
Banyak dari kita mungkin pernah kepikiran soal hukum membaca Alquran tanpa tajwid, apalagi kalau masih tahap belajar mengaji atau belum terlalu lancar. Ada juga yang sampai merasa ragu, takut salah, lalu jadi enggan membaca Alquran sama sekali karena khawatir berdosa.
Padahal, sikap seperti ini justru kurang tepat. Islam sangat menganjurkan umatnya untuk terus membaca Alquran sambil berusaha memperbaiki bacaan sedikit demi sedikit. Yang terpenting adalah memiliki kemauan untuk belajar dan tidak sengaja mengabaikan kaidah bacaan yang benar.
Lantas, bagaimana sebenarnya hukum membaca Al quran tanpa tajwid menurut para ulama? Apakah seseorang langsung berdosa jika belum menguasai ilmu tajwid? Simak penjelasannya berikut ini.
Apa yang Dimaksud Membaca Alquran Tanpa Tajwid?
Secara umum, membaca Alquran tanpa tajwid berarti membaca ayat-ayat Alquran tanpa menerapkan kaidah pelafalan yang benar. Kaidah tersebut meliputi makhraj huruf, sifat huruf, panjang pendek bacaan (mad), hukum nun mati dan tanwin, mim mati, qalqalah, serta aturan bacaan lainnya.
Ilmu tajwid bukan sekadar membuat bacaan terdengar indah. Lebih dari itu, tajwid berfungsi menjaga agar setiap huruf dibaca sebagaimana mestinya sehingga tidak mengubah lafaz maupun makna ayat Alquran.
Namun, perlu dipahami bahwa istilah tanpa tajwid tidak selalu berarti seseorang sama sekali mengabaikan bacaan Alquran. Dalam banyak kasus, yang dimaksud adalah seseorang belum mampu menerapkan seluruh kaidah tajwid secara sempurna karena masih dalam proses belajar.
Pendapat Ulama tentang Hukum Membaca Alquran Tanpa Tajwid
Pada dasarnya, terdapat dua pandangan utama. Sebagian ulama berpendapat bahwa tajwid wajib diamalkan untuk menjaga bacaan Alquran dari kesalahan, sementara sebagian lainnya menjelaskan bahwa membaca Alquran tanpa menguasai seluruh kaidah tajwid masih diperbolehkan selama tidak sampai mengubah huruf maupun makna ayat.
Berikut beberapa ulama yang sering dijadikan rujukan dalam pembahasan hukum membaca Alquran tanpa tajwid.
1. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan bahwa hukum membaca Alquran tanpa tajwid pada dasarnya diperbolehkan selama tidak terjadi lahn atau kesalahan bacaan yang mengubah lafadz maupun makna ayat.
Menurut beliau, kewajiban utama seorang Muslim adalah melafalkan huruf dan harakat dengan benar. Sementara itu, penerapan seluruh rincian ilmu tajwid merupakan penyempurna yang membuat bacaan menjadi lebih baik dan lebih indah.
2. Imam Ibnul Jazari

Imam Ibnul Jazari dikenal sebagai salah satu ulama besar dalam bidang qira’at dan tajwid. Dalam nazhamnya yang masyhur, beliau menegaskan bahwa mempraktikkan tajwid ketika membaca Alquran merupakan sebuah kewajiban.
Pandangan ini menjadi salah satu dasar bagi ulama yang berpendapat bahwa hukum membaca Alquran tanpa tajwid tidak boleh apabila menyebabkan kesalahan dalam pelafalan huruf atau mengubah makna ayat.
Baca Juga: Mengapa Saat Membaca Alquran Harus Memperhatikan Hukum Bacaan atau Tajwid
3. Ibn Hajar Al-‘Asqalani

Ibn Hajar Al-‘Asqalani menjelaskan bahwa membaca Alquran dengan cepat tetap diperbolehkan selama setiap huruf masih diucapkan sesuai makhraj dan kaidah bacaannya.
Sebaliknya, jika bacaan terlalu tergesa-gesa hingga menyebabkan huruf hilang atau salah pengucapan, maka hal tersebut termasuk kesalahan yang harus dihindari.
Pendapat ini menunjukkan bahwa dalam pembahasan hukum membaca Alquran tanpa tajwid, yang menjadi perhatian utama adalah ketepatan bacaan, bukan sekadar cepat atau lambatnya membaca.
4. Abu Mas’ud Al-Badri

Dalam sejumlah riwayat yang sering dikutip pada pembahasan ilmu tajwid, Abu Mas’ud Al-Badri menjelaskan pentingnya mempelajari tajwid bagi orang yang ingin membaca Alquran.
Menurut beliau, setiap Muslim hendaknya berusaha menjaga hak-hak huruf, makhraj, dan sifat huruf agar bacaan tetap sesuai dengan tuntunan.
Oleh sebab itu, hukum membaca Alquran tanpa tajwid tidak dapat dipisahkan dari kewajiban untuk terus memperbaiki kualitas bacaan.
5. Syaikh Muhammad Haqqi An-Nazili

Syaikh Muhammad Haqqi An-Nazili berpandangan bahwa menjaga kaidah tajwid saat membaca Alquran merupakan kewajiban bagi setiap pembaca. Beliau menegaskan bahwa tidak boleh mengubah lafaz Alquran karena kesalahan bacaan. Dengan demikian, menurut pandangan ini, hukum membaca Alquran tanpa tajwid menjadi terlarang apabila menyebabkan perubahan huruf, lafaz, atau makna ayat yang dibaca.
Apakah Belum Menguasai Tajwid Termasuk Berdosa?
Belum menguasai tajwid tidak otomatis membuat seseorang berdosa. Jika masih dalam proses belajar dan terus berusaha memperbaiki bacaan, maka ia tetap mendapat pahala.
Rasulullah SAW bahkan menjelaskan bahwa orang yang membaca Alquran dengan terbata-bata memperoleh dua pahala, yaitu pahala membaca dan pahala atas usaha belajarnya.
Sebaliknya, seseorang yang sebenarnya mampu memperbaiki bacaannya tetapi sengaja tidak mau belajar atau terus membiarkan kesalahan yang diketahui, dipandang telah mengabaikan kewajiban menjaga bacaan Alquran.
Oleh karena itu, setiap Muslim hendaknya terus belajar dan memperbaiki bacaan sesuai kemampuannya.
Keutamaan Membaca Alquran Sesuai Tajwid
Belajar tajwid bukan hanya bertujuan agar bacaan terdengar merdu. Ada banyak keutamaan yang bisa diperoleh, di antaranya:
- Menjaga Makna Ayat Tetap Benar
Kesalahan kecil dalam pengucapan huruf dapat mengubah arti suatu ayat. Dengan memahami tajwid, risiko tersebut dapat diminimalkan.
- Bacaan Menjadi Lebih Indah
Tajwid membantu setiap huruf keluar dari makhraj yang tepat sehingga bacaan terdengar lebih jelas, nyaman didengar, dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
- Membantu Tadabbur Alquran
Ketika membaca secara tartil, seseorang akan lebih mudah memahami dan merenungkan kandungan ayat-ayat Alquran dibandingkan membaca secara tergesa-gesa.
- Bentuk Adab kepada Kalam Allah
Membaca Alquran dengan benar merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada firman Allah SWT. Semakin baik kualitas bacaan seseorang, semakin besar pula upayanya dalam menjaga keaslian bacaan Alquran.
Tips Memperbaiki Bacaan Alquran
Jika merasa bacaan masih belum sempurna, tidak perlu berkecil hati. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan.
- Belajar langsung kepada guru atau ustaz yang memahami ilmu tajwid.
- Membaca Alquran secara rutin setiap hari meskipun hanya beberapa ayat.
- Mendengarkan bacaan qari yang benar sebagai contoh.
- Menggunakan mushaf Alquran yang dilengkapi penanda tajwid.
- Berlatih secara bertahap tanpa terburu-buru ingin langsung sempurna.
Ingat, memperbaiki bacaan Alquran adalah proses yang membutuhkan kesabaran dan istiqamah.
Baca Juga: Ilmu yang Mempelajari Cara Membaca Alquran Disebut Tajwid. Ini Uraiannya
Mari Terus Belajar dan Mencintai Alquran
Berdasarkan pendapat para ulama, hukum membaca Alquran tanpa tajwid bergantung pada jenis kesalahannya. Jika seseorang masih belajar dan bacaannya tidak sampai mengubah makna ayat, maka ia tidak otomatis berdosa.
Namun, setiap Muslim tetap berkewajiban terus memperbaiki bacaannya agar sesuai dengan kaidah tajwid. Yang terpenting, jangan biarkan rasa takut salah membuat kita berhenti membaca Alquran.
Kemampuan membaca Alquran dengan baik akan lebih mudah dibangun sejak usia dini melalui lingkungan belajar yang tepat. Karena itu, memilih sekolah yang menjadikan Alquran sebagai bagian dari keseharian anak merupakan investasi berharga bagi masa depannya.
Di SD OSB School, putra-putri Ayah dan Bunda akan belajar dalam lingkungan Islami dengan kurikulum yang mengintegrasikan Quranic, Leadership, dan Entrepreneurship. Anak tidak hanya dibimbing mencintai Alquran, tetapi juga dibentuk menjadi pribadi yang berakhlak mulia, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Mari wujudkan masa depan terbaik untuk buah hati! Daftarkan putra-putri Ayah dan Bunda di SD OSB School, dan bekali mereka dengan pendidikan yang menumbuhkan kecintaan kepada Alquran sekaligus karakter pemimpin yang unggul sejak dini.
