
Membaca Al-Qur’an bukan hanya soal melafalkan huruf, tapi juga tentang menghadirkan adab, kesungguhan hati, serta pemahaman makna. Banyak orang ingin memperbaiki bacaan, namun belum tahu harus mulai dari mana. Artikel ini akan mengajak kamu mengenal cara membaca alquran yang baik dan benar sesuai sunnah dengan gaya ringan dan mudah dipraktekkan dalam keseharian.
Mengapa Penting Membaca Al-Qur’an Sesuai Sunnah?
Rasulullah SAW mencontohkan bacaan Al-Qur’an yang tartil, yaitu pelan, jelas, dan teratur. Hal ini sesuai dengan perintah Allah dalam Al-Qur’an:
“Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan (tartil)” (QS. Al-Muzzammil: 4).
Ketika bacaan dilakukan dengan tenang dan tidak tergesa-gesa, makna ayat lebih mudah meresap ke dalam hati serta membantu menghadirkan kekhusyukan. Bacaan yang benar juga menjaga kemurnian lafadz Al-Qur’an agar tidak berubah makna.
Bahkan, dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Rasulullah SAW membaca Al-Qur’an dengan jelas pada setiap hurufnya dan berhenti di setiap akhir ayat (HR. Abu Dawud).
Inilah salah satu dasar penting dalam cara membaca alquran yang baik dan benar agar ibadah semakin bernilai dan sesuai dengan tuntunan sunnah.
Cara Membaca Alquran Sesuai Sunnah
Membaca Al-Qur’an sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW bukan sekadar soal melafalkan ayat, tetapi juga tentang menjaga adab, merawat kekhusyukan, dan menghadirkan rasa hormat pada firman Allah.
Secara garis besar, ada lima langkah utama dalam membaca alquran yang baik dan benar, mulai dari persiapan diri hingga penutup setelah selesai membaca. Berikut penjelasannya:
1. Bersuci dan Menjaga Adab Fisik

Langkah pertama dalam cara membaca alquran yang baik dan benar adalah membersihkan diri sebelum menyentuh mushaf. Berwudhu menjadi kebiasaan Rasulullah SAW saat hendak membaca Alquran. Selain itu, disunnahkan juga membersihkan mulut, mengenakan pakaian bersih, dan mencari tempat yang tenang serta suci.
Posisi tubuh pun sebaiknya dijaga, seperti duduk dengan sopan dan menghadap kiblat jika memungkinkan. Semua ini bukan sekadar ritual, tetapi bentuk penghormatan pada kitab suci. Dengan tubuh yang bersih dan sikap yang tenang, hati pun lebih siap menerima cahaya Al-Qur’an.
2. Dibuka dengan Ta’awudz dan Basmalah

Setelah siap secara fisik, cara membaca alquran yang baik dan benar dilanjutkan dengan membaca ta’awudz untuk memohon perlindungan dari godaan setan. Ucapan ini membantu menenangkan pikiran dan membersihkan hati sebelum berinteraksi dengan ayat-ayat Allah.
Kemudian bacalah basmalah sebagai pembuka, kecuali ketika memulai surat At-Taubah. Dengan membiasakan diri memulai seperti ini, bacaan bukan hanya lebih tertata, tetapi juga terasa lebih khusyuk dan penuh pengharapan kepada rahmat Allah.
3. Membaca Perlahan dengan Tajwid

Membaca Al-Qur’an tidak dianjurkan terburu-buru. Ketika membaca alquran yang baik dan benar, Rasulullah SAW mengajarkan untuk membaca dengan tartil, yaitu pelan dan jelas. Setiap huruf diucapkan dari tempat keluarnya, panjang pendek dibaca sesuai aturan, dan hukum tajwid dijaga dengan baik.
Ilmu tajwid bukan sekadar teori, melainkan penjaga keaslian bacaan. Kesalahan kecil pada huruf atau panjang bacaan bisa mengubah arti ayat. Karena itu, belajar tajwid adalah bagian penting agar bacaan tetap lurus seperti yang diajarkan Nabi.
Baca Juga: Inilah Alasan Membaca Alquran harus sesuai Ilmu Tajwid!
4. Menghayati dan Merenungkan Makna

Tidak cukup hanya indah di lisan, cara membaca alquran yang baik dan benar juga menyentuh hati. Saat membaca, usahakan menghadirkan rasa takut, harap, dan cinta kepada Allah. Merenungkan arti ayat akan membuat bacaan terasa hidup dan tidak kosong.
Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang begitu tersentuh dengan ayat-ayat Al-Qur’an, bahkan tak jarang meneteskan air mata. Ini menunjukkan bahwa membaca Al-Qur’an bukan soal suara merdu, tetapi kedalaman rasa dan pemahaman.
5. Menutup dengan Doa dan Menghormati Mushaf

Setelah selesai membaca, tutuplah dengan doa agar bacaan membawa keberkahan dan menjadi cahaya dalam hidup. Inilah penutup dalam membaca alquran dengan baik dan benar, yang sering dilupakan. Menghormati mushaf dengan menyimpannya di tempat yang layak juga bagian dari adab yang baik.
Sebagian orang juga membiasakan mengucapkan kalimat pujian setelah membaca Al-Qur’an, sebagai tanda syukur telah diberi kesempatan berinteraksi dengan firman Allah. Kebiasaan ini memperkuat kedekatan spiritual dengan Al-Qur’an.
Dengan menerapkan lima langkah tadi secara rutin, insya Allah kualitas bacaan akan semakin baik. Ingat, cara membaca alquran yang baik dan benar bukan soal cepat atau lambat, melainkan tentang kesungguhan menjaga adab, bacaan, dan rasa di dalam hati.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Membaca Alquran
Dalam usaha menerapkan cara membaca alquran yang baik dan benar, ada satu hal penting yang tidak boleh diabaikan, yaitu menghindari kesalahan bacaan. Kesalahan dalam membaca Al-Qur’an secara umum terbagi menjadi dua jenis, berikut penjelasannya.
Lahn Jaliy (Kesalahan yang Mengubah Makna)
Lahn jaliy termasuk kesalahan fatal karena bisa mengganti arti ayat. Contoh paling sering terjadi adalah kesalahan pada makhraj huruf. Misalnya kata “كثير” (banyak) dibaca menjadi “كسير” (pecah). Atau huruf ‘ain (ع) yang seharusnya keluar dari tengah tenggorokan dibaca seperti hamzah (ء), sehingga arti kata berubah jauh dari makna aslinya.
Kesalahan lain dalam cara membaca alquran yang baik dan benar adalah keliru dalam tanda baca, seperti harakat, tasydid, atau idgham. Contohnya pada kata “إِيَّاكَ”, jika tasydid dihilangkan, maknanya tidak lagi “hanya kepada-Mu”, tapi berubah menjadi arti lain yang tidak sesuai. Begitu juga dalam kalimat “إِنْ عَمَتْ”, jika nun sakinah diabaikan, maka arti kalimat pun bisa melenceng.
Kesalahan berikutnya adalah berhenti di tempat yang tidak tepat. Misalnya membaca ayat “لا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ” lalu berhenti, tanpa melanjutkan ayat berikutnya. Jika dipotong seperti ini, maknanya seolah menjadi “jangan shalat”, padahal maksud ayat sebenarnya adalah larangan shalat dalam keadaan mabuk. Inilah sebabnya mengapa memahami tempat berhenti (waqf) menjadi bagian penting saat membaca alquran.
Lahn Khafi (Kesalahan Halus)
Berbeda dengan lahn jaliy, lahn khafi lebih sulit dikenali, tetapi tetap harus diperbaiki. Salah satu contohnya adalah kesalahan membaca mad. Ada yang seharusnya dibaca dua harakat, empat, atau enam, tetapi dibaca asal pendek atau terlalu panjang. Kadang juga ditemukan mad jaiz dibaca tidak konsisten dalam satu bacaan.
Kesalahan lainnya adalah mengabaikan dengungan (ghunnah) dan pantulan (qalqalah). Contohnya pada kata “النَّاسِ”, seharusnya ada dengungan sekitar dua harakat, tetapi sering kali dibaca terlalu singkat. Atau huruf qalqalah seperti ب، ج، د، ط، ق tidak dipantulkan, sementara huruf selain itu justru dipantulkan.
Baca juga: Inilah Pengertian Membaca Alquran dengan Tartil & Tujuannya
Mari Membaca Alquran dengan Benar
Membaca Al-Qur’an dengan benar bukan sekadar soal kelancaran, tetapi tentang menjaga adab, ketepatan bacaan, dan kedekatan hati dengan Allah. Dari bersuci, memulai dengan ta’awudz dan basmalah, membaca dengan tartil dan tajwid, hingga menghayati makna serta menutup dengan doa, semua itu adalah satu rangkaian utuh dalam cara membaca alquran yang baik dan benar sesuai sunnah Rasulullah SAW.
Karena itulah, menanamkan kemampuan membaca Al-Qur’an sejak dini menjadi investasi terbesar bagi masa depan anak. Tidak hanya agar fasih, tetapi juga agar tumbuh rasa cinta kepada Alquran.
Yuk, siapkan masa depan buah hati ayah dan bunda bersama SD OSB School!
Sekolah islam yang berlokasi di tangerang selatan dengan fokus pada pembinaan alquran, penguatan leadership dan penanaman jiwa entrepreneurship sejak dini. Sehingga, anak-anak tidak hanya mempelajari ilmu alquran, tetapi dibentuk menjadi pribadi yang beriman, percaya diri dan berkarakter pemimpin.
