
Siapa yang wajib membaca Alquran? Setiap muslim yang sudah baligh dan berakal wajib membaca Alquran, minimal dalam shalat dengan membaca Surah Al-Fatihah pada setiap rakaat, serta dianjurkan untuk terus memperbanyak bacaan, memahami, dan mengamalkannya sebagai pedoman hidup karena Alquran adalah petunjuk dari Allah Swt. bagi seluruh umat manusia.
Meski demikian, masih banyak orang yang belum memahami sejauh mana kewajiban tersebut berlaku. Tidak sedikit yang bertanya apakah membaca Alquran wajib dilakukan setiap hari, apakah kewajiban ini hanya berlaku bagi orang yang sudah mahir membaca Alquran, atau apakah cukup membaca Al-Fatihah saat salat. Agar tidak keliru dalam memahaminya, simak penjelasan menurut Islam berikut ini.
Siapa yang Wajib Membaca Alquran? Ini Penjelasan Menurut Islam
Jawaban dari pertanyaan siapa yang wajib membaca Alquran adalah setiap muslim yang sudah baligh dan berakal sehat. Setiap muslim memiliki kewajiban untuk membaca Alquran, paling tidak dalam pelaksanaan salat dengan membaca Surah Al-Fatihah pada setiap rakaat.
Hal ini karena membaca Al-Fatihah merupakan salah satu rukun salat. Mayoritas ulama berpendapat bahwa salat tidak sah apabila seseorang tidak membaca Surah Al-Fatihah.
Selain kewajiban membaca Al-Fatihah ketika salat, umat Islam juga sangat dianjurkan untuk senantiasa menjaga interaksi dengan Alquran melalui tilawah, mempelajari isinya, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, ketika membahas siapa yang wajib membaca Alquran, jawabannya bukan hanya para penghafal Alquran atau orang yang menempuh pendidikan agama. Setiap muslim memiliki tanggung jawab untuk berinteraksi dengan Alquran sesuai kemampuan masing-masing.
Penjelasan Para Ulama tentang Kewajiban Membaca Alquran
Para ulama menjelaskan bahwa kewajiban membaca Alquran memiliki beberapa tingkatan.
Pertama, terdapat kewajiban individu (fardu ain) yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim, seperti salat, puasa Ramadan, zakat bagi yang memenuhi syarat, dan haji bagi yang mampu.
Dalam pelaksanaan salat, membaca Surah Al-Fatihah menjadi kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. Oleh karena itu, setiap muslim wajib mempelajari bacaan Al-Fatihah hingga mampu membacanya dengan baik sesuai kemampuannya.
Sementara itu, membaca Alquran di luar salat merupakan ibadah yang sangat dianjurkan. Semakin sering seorang muslim membaca Alquran, semakin besar pula pahala dan keberkahan yang diperolehnya.
Karena itu, meskipun seseorang belum lancar membaca Alquran, ia tetap berkewajiban belajar secara bertahap. Islam tidak membebani seseorang di luar kemampuannya, tetapi mendorong setiap muslim agar terus memperbaiki bacaan Alquran sepanjang hidupnya.
Dalil tentang Kewajiban Membaca Alquran
Kewajiban dan anjuran membaca Alquran didasarkan pada banyak ayat Alquran maupun hadis Rasulullah saw.
Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Ankabut ayat 45:
“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur’an).”
Selain itu, Allah juga berfirman dalam QS. Al-Muzzammil ayat 20:
“…karena itu bacalah apa yang mudah dari Al-Qur’an…”
Ayat tersebut menunjukkan bahwa Allah memerintahkan umat Islam untuk membaca Alquran sesuai kemampuan masing-masing.
Allah Swt. juga berfirman dalam QS. Fathir ayat 29–30:
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, mendirikan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka, baik secara sembunyi maupun terang-terangan, mereka mengharapkan perdagangan yang tidak akan merugi.”
Ayat tersebut menjadi motivasi agar setiap muslim senantiasa menjadikan Alquran sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Lima Kewajiban Muslim terhadap Alquran
Setelah memahami siapa yang wajib membaca Alquran, penting juga untuk mengetahui bahwa tanggung jawab seorang muslim terhadap kitab suci tidak berhenti pada aktivitas membaca saja.
Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya menunaikan hak-hak Alquran dengan sebaik-baiknya. Berikut lima kewajiban utama seorang muslim terhadap Alquran beserta dalilnya.
1. Membaca dan Menghafalkan Alquran (At-Tilawah wal-Hifz)

Membaca Alquran merupakan langkah pertama untuk berinteraksi dengan firman Allah. Tanpa membacanya, seseorang tidak akan mampu memahami, menghayati, maupun mengamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya.
Inilah sebabnya, ketika membahas siapa yang wajib membaca Alquran, para ulama menjelaskan bahwa setiap muslim yang telah baligh dan berakal memiliki kewajiban mempelajari bacaan Alquran, minimal untuk memenuhi bacaan dalam salat.
Selain membaca, menghafalkan Alquran juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Hafalan akan memudahkan seseorang membaca Alquran dalam salat, mengulang ayat-ayat yang telah dipelajari, serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Mentadaburi dan Memahami Isinya (At-Tadabbur wal-Fahmu)

Membaca Alquran hendaknya tidak hanya sebatas melafalkan ayat demi ayat. Seorang muslim juga dianjurkan mentadaburi, yaitu memahami, menghayati, dan merenungkan makna yang terkandung di dalamnya. Dengan memahami isi Alquran, seseorang akan lebih mudah mengamalkan ajaran Allah dalam kehidupan sehari-hari.
Allah Swt. berfirman:
“Ini adalah Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka mentadaburi ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.” (QS. Shad: 29)
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma juga pernah mengatakan bahwa membaca beberapa surat dengan mentadaburinya lebih beliau sukai daripada membaca seluruh Alquran tanpa memahami maknanya.
Baca Juga: Inilah Adab-Adab dalam Membaca Alquran yang Dianjurkan Rasulullah
3. Mengamalkan Ajarannya (Al-‘Amal)

Tujuan utama diturunkannya Alquran adalah agar diamalkan. Oleh karena itu, setelah mengetahui siapa yang wajib membaca Alquran, setiap muslim juga harus berusaha menerapkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Membaca tanpa mengamalkan tentu belum mencerminkan tujuan utama diturunkannya kitab suci ini.
4. Mengajarkan Alquran kepada Orang Lain (At-Ta’lim)

Mengajarkan Alquran merupakan salah satu amal yang pahalanya terus mengalir. Ketika seseorang mengajarkan bacaan atau ilmu Alquran kepada orang lain, lalu ilmu tersebut diamalkan, maka pahala akan terus mengalir meskipun ia telah meninggal dunia.
Rasulullah saw. bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Al-Bukhari)
5. Mengimani Alquran sebagai Firman Allah (Al-Iman)

Kewajiban paling mendasar seorang muslim adalah meyakini bahwa Alquran merupakan firman Allah Swt. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. melalui Malaikat Jibril. Keyakinan ini termasuk bagian dari iman kepada kitab-kitab Allah yang merupakan salah satu rukun iman.
Dengan keimanan tersebut, seorang muslim akan terdorong untuk membaca, mempelajari, mengamalkan, dan menjaga kemuliaan Alquran sepanjang hidupnya.
Oleh sebab itu, jawaban atas pertanyaan siapa yang wajib membaca Alquran tidak hanya berkaitan dengan aktivitas membaca, tetapi juga mencakup tanggung jawab untuk mengimani, memahami, mengajarkan, dan mengamalkan seluruh ajaran yang terkandung di dalamnya.
Baca Juga: 7 Alasan Membaca Alquran Hendaknya Dilakukan Setiap Hari
Pendidikan Alquran Terbaik Sejak Dini
Jadi, siapa yang wajib membaca Alquran? Jawabannya adalah setiap muslim yang telah baligh dan berakal sehat, minimal dengan mampu membaca Surah Al-Fatihah dalam salat.
Lebih dari itu, setiap muslim juga memiliki tanggung jawab untuk menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup melalui kebiasaan membaca, memahami, mengimani, mengajarkan, dan mengamalkan isi kandungannya. Dengan berinteraksi secara rutin dengan Alquran, hati akan semakin tenang, ilmu bertambah, serta pahala dan keberkahan pun terus mengalir.
Agar kecintaan terhadap Alquran tumbuh sejak usia dini, Ayah dan Bunda dapat memilih lingkungan pendidikan yang mendukung pembentukan karakter Islami.
SD OSB School hadir dengan tiga pilar utama, yaitu Quranic, Leadership, dan Entrepreneurship, yang membimbing siswa tidak hanya mahir membaca dan mencintai Alquran, tetapi juga memiliki akhlak mulia, jiwa kepemimpinan, serta semangat berkarya.
Mari berikan pendidikan terbaik untuk putra-putri Ayah dan Bunda di SD OSB School dan wujudkan generasi Qurani yang siap menghadapi masa depan dengan ilmu, iman, dan karakte baik yang kuat.
