Apakah Boleh Membaca Alquran Tanpa Hijab? Ini Pendapat Ulama

apakah boleh membaca alquran tanpa hijab

Saat berada di rumah, di sela-sela menikmati waktu santai, ada kalanya kita bosan bermain handphone, dan ingin melakukan hal yang produktif. Lalu, terbersit dalam fikiran untuk membaca kitab suci alquran. 

Namun, di tengah niat baik itu, sering muncul satu pertanyaan yang membuat ragu dan akhirnya menunda, apakah boleh membaca Alquran tanpa hijab?

Keraguan seperti ini sangat wajar, terutama bagi perempuan yang ingin berhati-hati dalam menjalankan ajaran agama. 

Di satu sisi, membaca Al-Qur’an adalah amalan mulia yang sangat dianjurkan kapan saja. Di sisi lain, ada rasa khawatir jika ibadah yang dilakukan justru tidak sesuai tuntunan. 

Padahal, Islam dikenal sebagai agama yang memudahkan umatnya untuk mendekat kepada Allah, termasuk dalam urusan membaca Al-Qur’an. 

Dari sinilah penting untuk memahami hukumnya secara utuh, agar kita tidak lagi ragu dan bisa berinteraksi dengan Al-Qur’an dengan hati yang tenang.

Syarat Utama Membaca Al-Qur’an

Dalam fikih Islam, syarat membaca Al-Qur’an sebenarnya cukup jelas dan tidak memberatkan. Beberapa syarat utama yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Suci dari hadas besar untuk membaca Al-Qur’an secara umum.
  2. Suci dari hadas kecil jika ingin menyentuh mushaf Al-Qur’an.
  3. Pakaian dan tempat yang bersih sebagai bentuk penghormatan terhadap kalam Allah.

Dari sini terlihat bahwa hijab tidak termasuk syarat wajib membaca Al-Qur’an. Tidak ada dalil dari Al-Qur’an maupun hadis yang secara khusus mewajibkan wanita menutup kepala saat tadarus. 

Ayat dalam QS. Al-Waqi’ah: 79, “La yamassuhu illal mutahharun”, lebih menekankan pada kesucian, bukan penutupan aurat.

Jadi, jika masih bertanya apakah boleh membaca Alquran tanpa hijab, jawabannya adalah boleh, selama syarat-syarat dasar tersebut terpenuhi.

Pandangan Mazhab Fikih

Secara umum, mazhab-mazhab fikih yang diakui dalam Islam memiliki pandangan yang sama mengenai apakah boleh membaca alquran tanpa hijab, adalah boleh.

Dengan alasan karena, menutup aurat bukan termasuk syarat sah bacaan Al-Qur’an, melainkan lebih kepada adab atau sunnah untuk menyempurnakan ibadah. 

Untuk lebih jelasnya, mari kita pelajari satu persatu pendapat dari ulama empat madzhab berikut

1. Mazhab Syafi’i

apakah boleh membaca alquran tanpa hijab

Dalam Mazhab Syafi’i, wanita diperbolehkan membaca Al-Qur’an tanpa menutup aurat secara penuh, terutama jika berada di tempat pribadi seperti rumah sendiri. 

Tadarus tidak disamakan dengan shalat yang bisa batal ketika aurat terbuka. Tidak ada dalil khusus yang mewajibkan penggunaan hijab saat membaca Al-Qur’an, berbeda dengan ketentuan shalat yang memiliki syarat tersendiri. 

Meski demikian, Imam Nawawi tetap menganjurkan menutup aurat sebagai bentuk adab dan penghormatan terhadap kalam Allah, bukan sebagai kewajiban.

2. Mazhab Hanafi

apakah boleh membaca alquran tanpa hijab

Mazhab Hanafi juga memandang bahwa apakah boleh membaca alquran tanpa hijab, adalah tetap sah. 

Dalam pandangan mazhab ini, inti dari tadarus adalah menjaga kesucian diri dari hadas, bukan persoalan terbuka atau tertutupnya aurat. Membaca Al-Qur’an sendiri merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan dan penuh keutamaan. 

Karena itu, ibadah ini tidak selayaknya dibuat rumit dengan syarat-syarat yang tidak memiliki dasar yang jelas, agar setiap muslim tetap mudah dan ringan untuk dekat dengan Al-Qur’an.

Walau begitu, berpakaian rapi dan sopan tetap dianjurkan sebagai bentuk penghormatan, seolah-olah sedang menghadap sesuatu yang mulia.

Baca Juga: Apakah Boleh Membaca Alquran dalam Hati? Ini Jawaban Lengkapnya

3. Mazhab Maliki

apakah boleh membaca alquran tanpa hijab

Pandangan Mazhab Maliki cenderung lebih longgar. Mereka menekankan bahwa esensi membaca Al-Qur’an terletak pada niat, kekhusyukan, dan cara membaca yang tartil, bukan pada penampilan luar. 

Menutup aurat dipandang sebagai adab, bukan syarat sah. Beberapa praktik sahabat juga menunjukkan bahwa adab berpakaian yang baik dianjurkan, tetapi tidak diwajibkan dalam tadarus.

4. Mazhab Hanbali

apakah boleh membaca alquran tanpa hijab

Mazhab Hanbali, sebagaimana dijelaskan oleh ulama seperti Ibnu Utsaimin, menegaskan bahwa apakah boleh membaca Alquran tanpa hijab telah terjawab dengan jelas, yaitu diperbolehkan. 

Seorang wanita tetap sah membaca Al-Qur’an meskipun tidak menutup kepala atau lengan, terutama ketika berada di tempat pribadi. Dengan alasan bahwa membaca Al-Qur’an bukanlah shalat, sehingga tidak mensyaratkan penutupan aurat. 

Yang membedakan hanyalah antara syarat sah ibadah, yaitu suci dari hadas, dan adab untuk menyempurnakannya, yaitu berpakaian lebih rapi dan sopan.

Dengan pemahaman ini, dapat disimpulkan bahwa membaca Al-Qur’an tanpa hijab tetap sah menurut mayoritas ulama. 

Yang terpenting adalah menjaga kesucian, menghadirkan hati, dan menumbuhkan rasa hormat terhadap Al-Qur’an, sehingga interaksi kita dengannya menjadi lebih bermakna dan menenangkan.

Pendapat Ulama Kontemporer

Ulama kontemporer dalam menjawab apakah boleh membaca alquran tanpa hijab, umumnya membolehkan ketika berada di tempat pribadi dan tidak berhadapan dengan non-mahram. Alasannya, menutup aurat bukanlah syarat sah bacaan Al-Qur’an. 

Meski demikian, para ulama tetap menganjurkan menutup aurat sebagai bentuk adab dan penghormatan terhadap kalam Allah, agar ibadah terasa lebih sempurna dan khusyuk.

Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dari Arab Saudi, dalam Fatawa Nur ‘ala ad-Darb, menegaskan bahwa membaca Al-Qur’an tidak disamakan dengan shalat. 

Karena itu, bacaan tetap sah meskipun seorang wanita membaca Al-Qur’an dengan rambut atau lengannya terlihat saat berada di rumah sendiri. 

Menurut beliau, tidak ada dalil syar’i yang mewajibkan penutupan aurat dalam tadarus, berbeda dengan perintah menutup aurat dalam QS. An-Nur ayat 31 yang berkaitan dengan interaksi sosial.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Dr. Nur Ali Salman, anggota Lembaga Fatwa Mesir. Beliau menyatakan bahwa membaca Al-Qur’an tanpa jilbab diperbolehkan, karena hijab bukan rukun atau syarat wajib tadarus. 

Namun, beliau mengingatkan agar tetap menjaga kesiapan diri, terutama jika menemui ayat sajdah yang mengharuskan sujud tilawah.

Fatwa ini menegaskan bahwa prioritas utama dalam membaca Al-Qur’an adalah menjaga kesucian dari hadas, sebagaimana ditekankan dalam QS. Al-Waqi’ah ayat 79.

Dengan penjelasan ini, pertanyaan apakah boleh membaca Alquran tanpa hijab menjadi semakin jelas dan tidak perlu lagi menimbulkan rasa was-was berlebihan.

Baca Juga: Bolehkah Saat Haid Membaca Alquran? Ini Jawaban Lengkapnya

Adab Membaca Al-Qur’an bagi Perempuan

Walaupun hijab tidak diwajibkan, pembahasan apakah boleh membaca Alquran tanpa hijab tidak berarti mengesampingkan adab saat berinteraksi dengan Al-Qur’an. Justru, menjaga adab membaca Al-Qur’an tetap sangat dianjurkan. Berikut beberapa adab yang perlu diperhatikan untuk tilawah. 

Persiapan Fisik

  • Berwudu sebelum membaca
  • Menghadap kiblat jika memungkinkan
  • Memilih tempat yang bersih dan tenang
  • Berpakaian sopan sebagai bentuk ta’zhim terhadap Al-Qur’an

Sikap Batin

  • Menghadirkan hati dan rasa hormat
  • Merenungi makna ayat (tadabbur)
  • Tidak sekadar menggugurkan bacaan
  • Menutup dengan doa dan harapan keberkahan

Mari Membaca Alquran Dengan Adab

Dari seluruh penjelasan mengenai apakah boleh membaca alquran tanpa hijab adalah boleh, khususnya di tempat pribadi dan tanpa kehadiran non-mahram. Karena hijab bukan syarat sah membaca Al-Qur’an, melainkan bagian dari adab yang dianjurkan untuk menyempurnakan ibadah.

Islam adalah agama yang memudahkan, bukan mempersulit. Jangan sampai keraguan soal hal teknis justru menjauhkan kita dari Al-Qur’an. Yang terpenting adalah menjaga kesucian, keikhlasan, dan kedekatan hati dengan firman Allah.

Sebagai orang tua, membiasakan anak dekat dengan Al-Qur’an sejak dini adalah investasi akhirat yang luar biasa. 

Maka, Jika ayah dan bunda sedang mencari sekolah dasar Islam yang menanamkan kecintaan pada Al-Qur’an sekaligus membangun karakter kepemimpinan dan jiwa wirausaha, SD OSB School adalah pilihan tepat. 

Sekolah ini mengusung konsep Quranic, leadership, dan entrepreneurship yang membentuk generasi berakhlak, percaya diri, dan siap menghadapi masa depan.

Yuk, daftarkan putra-putri Anda ke SD OSB School dan jadikan Al-Qur’an sebagai fondasi utama pendidikan mereka sejak dini. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *