
Saat membaca alquran, kadangkala di antara kita banyak yang merasa bingung apakah ayat yang kita baca tersebut, benar atau salah. Atau barangkali kita belum benar-benar tahu, apa saja sebenarnya, kesalahan dalam membaca alquran yang sebaiknya kita hindari, agar tilawah kita benar dan tidak mengubah makna ayatnya.
Karena, seperti yang kita tahu, saat kita membaca kalimat yang seharusnya pendek, tapi dibaca panjang, maka akan mengubah maknanya.
Untuk itu, agar tidak berlarut-larut dalam ketidak tahuan, berikut beberapa kesalahan yang sebaiknya kita hindari.
Empat Kesalahan Umum dalam Membaca Alquran
Dalam praktik sehari-hari, terdapat beberapa kesalahan dalam membaca Alquran yang paling sering terjadi, terutama pada pembaca pemula.
Kesalahan-kesalahan ini umumnya berkaitan dengan penerapan tajwid dan adab tilawah. Berikut empat kesalahan utama yang perlu dihindari.
1. Lahn Jali, Kesalahan Bacaan yang Jelas

Lahn jali adalah kesalahan pengucapan lafal yang terlihat jelas dan dapat merusak kaidah bacaan. Kesalahan ini bisa berupa penggantian huruf, perubahan harakat, atau penambahan dan pengurangan lafal. Dampaknya cukup serius karena bisa mengubah makna ayat.
Contoh yang sering terjadi antara lain:
- QS. Al-Fatihah: 7
Lafal “أَنْعَمْتَ” (an‘amta – Engkau beri nikmat) dibaca “أَنْعَمْتُ” (an‘amtu – aku beri nikmat).
Kesalahan ini mengubah doa kepada Allah seolah-olah diucapkan oleh manusia. - QS. At-Tin: 1
Lafal “وَالتِّينِ” (buah tin) dibaca “وَالطِّينِ” (tanah liat), sehingga makna sumpah dalam ayat menjadi keliru.
Kesalahan dalam membaca alquran ini dihukumi haram, karena termasuk dosa lisan. Ibnul Jazari menegaskan, “Barang siapa membaca Alquran tanpa tajwid, maka ia berdosa.”
2. Ketidakkonsistenan Mad

Kesalahan dalam membaca alquran berikutnya adalah ketidaktepatan dalam membaca mad, baik terlalu pendek maupun tidak sesuai dengan jumlah harakat yang seharusnya. Misalnya, mad thabi’i yang seharusnya dibaca dua harakat, atau mad muttashil yang seharusnya empat hingga lima harakat.
Beberapa contoh yang sering ditemui:
- QS. Al-Baqarah: 2
Lafal “يُؤْمِنُونَ” memiliki mad yang seharusnya dibaca panjang, namun sering dipendekkan hanya satu atau dua harakat. - QS. Al-Mulk: 3
Mad muttashil dibaca kurang dari empat harakat, sehingga bacaan terasa terputus dan kurang mengalir.
Kesalahan dalam membaca alquran ini termasuk lahn khafi (kesalahan tersembunyi). Meskipun tidak mengubah makna ayat, bacaan menjadi kurang indah dan tidak sesuai dengan tuntunan tartil.
Baca Juga: Hukum Menerapkan Ilmu Tajwid Dalam Membaca Alquran Adalah?
3. Kelalaian Ghunnah

Ghunnah adalah dengung yang keluar dari hidung selama dua harakat, biasanya terdapat pada bacaan nun atau mim bertasydid, serta pada hukum idgham dan ikhfa. Sayangnya, ghunnah sering diabaikan atau dipendekkan.
Contoh kesalahan yang sering terjadi:
- QS. An-Nas: 1
Lafal “مِنْ نَاسٍ” dibaca tanpa ghunnah, sehingga bacaan terdengar kering dan kurang hidup. - QS. Al-Baqarah: 8
Lafal “مِنَ النَّاسِ” dibaca dengan ghunnah yang terlalu singkat, padahal seharusnya jelas dan stabil.
Kelalaian ghunnah tergolong lahn khafi atau kesalahan yang tidak langsung terlihat. Meski tidak mengubah makna ayat, jika dilakukan berulang kali, bacaan Alquran akan terasa kurang indah dan kehilangan ruh tilawah.
Kebiasaan ini juga bertentangan dengan prinsip tartil yang menuntut bacaan dilakukan dengan tenang, tepat, dan sesuai kaidah tajwid.
4. Kesalahan Waqf, Berhenti Tidak pada Tempatnya

Kesalahan waqf terjadi ketika pembaca berhenti atau melanjutkan bacaan tanpa memperhatikan tanda waqf dan makna ayat. Padahal, waqf dan ibtida’ sangat berpengaruh terhadap pemahaman ayat.
Beberapa contoh kesalahan waqf antara lain:
- QS. Al-Baqarah: 286
Berhenti setelah lafaz “إِنْ نَسِينَا”, padahal seharusnya berhenti di akhir ayat. Hal ini mengubah nada dan konteks permohonan kepada Allah. - QS. Al-Ikhlas: 1
Berhenti tanpa memerhatikan kelanjutan makna, sehingga pesan tauhid dalam ayat tidak tersampaikan secara utuh.
Kesalahan waqf bisa dihukumi makruh, bahkan haram jika sampai mengubah makna ayat, karena bertentangan dengan ilmu qira’at dan prinsip tartil.
Dengan memahami keempat kesalahan ini, diharapkan pembaca dapat lebih berhati-hati dan terus memperbaiki bacaan. Kesalahan dalam membaca Alquran bukan untuk ditakuti, tetapi untuk disadari dan diperbaiki agar tilawah kita semakin benar, indah, dan bernilai ibadah.
Cara Memperbaiki Kesalahan dalam Membaca Alquran
Memperbaiki kesalahan dalam membaca Alquran membutuhkan latihan yang konsisten, bimbingan guru tajwid, serta komitmen membaca dengan tartil.
Salah satu langkah awal yang efektif adalah mengenali kesalahan sendiri, misalnya dengan merekam bacaan lalu membandingkannya dengan bacaan qari’ yang benar. Selain itu, memahami dan menghafal hukum tajwid menjadi bekal penting agar bacaan semakin tepat.
Semua upaya ini sejalan dengan perintah Allah SWT dalam QS. Al-Muzzammil ayat 4 yang menegaskan pentingnya membaca Alquran dengan tartil.
Para ulama juga menekankan bahwa mempelajari ilmu qira’at merupakan bagian dari upaya menyempurnakan ibadah tilawah.
- Memperbaiki Lahn Jali
Fokus pada ketepatan pengucapan huruf dan harakat agar tidak terjadi perubahan makna. Biasakan mengulang contoh bacaan yang sering salah, seperti lafaz “an‘amta” pada QS. Al-Fatihah ayat 7, hingga terbaca dengan benar. Mengikuti kelas tajwid atau menggunakan aplikasi pembelajaran Alquran juga sangat membantu untuk mendapatkan koreksi langsung.
- Mengatasi Ketidakkonsistenan Mad
Latih durasi bacaan mad dengan membaca secara perlahan dan terukur. Hitung harakat saat membaca mad thabi’i maupun mad muttashil agar panjang bacaan sesuai ketentuan. Membiasakan diri mendengarkan dan menirukan bacaan qari’ juga dapat membantu menjaga konsistensi irama.
- Memperbaiki Kelalaian Ghunnah
Perhatikan dengung hidung selama dua harakat pada bacaan nun dan mim sesuai hukum tajwid. Latihan sederhana dengan mengulang bacaan seperti “min nās” dapat membantu menstabilkan ghunnah agar terdengar jelas dan alami.
- Menghindari Kesalahan Waqf
Pelajari tanda-tanda waqf dalam mushaf agar tahu kapan harus berhenti dan melanjutkan bacaan. Biasakan membaca dengan memperhatikan makna ayat, sehingga waqf dan ibtida’ tidak mengubah konteks maupun pesan yang disampaikan.
Dengan latihan rutin dan pendampingan yang tepat, kesalahan saat membaca Alquran dapat diperbaiki secara bertahap. Bacaan pun menjadi lebih tartil, indah, dan sesuai tuntunan, sehingga tilawah benar-benar bernilai ibadah.
Baca Juga: Jangan Lakukan 5 Hal Ini Ketika Membaca Alquran! Ini Uraiannya
Menanamkan Cinta Alquran Sejak Usia Dini
Mencegah kesalahan dalam membaca Alquran idealnya dimulai sejak anak-anak. Pendidikan Alquran yang benar sejak dini akan membentuk kebiasaan tilawah yang baik hingga dewasa. Inilah mengapa memilih sekolah dasar yang tepat menjadi langkah penting bagi orang tua.
SD OSB School hadir sebagai sekolah Islam yang mengintegrasikan pendidikan Quranic, leadership, dan entrepreneurship dalam proses pembelajarannya.
Anak-anak tidak hanya diajarkan membaca Alquran dengan tajwid yang benar, tetapi juga dibentuk menjadi pribadi berakhlak, percaya diri, dan siap menghadapi masa depan.
Jika Ayah dan Bunda berharap putra-putrinya tumbuh dengan kecintaan yang kuat terhadap Alquran sejak usia dini, sekarang adalah waktu yang tepat untuk memilih pendidikan terbaik bagi mereka di SD OSB School.
Menanamkan nilai Alquran sejak awal bukan hanya membekali anak dengan ilmu, tetapi juga membangun karakter dan arah hidupnya. Karena masa depan yang baik selalu berawal dari keputusan pendidikan yang tepat hari ini.
Yuk daftarkan putra-putri ayah dan bunda ke SD OSB School sekarang juga!
