
Di era serba digital seperti sekarang, membaca Alquran tidak lagi selalu lewat mushaf cetak. Cukup buka HP, aplikasi Al-Qur’an sudah siap menemani tilawah di mana pun. Bisa di perjalanan, saat menunggu antrian, atau sebelum tidur. Nah, muncul pertanyaan yang sering bikin ragu. Apa hukum membaca Alquran di HP tanpa wudhu? Bolehkah, atau justru tidak diperbolehkan?
Di artikel ini kita akan sama-sama belajar tentang perbedaan antara mushaf fisik dan alquran digital, serta bagaimana pandangan para ulama dan mazhab besar menghukumi membaca alquran melalui perangkat digital tanpa berwudhu. Yuk, kita bahas satu per satu.
Mushaf Fisik vs Alquran Digital, Apa Bedanya?
Sebelum mempelajari lebih jauh mengenai apa hukum membaca alquran lewat HP, pertama, kita perlu menyamakan persepsi dulu. Dalam fikih, mushaf fisik adalah kitab cetak yang berisi ayat-ayat Alquran dalam bentuk tulisan tetap di atas kertas. Karena ayatnya dapat disentuh secara langsung, maka ada aturan khusus terkait kesucian saat memegangnya.
Sementara itu, Alquran digital adalah ayat-ayat yang tampil di layar perangkat seperti HP, tablet, atau komputer. Tulisan ayat ini tidak selalu ada secara permanen, ia baru muncul saat aplikasi dibuka, dan bisa hilang saat layar dimatikan atau aplikasinya ditutup. Maka, sentuhan kita sebenarnya mengenai layar, bukan lembaran mushaf. Di sinilah letak perbedaan hukumnya.
Dalil Umum Tentang Menyentuh Mushaf
Untuk hukum membaca alquran melalui mushaf fisik, mayoritas ulama berdalil dengan firman Allah dalam Surah Al-Waqi’ah ayat 79:
“Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.”
Ayat ini dipahami sebagai dasar bahwa mushaf fisik tidak boleh disentuh kecuali dalam keadaan suci (berwudhu). Karena itu, apa hukum membaca Alquran di mushaf cetak tanpa wudhu? Jika sampai menyentuh mushafnya, maka tidak diperbolehkan menurut jumhur ulama. Namun, yang jadi pertanyaan lanjutan, apakah dalil ini juga berlaku untuk mushaf digital di HP?
Lalu, Apa Hukum Membaca Alquran di HP Tanpa Wudhu?
Mayoritas ulama kontemporer membedakan status mushaf fisik dan mushaf digital. Dengan alasan, jika pada HP, tidak ada sentuhan langsung pada huruf atau kertas yang berisi ayat. Yang kita sentuh hanyalah layar kaca.
Karena itu, banyak ulama berpendapat bahwa membaca Al-Qur’an lewat HP tanpa wudhu diperbolehkan. Bahkan, wanita haid atau orang yang belum berwudhu tetap boleh membaca Al-Qur’an dari perangkat digital. Ini tentu menjadi kemudahan di zaman modern, terutama bagi yang sedang dalam perjalanan atau di kondisi terbatas air.
Meski begitu, satu hal penting perlu menjadi catatan dalam memahami apa hukum membaca alquran di hp tanpa wudhu adalah wudhu tetap dianjurkan sebagai adab dan bentuk penghormatan kepada Kalamullah, baik membaca dari mushaf fisik maupun digital.
Pendapat Para Ulama dan Mazhab
Agar lebih jelas memahami apa hukum membaca alquran di perangkat digital tanpa wudhu, berikut ringkasannya menurut mazhab-mazhab besar.
1. Mazhab Hanafi

Dalam pandangan mazhab Hanafi, apa hukum membaca alquran digital sebenarnya tidak bisa disamakan sepenuhnya dengan mushaf cetak. Sebab, huruf-huruf ayat baru terlihat saat layar dinyalakan dan bisa langsung hilang ketika perangkat dimatikan. Meski begitu, ketika aplikasi Alquran sedang terbuka, isinya tetaplah Kalamullah.
Karena alasan itulah, ulama Hanafi menganjurkan agar seseorang tetap dalam keadaan suci saat membacanya, walaupun tidak ada dalil khusus di masa Nabi tentang mushaf digital. Intinya, mereka mengajak umat untuk lebih berhati-hati dan menjaga adab terhadap Alquran, meskipun medianya sudah berbentuk elektronik.
2. Mazhab Maliki

Mazhab Maliki membedakan dengan jelas antara mushaf cetak dan Alquran versi digital. Untuk mushaf fisik, seseorang tetap diwajibkan berwudhu sebelum menyentuhnya.
Sementara itu, membaca Alquran lewat HP atau perangkat digital diperbolehkan meski tanpa wudhu, karena yang disentuh bukanlah lembaran mushaf secara langsung. Meski hukumnya lebih longgar, tetap ada anjuran untuk menjaga kesucian diri sebagai bentuk adab saat berinteraksi dengan ayat-ayat Alquran.
Baca Juga: Kenapa Adab Membaca Alquran Adalah yang Wajib Diperhatikan?
3. Mazhab Syafi’i

Dalam mazhab Syafi’i, mushaf dipahami sebagai Alquran dalam bentuk kitab cetak yang nyata dan bisa disentuh langsung. Karena itu, ada aturan bahwa mushaf fisik harus dipegang dalam keadaan suci, sesuai dengan perintah menjaga kesucian saat menyentuh Al-Qur’an.
Namun untuk Alquran versi digital, kebanyakan ulama Syafi’i menilainya tidak termasuk mushaf dalam pengertian fiqih. Maka, apa hukum membaca alquran atau dan memegangnya di HP tanpa wudhu diperbolehkan. Walau begitu, tetap disarankan menjaga adab dan rasa hormat saat membacanya, meskipun lewat layar.
4. Mazhab Hambali

Mazhab Hambali juga satu pandangan dengan Hanafi dan Maliki bahwa Alquran versi digital tidak termasuk mushaf fisik. Karena itu, membaca atau memegang Alquran di HP tidak diwajibkan dalam kondisi berwudhu.
Berbeda halnya jika menyentuh mushaf cetak, wudhu tetap menjadi syarat utama. Meski hukum pada mushaf digital lebih longgar, Alquran tetap diposisikan sebagai kalam Allah, sehingga adab dan sikap hormat saat membacanya tetap perlu dijaga.
Kesimpulan Membaca Alquran di HP tanpa Wudhu
Jika dapat kita simpulkan mengenai hukum membaca alquran melalui handphone dan tidak berwudhu terlebih dulu, para ulama empat madzhab bersepakat bahwa:
- Jika berbentuk mushaf fisik, maka wajib dalam keadaan suci saat menyentuhnya.
- Apabila berbentuk mushaf digital tidak diperlakukan seperti mushaf fisik.
- Membaca Alquran di HP tanpa wudhu diperbolehkan.
- Wudhu tetap sangat dianjurkan sebagai bentuk penghormatan.
- Adab membaca Alquran harus tetap dijaga, apa pun medianya.
Jadi, jika kamu masih bertanya-tanya apa hukum membaca Alquran di HP tanpa wudhu, jawabannya, boleh. Tapi, kalau bisa berwudhu terlebih dahulu, tentu lebih utama dan lebih berpahala.
Baca Juga: Hukum Membaca Alquran Tanpa Wudhu Menurut Ulama
Bijak Mengambil Kemudahan, Tetap Menjaga Adab
Islam adalah agama yang memudahkan, bukan mempersulit. Kehadiran mushaf digital menjadi wasilah (perantara) yang sangat membantu umat Islam untuk lebih dekat dengan Alquran. Di sisi lain, kemudahan ini jangan sampai membuat kita kehilangan adab.
Membaca Alquran tetap dianjurkan dalam kondisi suci, berpakaian sopan, dan menjaga sikap hormat. Sebab, meski ayatnya tampil di layar, hakikatnya tetap Kalamullah yang mulia.
Tanamkan Cinta Alquran Sejak Dini Bersama SD OSB School
Kebiasaan menghormati Alquran dan mencintai kalam Allah, tidak datang dalam semalam. Ia tumbuh dari pendidikan sejak kecil. Karena itulah, penting memilih sekolah yang bukan hanya fokus dalam akademik, tetapi juga yang dapat membentuk karakter.
Maka, SD OSB School menjadi jawaban bagi parents untuk menyelaraskan antara pengetahuan umum dan pendidikan karakter qurani.
SD OSB School sebagai sekolah Islam berbasis Qur’anic, Leadership, dan Entrepreneurship, mengajarkan anak-anak belajar membaca Alquran lewat program tahsin dan tahfidz, serta dibina menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, dan berjiwa pemimpin melalui pelatihan kepemimpinan serta proyek kewirausahaan sejak dini.
Yuk, wujudkan harapan ayah dan bunda, memiliki anak yang dekat dengan Alquran, berkarakter alquran dan berjiwa entrepreneurship bersama SD OSB School!
