
Pertanyaan berapa pahala membaca Alquran seringkali muncul di benak kita. Apalagi ketika kita sedang berusaha memperbaiki kualitas ibadah. Membaca Alquran terlihat sederhana, bahkan terasa ringan dilakukan kapan saja. Tapi di balik kesederhanaannya, amalan ini menyimpan ganjaran yang luar biasa besar, baik di dunia maupun di akhirat.
Alquran bukan sekadar bacaan. Ia adalah kalam Allah SWT, petunjuk hidup, penenang hati, sekaligus sumber pahala yang terus mengalir. Semakin sering kita berinteraksi dengannya, semakin besar pula keberkahan yang kita rasakan. Mari kita bahas secara lengkap dan ringan agar semakin jelas berapa pahala membaca Alquran menurut dalil dan penjelasan para ulama.
Membaca Alquran Sebagai Ibadah dengan Pahala Berlipat
Membaca Al-Quran merupakan ibadah utama yang mendatangkan pahala besar karena langsung berhubungan dengan kalam Allah SWT. Setiap huruf yang dibaca memberikan pahala berlipat ganda, sebagaimana sabda Rasulullah SAW. Ibadah ini juga menjadi syafaat di hari kiamat bagi yang istiqamah membacanya.
Pahala membaca Al-Quran dihitung per huruf, bukan per ayat atau surat, sehingga semakin banyak dibaca semakin besar ganjarannya. Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa membaca huruf dari Kitab Allah, maka satu kebaikan dicatat baginya, dan satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya” (HR. Tirmidzi).
Dari hadits ini saja, kita sudah bisa membayangkan berapa pahala membaca Alquran. Satu huruf saja sudah bernilai sepuluh kebaikan. Bagaimana jika satu halaman? Satu juz? Atau satu Alquran penuh?
Berapa Pahala Membaca Alquran Berdasarkan Cara Membacanya?
Pertanyaan tentang berapa pahala membaca Alquran sering muncul karena setiap orang memiliki kebiasaan dan kondisi berbeda saat berinteraksi dengan Al-Quran. Ada yang membaca dengan suara lantang, ada yang pelan, ada pula yang masih terbata-bata. Kabar baiknya, semua bentuk interaksi dengan Al-Quran tetap bernilai pahala, meskipun tingkat keutamaannya bisa berbeda.
1. Membaca Al-Quran dengan Lisan

Membaca Al-Quran menggunakan lisan memiliki keutamaan lebih tinggi dibanding hanya melihat atau mendengarkan. Hal ini karena bacaan lisan melibatkan banyak anggota tubuh sekaligus: lisan, pendengaran, dan hati.
Ibnu Mas’ud RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Orang yang membaca Al-Quran sambil lisan bergerak lebih utama daripada yang diam.” (HR. Ahmad)
Mendengarkan bacaan Al-Quran tetap mendatangkan pahala, tetapi nilainya berada di bawah membaca langsung. Sementara membaca dengan mata tanpa suara juga memiliki pahala tersendiri. Namun, kombinasi mata, telinga, dan lisan adalah bentuk membaca yang paling sempurna jika ingin mengoptimalkan berapa pahala membaca Alquran.
2. Membaca dari Hafalan atau Mushaf

Banyak yang bertanya, lebih besar mana pahalanya membaca dari hafalan atau dari mushaf?
Membaca dari mushaf sering dianggap lebih utama karena mata ikut membaca huruf-huruf Al-Quran, sehingga membantu fokus dan tadabbur. Pendapat ini banyak dianut oleh para ulama salaf.
Namun, membaca dari hafalan bisa menjadi lebih utama jika membuat hati lebih khusyuk. Syaikh Ibnu Baz menjelaskan bahwa yang paling utama adalah bacaan yang paling menghadirkan tadabbur, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Muhammad ayat 24.
Membaca Al-Quran melalui HP tetap mendapatkan pahala sebagai tilawah, meskipun sebagian ulama menyebut keutamaan melihat mushaf fisik tidak sepenuhnya sama. Intinya, pilihan terbaik adalah yang membuat bacaan lebih fokus dan mendekatkan hati kepada Allah.
3. Membaca Al-Quran dalam Hati

Allah SWT berfirman:
“Dan bacalah Al-Quran itu dengan tartil.” (QS. Al-Muzzammil: 4)
Ayat ini menunjukkan pentingnya bacaan yang tenang, perlahan, dan penuh pemahaman. Tadabbur atau perenungan ayat-ayat Al-Quran memang sangat dianjurkan.
Namun, ulama seperti Imam Nawawi dan Syaikh Ibnu Baz menegaskan bahwa membaca Al-Quran dalam hati tanpa menggerakkan lisan tidak dihitung sebagai bacaan di luar shalat. Hal ini diperkuat dengan hadits:
“Bukan dari golongan kami orang yang tidak memperindah Al-Quran.” (HR. Bukhari)
Artinya, bacaan Al-Quran tetap harus diucapkan dengan lisan. Dalam shalat, bacaan sirriyah (pelan) sah pada rakaat tertentu dan tetap mendapatkan pahala penuh selama dilakukan dengan khusyuk.
Baca Juga: Inilah Dalil Pahala Membaca Alquran 1 Huruf yang Luar Biasa
4. Membaca Al-Quran dalam Keadaan Berwudhu

Membaca Al-Quran dalam keadaan berwudhu di luar shalat memiliki keutamaan lebih besar. Kesucian fisik membantu menghadirkan kekhusyukan dan adab terhadap kalam Allah.
Riwayat dari Marwin Jamal menyebutkan bahwa membaca Al-Quran dalam keadaan suci mendatangkan pahala lebih besar dibanding tanpa wudhu. Disebutkan bahwa pahala per huruf bisa mencapai 25 kali lipat, sementara membaca tanpa wudhu tetap mendapat 10 kali lipat.
Riwayat ini menegaskan pentingnya menjaga adab saat membaca Al-Quran, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Waqi’ah ayat 79:
“Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang suci.”
Ulama seperti Imam Nawawi menjelaskan bahwa membaca hafalan tanpa wudhu tetap dibolehkan, namun berwudhu jauh lebih utama jika ingin memaksimalkan berapa pahala membaca Alquran.
5. Pahala Bagi yang Masih Terbata-bata

Bagi yang belum lancar membaca Al-Quran, jangan berkecil hati. Justru usaha dan kesungguhan dalam belajar mendatangkan pahala ganda.
Rasulullah SAW memberikan motivasi luar biasa melalui hadits dari Aisyah RA:
“Orang yang mahir membaca Al-Quran akan bersama malaikat-malaikat yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al-Quran dengan terbata-bata dan itu terasa berat baginya, maka ia mendapatkan dua pahala.”
(HR. Bukhari no. 4937, Muslim no. 798)
Hadits ini menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang pahala. Bahkan, jerih payah belajar membaca Al-Quran menjadi nilai ibadah tersendiri di sisi Allah SWT.
6. Membaca Al-Quran di Dalam dan di Luar Shalat

Membaca Al-Quran dalam shalat memiliki kedudukan paling utama karena menjadi bagian dari ibadah terbesar. Surat Al-Fatihah wajib dibaca di setiap rakaat shalat, dan pahalanya terintegrasi dengan pahala shalat itu sendiri.
Rasulullah SAW bersabda:
“Membaca Al-Quran di dalam shalat lebih utama daripada membaca di luar shalat, dan membaca di luar shalat lebih utama daripada tasbih dan takbir.” (HR. Al-Baihaqi)
Dalam hadits lain, Abu Hurairah RA meriwayatkan:
“Tiga ayat yang dibaca dalam shalat lebih baik daripada tiga ekor unta betina hamil yang gemuk.” (HR. Muslim)
Ini menunjukkan betapa besar nilai bacaan Al-Quran dalam shalat. Meski begitu, membaca Al-Quran di luar shalat tetap sangat dianjurkan dan menjadi sumber pahala yang terus mengalir.
Dengan memahami berbagai kondisi ini, kita bisa lebih bijak dalam menilai berapa pahala membaca Alquran. Yang terpenting bukan hanya caranya, tetapi konsistensi, keikhlasan, dan usaha untuk terus mendekat kepada kalam Allah SWT.
Baca Juga: Hukum Membaca Alquran Adalah Sunnah atau Wajib? Ini Uraiannya
Menanamkan Cinta Al-Quran Sejak Dini
Melihat betapa besar berapa pahala membaca Alquran, kebiasaan mulia ini sudah seharusnya ditanamkan sejak usia dini. Saat anak-anak tumbuh dekat dengan Alquran, maka akan terbangun karakter yang kuat, akhlak yang baik, serta jiwa kepemimpinan yang matang sejak awal.
Jika ayah dan bunda mendambakan putra-putri tumbuh dalam lingkungan yang mencintai Al-Quran, berani memimpin, dan memiliki semangat kemandirian, SD OSB School hadir sebagai pilihan yang tepat.
SD OSB School merupakan sekolah dasar Islam berbasis Quranic, leadership, dan entrepreneurship. Pembelajarannya tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan adab Islami, kepercayaan diri, dan keterampilan hidup yang relevan dengan masa depan.
Saatnya berikan pendidikan terbaik untuk masa depan buah hati.
Daftarkan sekarang di SD OSB School dan tumbuhkan generasi Qurani yang siap memimpin, berakhlak, dan berkarya.
