
Al-Quran adalah wahyu paling agung yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai mukjizat yang berlaku sepanjang masa.
Berbeda dengan mukjizat para nabi terdahulu yang sifatnya terbatas pada waktu dan peristiwa tertentu, Al-Quran hadir sebagai bukti kebenaran risalah yang terus hidup, terjaga, dan relevan hingga akhir zaman.
Sebagai mukjizat yang abadi dan bersifat universal, Al-Quran tidak terikat ruang dan waktu. Keindahan bahasanya menakjubkan, maknanya begitu dalam, dan ajarannya mencakup seluruh aspek kehidupan manusia.
Ia menjadi penyempurna kitab-kitab sebelumnya serta berfungsi sebagai penjaga dan pembenar atas wahyu terdahulu.
Menariknya, keutamaan tersebut bukan hanya untuk para hafiz atau ulama. Tapi, untuk semua orang yang dalam hidupnya memuliakan al quran.
Dalam artikel ini, kita akan membahas kumpulan hadits keutamaan al quran lengkap dengan teks Arab, latin, terjemah, serta penjelasan para ulama. Yuk, kita simak satu per satu.
Hadits Keutamaan Al quran Sebagai Penolong Dunia Akhirat
Berikut beberapa kumpulan hadits pilihan yang menjelaskan tentang keutamaan kitab suci umat islam, yakni Alquran.
1. Al-Quran Lebih Utama dari Zikir Lain

Salah satu hadits keutamaan al quran yang sangat dalam maknanya adalah riwayat dari Imam Tirmidzi dan Baihaqi.
Arab:
قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مَنْ شُغِلَهُ الْقُرْآنُ وَذِكْرِي عَنْ مَسْأَلَتِي أَعْطَيْتُهُ أَفْضَلَ مَا أُعْطِي السَّائِلِينَ
Latin:
Qaalanallahu ‘azza wa jalla: Man syughilahul qur’aanu wa dzikrii ‘an mas’alatii a’taituuhu afdhalal maa u’tis saailiin.
Terjemah:
Allah berfirman, “Barangsiapa yang disibukkan Al-Quran dan dzikir kepada-Ku dari meminta kepada-Ku, maka Aku beri dia yang lebih utama dari apa yang Aku beri kepada orang-orang yang meminta.”
Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’. Para ulama menjelaskan bahwa membaca dan mentadabburi Al-Quran memiliki nilai ibadah yang sangat tinggi, bahkan bisa menggantikan doa dalam arti Allah sudah mengetahui kebutuhan hamba-Nya.
Artinya, ketika seseorang fokus dengan Al-Quran, Allah memberikan anugerah tanpa perlu banyak permintaan. Inilah salah satu hadits keutamaan al quran yang menunjukkan betapa istimewanya tilawah dibanding ibadah lainnya.
2. Membaca 100 Ayat di Malam Hari

Hadits berikutnya memberi kabar gembira bagi siapa saja yang rutin membaca Al-Quran di malam hari.
Arab:
مَنْ قَرَأَ مِائَةَ آيَةٍ فِي لَيْلَةٍ كُتِبَ لَهُ قَائِمٌ لَيْلَتَهُ ذَلِكَ
Latin:
Man qara’a mi’ata aayatin fii lailatin kutiba lahu qaa’imun lailatahu dzalika.
Terjemah:
“Siapa membaca seratus ayat dalam satu malam, maka dicatat baginya ketaatan malam itu.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Imam Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa pahala yang dimaksud seperti pahala qiyamul lail. Meski tidak berdiri lama dalam shalat, membaca 100 ayat dengan sungguh-sungguh sudah menjadi bentuk ibadah malam yang agung.
Melalui hadits keutamaan al quran tersebut, kita diingatkan bahwa yang paling bernilai bukanlah seberapa banyak yang dibaca dalam satu waktu, melainkan seberapa konsisten kita menjaganya. Perlahan tapi istiqamah, dampaknya jauh lebih kuat dan terasa dalam kehidupan.
3. Mahir Membaca Bersama Malaikat

Hadits ini sangat populer dan menjadi penyemangat bagi pemula maupun yang sudah lancar.
Arab:
الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ الْمَلَائِكَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ
Latin:
Al maahiru bil qur’aani ma’al malaa’ikati al kiraamil bararah, walladzi yaqra’ul qur’aana wa yatata’ta’u fiihi wa huwa ‘alaihi syaaqqun lahu ajraan.
Terjemah:
“Orang yang mahir membaca Al-Quran bersama malaikat yang mulia. Sedangkan yang membaca Al-Quran dengan terbata-bata dan merasa berat, baginya dua pahala.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj. Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menegaskan bahwa pahala ganda diberikan karena adanya usaha dan kesungguhan.
Ini adalah hadits keutamaan al quran yang sangat relevan untuk siapa saja yang merasa belum lancar. Jadi, tidak perlu minder. Justru proses belajar itulah yang membuat pahala semakin besar.
Baca Juga: 5 Hadits Tentang Keutamaan Membaca Alquran, Menggugah Jiwa
4. Syafaat Puasa dan Al-Quran

Hadits berikutnya mengingatkan kita pada kehidupan akhirat.
Arab:
الصِّيَامُ وَالْقُرْآنَ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Latin:
Shiyaamu wal qur’aanu yasyfa’aani lil ‘abdi yaumal qiyaamati.
Terjemah:
“Puasa dan Al-Quran memberi syafaat kepada hamba pada hari kiamat.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Ibnu Umar. Syaikh Utsaimin dalam Syarh Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa tilawah yang dilakukan dengan ikhlas, khususnya di malam hari, akan menjadi pembela di akhirat.
Dalam hal ini, hadits keutamaan al quran tidak hanya menyinggung balasan di dunia semata, tetapi juga jaminan pertolongan di akhirat. Al-Quran bukan sekadar dibaca lalu selesai, melainkan akan hadir sebagai pembela bagi siapa saja yang dekat dengannya.
5. Tidak Ada Nikmat yang Lebih Baik

Arab:
مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ فَظَنَّ أَنَّ أَحَدًا أُعْطِيَ أَفْضَلَ مِمَّا أُعْطِيَ فَقَدْ حَقَّرَ مَا عَظَّمَ اللَّهُ
Latin:
Man qara’al qur’aana fa zhanna anna ahadan u’tiya afdhalam mimmaa u’tiya faqad haqqara maa ‘azzamallahu.
Terjemah:
“Siapa membaca Al-Quran lalu mengira ada yang diberi lebih baik darinya, maka ia telah meremehkan apa yang diagungkan Allah.”
Riwayat ini disebutkan oleh Imam Baihaqi. Syaikh Abdurrahman As-Sa’di menjelaskan bahwa Al-Quran adalah nikmat terbesar di dunia. Ia menjadi cahaya, petunjuk, sekaligus kemuliaan.
Melalui hadits keutamaan al quran ini, kita diingatkan agar tidak silau dengan dunia. Sebab, siapa yang memiliki Al-Quran dalam hatinya, ia telah memiliki sesuatu yang tak ternilai.
6. Al-Quran Mengangkat Derajat

Hadits terakhir sangat tegas menjelaskan dampak Al-Quran dalam kehidupan manusia.
Arab:
إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ
Latin:
Innal laha yarfa‘u bi haadzal kitaabi aqwaman wa yadha‘u bihi aakhariin.
Terjemah:
“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat sebagian kaum dengan kitab ini (Al-Quran) dan merendahkan kaum lainnya dengannya.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim ibn al-Hajjaj dari Umar bin Khattab. Syaikh Utsaimin menjelaskan bahwa kemuliaan seseorang bukan ditentukan oleh harta atau jabatan, melainkan kedekatannya dengan Al-Quran.
Bagian ini menjadi penegas dari rangkaian hadits keutamaan alquran yang telah dibahas. Bahwa siapapun yang menjaga, mempelajari, dan mengamalkan Al-Quran akan Allah angkat kedudukannya.
Sebaliknya, ketika seseorang menjauh dan tidak memberi tempat bagi Al-Quran dalam hidupnya, perlahan ia sendiri yang merugi dan kehilangan kemuliaan itu.
Baca Juga: Lengkap! Hadits Pahala Membaca Alquran, Arab, Arti & Uraiannya
Memuliakan Al quran Sejak Dini
Dari berbagai hadits keutamaan al quran di atas, kita bisa menarik satu benang merah bahwa Al-Quran bukan sekadar bacaan, melainkan sumber kemuliaan, syafaat, dan mampu mengangkat derajat orang yang membacanya. Maka, mendekat kepada Al-Quran bukan pilihan, melainkan kebutuhan utama.
Karena itu, menanamkan cinta Al-Quran sejak dini adalah investasi terbaik bagi masa depan anak-anak kita.
Ayah dan Bunda tentu ingin melihat putra-putri tumbuh tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bagus akhlaknya, dekat dengan Al-Quran, percaya diri dalam memimpin, dan berani berinovasi. Untuk itu, memilih lingkungan pendidikan yang tepat menjadi langkah penting sejak dini.
SD OSB School hadir sebagai sekolah dasar Islam yang mengintegrasikan nilai Quranic, leadership, dan entrepreneurship dalam keseharian belajar anak.
Dengan pendekatan yang menyeluruh, anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga dibimbing membangun karakter, kemandirian, dan jiwa kepemimpinan sejak bangku sekolah dasar.
Jadi, mari daftarkan buah hati tercinta dan jadikan Al-Quran sebagai fondasi hidup mereka sejak sekarang bersama SD OSB School!
