
Saat sedang semangat belajar dan mempelajari alquran, pernahkan kamu selintas mendengar istilah tajwid? atau bahkan sudah mulai mempelajari materi dasarnya?
Ketika mulai mempelajari materi tajwid, seringkali kita merasa susah atau bingung memahaminya sampai terbesit fikiran untuk menyerah belajar. Namun, tahukan kamu jika dibalik kesulitan materi tajwid, ada alasan kuat mengapa kita harus mempelajari dan mengapa kita harus membaca alquran dengan tajwid.
Untuk lebih jelasnya, yuk kita pelajari alasan dibalik membaca alquran dengan tajwid, dalil hukumnya dan cara mempelajari tajwid bagi pemula dengan benar.
Mengapa Kita Harus Membaca Alquran dengan Benar Sejak Awal?
Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril dengan bacaan yang jelas dan teratur. Bacaan ini dikenal dengan tajwid, yaitu kaidah yang mengatur cara melafalkan huruf sesuai makhraj dan sifatnya.
Tanpa tajwid, bacaan Alquran berisiko mengalami kesalahan lafal yang dapat mengubah makna ayat. Inilah alasan utama mengapa kita harus membaca Alquran dengan cara yang benar, bukan asal lancar.
Menurut penjelasan di laman Hamalatul Qur’an, membaca Alquran dengan tajwid bertujuan menjaga kemurnian wahyu agar tidak terjadi penyimpangan makna akibat kesalahan pengucapan.
Hukum Membaca Alquran dengan Tajwid
Dalam ilmu fikih dan qira’at, tajwid memiliki hukum fardhu ‘ain, artinya wajib bagi setiap Muslim. Pendapat ini ditegaskan oleh Imam Ibnu Al-Jazari dalam nazham Al-Jazariyyah yang sangat masyhur:
“Membaca Al-Quran dengan tajwid itu wajib, dan berdosa bagi siapa yang meninggalkannya.”
Pendapat ini juga diperkuat oleh ulama dan lembaga keislaman, termasuk yang dijelaskan di laman MUI. Maka, ketika muncul pertanyaan mengapa kita harus membaca Alquran dengan tajwid, jawabannya jelas: karena ini adalah kewajiban syar’i.
Perintah Tartil dalam Alquran
Allah SWT secara langsung memerintahkan umat Islam untuk membaca Alquran dengan tartil, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Muzzammil ayat 4:
“Dan bacalah Al-Quran itu dengan tartil.”
Tartil tidak hanya berarti pelan, tetapi juga benar secara tajwid. Huruf dibaca jelas, berhenti di tempat yang tepat, serta memperhatikan panjang-pendek bacaan. Inilah alasan mengapa kita harus membaca alquran dengan bacaan yang berkualitas
Alasan Mengapa Kita Harus Membaca Alquran dengan Tajwid
Membaca Al-Quran dengan tajwid merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Tujuannya bukan sekadar agar bacaan terdengar indah, tetapi untuk menjaga kemurnian wahyu Allah SWT sebagaimana diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
1. Hukum Wajib Secara Syar’i

Tajwid memiliki kedudukan hukum fardhu ‘ain, artinya wajib bagi setiap individu Muslim. Al-Quran diturunkan melalui Malaikat Jibril dengan bacaan yang sudah bertajwid, sehingga membacanya pun harus mengikuti kaidah tersebut.
Imam Ibnu Al-Jazari menegaskan dalam Manzhumah Al-Jazariyyah bahwa siapa saja yang membaca Al-Quran tanpa tajwid, maka ia berdosa.
Tanpa tajwid, bacaan menjadi cacat (lahn jaliy) dan menyimpang dari cara turunnya wahyu. Inilah alasan kuat mengapa kita harus membaca Alquran sesuai aturan.
2. Menjaga Keaslian dan Makna Ayat

Kesalahan kecil dalam makhraj atau harakat bisa mengubah arti ayat secara signifikan. Contohnya pada surat Al-Fatihah, أَنْعَمْتَ (an‘amta) artinya “yang Engkau beri nikmat”. Jika dibaca أَنْعَمْتُ (an‘amtu), artinya berubah menjadi “yang aku beri nikmat”
Ulama menegaskan bahwa kesalahan semacam ini dapat merusak makna wahyu. Karena itu, perintah membaca Al-Quran dengan tartil dalam QS. Al-Muzzammil ayat 4 menjadi dalil jelas mengapa kita harus membaca Alquran dengan tajwid demi kejelasan makna.
Baca Juga: Pelajari Adab Membaca Alquran Agar Tilawah Jadi Berkah!
3. Menjalankan Perintah Tartil

Allah SWT tidak hanya memerintahkan membaca Al-Quran, tetapi membacanya dengan tartil. Tartil yang dimaksud bukan sekadar pelan, melainkan bacaan yang fasih, tepat makhrajnya, benar waqaf dan ibtida’-nya, serta mengikuti hukum tajwid.
Para ulama qira’at, termasuk Ibnu Al-Jazari, menekankan bahwa memperindah huruf dan berhenti di tempat yang benar adalah bagian dari tartil.
Tanpa tajwid, bacaan belum sepenuhnya memenuhi perintah Ilahi, sehingga hikmah dan keberkahannya pun berkurang.
4. Pahala yang Lebih Maksimal di Setiap Huruf

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa setiap huruf Al-Quran yang dibaca akan diganjar sepuluh kebaikan. Namun keutamaan ini berkaitan dengan bacaan yang benar.
Jika tajwid diabaikan dan huruf tidak keluar sesuai haknya, maka keutamaan tersebut bisa berkurang. Tajwid memastikan setiap huruf dibaca tepat, sehingga pahala yang dijanjikan dapat diraih secara maksimal.
5. Menyempurnakan Ibadah Tilawah

Tilawah Al-Quran adalah ibadah yang sangat mulia, dan tajwid berfungsi menyempurnakannya. Para ulama mengibaratkan membaca Al-Quran tanpa tajwid seperti shalat yang tidak memenuhi rukun.
Secara lahir terlihat ibadah, tetapi nilainya tidak sempurna. Bahkan, Al-Quran akan menjadi pemberi syafaat di akhirat bagi mereka yang membacanya dengan benar dan penuh adab.
Cara Belajar Tajwid Secara Bertahap
Mempelajari tajwid bagi pemula perlu dilakukan secara bertahap, terarah, dan konsisten. Berikut langkah-langkah belajar tajwid yang bisa diterapkan secara sistematis.
- Niat dan Persiapan
Awali belajar tajwid dengan niat untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pahami bahwa membaca Al-Quran dengan tartil adalah perintah langsung yang sudah tertulis dalam alquran.
Hal-hal yang harus dipersiapkan seperti, mushaf bertanda tajwid, buku panduan dasar, dan tempat belajar yang tenang. Jika memungkinkan, belajarlah bersama guru agar bacaan dapat dikoreksi sejak awal.
- Kuasai Huruf Hijaiyah
Pastikan mengenal 28 huruf hijaiyah beserta cara pengucapannya. Perhatikan perbedaan makhraj dan sifat huruf, terutama huruf yang mirip bunyinya. Latihan ini penting sebagai dasar agar bacaan tidak keliru.
- Pahami Tajwid Dasar
Pelajari hukum tajwid yang sering muncul, seperti nun mati dan tanwin, mim mati, qalqalah, mad dasar, dan lam ta’rif. Tidak perlu sekaligus, cukup satu per satu dengan contoh ayat pendek agar mudah dipahami dan dipraktikkan.
- Praktik Surat Pendek
Latih bacaan melalui surat-surat pendek di Juz 30, seperti Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Baca perlahan sambil menerapkan hukum tajwid. Bisa juga membandingkan bacaan sendiri dengan qari yang tartil untuk memperbaiki kesalahan.
- Rutin dan Evaluasi
Luangkan waktu sekitar 30 menit setiap hari untuk berlatih. Lakukan evaluasi secara berkala, baik dengan guru maupun melalui rekaman suara sendiri. Konsistensi adalah kunci utama agar bacaan semakin baik.
Sebagai pendukung, pemula juga bisa memanfaatkan sumber belajar online gratis seperti video tajwid, aplikasi belajar Al-Quran, dan kelas daring dari lembaga terpercaya.
Baca Juga: Hukum Menerapkan Ilmu Tajwid Dalam Membaca Alquran Adalah?
Membaca Alquran dengan Tajwid adalah Bentuk Cinta
Jadi, jika masih bertanya mengapa kita harus membaca Alquran dengan tajwid, jawabannya sederhana, yakni karena kita ingin menjaga kemurnian firman Allah, memahami maknanya dengan benar, dan beribadah dengan sebaik-baiknya.
Membaca Alquran bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi bentuk cinta dan penghormatan terhadap wahyu Ilahi.
Yuk, Tanamkan Cinta Alquran Sejak Dini
Membiasakan anak membaca Alquran dengan tajwid akan lebih mudah jika dimulai sejak usia dini, dalam lingkungan belajar yang mendukung dan terarah. Anak tidak hanya belajar melafalkan huruf, tetapi juga memahami adab serta ketenangan saat berinteraksi dengan Alquran.
Sebagai sekolah dasar Islam, SD OSB School menghadirkan pembelajaran berbasis Quranic, Leadership, dan Entrepreneurship yang dirancang untuk mendampingi proses tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Anak dibimbing agar mampu membaca Alquran dengan benar, tartil, dan penuh kesadaran, sekaligus membangun karakter percaya diri dan tanggung jawab.
Saatnya memilih pendidikan terbaik untuk buah hati. Daftarkan putra-putri Ayah dan bunda di SD OSB School dan wujudkan generasi Qurani yang berakhlak mulia, percaya diri, serta siap menjadi pemimpin masa depan.
