Bolehkah Membaca Alquran Pakai Celana Pendek? Ini Uraiannya

 bolehkah membaca Alquran pakai celana pendek

Pertanyaan tentang bolehkah membaca Alquran pakai celana pendek sering kali muncul, apalagi saat kita sedang di rumah dalam suasana santai, tapi tetap ingin dekat dengan Alquran. Baik membaca, merenungi, atau memahami maknanya.

Di satu sisi, membaca Alquran adalah ibadah mulia yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Namun di sisi lain, ada adab dan etika yang sebaiknya tetap dijaga, agar kemuliaan kalam Allah selalu dihormati. Dengan memahami hal ini, kita bisa beribadah dengan lebih tenang, nyaman, dan tetap sesuai tuntunan.

Nah, supaya tidak bingung dan salah paham, yuk kita bahas secara lengkap 

Membaca Alquran dan Adab Menutup Aurat

Dalam Islam, menutup aurat adalah perintah umum yang berlaku dalam banyak kondisi. Saat membaca Al-Qur’an, menutup aurat bukan syarat sah seperti dalam shalat, tetapi termasuk adab yang sangat dianjurkan.

Artinya, jika seseorang membaca Al-Qur’an sementara auratnya terbuka, bacaan Al-Qur’annya tetap sah dan tidak batal. Namun, membuka aurat tanpa kebutuhan tetap tidak dibenarkan karena bertentangan dengan adab terhadap firman Allah.

Jadi, ketika muncul pertanyaan bolehkah membaca alquran pakai celana pendek, jawabannya perlu dilihat dari batas aurat dan situasinya.

Batas Aurat Laki-Laki dalam Islam

Mayoritas ulama dari empat madzhab sepakat bahwa aurat laki-laki adalah antara pusar hingga lutut, dengan pusar dan lutut itu sendiri tidak termasuk aurat. Ketentuan ini berlaku ketika:

  • sendirian
  • Bersama sesama laki-laki
  • Bersama mahram perempuan

Namun, jika berada di hadapan perempuan non-mahram, beberapa madzhab seperti Syafi’i lebih ketat dalam menjaga aurat dan kesopanan.

Maka, celana pendek boleh digunakan selama benar-benar menutup area pusar hingga lutut. Jika pahanya terlihat, apalagi di atas lutut, maka itu sudah masuk wilayah aurat.

Aurat Perempuan Saat Membaca Alquran

Untuk perempuan, batas aurat memang lebih luas. Mayoritas ulama (Syafi’i, Hambali, Hanafi) menyatakan aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.

Namun perlu dipahami, saat membaca Al-Qur’an:

  • Tidak disyaratkan berpakaian seperti shalat
  • Tidak wajib memakai mukena
  • Tetapi tetap wajib menutup aurat dasar

Madzhab Maliki memberi kelonggaran tertentu saat perempuan sendirian atau bersama mahram, seperti membuka kaki. Meski begitu, adab tetap menekankan kesopanan dan kehormatan.

Pandangan Empat Madzhab tentang Celana Pendek

Empat madzhab fiqih pada dasarnya memiliki pandangan yang sejalan. Celana pendek diperbolehkan bagi laki-laki selama masih menutup aurat minimal dari pusar hingga lutut. Tidak ada larangan khusus terkait jenis pakaian ini. 

Yang justru mendapat perhatian lebih serius adalah isbal, yaitu memanjangkan pakaian hingga ke bawah mata kaki karena kesombongan, yang oleh para ulama dihukumi makruh bahkan haram. 

Karena itu, dalam konteks adab, pembahasan bolehkah membaca alquran pakai celana pendek kembali pada aman atau tidaknya aurat yang ditutup.

1. Madzhab Hanafi

 bolehkah membaca Alquran pakai celana pendek

Menurut madzhab Hanafi, aurat laki-laki adalah dari pusar sampai lutut. Maka, bolehkah membaca alquran pakai celana pendek menurut Hanafi? Jawabannya boleh, selama celana tersebut benar-benar menutup batas aurat tersebut. 

Bahkan dalam beberapa kitab seperti al-Fatawa al-Hindiyyah disebutkan bahwa pakaian yang tidak isbal justru lebih selamat dari unsur kesombongan. Telanjang dada atau punggung tidak dipermasalahkan selama aurat utama tetap tertutup, meski adab tetap lebih diutamakan.

2. Madzhab Maliki

 bolehkah membaca Alquran pakai celana pendek

Madzhab Maliki juga menetapkan batas aurat laki-laki dari pusar hingga lutut. Celana pendek dibolehkan selama tidak membuka aurat. Mereka membedakan aurat berat (mughaladhah) seperti paha yang wajib ditutup, dengan aurat ringan (mukhaffafah) seperti dada dan punggung yang lebih longgar.

Jadi, ketika muncul pertanyaan bolehkah membaca alquran pakai celana pendek, madzhab Maliki membolehkannya, namun tetap menganjurkan kesopanan sebagai bagian dari adab membaca Al-Qur’an.

3. Madzhab Syafi’i

 bolehkah membaca Alquran pakai celana pendek

Dalam madzhab Syafi’i, celana pendek dinilai sah dan boleh dipakai selama aurat pusar hingga lutut tertutup, baik saat sendirian maupun bersama sesama laki-laki. Telanjang dada diperbolehkan untuk kebutuhan tertentu seperti bekerja atau olahraga. Namun, jika dikaitkan dengan adab, kebiasaan tersebut tidak dianjurkan. 

Maka, jawaban bolehkah membaca alquran pakai celana pendek menurut Syafi’i adalah boleh secara hukum, tetapi berpakaian lebih rapi tetap lebih utama.

4. Madzhab Hambali

 bolehkah membaca Alquran pakai celana pendek

Pandangan madzhab Hambali hampir sama dengan Syafi’i. Celana pendek hukumnya mubah selama menutup pusar hingga lutut.

Ibnu Qudamah dalam al-Mughni menjelaskan bahwa isbal dihukumi makruh, dan menjadi haram jika disertai kesombongan. Dalam hal ini, pakaian yang lebih pendek justru dinilai lebih aman dari larangan, dengan catatan aurat, terutama paha harus tetap dalam keadaan tertutup, terlebih jika berada di hadapan non-mahram.

Dari keempat madzhab ini, dapat disimpulkan bahwa bolehkah membaca alquran pakai celana pendek jawabannya adalah boleh, selama aurat terjaga. Meski begitu, menjaga adab dan kesopanan tetap menjadi kunci utama agar tilawah Al-Qur’an terasa lebih khusyuk dan bermakna.

Baca Juga: Kenapa Adab Membaca Alquran Adalah yang Wajib Diperhatikan?

Dalil Tentang Menutup Aurat dan Adab

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A’raf ayat 26–27 yang menegaskan pentingnya menutup aurat sebagai bentuk penjagaan kehormatan manusia.

Selain itu, para ulama seperti Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan bahwa menutup aurat bukan syarat sah membaca Al-Qur’an, berbeda dengan shalat. Namun, adab tetap harus dijaga sebagai bentuk pengagungan terhadap kalam Allah.

Karena itu, walaupun secara hukum boleh, membaca Al-Qur’an dengan pakaian yang sopan jauh lebih utama.

Jadi, Bolehkah Membaca Alquran Pakai Celana Pendek?

Jawabannya adalah boleh, dengan syarat. Khusus untuk laki-laki, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Celana pendek harus menutup area pusar hingga lutut
  • Bahannya tidak transparan
  • Tidak menampakkan paha

Jika ketentuan ini terpenuhi, maka boleh membaca Alquran pakai celana pendek, terutama saat berada di rumah pribadi dan tidak ada non-mahram. Dalam kondisi seperti ini, membaca Al-Qur’an tetap sah dan tidak bermasalah secara hukum.

Sebaliknya, jika celana pendek terlalu pendek hingga memperlihatkan aurat, maka hukumnya tidak diperbolehkan. Larangan ini bukan karena aktivitas membaca Al-Qur’annya, melainkan karena membuka aurat yang memang dilarang dalam syariat.

Adab Membaca Al-Qur’an agar Lebih Sempurna

Walaupun boleh membaca Al-Qur’an dengan celana pendek, ada beberapa adab yang sangat dianjurkan agar ibadah lebih sempurna, antara lain:

  • Berwudhu
  • Memakai pakaian bersih dan rapi
  • Duduk dengan sopan
  • Menghadap kiblat
  • Membaca ta’awwudz sebelum tilawah

Dalam hadis riwayat Muslim dari Aisyah RA disebutkan bahwa Rasulullah SAW menerima wahyu dalam keadaan suci. Ini menjadi isyarat kuat pentingnya menjaga kesucian dan adab.

Baca Juga: Pengertian Adab Membaca Alquran Adalah? Ini Faktanya!

Membiasakan Adab Sejak Dini

Mengenai pertanyaan bolehkah membaca alquran pakai celana pendek, Boleh, selama aurat tertutup sesuai syariat. Namun, membiasakan adab yang baik akan menumbuhkan rasa hormat dan cinta kepada Alquran.

Nilai-nilai adab, kedisiplinan, dan penghormatan terhadap Al-Qur’an inilah yang idealnya ditanamkan sejak usia dini. Jika Ayah dan Bunda ingin putra-putrinya tumbuh dengan karakter Qurani, jiwa kepemimpinan, dan semangat kemandirian, SD OSB School bisa menjadi pilihan tepat.

Sebagai sekolah dasar Islam berbasis Quranic, leadership, dan entrepreneurship, SD OSB School berkomitmen membentuk generasi berakhlak mulia, cerdas, dan siap menghadapi masa depan.

Yuk, daftarkan putra-putri tercinta dan mulai perjalanan pendidikan terbaik sejak sekarang bersama OSB School!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *