
Banyak orang punya keinginan kuat untuk belajar Alquran, tapi sering kali bingung harus mulai dari mana. Apakah harus menghafal dulu? Atau cukup lancar membaca saja? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini sangat wajar ada di benak kita, terutama bagi yang baru mulai atau ingin memperbaiki bacaan setelah sekian lama.
Namun, tidak sedikit juga yang merasa minder karena mengira belajar di usia dewasa itu terlambat.
Padahal, memahami ilmu membaca alquran justru bisa dimulai dari langkah paling dasar, tanpa harus langsung menguasai semuanya sekaligus. Yang penting tahu urutannya dan paham ilmu apa saja yang memang perlu dipelajari.
Untuk itu, di artikel ini, kita akan mengupas satu per satu apa saja ilmu yang harus dipelajari agar bisa membaca alquran dengan cara yang ringan dan mudah dipahami.
Apa Itu Ilmu Membaca Alquran?
Secara sederhana, ilmu untuk membaca alquran adalah kumpulan kaidah dan adab yang mengatur cara melafalkan ayat-ayat Alquran dengan benar. Tujuannya agar bacaan tidak keliru, tidak mengubah makna, dan sesuai dengan cara Rasulullah SAW membacanya.
Di dalamnya mencakup beberapa cabang penting, seperti:
- Ilmu tajwid
- Ilmu makharijul huruf
- Ilmu waqaf dan ibtida’
- Adab serta syarat membaca Alquran
Semua ilmu ini saling berkaitan. Karena, tanpa memahami dasar ilmu membaca alquran, seseorang bisa terjatuh pada kesalahan bacaan yang disebut lahn jali (kesalahan jelas), yaitu kesalahan yang sampai mengubah arti ayat.
Ilmu yang dibutuhkan Untuk Bisa Membaca Alquran
Semua ilmu yang dibutuhkan untuk membaca alquran, bukanlah untuk mempersulit, melainkan agar ayat yang dibaca tetap terjaga maknanya dan sesuai dengan tuntunan. Berikut penjelasan lebih lengkapnya.
1. Huruf dan Makhraj

Mulailah dengan mengenal dan menghafal 28 huruf hijaiyah terlebih dahulu. Jangan hanya hafal bentuknya, tapi juga pahami dari mana huruf itu keluar (makhraj) yang berjumlah 17 titik, serta sifat-sifatnya seperti qalqalah atau safir. Ini merupakan pondasi penting agar pengucapan tidak asal bunyi.
Latihannya bisa dibuat sederhana. Dengan mengucapkan setiap huruf sebanyak 10 kali dengan pelan dan jelas.
Misalnya huruf “قْ”, keluarkan dari pangkal lidah bagian belakang, bukan seperti “k” biasa. Supaya lebih objektif, rekam suara Anda lalu bandingkan dengan bacaan qari’ yang fasih seperti Mishary Rashid Alafasy. Dari situ, kita bisa tahu bagian mana yang perlu diperbaiki.
Untuk tiga hari pertama, tidak perlu langsung banyak. Cukup fokus lima huruf per hari sambil mengikuti video tutorial agar lebih terarah. Dengan cara ini, proses belajar akan terasa ringan, terstruktur, dan tetap menyenangkan.
2. Ilmu Tajwid

Jika berbicara tentang ilmu membaca alquran, maka tajwid adalah fondasinya. Tajwid mengatur bagaimana huruf dilafalkan, dari mana keluarnya, bagaimana sifatnya, hingga bagaimana hukum ketika bertemu huruf lain.
Ulama besar seperti Ibnu Al-Jazari menegaskan bahwa membaca Alquran dengan tajwid hukumnya wajib dalam praktiknya. Artinya, setiap Muslim yang sudah mukallaf berkewajiban menjaga bacaannya agar tidak salah. Adapun beberapa hukum dasar yang perlu dikuasai antara lain:
- Ikhfa
- Idgham
- Izhar
- Iqlab
- Mad
- Hukum mim sukun
Misalnya pada bacaan “min tahti”, huruf nun sukun bertemu ta sehingga dibaca ikhfa (samar). Detail seperti inilah yang membuat ilmu membaca alquran terasa sistematis dan indah.
3. Waqaf dan Ibtida’

Selain tajwid, ada satu bagian penting yang sering dianggap sepele, yaitu waqaf dan ibtida’. Waqaf adalah tempat berhenti ketika membaca, sedangkan ibtida’ adalah memulai kembali bacaan.
Dalam Alquran terdapat beberapa jenis waqaf:
- Waqaf tam (sempurna)
- Waqaf jaiz (boleh berhenti)
- Waqaf hasan (baik)
- Waqaf qabih (buruk dan tidak boleh)
Tanda-tandanya bisa dilihat di mushaf, seperti م, لا, atau ق.
Kesalahan berhenti bisa mengubah makna ayat. Karena itu, memahami waqaf adalah bagian dari menjalankan perintah tartil sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an pada Surah Al-Muzzammil ayat 4 untuk membaca dengan perlahan dan benar.
Baca Juga: Cara Agar Bisa Membaca Alquran dengan Lancar Untuk Pemula
Adab dan Syarat Membaca Alquran
Ilmu membaca alquran tidak hanya soal teknik, tetapi juga adab. Untuk itu, ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Berwudhu sebelum menyentuh mushaf
- Niat ikhlas karena Allah
- Membaca ta’awwudz dan basmalah
- Menghadap kiblat (jika memungkinkan)
- Membaca dengan khusyuk dan tartil
Namun, bagi yang membaca dari hafalan tanpa menyentuh mushaf, wudhu memang tidak wajib, namun tetap lebih utama dalam keadaan suci.
Selain itu, tradisi belajar Alquran dalam Islam dikenal dengan metode talaqqi, yaitu belajar langsung kepada guru yang memiliki sanad bersambung hingga Rasulullah ﷺ. Ini menjadi bagian penting dalam menjaga kemurnian bacaan dari generasi ke generasi.
Cara Menguasai Ilmu Membaca Alquran dengan Mudah
Setelah memahami teorinya, sekarang pertanyaannya, bagaimana cara mempraktikkannya tanpa merasa terbebani?
Berikut langkah sederhana yang bisa diterapkan.
1. Mulai dari Huruf dan Makhraj
Fokus pada 28 huruf hijaiyah. Latih pengucapan setiap huruf minimal 10 kali dengan pelan. Rekam suara sendiri, lalu bandingkan dengan qari’ terpercaya seperti Mishary Rashid Alafasy.
2. Kuasai Tajwid Dasar Bertahap
Ambil satu hukum per minggu. Misalnya minggu pertama fokus pada hukum nun sukun dan tanwin, minggu berikutnya mim sukun. Gunakan bantuan aplikasi seperti Quran.com atau Tilawati untuk mendengar contoh bacaan yang benar.
3. Latih Waqaf di Juz 30
Mulailah dari surat-surat pendek. Perhatikan tanda waqaf, berhenti di tempat yang benar, dan ulangi bacaan minimal lima kali. Karena sejatinya, membaca perlahan jauh lebih baik daripada cepat tetapi banyak salah.
4. Buat Rutinitas Ringan dan Menyenangkan
Belajar tidak harus tegang. Dengarkan murottal saat perjalanan atau waktu senggang. Rayakan progres kecil, misalnya ketika berhasil membaca satu surat tanpa kesalahan besar.
Tahapan Belajar yang Bisa Diikuti
Berikut gambaran tahapan praktis yang bisa kamu ikuti dan lakukan secara bertahap:
- Huruf & Makhraj (1 minggu)
Fokus pada pelafalan huruf hijaiyah yang benar sesuai titik keluarnya. - Tajwid Dasar (2 minggu)
Mulai mempelajari hukum nun sukun, tanwin, dan mim sukun secara perlahan. - Waqaf & Tartil (2 minggu)
Latihan membaca Juz 30 dengan memperhatikan tanda berhenti dan irama tartil. - Integrasi (berkelanjutan)
Menjaga konsistensi latihan sekaligus memperhatikan adab dalam membaca.
Dengan latihan rutin dan konsisten, sekitar satu bulan insyaAllah bacaan Juz 30 sudah terasa jauh lebih rapi, jelas, dan percaya diri.
Baca Juga: Cara Membaca Alquran Dengan Baik dan Benar Sesuai Sunnah
Jadikan Alquran Sebagai Kebiasaan Sejak Dini
Mempelajari ilmu membaca alquran bukan hanya tanggung jawab orang dewasa. Justru akan jauh lebih mudah jika dikenalkan sejak kecil.
Anak-anak yang terbiasa membaca dengan benar sejak dini akan tumbuh dengan kecintaan yang kuat terhadap Alquran.
Nah, Jika Ayah dan bunda sedang mencari sekolah dasar Islam yang memadukan pendidikan Alquran, pembentukan karakter, kepemimpinan, dan jiwa wirausaha, inilah saat yang tepat untuk mengambil langkah.
SD OSB School hadir sebagai sekolah dasar Islam berbasis Quranic, leadership, dan entrepreneurship. Di sini, anak tidak hanya belajar membaca dengan benar melalui pendekatan ilmu membaca alquran yang terarah, tetapi juga dibimbing menjadi pribadi yang berakhlak, berani tampil, dan siap menjadi pemimpin masa depan.
Yuk, segera daftarkan putra-putri Ayah dan Bunda ke SD OSB School dan berikan mereka awal terbaik untuk perjalanan dunia dan akhiratnya.
