
Pernahkah terpikir, apa bekal terbaik yang bisa kita bawa saat menghadap Allah kelak? Di tengah banyaknya amalan, membaca Alquran akan mendapat keistimewaan yang luar biasa, salah satunya adalah syafaat di hari kiamat. Janji ini bukan sekadar motivasi, tapi benar-benar ditegaskan dalam hadits shahih Rasulullah SAW.
Di artikel ini, kita akan membahas secara santai namun tetap berbobot tentang makna syafaat Alquran, dalilnya, syarat memperolehnya, hingga amalan surah-surah yang memiliki keutamaan khusus. Yuk, kita ulas bersama.
Pengertian Umum Syafaat
Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, syafaat secara syar’i adalah perantaraan untuk mendatangkan kemanfaatan atau menolak kemudharatan, dengan syarat adanya ridha Allah terhadap pemberi dan penerima syafaat.
Sejalan dengan itu, Al-Jurzani mendefinisikan syafaat sebagai permohonan pengampunan bagi pelaku dosa yang disampaikan dengan penuh kerendahan hati. Dari sini dapat dipahami bahwa membaca Alquran akan mendapat syafaat jika dibarengi iman, keikhlasan, dan ketaatan.
Khusus Syafaat Al-Quran
Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa Al-Quran akan datang sebagai syafi’ (pemberi syafaat) bagi shahibul Quran, yaitu orang-orang yang menjadikan Al-Quran sebagai bagian dari hidupnya.
Al-Quran akan membela mereka di hadapan Allah, digambarkan seperti burung atau awan yang berhujjah untuk pemiliknya.
Syaikh Al-Albani menguatkan penjelasan ini dengan menegaskan bahwa membaca Alquran akan mendapat syafaat apabila Al-Quran tersebut benar-benar menjadi saksi atas pengamalan, bukan sekadar bacaan atau hafalan tanpa penghayatan.
Membaca Alquran dan Janji Syafaat di Hari Kiamat
Membaca Al-Quran secara rutin memberikan syafaat di hari kiamat bagi para pembacanya, sebagaimana dijelaskan dalam hadits shahih Rasulullah SAW. Inilah salah satu bukti bahwa membaca Alquran akan mendapat pertolongan besar di akhirat kelak.
Janji ini sekaligus menegaskan pentingnya tidak hanya membaca, tetapi juga menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sebuah hadits shahih riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.” (HR. Muslim No. 804)
Hadits ini menjadi dasar kuat bahwa membaca Alquran akan mendapat pembelaan di akhirat. Alquran tidak hanya menjadi bacaan di dunia, tetapi kelak akan “hidup” dan berbicara di hadapan Allah untuk membela orang-orang yang benar-benar dekat dengannya.
Namun, syafaat ini tentu bukan sekadar hadiah instan. Ada makna, syarat, dan tanggung jawab besar di baliknya. Para ulama menekankan bahwa membaca Alquran akan mendapat syafaat bukanlah hak mutlak, melainkan sangat bergantung pada ridha Allah dan amal nyata dari sang pembaca.
Syarat Umum Mendapatkan Syafaat
Para ulama menjelaskan bahwa ada tiga syarat pokok agar seseorang mendapat syafaat, termasuk syafaat Alquran:
- Ridha Allah terhadap pemberi syafaat, yaitu Alquran.
- Ridha Allah terhadap penerima syafaat, yaitu hamba yang membaca dan mengamalkannya.
- Izin langsung dari Allah untuk terjadinya syafaat.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menegaskan bahwa syafaat hanya berlaku bagi orang yang bertauhid, mengucapkan La ilaha illallah dengan ikhlas dari hati.
Syarat Khusus untuk Mendapat Syafaat Alquran
Agar janji ini benar-benar terwujud, para ulama menyebutkan beberapa syarat khusus:
- Rajin membaca Alquran dan menjadikannya pedoman hidup, bukan sekadar rutinitas.
- Mengamalkan ayat-ayatnya, menjalankan perintah dan menjauhi larangan.
- Membaca dengan tartil, tadabbur, serta berusaha memahami maknanya.
- Mengajarkan Alquran kepada orang lain, termasuk kepada anak-anak sejak dini.
Dengan kata lain, membaca Alquran akan mendapat syafaat jika ia benar-benar menjadi sahabat dalam kehidupan sehari-hari.
Surah-Surah yang Memiliki Keutamaan Syafaat
Beberapa surah dan ayat dalam Al-Quran secara khusus disebutkan dalam hadits shahih sebagai pemberi syafaat di hari kiamat. Di antaranya adalah Surah Al-Baqarah, Ayat Kursi (ayat 255 dari Surah Al-Baqarah), Surah Ali Imran, serta dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah (ayat 285–286).
Hadits-hadits tentang keutamaan ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, yang menjelaskan bahwa bacaan tersebut akan menjadi perlindungan, naungan, dan kemuliaan bagi orang-orang yang istiqamah membacanya.
1. Surah Al-Baqarah

Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa membaca Surah Al-Baqarah di rumahnya malam hari, maka akan datang malaikat dan mendoakannya, serta rumah itu tidak dimasuki setan.”
Hadits tersebut di atas menjelaskan bahwa rumah yang dibacakan Surah Al-Baqarah pada malam hari akan dipenuhi keberkahan. Malaikat mendoakan penghuninya, sementara setan tidak berani mendekat. Selain itu, Surah Al-Baqarah juga akan tampil sebagai penolong bagi pembacanya di hari kiamat.
2. Ayat Kursi (Al-Baqarah: 255)

Hadits tentang keutamaan Ayat Kursi ini diriwayatkan oleh Imam an-Nasa’i dalam Sunan an-Nasa’i (no. 9929), serta dinilai shahih oleh Ibnu Hibban dan Syaikh al-Albani. Dalam riwayat tersebut dijelaskan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan kepada Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, bahwa siapa saja yang membiasakan membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat fardhu, maka tidak ada penghalang baginya untuk masuk surga selain datangnya kematian.
3. Surah Ali Imran

Surah Ali Imran juga memiliki keutamaan besar. Dalam hadits shahih disebutkan bahwa surah ini akan hadir di hari kiamat untuk membela orang-orang yang membacanya. Kehadirannya diibaratkan seperti burung atau awan yang menaungi dan memberi pembelaan di hadapan Allah.
Baca Juga: Membaca Alquran Adalah Investasi Akhirat, Ini Keutamaannya
4. Dua Ayat Terakhir Surah Al-Baqarah

Hadits tentang keutamaan dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah diriwayatkan dari Abu Mas‘ud al-Badri radhiyallahu ‘anhu. Beliau menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa membaca dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah pada malam hari, maka keduanya akan mencukupinya dari segala sesuatu.”
Hadits ini menunjukkan betapa besar perlindungan yang Allah berikan melalui dua ayat penutup surah terpanjang dalam Al-Quran.
Dua ayat yang dimaksud adalah ayat 285 dan 286, yang dimulai dengan pengakuan iman Rasul dan orang-orang beriman, lalu ditutup dengan doa penuh ketundukan kepada Allah. Kandungannya mencerminkan keimanan, kepasrahan, permohonan ampun, dan harapan akan pertolongan-Nya, sehingga sangat layak menjadi amalan rutin sebelum tidur.
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim, sehingga termasuk hadits muttafaq ‘alaih yang disepakati keshahihannya.
Karena itulah, membaca dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah menjadi salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk diamalkan setiap malam oleh kaum muslimin.
Baca Juga: Berapa Pahala Membaca Alquran? Ini Penjelasan lengkapnya
Mari Istiqomah Membaca Alquran
Syafaat Alquran bukan sekadar janji indah, melainkan anugerah besar bagi mereka yang sungguh-sungguh mendekat kepada Kalamullah. Ketika seseorang menjadikan Alquran sebagai bagian dari hidupnya. Dengan membaca, memahami, dan mengamalkannya, maka membaca Alquran akan mendapat pertolongan di hari ketika tidak ada lagi penolong selain Allah.
Karena itu, langkah terbaik adalah memulainya dari keluarga sendiri. Menanamkan kecintaan pada Alquran sejak dini akan membantu anak-anak tumbuh sebagai shahibul Quran, generasi yang tidak hanya fasih membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pembiasaan yang tepat, membaca Alquran akan mendapat tempat istimewa di hati mereka hingga dewasa.
Ingin putra-putri Anda tumbuh dalam lingkungan Islami yang kuat dan terarah?
Daftarkan mereka ke SD OSB School, sekolah dasar Islam berbasis Quranic, Leadership, dan Entrepreneurship.
Di sini, anak-anak tidak hanya belajar membaca Alquran, tetapi juga diajak menghidupkannya dalam akhlak, kepemimpinan, dan kemandirian. Karena pada akhirnya, mendidik generasi Qurani adalah bekal terbaik untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.
