
Banyak orang sudah rutin membaca Al-Qur’an, tapi belum semua benar-benar memahami bagaimana cara membacanya yang dianjurkan dalam Islam. Padahal, ada satu konsep penting yang sering kita dengar namun jarang dikaji mendalam, yaitu membaca Al-Qur’an dengan tartil. Di sinilah pentingnya memahami pengertian membaca Alquran dengan benar, bukan sekadar lancar, tapi juga sesuai tuntunan.
Membaca Al-Qur’an bukanlah seperti membaca buku biasa. Setiap hurufnya bernilai pahala, setiap ayatnya membawa petunjuk hidup. Karena itulah, cara membacanya juga memiliki adab, aturan, dan tujuan mulia yang perlu dipahami sejak dini, terutama dalam lingkungan keluarga.
Pengertian Membaca Alquran dengan Tartil
Secara sederhana, pengertian membaca Alquran dengan tartil adalah membaca Al-Qur’an dengan perlahan, jelas, teratur, dan sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. Dalam tartil, setiap huruf dibaca dengan makhraj yang tepat, panjang-pendeknya diperhatikan, dan tidak dibaca terburu-buru.
Makna tartil juga mencakup penghayatan. Jadi, bukan hanya mulut yang membaca, tapi hati ikut hadir. Bacaan yang pelan membantu kita merenungkan makna ayat dan menerapkannya ke dalam jiwa.
Secara bahasa, tartil berasal dari kata Arab رتل (rattala) yang berarti membaca secara berurutan, tertib, dan teratur. Artinya, tidak melompat-lompat ayat, tidak asal cepat, dan tidak mengabaikan kejelasan bacaan.
Dengan demikian, pengertian membaca Alquran dengan tartil tidak berhenti pada aspek teknis, tapi juga mencakup rasa hormat kepada Al-Qur’an sebagai firman Allah.
Dasar Perintah Membaca Al-Qur’an dengan Tartil
Allah SWT secara langsung memerintahkan membaca Al-Qur’an dengan tartil dalam surat Al-Muzzammil ayat 4:
“وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا”
“Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil (tertib dan teratur).”
Ayat ini menunjukkan bahwa membaca Al-Qur’an dengan tartil bukan sekadar anjuran, tapi perintah. Maka, memahami pengertian membaca Alquran yang sesuai tuntunan menjadi bagian dari ketaatan kepada Allah.
Penjelasan Ulama tentang Tartil
Para ulama memberikan penjelasan yang sangat mendalam tentang konsep tartil:
- Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata: Tartil adalah mentajwidkan huruf dan mengetahui tempat berhenti.
- Ibnu عباس menjelaskan tartil sebagai membaca dengan jelas dan terang.
- Abu Ishaq menegaskan bahwa bacaan yang benar harus memenuhi hak huruf dan tidak terburu-buru.
- Ibnu Al-Jazari menyatakan bahwa membaca Al-Qur’an dengan tajwid adalah kewajiban. Siapa yang meninggalkannya bisa berdosa karena berpotensi mengubah makna ayat.
Artinya, membaca Alquran dengan tartil sangat erat terkait hukum tajwid. Ini bukan sekadar memperindah suara, tapi menjaga kemurnian makna wahyu.
Tujuan Membaca Al-Qur’an dengan Tartil
Lalu, kenapa harus tartil? Apa tujuannya?
1. Menjaga Keaslian Bacaan: Tajwid berfungsi menjaga bacaan tetap sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah SAW.
2. Memperdalam Pemahaman: Membaca pelan membuat kita lebih mudah memahami isi ayat.
3. Menghadirkan Kekhusyukan: Bacaan tartil menghadirkan rasa tenang dan dekat dengan Allah.
4. Menjaga Kehormatan Al-Qur’an: Cara membaca mencerminkan sikap kita terhadap Kalamullah.
Dengan begitu, pengertian membaca Alquran tidak dapat dipisahkan dari tujuan memuliakan Al-Qur’an itu sendiri.
Aspek Penting dalam Tartil
Ada beberapa aspek utama yang menunjukkan bacaan kita sudah tartil atau belum, di antaranya:
- Membaca dengan pelan dan tidak tergesa-gesa
- Pengucapan huruf jelas sesuai makhraj
- Memahami arti ayat
- Mengatur nafas
- Menjaga irama agar tidak terputus-putus
Semua ini menjadi bagian dari praktik nyata pengertian membaca Alquran yang berkualitas.
Cara Berlatih Membaca Al-Qur’an dengan Tartil
Bagi yang ingin mulai atau memperbaiki bacaan, berikut langkah-langkah praktis agar bacaan menjadi tartil.
1. Pelajari Ilmu Tajwid

Belajar ilmu tajwid menjadi kunci utama dalam membaca Al-Qur’an dengan tartil. Mulai dari mengenal tempat keluarnya huruf, memahami sifat-sifatnya, hingga mengikuti aturan panjang dan pendek bacaan, semuanya saling berkaitan untuk membentuk bacaan yang benar. Dengan tajwid yang dikuasai dengan baik, membaca Al-Qur’an tidak hanya terdengar lebih indah, tetapi juga lebih tertib dan sesuai dengan tuntunan.
2. Biasakan Membaca Pelan

Latihan membaca sebaiknya dilakukan dengan tempo yang tenang agar setiap huruf dan kata bisa diperhatikan dengan lebih baik. Jangan terburu-buru, supaya pengucapan tetap jelas dan napas tetap teratur saat membaca. Dengan membaca perlahan, kita juga punya waktu untuk merenungi makna ayat sekaligus menjaga kualitas bacaan agar tetap baik dan benar.
3. Atur Pernapasan

Mengatur napas dengan baik sangat berpengaruh pada kelancaran bacaan, terutama saat membaca ayat-ayat yang panjang. Dengan menarik napas dalam sebelum mulai membaca lalu mengeluarkannya secara perlahan, suara akan terdengar lebih stabil dan tidak mudah terputus di tengah ayat.
Baca Juga: Sebelum Membaca Alquran Sebaiknya Melakukan Hal-hal ini!
4. Perhatikan Mad

Saat menemui huruf yang bertanda mad, panjangkan bacaan sesuai ketentuan tajwid yang berlaku. Dengan mengikuti aturan ini, bacaan akan terdengar lebih indah, rapi, dan terjaga keteraturannya.
Selain mempercantik suara, panjang bacaan yang tepat juga membuat makna ayat tidak berubah. Ini membantu bacaan tetap sesuai dengan tuntunan yang benar.
5. Latihan Setiap Hari

Jika ada kesempatan, sangat baik untuk belajar langsung kepada guru tajwid yang berpengalaman. Dengan bimbingan guru, kesalahan bacaan bisa segera diperbaiki dan kamu akan mendapat arahan yang tepat agar bacaan semakin benar dan enak didengar.
Belajar bersama guru juga membuat proses lebih terarah. Kamu pun bisa bertanya langsung saat menemui kesulitan dalam bacaan.
6. Belajar dengan Guru

Apabila ada kesempatan, sebaiknya manfaatkan untuk belajar langsung kepada guru tajwid yang sudah berpengalaman. Dengan pendampingan beliau, kesalahan bacaan bisa dikoreksi sejak dini dan kamu akan dibimbing agar membaca Al-Qur’an dengan lebih tepat serta indah.
7. Tadabburi Makna Ayat

Membaca Al-Qur’an dengan tartil tidak cukup hanya mengandalkan teknik yang benar, tetapi juga perlu diiringi dengan penghayatan dan pemahaman isi ayatnya. Dengan begitu, bacaan tidak sekadar terdengar indah, tetapi juga terasa lebih hidup dan bermakna di dalam hati.
Semua langkah ini adalah bentuk praktik nyata dari pengertian membaca Alquran dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: 5 Cara Membiasakan Kegiatan Membaca Alquran Bersama Keluarga
Mari Mulai Membaca Alquran Dengan Tartil
Membaca Al-Qur’an dengan tartil bukan sekadar soal suara yang indah, tetapi tentang cara membaca yang benar, tertib, dan penuh penghayatan. Dengan memahami pengertian membaca Alquran secara tepat, kita diajak untuk tidak terburu-buru, menjaga kaidah tajwid, serta menghadirkan hati dalam setiap ayat yang dilantunkan. Inilah wujud penghormatan kita kepada Al-Qur’an sebagai firman Allah yang mulia.
Mari mulai kebiasaan baik membaca Al-Qur’an setiap hari, meski hanya beberapa ayat. Jadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari rutinitas keluarga agar rumah dipenuhi ketenangan dan keberkahan.
Untuk ayah dan bunda yang ingin putra-putri tumbuh dengan kecintaan pada Al-Qur’an sejak dini, memilih sekolah yang tepat adalah langkah penting. SD OSB School hadir sebagai sekolah Islam berbasis Qur’anic, Leadership, dan Entrepreneurship yang membentuk anak tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak dan siap menjadi pemimpin masa depan.
Yuk, daftarkan putra-putri Ayah dan bunda di SD OSB School dan wujudkan generasi Qurani yang cerdas, berakhlak, dan percaya diri menghadapi masa depan.
Karena pendidikan terbaik bukan hanya mencerdaskan pikiran, tapi juga menumbuhkan iman dan akhlak mulia.
