
Pernahkah kamu berada dalam situasi sedang khusyu membaca Alquran, tapi tiba-tiba terhenti karena ingat jika belum berwudhu? Nah, hal seperti ini seringkali dialami banyak orang. Saat seperti itu, ada rasa penasaran yang menghampiri dalam hati “apakah boleh membaca alquran tanpa wudhu?”
Mungkin, pertanyaan ini terdengar seperti pertanyaan biasa. Tapi sebenarnya memiliki arti yang mendalam. Sebab, ia berkaitan dengan adab dan hukum dalam berinteraksi dengan kitab suci.
Supaya pemahaman kita tidak keliru, mari kita bahas bersama dengan bahasa yang ringan dan mudah dicerna, berdasarkan pandangan para ulama.
Memahami Perbedaan Mendasar Antara Membaca dan Menyentuh
Sebelum melangkah lebih jauh, menggali jawaban bolehkah membaca alquran tanpa wudhu, penting untuk kita memahami perbedaan antara membaca dan menyentuh Alquran.
Para ulama menjelaskan bahwa membaca berarti melafalkan ayat-ayat suci, baik dari hafalan maupun dengan melihat mushaf tanpa menyentuhnya. Sedangkan menyentuh mushaf berarti ada kontak langsung dengan lembaran Al-Qur’an itu sendiri. Perbedaan ini menjadi dasar penting dalam menentukan hukum wudhu.
Islam adalah agama yang begitu indah, karena memberi kejelasan dalam setiap hal, termasuk cara kita berinteraksi dengan Al-Qur’an. Dengan memahaminya, kita bisa lebih tenang dan bijak dalam menjaga adab saat beribadah.
Makna Membaca Alquran
Sebelum membahas hukum membaca alquran tanpa wudhu, kita perlu tahu dulu apa yang dimaksud dengan membaca Alquran. Dalam praktiknya, ada dua cara utama seseorang berinteraksi dengan Alquran:
- Membaca langsung dari mushaf, yakni kitab suci yang tertulis ayat-ayat Allah.
- Membaca dari hafalan atau perangkat digital, seperti ponsel, tablet, atau komputer.
Keduanya sama-sama bernilai ibadah, selama diawali dengan niat yang ikhlas dan sikap menghormati firman Allah. Namun, perlu kita tahu bahwa hukum berwudhu bisa berbeda tergantung dari cara membaca alquran yang dilakukan.
Dalil Tentang Pentingnya Bersuci Sebelum Tilawah
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Waqi’ah ayat 77–79:
“Sesungguhnya Alquran ini adalah bacaan yang sangat mulia, di dalam kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuzh), tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.”
Ayat ini sering dijadikan dasar oleh para ulama dalam membahas hukum menyentuh mushaf tanpa wudhu. Sebagian menafsirkan bahwa ayat tersebut merujuk pada para malaikat, tetapi banyak ulama juga memahami bahwa ayat ini menjadi isyarat agar manusia menjaga kesucian saat menyentuh mushaf.
Selain itu, Rasulullah SAW juga pernah menulis surat kepada Amr bin Hazm yang di dalamnya terdapat pesan penting:
“Janganlah seseorang menyentuh Alquran kecuali dalam keadaan suci.” (HR. Malik dalam Al-Muwaththa’)
Dari sini bisa dipahami bahwa menjaga kesucian, baik secara fisik maupun batin, adalah bentuk penghormatan terhadap Al-Qur’an yang agung.
Pandangan Ulama Tentang Membaca Alquran Tanpa Wudhu
Para ulama sepakat bahwa membaca Alquran adalah amalan yang sangat dianjurkan sebagai riyadhoh setiap hari. Namun, mereka memiliki perbedaan pendapat terkait keharusan berwudhu terlebih dahulu. Karena dilihat dari perbedaan cara membaca alquran.
1. Membaca dari Mushaf

Mayoritas ulama dari empat mazhab besar (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali) berpendapat bahwa tidak diperbolehkan menyentuh mushaf tanpa wudhu, karena mushaf dianggap suci dan wajib diperlakukan dengan penuh penghormatan.
Namun, membaca Alquran tanpa wudhu tetap diperbolehkan selama tidak ada kontak langsung dengan mushaf. Jika seseorang hanya melihat mushaf tanpa menyentuhnya, sebagian ulama membolehkan.
Begitu juga bagi anak-anak yang sedang belajar membaca Alquran, beberapa ulama memberikan keringanan untuk tidak berwudhu, karena hal itu termasuk bagian dari proses pendidikan yang bernilai ibadah.
2. Membaca dari Hafalan

Jika seseorang membaca Alquran tanpa wudhu dari hafalan tanpa menyentuh mushaf, hal itu diperbolehkan, karena membaca dari hafalan termasuk bentuk dzikir, dan dzikir tidak mensyaratkan wudhu.
Meski begitu, berwudhu sebelum membaca Alquran tetap sangat dianjurkan, karena kesucian lahir akan menambah kekhusyukan dan menunjukkan rasa hormat yang lebih dalam kepada firman Allah.
Baca Juga: Inilah Berbagai Metode Membaca Alquran Agar Lancar & Tartil
3. Membaca dari HP atau Perangkat Digital

Dalam era modern, membaca Alquran tanpa wudhu sering terjadi, terutama ketika seseorang membaca melalui ponsel atau tablet. Para ulama kontemporer menjelaskan bahwa layar HP bukanlah mushaf fisik, karena huruf-huruf yang tampil hanyalah bentuk digital, bukan tulisan yang melekat secara nyata.
Oleh karena itu, membaca Alquran dari HP tanpa wudhu tidaklah dilarang, meskipun tetap lebih utama dilakukan dalam keadaan suci dan beradab. Sikap sopan, berpakaian pantas, dan memilih tempat yang bersih adalah wujud nyata dari kecintaan dan penghormatan kita kepada Al-Qur’an.
Keutamaan Wudhu Sebelum Membaca Alquran
Walaupun membaca alquran tanpa wudhu dalam kondisi tertentu diperbolehkan, berwudhu sebelum membaca Alquran tetap lebih utama.
Wudhu bukan hanya membersihkan tubuh, tapi juga menenangkan jiwa. Saat air wudhu menyentuh wajah dan tangan, hati terasa lebih ringan, pikiran lebih jernih, dan suasana batin menjadi lebih damai.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah seseorang berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian membaca dua rakaat dengan khusyuk, melainkan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Muslim)
Begitu pula ketika seseorang berwudhu sebelum membaca Al-Qur’an, ia sedang menyiapkan diri untuk berdialog dengan Allah. Dengan kesucian lahir dan batin, setiap ayat yang dibaca terasa lebih hidup dan menyentuh hati.
Adab Saat Membaca Alquran
Selain wudhu, Islam juga mengajarkan kita untuk menjaga adab ketika membaca alquran, di antaranya:
- Niat yang tulus karena Allah, bukan untuk mencari pujian.
- Membaca dengan suara lembut dan perlahan, agar bisa memahami maknanya.
- Menghadap kiblat, karena itu menunjukkan sikap hormat.
- Memulai dengan isti’adzah dan basmalah, agar dijauhkan dari gangguan setan.
- Merenungi isi ayat yang dibaca, karena Al-Qur’an hadir untuk direnungkan dan diamalkan.
Ketika kita menjaga adab dalam membaca Al-Qur’an, kita bukan hanya menjadikannya sebatas kegiatan spiritual, tapi juga obat agar hati lebih tenang.
Baca Juga: Apakah Membaca Alquran Harus Menghadap Kiblat? Ini Dalilnya!
Jadikan Alquran Sebagai Teman Setia Dalam Hidup
Singkatnya, membaca Alquran tanpa wudhu boleh dilakukan dalam kondisi tertentu. Misalnya ketika membaca alquran dari hafalan yang kita miliki atau lewat gawai yang selalu ada dalam genggaman. Dengan syarat, tidak menyentuh mushaf secara langsung.
Walaupun diperbolehkan, tapi membaca alquran dengan berwudhu terlebih dulu, tetap jadi pilihan yang paling utama, karena ketika membaca alquran dalam keadaan suci, maka hati kita juga akan lebih tenang dan khusyu.
Maka, mari muliakan alquran dengan sering membacanya di kala waktu luang atau sempit. Sehingga alquran bukan hanya menjadi hiasan di rak buku tapi juga mampu menjadi hiasan dalam hidup dan menjadikan hati merasa lebih tenang.
Tapi, kebiasaan membaca alquran harus ditularkan kepada buah hati kita juga, bukan? Nah, jika ayah dan bunda ingin menumbuhkan rasa cinta terhadap alquran sejak dini kepada anak, SD OSB School siap menjadi tempat terbaik bertumbuh buah hati ayah dan bunda.
Di OSB School, anak-anak tidak hanya belajar membaca dengan tartil dan memahami makna Alquran, tapi juga dibimbing agar bisa tumbuh dengan karakter Islami, percaya diri, berjiwa pemimpin dan memiliki skill yang dibutuhkan di masa depan.
Yuk, daftarkan buah hati Ayah dan bunda ke SD OSB School sekarang dan jadikan mereka generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak, dan berprestasi!
