
Kadang kita mungkin bertanya dalam hati, sebenarnya apa tujuan thaharah sebelum membaca Alquran? Mengapa setiap kali hendak menyentuh mushaf, kita perlu memastikan diri dalam keadaan suci?
Kalau dilihat sekilas, prosesnya memang tampak sederhana. Berwudhu, lalu duduk dan mulai membaca. Namun jika dipahami lebih dalam, thaharah bukan hanya soal air yang membasahi wajah dan tangan. Ada makna kesiapan di dalamnya. Kesiapan fisik sekaligus kesiapan hati sebelum berinteraksi dengan firman Allah SWT.
Supaya lebih jelas dan terasa dekat dengan keseharian kita, mari kita bahas perlahan dengan sudut pandang yang lebih membumi dan mudah dipahami.
Apa Itu Thaharah?
Secara bahasa, thaharah berasal dari kata Arab طَهَارَة yang berarti bersih atau suci. Bukan hanya bersih secara fisik, tetapi juga bersih secara hati dan jiwa.
Dalam istilah fikih, thaharah adalah upaya menghilangkan hadats dan najis agar ibadah menjadi sah. Hadats kecil seperti buang angin atau tidur nyenyak dihilangkan dengan wudhu. Hadats besar seperti junub dihilangkan dengan mandi wajib. Jika tidak ada air, Islam memberi keringanan melalui tayamum.
Para ulama bahkan menjelaskan bahwa kesucian punya tingkatan. Ada kesucian fisik, kesucian perilaku, kesucian hati, hingga kesucian jiwa. Artinya, thaharah bukan cuma soal air yang membasahi kulit, tapi juga tentang hati yang sedang dipersiapkan untuk menghadap Allah.
Dalil Thaharah Sebelum Membaca Alquran
Pertanyaan apa tujuan thaharah sebelum membaca alquran tidak bisa dilepaskan dari dalil Al-Qur’an dan hadis. Seperti yang tertulis dalam QS. Al-waqi’ah ayat 77-80 berikut.
إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ
فِي كِتَابٍ مَكْنُونٍ
لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ
تَنْزِيلٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ
“Sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuz), tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan, diturunkan dari Tuhan seluruh alam.”
Ayat ini menjadi rujukan utama dalam pembahasan thaharah sebelum menyentuh mushaf. Secara konteks, ayat tersebut menjelaskan kemuliaan Al-Qur’an di Lauh Mahfuz yang hanya disentuh oleh makhluk yang suci, yaitu malaikat.
Mayoritas ulama kemudian mengistinbath (mengambil kesimpulan hukum) bahwa mushaf Al-Qur’an di dunia pun tidak boleh disentuh oleh orang yang berhadats. Karena itu, wudhu menjadi syarat ketika ingin memegang mushaf secara langsung.
Walaupun ada perbedaan pendapat di kalangan ulama, jumhur (mayoritas) berpegang pada ayat ini sebagai dalil kuat tentang kewajiban menjaga kesucian sebelum menyentuh Al-Qur’an.
Lalu, Apa Tujuan Thaharah Sebelum Membaca Alquran?
Berikut lima tujuan utama yang bisa membantu kita memahami apa tujuan thaharah sebelum membaca alquran secara lebih utuh, lengkap dengan dalil dan penjelasan para ulama.
1. Agar Tilawah Sah Secara Syar’i

Tujuan pertama yang paling mendasar adalah agar ibadah membaca Al-Qur’an, khususnya saat menyentuh mushaf, sah menurut syariat.
Dalil yang sering dijadikan rujukan adalah QS. Al-Waqi’ah ayat 79:
لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ
“Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.”
Mayoritas ulama memahami ayat ini sebagai isyarat bahwa mushaf tidak boleh disentuh oleh orang yang sedang berhadats. Dalam mazhab Syafi’i, dijelaskan bahwa hadats menjadi penghalang untuk memegang mushaf. Karena itu, wudhu menjadi syarat untuk menghilangkan penghalang tersebut.
Jadi, ketika kita bertanya apa tujuan thaharah sebelum membaca alquran, salah satu jawabannya adalah agar aktivitas tilawah tidak sekadar membaca, tetapi juga sah dan sesuai tuntunan agama.
2. Bentuk Penghormatan terhadap Kalam Allah

Selain aspek hukum, ada dimensi adab yang tidak kalah penting. Bersuci sebelum membaca Al-Qur’an adalah bentuk penghormatan kepada firman Allah.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak boleh menyentuh Al-Qur’an kecuali orang yang suci.” (HR. Muslim)
Para ulama menjelaskan bahwa kesucian adalah bentuk pengagungan terhadap wahyu. Jika mushaf di langit hanya disentuh oleh malaikat yang suci, maka mushaf di dunia pun pantas diperlakukan dengan penuh kehormatan.
Dari sini, kita bisa melihat bahwa apa tujuan thaharah sebelum membaca alquran bukan hanya soal aturan, tetapi juga soal sikap hati. Kita sedang berinteraksi dengan kitab suci, bukan bacaan biasa.
3. Menjaga Kesucian Lahir dan Batin

Thaharah menghilangkan hadats dan najis secara fisik, tetapi juga membawa efek spiritual. Air wudhu tidak hanya membersihkan anggota tubuh, tetapi juga menggugurkan dosa-dosa kecil.
Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 222:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.”
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Kesucian adalah separuh dari iman.” (HR. Muslim)
Ayat dan hadis ini menegaskan bahwa kebersihan bukan hanya urusan fisik, tetapi bagian dari keimanan. Maka ketika kita memahami apa tujuan thaharah sebelum membaca alquran, kita akan sadar bahwa tujuannya juga untuk membersihkan hati agar lebih siap menerima petunjuk Allah.
Baca Juga: Apa Hukum Membaca Alquran di HP Tanpa Wudhu? Ini Uraiannya
4. Menghadirkan Kekhusyukan dan Fokus

Pernah merasa lebih tenang setelah berwudhu? Itu bukan sekadar perasaan biasa. Proses membasuh wajah, tangan, dan kaki dengan niat ibadah menghadirkan jeda dari kesibukan dunia.
Thaharah membantu menghadirkan suasana batin yang lebih khusyuk saat membaca Al-Qur’an. Pikiran menjadi lebih jernih, hati lebih siap untuk mentadabburi ayat demi ayat.
Dalam konteks ini, apa tujuan thaharah sebelum membaca alquran juga berkaitan dengan kualitas tilawah. Bukan hanya lancar di lisan, tetapi juga hadir dalam hati.
5. Mengharap Ridha dan Keberkahan

Tujuan terakhir yang tak kalah penting adalah meraih ridha Allah dan keberkahan dalam ibadah.
Rasulullah SAW bersabda:
“Allah tidak menerima shalat seseorang yang berhadats hingga ia berwudhu.”
(HR. Abu Dawud)
Walaupun hadis ini berbicara tentang shalat, para ulama menjadikannya dasar bahwa kesucian adalah kunci diterimanya ibadah. Prinsip ini kemudian dipahami juga dalam konteks tilawah.
Dengan bersuci, kita menunjukkan kesungguhan dalam beribadah. Harapannya, bacaan Al-Qur’an yang kita lantunkan tidak hanya bernilai pahala, tetapi juga menjadi cahaya dan syafaat di akhirat.
Bentuk Thaharah Sebelum Membaca Alquran
Agar makin jelas, berikut bentuk thaharah yang perlu diperhatikan:
1. Wudhu
Wudhu dilakukan untuk menghilangkan hadats kecil. Rukunnya meliputi:
- Niat dalam hati
- Membasuh wajah
- Membasuh kedua tangan hingga siku
- Mengusap sebagian kepala
- Membasuh kedua kaki hingga mata kaki
- Tertib sesuai urutan
Pastikan tidak ada najis di tubuh, pakaian, maupun tempat.
2. Mandi Wajib
Jika dalam keadaan junub, maka wajib mandi besar sebelum menyentuh mushaf. Mandi wajib dilakukan dengan niat dan membasuh seluruh tubuh hingga merata.
3. Tayamum
Jika tidak ada air atau tidak memungkinkan menggunakan air, tayamum menjadi solusi. Islam memberi kemudahan tanpa menghilangkan nilai kesucian.
Baca Juga: Hukum Membaca Alquran Tanpa Wudhu Menurut Ulama
Menanamkan Kebiasaan Thaharah Sejak Dini
Memahami apa tujuan thaharah sebelum membaca alquran penting bukan hanya untuk orang dewasa, tetapi juga untuk anak-anak. Kebiasaan bersuci sebelum tilawah bisa membentuk karakter disiplin, cinta kebersihan, dan rasa hormat pada Al-Qur’an.
Karena itu, memilih lingkungan pendidikan yang menanamkan nilai Qur’ani sejak dini menjadi langkah yang sangat penting.
Ayah dan Bunda, jika ingin putra-putri tumbuh dengan kecintaan pada Al-Qur’an sekaligus memiliki jiwa kepemimpinan dan semangat kewirausahaan, SD OSB School bisa menjadi pilihan terbaik. Sekolah dasar Islam ini menghadirkan pendidikan berbasis Qur’anic, leadership, dan entrepreneurship dalam suasana belajar yang hangat dan menyenangkan.
Yuk, daftarkan buah hati ke SD OSB School dan jadikan mereka generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak Qur’ani.
