Membaca Alquran Diawali Dengan Membaca Ta’awudz. Ini Manfaatnya

Membaca Alquran bukan sekadar aktivitas rutin umat Islam, tetapi ibadah yang sarat makna dan pahala. Setiap huruf yang dilafalkan bernilai kebaikan, apalagi jika dibaca dengan adab yang benar. 

Salah satu adab penting yang sering diajarkan sejak kecil adalah membaca ta’awudz sebelum memulai tilawah. Kebiasaan ini terlihat sederhana, namun menyimpan hikmah yang sangat dalam, baik secara spiritual maupun psikologis.

Dalam praktiknya, membaca alquran diawali dengan membaca ta’awudz menjadi bentuk persiapan hati dan lisan sebelum berinteraksi langsung dengan Kalamullah. 

Lalu, apa sebenarnya makna ta’awudz, bagaimana pandangan ulama, dan apa saja manfaatnya? Mari kita bahas secara utuh dan ringan.

Apa Itu Ta’awudz dan Isti’adzah?

Ta’awudz dan isti’adzah sejatinya merujuk pada bacaan yang sama, yaitu:

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
A’udzu billahi minasy-syaitanir rajim
Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.

Dalam kajian bahasa Arab, ta’awudz berasal dari kata ta’awadha yang bermakna memohon perlindungan secara umum. 

Sementara isti’adzah berasal dari kata ista’adzah, yang menunjukkan permohonan perlindungan secara aktif dan sungguh-sungguh. 

Meski ada perbedaan nuansa bahasa, para ulama menegaskan bahwa keduanya tidak memiliki perbedaan makna secara substansial.

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa ta’awudz atau isti’adzah termasuk bentuk istijarah (meminta perlindungan) dan bukan bagian dari ayat Alquran, tetapi sunnah yang diperintahkan berdasarkan QS. An-Nahl ayat 98. 

Artinya, membaca alquran diawali dengan membaca ta’awudz adalah amalan yang memiliki dasar kuat dalam Alquran dan sunnah Nabi SAW.

Dalil Perintah Membaca Ta’awudz

Allah SWT berfirman:

“Apabila kamu membaca Alquran, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98)

Ayat ini menjadi landasan utama mengapa membaca alquran diawali dengan membaca ta’awudz sangat dianjurkan. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa perintah ini bertujuan untuk menolak gangguan setan yang bisa merusak fokus, pemahaman, dan kekhusyukan saat membaca ayat-ayat Allah.

Pendapat Ulama Tentang Ta’awudz

Mayoritas ulama seperti Ibnu Katsir dan Al-Qurthubi menggunakan istilah ta’awudz dan isti’adzah secara bergantian. Fokus utama mereka bukan pada perbedaan istilah, melainkan pada fungsinya, yaitu menolak waswas dan gangguan setan sebelum membaca Alquran.

Dalam hal redaksi bacaan, terdapat kelonggaran. Imam Abu Hanifah berpendapat cukup membaca lafaz standar A’udzu billahi minasy-syaitanir rajim. Sementara sebagian ulama membolehkan tambahan sifat Allah, seperti innallaha huwas sami’ul ‘alim. Semua bacaan ini sah dan termasuk sunnah.

Macam-Macam Lafadz Ta’awudz

Berikut variasi lafadz sunnah untuk memohon perlindungan kepada Allah dari gangguan syaitan sebelum membaca Al-Quran.

  • Lafaz Isti’adzah Standar

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
A’udzu billahi minasy-syaitanir rajim

Artinya:
“Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.”

  • Lafadz Isti’adzah dengan Penyebutan Sifat Allah

أَعُوذُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
A’udzu billahil ‘azhim minasy-syaitanir rajim

Artinya:
“Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung dari syaitan yang terkutuk.”

أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
A’udzu billahis sami’il ‘alim minasy-syaitanir rajim

Artinya:
“Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari syaitan yang terkutuk.”

  • Lafadz Isti’adzah dalam Bentuk Doa Langsung

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Allahumma inni a’udzu bika minasy-syaitanir rajim

Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari syaitan yang terkutuk.”

  • Lafadz Isti’adzah dengan Penjelasan Gangguan Syaitan

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ
A’udzu billahi minasy-syaitanir rajim min hamzihi wa nafkhihi wa naftsihi

Artinya:
“Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk, dari godaannya, kesombongannya, dan bisikan hasadnya.”

  • Lafadz Isti’adzah Minimal

Dalam kondisi tertentu, ulama juga membolehkan lafaz isti’adzah yang lebih ringkas.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ
A’udzu billahi minasy-syaitan

Artinya:
“Aku berlindung kepada Allah dari syaitan.”

Lafaz ini sah berdasarkan riwayat Jubair bin Muth’im dari Rasulullah SAW, dan tetap memenuhi makna inti isti’adzah.

Seluruh lafaz di atas menunjukkan bahwa membaca Alquran diawali dengan membaca isti’adzah memiliki fleksibilitas dalam redaksi, selama maknanya tetap memohon perlindungan kepada Allah dari gangguan syaitan. 

Manfaat Membaca Alquran Diawali Dengan Membaca Ta’awudz

Membaca alquran diawali dengan membaca ta’awudz merupakan sunnah yang diperintahkan oleh Allah SWT sebagai bentuk perlindungan spiritual bagi pembacanya. Berikut lima manfaat utama membaca isti’adzah beserta dalil dan penjelasan ulama.

1. Perlindungan dari Gangguan Setan

Manfaat paling utama dari isti’adzah adalah memohon perlindungan kepada Allah dari gangguan syaitan rajim yang dapat merusak fokus saat membaca Al-Quran. Allah SWT berfirman:

“Apabila engkau membaca Al-Quran, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98)

Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa ayat ini merupakan perintah untuk menolak waswas dan gangguan syaitan sebelum membaca Al-Quran.

Gangguan tersebut bisa berupa lintasan pikiran, rasa malas, hingga pemalingan hati dari makna ayat-ayat yang dibaca. Dengan isti’adzah, seorang pembaca memasuki tilawah dalam penjagaan Allah.

2. Membersihkan Mulut dari Ucapan Sia-sia

Membaca alquran diawali dengan membaca ta’awudz juga berfungsi sebagai sarana penyucian lisan sebelum melafalkan firman Allah. 

Mulut yang sebelumnya digunakan untuk berbicara urusan dunia, bahkan hal yang tidak bermanfaat, dipersiapkan kembali untuk membaca Kalam Ilahi.

Ibnu Katsir dalam Tafsirul Qur’anil ‘Azhim menyebutkan bahwa ta’awudz adalah bentuk taubat ringan dan penyucian organ bicara. 

Dengan demikian, membaca Al-Quran dilakukan dalam keadaan yang lebih layak, bersih, dan penuh adab.

Baca Juga: Hadits Keutamaan Membaca Alquran – Penolong Dunia & Akhirat

3. Menolak Waswas Saat Tadabbur Ayat

Saat membaca Al-Quran, tidak sedikit orang yang terganggu oleh pikiran melayang, bisikan ragu, atau lintasan yang menjauhkan dari pemahaman ayat. Di sinilah isti’adzah berperan penting sebagai pelindung hati.

Mayoritas ulama, menjadikan QS. An-Nahl ayat 98 sebagai dalil utama disyariatkannya isti’adzah untuk menjaga kekhusyukan bacaan. Dengan memohon perlindungan kepada Allah, hati menjadi lebih fokus dan ayat-ayat Al-Quran dapat ditadabburi dengan lebih mendalam.

4. Mengakui Kelemahan Manusia di Hadapan Allah

Isti’adzah juga mengandung pelajaran akidah yang sangat penting, yaitu pengakuan atas kelemahan manusia. Manusia tidak akan mampu menghadapi godaan syaitan dengan kekuatannya sendiri tanpa pertolongan Allah.

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa isti’adzah merupakan doa pengakuan, sekaligus permohonan ampun dan kekuatan dari Allah SWT. Dengan membaca isti’adzah, seorang hamba menegaskan bahwa hanya Allah-lah satu-satunya pelindung sejati dari musuh batin yang tidak terlihat.

Ke empat manfaat ini menunjukkan bahwa membaca alquran diawali dengan membaca isti’adzah bukan sekadar formalitas sebelum membaca Al-Quran. Ia adalah kunci pembuka yang membersihkan lisan, menenangkan hati, serta menghadirkan perlindungan Allah dalam setiap ayat yang dibaca. 

Baca Juga: Inilah Doa Setelah Membaca Alquran & Maknanya yang Mendalam

Membiasakan Adab Sejak Dini

Membaca alquran diawali dengan membaca ta’awudz bukan hanya penting bagi orang dewasa, tetapi juga perlu ditanamkan sejak anak-anak. Adab sederhana ini membentuk karakter Qurani, menumbuhkan kesadaran spiritual, serta melatih anak untuk selalu bergantung kepada Allah dalam setiap aktivitas.

Di sinilah peran pendidikan menjadi sangat krusial. Lingkungan sekolah yang menanamkan nilai Alquran, kepemimpinan, dan kemandirian akan membantu anak tumbuh secara seimbang, bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara akhlak.

Jika ayah dan bunda ingin menanamkan nilai-nilai Qurani sejak dini kepada putra-putri tercinta, mendaftarkan mereka ke SD OSB School adalah pilihan yang sangat tepat. Sekolah dasar Islam ini berfokus pada pendidikan berbasis Quranic, leadership, dan entrepreneurship, sehingga anak tumbuh menjadi generasi beriman, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *