan terasa lebih tenang, terarah, penuh makna dan keberkahan. Berikut uraiannya:
1. Bersuci Sebelum Menyentuh Mushaf

Salah satu adab memuliakan mushaf Alquran yang paling dasar adalah memastikan diri dalam keadaan suci. Ini berarti kita dianjurkan untuk berwudhu sebelum menyentuh mushaf, serta menjaga tubuh dari najis.
Allah berfirman:
لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ
“Tidak menyentuhnya melainkan orang-orang yang disucikan.” (QS. Al-Waqi’ah: 79)
Ayat ini sering dijadikan dasar oleh para ulama bahwa mushaf Alquran tidak boleh disentuh kecuali oleh orang yang dalam keadaan suci. Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa ayat ini menunjukkan pentingnya menjaga kesucian saat berinteraksi dengan Alquran.
Imam Nawawi juga menegaskan dalam kitab At-Tibyan bahwa berwudhu sebelum menyentuh mushaf adalah bentuk penghormatan terhadap kalam Allah. Jadi, meskipun terlihat sederhana, kebiasaan ini punya nilai besar di sisi Allah.
Selain itu, kondisi suci juga membantu hati lebih tenang dan fokus saat membaca. Hasilnya, tilawah pun terasa lebih khusyuk dan bermakna.
2. Meletakkan Mushaf di Tempat yang Layak

Adab berikutnya yang sering dianggap sepele adalah cara meletakkan mushaf. Padahal, ini juga bagian penting dari adab memuliakan mushaf Alquran.
Sebaiknya mushaf diletakkan di tempat yang bersih, aman, dan lebih tinggi dari kaki. Hal ini sebagai bentuk penghormatan terhadap Alquran sebagai kitab suci.
Allah berfirman:
وَالَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ…
“Dan orang-orang yang memikul ‘Arsy dan yang berada di sekitarnya bertasbih memuji Tuhannya…” (QS. Ghafir: 7)
Para ulama seperti Al-Qurthubi menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan bagaimana sesuatu yang agung diperlakukan dengan penuh penghormatan. Mushaf Alquran sebagai kalam Allah tentu lebih layak untuk dimuliakan.
Dalam praktiknya, Anda bisa menyiapkan rak khusus untuk mushaf di rumah. Selain menjaga kebersihan, ini juga membantu menjaga mushaf dari kerusakan.
Baca Juga: Tak Hanya Pahala, Ini Keutamaan Membaca Alquran Secara Rutin
3. Membaca dengan Ta’awudz dan Basmalah

Sebelum mulai membaca, ada adab penting yang sering dilupakan, yaitu membaca ta’awudz dan basmalah. Ini juga termasuk dalam adab memuliakan mushaf Alquran yang dianjurkan.
Allah berfirman:
فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ…
“Maka apabila kamu membaca Alquran, mintalah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98)
Ta’awudz berfungsi sebagai perlindungan dari gangguan setan, sehingga kita bisa membaca dengan lebih fokus. Sementara basmalah menjadi pembuka yang membawa keberkahan.
Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa membaca ta’awudz sebelum tilawah adalah sunnah yang sangat dianjurkan. Ini membantu hati menjadi lebih siap dan bersih saat menerima ayat-ayat Allah.
Dengan membiasakan ini, aktivitas membaca Alquran terasa lebih tenang dan terarah.
4. Membaca dengan Tartil dan Penuh Kekhusyukan

Adab selanjutnya yang tidak kalah penting adalah membaca Alquran dengan tartil. Ini berarti membaca secara perlahan, jelas, dan penuh penghayatan.
Allah berfirman:
وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
“Dan bacalah Alquran itu dengan tartil.” (QS. Al-Muzzammil: 4)
Dalam tafsirnya, Ibnu Abbas menjelaskan bahwa tartil bukan hanya soal keindahan suara, tetapi juga memahami makna dan merenungkan isi ayat.
Inilah inti dari adab memuliakan mushaf Alquran. Bukan sekadar membaca cepat, tapi benar-benar menghadirkan hati saat berinteraksi dengan Alquran.
Imam As-Suyuthi juga menegaskan bahwa membaca dengan tartil lebih utama karena mendatangkan pahala yang besar. Bahkan setiap huruf yang dibaca akan dilipatgandakan kebaikannya.
Jadi, tidak perlu terburu-buru. Lebih baik sedikit tapi penuh makna daripada banyak tapi tanpa penghayatan.
5. Menjaga Mushaf dari Kerusakan

Adab terakhir yang tak kalah penting adalah menjaga mushaf dari kerusakan. Ini termasuk menyimpannya dengan baik, menjauhkan dari air, najis, atau hal-hal yang bisa merusaknya.
Allah berfirman:
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
“Sesungguhnya Kami yang menurunkan Alquran dan Kami pula yang menjaganya.” (QS. Al-Hijr: 9)
Ayat tentang adab memuliakan mushaf alquran ini, menunjukkan bahwa Allah menjaga Alquran. Namun manusia tetap memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaganya secara lahiriah.
Para ulama seperti Syaikh Utsaimin menekankan bahwa merawat mushaf adalah bentuk ketakwaan. Termasuk di dalamnya memperbaiki mushaf yang rusak atau menggantinya jika sudah tidak layak digunakan.
Dengan menjaga mushaf, kita ikut menjaga kemuliaan Alquran dalam kehidupan sehari-hari.
Hikmah Memuliakan Mushaf Alquran
Saat kita berusaha menerapkan adab memuliakan mushaf Alquran, berarti kita tidak melakukan sebuah aturan, tapi juga membawa banyak hikmah dalam hidup. Di antarnaya seperti:
- Pertama, hati menjadi lebih tenang. Ketika kita memperlakukan mushaf dengan penuh hormat, secara tidak langsung kita juga membangun kedekatan dengan Alquran.
- Kedua, tilawah menjadi lebih khusyuk. Adab yang baik membuat kita lebih fokus dan mudah memahami makna ayat.
- Ketiga, mendapatkan pahala yang berkelanjutan. Bahkan menjaga mushaf pun bisa menjadi amal jariyah jika dilakukan dengan niat yang benar.
- Keempat, memperkuat keimanan. Kebiasaan memuliakan Alquran akan membentuk karakter yang lebih dekat dengan nilai-nilai Islam.
Dan yang tidak kalah penting, ini menjadi bentuk nyata cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya.
Baca Juga: Ayat Tentang Keutamaan Al quran – Arab, Terjemah dan Tafsir Singkat
Mari Muliakan Alquran Dengan Adab
Dari pembahasan di atas, kita bisa melihat bahwa adab memuliakan mushaf Alquran bukanlah sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Justru dari hal-hal sederhana seperti menjaga wudhu, membaca dengan tartil, hingga merawat mushaf dengan baik, semua bisa menjadi jalan datangnya keberkahan dalam hidup.
Ketika adab ini dijaga, hubungan kita dengan Alquran pun akan terasa lebih dekat. Hati menjadi lebih tenang, bacaan lebih khusyuk, dan perlahan nilai-nilai Alquran mulai membentuk karakter dalam kehidupan sehari-hari.
Menanamkan kecintaan terhadap Alquran tentu tidak hanya dimulai dari diri sendiri, tetapi juga dari keluarga. Ayah dan Bunda bisa mulai mengenalkan adab memuliakan Alquran kepada buah hati sejak dini agar mereka tumbuh dengan akhlak yang baik dan dekat dengan Alquran.
Salah satu langkah terbaik adalah memilih lingkungan pendidikan yang tepat. SD OSB School hadir sebagai sekolah Islam dengan program unggulan Quranic, leadership, dan entrepreneurship yang dirancang untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.
Yuk, wujudkan generasi cinta Alquran mulai dari sekarang. Daftarkan putra-putri Ayah dan Bunda di SD OSB School dan dampingi mereka tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, beriman, dan berkarakter kuat.
