
Membaca Al-Qur’an sering kali dianggap sebagai amalan yang berat, padahal sebenarnya bisa dimulai dari langkah yang sangat sederhana. Sedikit demi sedikit, tapi rutin.
Oleh karena itu, Rasulullah mengajarkan kita lewat berbagai hadits anjuran membaca Alquran. Dari situ, kita akan sadar bahwa aktivitas ini punya keutamaan yang luar biasa. Bukan hanya mendatangkan pahala, tapi juga jadi sumber ketenangan hati dan petunjuk hidup sehari-hari.
Yang lebih menenangkan lagi, Islam tidak hanya memberi apresiasi pada mereka yang sudah mahir. Justru, orang yang masih belajar dan terbata-bata tetap mendapatkan ganjaran besar. Artinya, siapa pun bisa mulai, tanpa harus menunggu sempurna.
Nah, di artikel ini kita akan membahas beberapa hadits anjuran membaca Alquran lengkap dengan teks Arab, latin, terjemahan, dan penjelasan singkat agar lebih mudah dipahami.
5 Hadits Anjuran Membaca Alquran
Berikut lima hadits populer mengenai anjuran membaca kitab suci alquran, yang bisa dijadikan sebagai motivasi saat sedang malas membaca alquran.
1. Keutamaan Membaca Satu Huruf Al-Qur’an

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
«مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ، وَلَامٌ حَرْفٌ، وَمِيمٌ حَرْفٌ»
‘An ‘Abdillāhi bin Mas‘ūd radhiyallāhu ‘anhu qala: qala Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam: Man qara’a harfan min kitābillāhi falahu bihi hasanah, wal-hasanatu bi ‘ashri amtsālihā…
“Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an, maka baginya satu kebaikan, dan setiap kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh.”
Hadits ini jadi salah satu hadits anjuran membaca Alquran yang paling sering dikutip. Imam Nawawi dan Ibnu Hajar Al-Asqalani menegaskan bahwa pahala membaca Al-Qur’an mencakup semua bentuk bacaan yang benar, baik dengan tartil, tajwid, maupun sekadar melafalkan huruf-hurufnya dengan niat ibadah.
Sementara itu, Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa balasan yang dilipatgandakan hingga sepuluh kali menunjukkan betapa besarnya keutamaan membaca Al-Qur’an.
Karena itu, setiap Muslim dianjurkan menjadikannya sebagai amalan harian. Karena semakin sering kita membaca Al-Qur’an, semakin besar pula pahala yang kita dapatkan. Bahkan jika hanya membaca sedikit, tetap memiliki nilai yang sangat berharga di sisi Allah SWT.
2. Al-Qur’an Akan Memberi Syafaat

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ:
«اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ»
Iqra’ū al-Qur’āna fa innahu ya’ti yauma al-qiyāmati shafī‘an li-ashḥābih
“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.” (H.R. Muslim)
Dalam banyak hadits anjuran membaca Alquran, disebutkan bahwa Al-Qur’an bukan hanya dibaca, tapi juga akan membela pembacanya di akhirat.
Imam Nawawi menjelaskan bahwa makna pemberi syafaat adalah Al-Qur’an akan menjadi hujjah sekaligus pembela bagi orang yang membacanya dan mengamalkannya secara istiqamah.
Sementara itu, para ulama kontemporer menegaskan bahwa syafaat tersebut diberikan kepada mereka yang tidak hanya rajin membaca, tetapi juga berusaha memahami dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari—bukan sekadar menghafal tanpa adab dan pengamalan.
Baca Juga: 7 Fadilah Membaca Alquran Setiap Hari Bagi Seorang Muslim
3. Keutamaan Surat Al-Baqarah dan Ali Imran

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
«اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ وَآلَ عِمْرَانَ، فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا غِطَاءَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافٍّ تُحَاجَّانِ لِأَصْحَابِهِمَا».
وقَالَ:
«اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلَا يُسْتَطِيعُهَا الْبَاطِلُونَ».
رواه مسلم في صحيحه.
“Bacalah azh‑Zahrāwain (dua yang hijau), yaitu surat al‑Baqarah dan Ali ‘Imran, karena keduanya datang pada hari Kiamat seolah‑olah dua awan atau dua selimut dari kumpulan burung yang bersusun rapi, sedang membela pembacanya.”
Dan beliau juga bersabda:
“Bacalah surat al‑Baqarah, karena mengambilnya (membacanya) adalah keberkahan, meninggalkannya adalah kehilangan, dan para pendusta tidak mampu membacanya.” (HR. Muslim)
Hadits ini termasuk hadits anjuran membaca Alquran yang menunjukkan keutamaan surat tertentu.
Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa dua surat ini disebut zahrāwain karena memiliki cahaya dan keutamaan yang sangat besar. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk membacanya secara rutin, terutama di rumah dan pada waktu malam.
Sementara itu, para ulama kontemporer menegaskan bahwa membaca Surah Al-Baqarah secara khusus memiliki banyak manfaat, di antaranya menjaga rumah dari gangguan setan dan jin, serta membantu menenangkan hati dan memperkuat keharmonisan dalam rumah tangga.
4. Pahala Membaca 100 Ayat dalam Semalam

عَنْ تميم الداري رضي الله عنه قَالَ:
«قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَرَأَ مِائَةَ آيَةٍ فِي لَيْلَةٍ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ».
رواه أحمد، وصححه الألباني.
“Barangsiapa yang membaca seratus ayat dalam satu malam, maka baginya dicatat pahala shalat malam sepanjang malam itu.” (HR. Ahmad, dishahihkan Al‑Albani)
Muhammad Nasiruddin al-Albani menegaskan bahwa hadits anjuran membaca alquran ini tidak berarti shalat malam menjadi wajib.
Namun, hadits tersebut menunjukkan betapa besarnya pahala membaca Al-Qur’an di malam hari, hingga nilainya bisa menyamai ibadah yang biasanya terasa berat.
Sementara itu, para ulama kontemporer menyarankan agar membaca Al-Qur’an dilakukan secara bertahap. Misalnya, dengan membagi satu juz menjadi beberapa bagian, lalu membaca sekitar 10 ayat sebelum tidur atau setelah shalat Isya.
Dengan cara ini, target 100 ayat setiap malam bisa dicapai secara konsisten dan terasa lebih ringan.
5. Pahala bagi yang Terbata-bata Membaca Al-Qur’an

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
«الْقَارِئُ الْقُرْآنَ الْحَاسِنُ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ، وَالْقَارِئُ الْقُرْآنَ وَهُوَ يَتَقَرْقَرُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ ثَوَابَانِ»
Al-qāri’u al-Qur’āna al-ḥāsinu ma‘a as-safarati al-karāmi al-bararah, wal-qāri’u al-Qur’āna wa huwa yataqarqaru fīhi lahu thawābān
“Orang yang membaca Al-Qur’an dengan lancar akan bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan yang terbata-bata dan merasa kesulitan, ia mendapatkan dua pahala.” (H.R. Muslim)
Ini adalah salah satu hadits anjuran membaca Alquran yang paling menenangkan, terutama bagi pemula.
Artinya, kalau kamu masih belajar dan belum lancar, justru pahalanya lebih besar karena ada usaha dan kesabaran di dalamnya.
Baca Juga: Ayat Tentang Keutamaan Al quran – Arab, Terjemah dan Tafsir Singkat
Mulai dari yang Kecil, yang Penting Konsisten
Dari berbagai hadits anjuran membaca Alquran di atas, kita bisa menangkap satu pesan penting: membaca Al-Qur’an adalah amalan yang sederhana, namun memiliki pahala yang begitu besar di sisi Allah SWT.
Karena itu, nilai dan kemuliaan Al-Qur’an tidak hanya perlu kita rasakan sendiri, tetapi juga penting untuk ditanamkan kepada generasi penerus sejak dini.
Jika Ayah dan Bunda ingin anak tumbuh dekat dengan Al-Qur’an, kuncinya ada pada pembiasaan sejak kecil. Bukan sekadar bisa membaca, tapi juga memahami maknanya dan menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu cara terbaik untuk mewujudkannya adalah dengan memilih lingkungan pendidikan yang tepat dan mendukung.
SD OSB School hadir sebagai sekolah Islam yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga membangun fondasi karakter anak melalui konsep Quranic, Leadership dan Entrepreneurship.
Dengan pendekatan ini, anak-anak dibimbing untuk tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai keimanan dan akhlak, serta siap menjadi pemimpin yang amanah.
Jadi, yuk berikan pendidikan terbaik untuk masa depan anak bersama SD OSB School!
