
Sebagai muslimah, banyak dari kita yang masih bertanya, apakah saat wanita haid boleh membaca Alquran?
Pertanyaan ini kerap kali muncul karena sebagai muslimah, kita mengetahui bahwa membaca al quran merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Namun, di sisi lain, haid adalah kondisi alamiah yang dialami perempuan setiap bulan dan memiliki beberapa ketentuan khusus dalam ibadah.
Tidak sedikit yang merasa khawatir jika harus meninggalkan interaksi dengan Alquran selama masa haid. Apalagi bagi para penghafal Alquran, guru mengaji, atau pelajar tahfiz yang memiliki target hafalan harian.
Lalu sebenarnya, ketika sedang haid apakah boleh membaca Alquran? Mari simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Apa Itu Haid dalam Islam?
Sebelum membahas lebih jauh mengenai ketika sedang haid apakah boleh membaca alquran, penting untuk memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan haid.
Dalam Islam, haid adalah darah alami yang keluar dari rahim perempuan pada waktu tertentu dan bukan disebabkan oleh penyakit maupun proses melahirkan. Haid termasuk dalam kategori hadas besar yang memiliki hukum khusus terkait beberapa ibadah.
Ketika sedang haid, seorang perempuan tidak diwajibkan melaksanakan shalat dan tidak diperbolehkan berpuasa hingga masa haid selesai. Setelah darah berhenti, ia diwajibkan mandi besar sebelum kembali menjalankan ibadah seperti biasa.
Karena termasuk hadas besar, para ulama kemudian membahas hukum membaca Alquran selama masa haid. Dari sinilah muncul beberapa perbedaan pendapat dalam fikih Islam.
Ketika Sedang Haid Apakah Boleh Membaca Alquran?
Jawaban singkatnya, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai ketika sedang haid apakah boleh membaca Alquran.
Sebagian ulama melarang tilawah Alquran selama masa haid, sementara sebagian lainnya memberikan keringanan dalam kondisi tertentu.
Perbedaan ini merupakan bagian dari khazanah fikih Islam yang perlu disikapi dengan bijak dan saling menghormati.
1. Pendapat Mayoritas Ulama

Mayoritas ulama dari mazhab Syafi’i, Hanafi, dan Hanbali berpendapat bahwa wanita haid tidak diperbolehkan membaca Alquran dengan melafalkan ayat-ayatnya hingga suci dan mandi wajib.
Selain itu, mereka juga melarang memegang mushaf secara langsung selama masih dalam keadaan hadas besar.
Oleh karena itu, menurut pendapat jumhur, jawaban atas pertanyaan ketika sedang haid apakah boleh membaca Alquran adalah tidak diperbolehkan melakukan tilawah sampai masa haid berakhir.
Baca Juga: Apa Hukum Membaca Alquran di HP Tanpa Wudhu? Ini Uraiannya
2. Pendapat Ulama yang Membolehkan

Sebagian ulama, khususnya dari mazhab Maliki dan beberapa ulama kontemporer, memberikan keringanan bagi wanita haid untuk membaca Alquran dalam kondisi tertentu.
Dalam pandangan ini, jawaban atas pertanyaan ketika sedang haid apakah boleh membaca Alquran adalah boleh, terutama bagi mereka yang sedang menjaga hafalan, mengikuti ujian tahfidz, mengajar Alquran, atau khawatir hafalannya terlupakan.
Keringanan ini diberikan supaya hubungan seorang muslimah dengan Alquran tetap terpelihara meskipun sedang berada dalam masa haid.
Meski demikian, banyak ulama yang membolehkan tetap menganjurkan untuk tidak menyentuh mushaf secara langsung kecuali dalam keadaan yang benar-benar diperlukan.
Dengan demikian, hukum ketika sedang haid apakah boleh membaca Alquran menurut pendapat ini lebih fleksibel, terutama jika terdapat kebutuhan yang mendesak atau berkaitan dengan pembelajaran Alquran.
3. Sikap yang Bijak dalam Menyikapi Perbedaan Pendapat

Karena terdapat perbedaan pendapat ulama, setiap muslimah dapat mengikuti pandangan yang diyakini paling kuat atau sesuai dengan bimbingan guru dan ustaz yang menjadi rujukannya.
Yang terpenting, perbedaan ini tidak menjadi alasan untuk saling menyalahkan. Dengan memahami berbagai pendapat yang ada, pertanyaan ketika sedang haid apakah boleh membaca Alquran dapat disikapi dengan lebih bijaksana serta penuh sikap toleran terhadap perbedaan pendapat (khilafiyah) dalam Islam.
Apakah Boleh Membaca Alquran Tanpa Menyentuh Mushaf?
Salah satu bentuk keringanan yang banyak dibahas ulama adalah membaca Alquran tanpa menyentuh mushaf secara langsung.
- Membaca dari Hafalan
Bagi muslimah yang telah menghafal sejumlah surat atau ayat Alquran, sebagian ulama memperbolehkan membaca dari hafalan selama masa haid.
Hal ini terutama berlaku jika tujuannya untuk menjaga hafalan agar tidak hilang atau terlupakan.
- Membaca Melalui Media Digital
Di era modern, banyak orang membaca Alquran melalui ponsel atau tablet. Sebagian ulama memandang bahwa aplikasi Alquran digital tidak memiliki hukum yang sama dengan mushaf fisik.
Karena itu, beberapa ulama membolehkan wanita haid membaca Alquran melalui perangkat digital, terutama jika digunakan untuk belajar atau murajaah hafalan.
Bolehkah Murojaah dan Menghafal Alquran Saat Haid?
Menurut sebagian ulama, murojaah atau mengulang hafalan saat haid diperbolehkan, terutama jika dilakukan untuk menjaga hafalan yang sudah dimiliki.
Contohnya, seorang siswi tahfiz yang tengah mengalami haid namun harus menyetor hafalan pada hari berikutnya.
Dalam kondisi seperti ini, sebagian ulama memberikan keringanan agar ia tetap dapat mengulang hafalan.
Selain membaca secara langsung, terdapat beberapa alternatif yang bisa dilakukan, antara lain:
- Mengulang hafalan dalam hati
- Mendengarkan murottal
- Menyimak bacaan guru atau teman
- Membaca terjemahan dan tafsir
Cara-cara tersebut dinilai lebih aman bagi mereka yang ingin tetap dekat dengan Alquran tanpa terlibat dalam perbedaan pendapat yang ada.
Aktivitas Terkait Alquran yang Umumnya Diperbolehkan Saat Haid
Walaupun terdapat perbedaan pandangan mengenai tilawah, ada beberapa aktivitas yang umumnya diperbolehkan oleh banyak ulama.
- Membaca Alquran dalam Hati
- Mengingat ayat-ayat Alquran tanpa menggerakkan bibir dan lisan umumnya diperbolehkan.
- Mendengarkan Bacaan Alquran
- Menyimak murattal atau mendengarkan tilawah Alquran tetap menjadi amalan yang sangat baik selama masa haid.
- Membaca Terjemahan Alquran
- Mempelajari makna ayat melalui terjemahan juga dapat menjadi alternatif yang bermanfaat.
- Membaca Doa dan Dzikir dari Ayat Alquran
- Ayat-ayat Alquran yang dibaca dengan niat sebagai doa atau dzikir, bukan untuk tilawah, umumnya diperbolehkan oleh banyak ulama.
Hikmah Memahami Perbedaan Pendapat Ini
Memahami hukum membaca Alquran saat haid memberikan banyak pelajaran berharga. Di antaranya seperti:
- Pertama, kita diajarkan untuk menghargai perbedaan pendapat para ulama yang masing-masing berijtihad berdasarkan dalil-dalil syar’i.
- Kedua, kita memahami bahwa Islam adalah agama yang memberikan kemudahan sekaligus menjaga kehormatan Alquran.
- Ketiga, seorang muslimah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang karena mengetahui dasar hukum yang jelas.
Yang paling penting, haid tidak menjadi penghalang bagi seorang muslimah untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Masih banyak pintu ibadah yang terbuka dan bisa dilakukan selama masa haid.
Baca Juga: Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Perempuan Membaca Alquran
Yuk Tumbuhkan Cinta Alquran Sejak Usia Dini di SD OSB School
Memahami Alquran dan mencintainya sejak kecil adalah bekal berharga bagi masa depan anak. Karena itu, memilih lingkungan pendidikan yang tepat menjadi langkah penting bagi Ayah dan Bunda.
Melalui pendidikan Alquran yang baik, anak tidak hanya belajar membaca dan menghafal, tetapi juga memahami berbagai ilmu keislaman, termasuk menjawab pertanyaan yang sering muncul seperti ketika sedang haid apakah boleh membaca Alquran berdasarkan pemahaman yang benar.
SD OSB School hadir sebagai sekolah Islam yang mengintegrasikan tiga pilar utama pendidikan, yaitu Quranic, Leadership, dan Entrepreneurship. Anak tidak hanya belajar akademik, tetapi juga dibimbing untuk mencintai Alquran, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu mengembangkan kreativitas dan kemandirian sejak dini.
Melalui lingkungan belajar yang islami dan program pendidikan yang terarah, SD OSB School berkomitmen membantu mencetak generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Yuk, daftarkan putra-putri Ayah dan Bunda di SD OSB School dan wujudkan pendidikan terbaik yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
