Membaca Alquran dengan Nada Disebut Apa dalam Islam?

membaca alquran dengan nada disebut

Banyak orang pernah mendengar lantunan Alquran yang dibaca dengan suara merdu dan penuh penghayatan. Lantunan seperti ini sering kita jumpai dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), saat imam membaca Alquran di masjid, maupun melalui rekaman para qari terkenal.

Dari sini, muncul pertanyaan yang cukup sering ditanyakan: membaca Alquran dengan nada disebut apa dalam Islam?

Jawabannya adalah tilawah dengan nagham atau An-Nagham fil Qur’an, yakni seni melantunkan ayat-ayat Alquran menggunakan irama tertentu sehingga terdengar lebih merdu, namun tetap sesuai dengan kaidah tajwid. 

Namun, apakah membaca Alquran dengan nada memang diperbolehkan? Apa saja jenis-jenis nadanya? Dan bagaimana cara mempelajarinya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa yang Dimaksud dengan Membaca Alquran dengan Nada?

Secara sederhana, membaca Alquran dengan nada adalah membaca ayat-ayat Alquran menggunakan irama tertentu sehingga terdengar lebih merdu dan enak didengar.

Dalam ilmu tilawah, seni ini dikenal sebagai An-Nagham fil Qur’an, yaitu teknik memperindah suara ketika membaca Alquran. Sementara itu, istilah tilawah merujuk pada membaca Alquran dengan pelafalan yang jelas, tartil, serta dibawakan dengan suara yang indah.

Dengan demikian, jika ada yang bertanya membaca Alquran dengan nada disebut apa, jawabannya adalah tilawah dengan nagham. 

Istilah yang Berkaitan dengan Membaca Alquran dengan Nada

Agar tidak keliru, berikut beberapa istilah yang sering digunakan dalam dunia tilawah Alquran.

1. Tilawah

membaca alquran dengan nada disebut

Tilawah adalah aktivitas membaca Alquran dengan pelafalan yang jelas, suara yang indah, serta tetap mengikuti kaidah bacaan yang benar.

Dalam praktiknya, tilawah sering menggunakan irama atau nada tertentu agar bacaan terdengar lebih merdu dan menyentuh hati.

Karena itu, ketika seseorang bertanya membaca Alquran dengan nada disebut apa, istilah tilawah sering menjadi salah satu jawaban yang paling umum digunakan.

2. An-Nagham fil Qur’an

membaca alquran dengan nada disebut

An-Nagham fil Qur’an merupakan seni memperindah bacaan Alquran dengan menggunakan maqam atau nada tertentu.

Melalui nagham, seorang qari dapat melantunkan ayat-ayat Alquran dengan lebih indah tanpa mengabaikan aturan tajwid. Karena itulah, membaca Alquran dengan nada juga dikenal sebagai tilawah dengan nagham atau An-Nagham fil Qur’an. 

Baca Juga: Inilah Berbagai Metode Membaca Alquran Agar Lancar & Tartil

3. Tadarus

membaca alquran dengan nada disebut

Tadarus adalah kegiatan membaca Alquran secara bersama-sama yang dilakukan dengan saling menyimak, memperbaiki, dan mengoreksi bacaan satu sama lain.

Berbeda dengan konsep membaca Alquran dengan nada disebut tilawah nagham, tadarus lebih menekankan pada proses belajar dan memperbaiki kualitas bacaan.

Aktivitas ini sering dilakukan di masjid, pesantren, maupun lingkungan keluarga untuk meningkatkan kemampuan membaca Alquran. 

4. Murottal

membaca alquran dengan nada disebut

Murottal adalah rekaman bacaan Alquran yang dilantunkan oleh seorang qari dengan tajwid yang benar dan suara yang merdu.

Banyak orang menggunakan murottal sebagai sarana belajar karena dapat membantu memahami cara pelafalan yang tepat sekaligus mengenal berbagai irama dalam tilawah.

Dari murottal inilah banyak pemula mulai mengenal bahwa membaca Alquran dengan nada disebut sebagai bagian dari seni tilawah yang tetap berlandaskan tajwid.

Apakah Membaca Alquran dengan Nada Diperbolehkan?

Jawabannya adalah boleh bahkan dianjurkan (sunnah).

Namun, ada beberapa syarat yang harus diperhatikan agar tidak keluar dari adab membaca Alquran.

  • Tetap Mengutamakan Tajwid

Tajwid adalah fondasi utama dalam membaca Alquran. Keindahan nada tidak boleh membuat seseorang mengubah makhraj huruf, panjang pendek bacaan, atau hukum tajwid lainnya.

  • Tidak Menambah atau Mengurangi Huruf

Para ulama menegaskan bahwa melagukan Alquran tidak diperbolehkan jika sampai mengubah bacaan, seperti menambah, mengurangi, atau mengganti huruf yang dapat mengubah makna ayat. 

  • Tidak Meniru Gaya Penyanyi

Nada dalam tilawah berbeda dengan lagu atau musik. Seorang Muslim tidak dianjurkan membaca Alquran dengan gaya yang menyerupai nyanyian para penyanyi.

Karena itu, ketika membahas membaca Alquran dengan nada disebut tilawah dengan nagham, yang dimaksud adalah irama yang lahir dari kaidah tajwid, tahsin, dan tartil, bukan dari lagu-lagu populer.

Baca Juga: Inilah Pengertian Membaca Alquran dengan Tartil & Tujuannya

Tujuh Nada atau Maqam dalam Tilawah Alquran

Dalam praktiknya, terdapat tujuh maqam atau nada yang paling umum dipelajari oleh para qari. Setiap maqam memiliki karakter dan nuansa yang berbeda sehingga dapat memperindah bacaan Alquran.

1. Bayyati

Bayyati merupakan maqam dasar yang paling sering digunakan dalam tilawah Alquran. Nada ini memiliki karakter lembut, tenang, dan mengalun sehingga nyaman didengar. Karena relatif mudah dipelajari, Bayyati sering menjadi pilihan pertama bagi pemula yang ingin belajar seni membaca Alquran.

2. Shoba

Maqam Shoba dikenal dengan nuansanya yang menyentuh hati dan penuh penghayatan. Irama yang dihasilkan mampu membangkitkan perasaan haru sehingga sering digunakan saat membaca ayat-ayat yang berisi peringatan, nasihat, atau ajakan untuk merenung.

3. Hijaz

Hijaz memiliki karakter yang tegas, indah, dan penuh semangat. Pola nadanya yang khas memberikan kesan kuat sekaligus berwibawa saat dilantunkan. Oleh karena itu, maqam Hijaz sering digunakan untuk menyampaikan ayat-ayat yang mengandung pesan kebesaran Allah, perintah, maupun seruan yang membutuhkan penekanan.

4. Nahawand

Nahawand merupakan maqam yang fleksibel dan memiliki keindahan tersendiri. Nada ini mampu menghadirkan kesan optimis, dinamis, namun tetap lembut.

5. Rast

Rast adalah maqam yang identik dengan semangat dan ketegasan. Iramanya terdengar stabil, ringan, dan mudah dikenali oleh para pendengar.

6. Sikah

Sikah memiliki karakter yang lembut, tenang, dan penuh penghayatan. Maqam ini menghadirkan nuansa yang tenang dan penuh penghayatan, sehingga sering digunakan saat melantunkan ayat-ayat yang mengingatkan manusia untuk semakin dekat kepada Allah SWT. Keindahan Sikah terletak pada kesan damai dan menenangkan yang ditimbulkannya.

7. Jiharkah

Jiharkah adalah maqam yang dikenal dengan nuansa ringan, ceria, dan menggambarkan rasa syukur yang mendalam.  Karakter nadanya yang ringan dan ceria membuat maqam ini sering digunakan untuk melantunkan bacaan pada suasana yang penuh kegembiraan, seperti takbiran Idulfitri dan Iduladha. 

Melalui berbagai maqam ini, kita dapat memahami bahwa membaca Alquran dengan nada disebut tilawah dengan nagham yang memiliki aturan dan seni tersendiri dalam Islam.

Menumbuhkan Cinta Alquran Sejak Dini

Jadi, jika masih bertanya membaca Alquran dengan nada disebut apa dalam Islam, jawabannya adalah tilawah dengan nagham atau An-Nagham fil Qur’an, yaitu seni memperindah bacaan Alquran menggunakan irama tertentu.

Membaca Alquran dengan nada hukumnya diperbolehkan bahkan dianjurkan selama tidak mengubah bacaan, tidak melanggar tajwid, dan tidak menyerupai nyanyian para penyanyi. Keindahan suara memang penting, tetapi inti dari membaca Alquran tetap terletak pada tajwid yang benar, bacaan yang tartil, dan penghayatan terhadap makna ayat.

Dengan mempelajari tilawah secara bertahap, siapa pun dapat meningkatkan kualitas bacaan Alqurannya sehingga lebih indah, khusyuk, dan menyentuh hati.

Ingin putra-putri Ayah dan Bunda semakin dekat dengan Alquran sejak dini? SD OSB School menghadirkan pendidikan Islam modern yang memadukan pembelajaran Alquran, penguatan karakter, kepemimpinan, dan jiwa entrepreneurship dalam lingkungan belajar yang positif.

Bersama SD OSB School, anak tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, mandiri, dan siap menghadapi masa depan. Yuk, daftarkan putra-putri ayah dan bunda ke SD OSB School dan wujudkan generasi Muslim yang unggul serta berkarakter!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *