
Pernah kepikiran untuk membaca Al-Qur’an sambil rebahan setelah lelah beraktivitas? Atau mungkin kamu sering tadarus sebelum tidur dalam posisi berbaring? Kemudian terbesit pertanyaan apakah boleh membaca Alquran sambil berbaring?
Pertanyaan ini cukup sering muncul, terutama di kalangan umat Muslim yang ingin tetap dekat dengan Al-Qur’an dalam berbagai kondisi. Kabar baiknya, Islam adalah agama yang penuh kemudahan. Dalam banyak hal, termasuk ibadah, ada ruang fleksibilitas selama tetap menjaga adab dan niat yang benar.
Yuk, kita bahas secara lengkap, ringan, dan tetap berdasarkan dalil agar kamu semakin yakin.
Dalil Bolehnya Membaca Al-Qur’an Sambil Berbaring
Pembahasan tentang apakah boleh membaca alquran sambil berbaring tidak lepas dari dalil Al-Qur’an dan Sunnah. Keduanya menunjukkan bahwa mengingat Allah bisa dilakukan dalam berbagai posisi, termasuk saat berbaring.
1. Dalil dari Al-Qur’an
Allah SWT berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 191:
“الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ”
Artinya:
“Mereka yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, dan berbaring di sisi mereka.”
Ayat ini menjelaskan bahwa orang beriman tetap berdzikir dalam berbagai posisi: berdiri, duduk, bahkan berbaring. Para ulama memasukkan membaca Al-Qur’an sebagai bagian dari dzikir, sehingga ayat ini menjadi dasar kebolehannya.
Selain itu, dalam QS. An-Nisa ayat 103 disebutkan:
“فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ”
Artinya:
“Setelah shalat, ingatlah Allah dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring.”
Ayat ini semakin menegaskan bahwa mengingat Allah, termasuk membaca Al-Qur’an, tidak terbatas pada satu posisi saja.
2. Dalil dari Sunnah
Dalam hadits riwayat Aisyah RA disebutkan:
“كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهُوَ مُضْطَجِعٌ فِي فَخِذِي وَأَنَا حَائِضٌ”
Artinya:
“Nabi SAW membaca Al-Qur’an sambil berbaring di pangkuanku, sementara aku dalam keadaan haid.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini sangat jelas menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW sendiri pernah membaca Al-Qur’an dalam posisi berbaring. Ini menjadi dalil kuat bahwa hal tersebut diperbolehkan.
Penjelasan Ulama tentang Membaca Al-Qur’an Sambil Berbaring
Setelah melihat dalil, kita lanjut ke penjelasan para ulama. Di sinilah jawaban apakah boleh membaca alquran sambil berbaring menjadi semakin jelas.
1. Pendapat Imam Nawawi

Imam Nawawi menjelaskan dalam Syarh Shahih Muslim dan al-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Quran bahwa:
“فيه جواز قراءة القرآن مضطجعا ومتكئاً”
Artinya: Hadits ini menunjukkan bolehnya membaca Al-Qur’an sambil tiduran dan bersandar.
Dalam menjawab apakah boleh membaca alquran sambil berbaring, beliau juga menambahkan bahwa membaca Al-Qur’an tetap berpahala dalam berbagai posisi. Baik berdiri, duduk, maupun berbaring. Namun, posisi duduk yang khusyuk, apalagi menghadap kiblat, tetap lebih utama dibandingkan posisi santai seperti tiduran.
2. Syaikh Abdul Aziz bin Baz

Menurut Abdul Aziz bin Baz, membaca Al-Qur’an bisa dilakukan dalam kondisi apa saja: berdiri, duduk, ataupun berbaring. Hal ini didasarkan pada firman Allah dalam:
- QS. Ali Imran: 191
- QS. An-Nisa: 103
Kedua ayat tersebut memuji orang-orang yang berdzikir dalam segala keadaan, termasuk saat berbaring. Karena membaca Al-Qur’an termasuk dzikir, maka hukumnya juga mengikuti keumuman ini. Namun, dalam menjawab apakah boleh membaca alquran sambil berbaring, beliau mengingatkan satu hal penting, yakni tidak dalam keadaan junub.
Baca Juga: Bolehkah Membaca Alquran Pakai Celana Pendek? Ini Uraiannya
3. Habib Salim bin Jindan

Habib Salim bin Jindan juga memiliki pandangan yang senada. Dalam kitab al-Ilmam bi Ma’rifat al-Fataawi al-Ahkaam, beliau menyatakan:
“لا اثم على القارئ اذا قرا القرآن وهو مضطجع”
Artinya: Tidak ada dosa bagi orang yang membaca Al-Qur’an sambil tiduran, baik miring maupun telentang.
Meski begitu, beliau tetap menekankan pentingnya adab. Posisi duduk dalam keadaan suci, menghadap kiblat, dan berpakaian rapi tetap lebih dianjurkan untuk menjaga kehormatan Al-Qur’an.
4. Dasar Umum dan Hadits Pendukung

Salah satu dalil yang paling kuat berasal dari hadits Aisyah RA. Ia berkata bahwa:
Nabi SAW membaca Al-Qur’an sambil berbaring di pangkuannya, sementara ia dalam keadaan haid (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadits ini menunjukkan secara langsung bahwa membaca Al-Qur’an dalam posisi berbaring bukanlah hal yang terlarang. Justru, ini menjadi dasar kuat bagi para ulama dalam menetapkan kebolehannya.
Dari penjelasan ini, bisa disimpulkan bahwa membaca Al-Qur’an sambil berbaring bukan hanya boleh, tapi juga bagian dari kemudahan dalam Islam. Jadi, jika masih muncul pertanyaan apakah boleh membaca alquran sambil berbaring, jawabannya diperbolehkan. Selama tetap menjaga adab dan tidak dalam kondisi yang dilarang, ibadah ini tetap bernilai di sisi Allah.
Jadi, Apakah Boleh Membaca Alquran Sambil Berbaring?
Jawaban singkatnya, boleh. Mayoritas ulama sepakat bahwa membaca Al-Qur’an sambil berbaring hukumnya jaiz (diperbolehkan). Ini merupakan salah satu bentuk kemudahan dalam Islam, agar umat tetap bisa beribadah dan berdzikir dalam berbagai kondisi.
Jadi, kalau kamu masih bertanya apakah boleh membaca alquran sambil berbaring, tidak perlu ragu lagi. Hukumnya boleh, dan insyaAllah tetap bernilai pahala selama dilakukan dengan niat yang baik dan tetap menjaga adab.
Posisi yang Lebih Utama (Afdhal)
Meskipun diperbolehkan, ada posisi yang dianggap lebih utama saat membaca Al-Qur’an, yaitu:
- Duduk dengan tenang
- Menghadap kiblat
- Dalam keadaan suci (berwudhu)
- Dengan pakaian yang rapi
Posisi ini membantu meningkatkan kekhusyukan dan penghormatan terhadap Al-Qur’an.
Sementara membaca sambil berbaring tetap sah, namun nilainya bisa berbeda dari sisi adab dan kesempurnaan ibadah.
Adab Membaca Al-Qur’an yang Perlu Diperhatikan
Agar tetap maksimal meskipun membaca dalam posisi santai, ada beberapa adab yang sebaiknya dijaga:
- Niat yang ikhlas
Pastikan membaca Al-Qur’an benar-benar karena Allah. - Tidak dalam keadaan junub
Ini adalah syarat penting yang tidak boleh dilanggar. - Menjaga kesopanan posisi
Hindari posisi yang terkesan meremehkan. - Fokus dan tidak lalai
Jangan sampai membaca sambil setengah sadar atau asal-asalan. - Lebih baik berwudhu
Meskipun tidak wajib untuk dzikir umum, tetap dianjurkan.
Dengan menjaga adab ini, membaca Al-Qur’an sambil berbaring tetap bernilai ibadah yang baik.
Hikmah di Balik Kemudahan Ini
Salah satu keindahan Islam adalah tidak memberatkan umatnya. Kebolehan ini punya banyak hikmah, di antaranya:
- Memberi kesempatan tetap membaca Al-Qur’an dalam kondisi lelah
- Memudahkan orang sakit untuk tetap beribadah
- Menjaga kebiasaan tilawah agar tidak terputus
- Membuka jalan bagi siapa saja untuk dekat dengan Al-Qur’an
Karena itu, daripada melewatkan tilawah, jauh lebih baik tetap membaca Al-Qur’an meskipun dalam posisi berbaring, selama tetap menjaga adab yang baik.
Membaca Alquran Dalam Segala Kondisi
Sekarang kamu sudah punya jawaban lengkap atas pertanyaan apakah boleh membaca alquran sambil berbaring. Islam tidak melarangnya, bahkan memberikan kemudahan agar kita tetap bisa berdzikir dalam kondisi apa pun.
Namun, jika ingin mendapatkan pahala yang lebih sempurna, tetap dianjurkan membaca dalam posisi yang lebih khusyuk seperti duduk dan menghadap kiblat.
Yang terpenting bukan hanya posisi, tapi juga hati yang hadir saat membaca.
Baca Juga: 3 Adab Membaca Alquran yang Sangat Dianjurkan. Simak Alasannya
Yuk, Tanamkan Cinta Al-Qur’an Sejak Dini
Membiasakan membaca Al-Qur’an sejak dini adalah investasi terbaik untuk masa depan anak. Dengan lingkungan yang tepat, rasa cinta pada Al-Qur’an bisa tumbuh secara alami.
Jika ayah dan bunda mencari sekolah dasar Islam yang tak hanya unggul dalam bidang akademik, tapi juga membentuk karakter Qurani, jiwa kepemimpinan, dan semangat entrepreneurship, SD OSB School bisa jadi pilihan tepat.
Yuk, daftarkan putra-putri ayah dan bunda sekarang! Bantu mereka tumbuh menjadi generasi cerdas, berakhlak, dan dekat dengan Al-Qur’an.
