
Bolehkah membaca Alquran sambil tiduran? Jawabannya boleh. Mayoritas ulama menyatakan bahwa membaca Al-Qur’an sambil berbaring hukumnya diperbolehkan selama tetap menjaga adab terhadap Al-Qur’an dan tidak dalam keadaan junub.
Hal ini didasarkan pada dalil Al-Qur’an, hadis Rasulullah SAW, serta penjelasan para ulama yang menunjukkan bahwa mengingat Allah, termasuk membaca Al-Qur’an, dapat dilakukan dalam berbagai posisi, seperti berdiri, duduk, maupun berbaring.
Meski demikian, membaca Al-Qur’an dengan posisi duduk dan penuh kekhusyukan tetap lebih utama karena mencerminkan penghormatan terhadap firman Allah SWT.
Lalu, apa saja dalil yang membolehkan membaca Al-Qur’an sambil tiduran dan bagaimana adab yang perlu diperhatikan? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Dalil Bolehnya Membaca Al-Qur’an Sambil Tiduran
Pembahasan mengenai bolehkah membaca Alquran sambil tiduran sebenarnya sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an maupun sunnah. Berikut beberapa dalil yang menjadi landasannya.
Allah SWT berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 191:
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ
Artinya:
“Mereka yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, dan berbaring di sisi mereka.” (QS. Ali Imran: 191)
Ayat ini menjelaskan bahwa orang-orang beriman senantiasa mengingat Allah dalam berbagai keadaan. Mereka berdzikir saat berdiri, duduk, maupun berbaring.
Para ulama memasukkan membaca Al-Qur’an sebagai bagian dari dzikir kepada Allah. Oleh karena itu, ayat ini menjadi salah satu dasar bahwa membaca Al-Qur’an sambil berbaring diperbolehkan.
Selain itu, Allah SWT juga berfirman:
فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ
Artinya:
“Setelah shalat, ingatlah Allah dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring.” (QS. An-Nisa: 103)
Ayat ini semakin menegaskan bahwa ibadah mengingat Allah tidak dibatasi hanya dalam satu posisi tertentu.
Dalil lain yang menjawab pertanyaan bolehkah membaca Alquran sambil tiduran berasal dari hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA.
Beliau berkata:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهُوَ مُضْطَجِعٌ فِي فَخِذِي وَأَنَا حَائِضٌ
Artinya:
“Nabi SAW membaca Al-Qur’an sambil berbaring di pangkuanku, sementara aku dalam keadaan haid.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi dalil yang sangat jelas bahwa Rasulullah SAW pernah membaca Al-Qur’an dalam posisi berbaring. Karena itu, tidak ada larangan bagi seorang Muslim untuk membaca Al-Qur’an sambil tiduran selama tetap menjaga adab.
Penjelasan Ulama Tentang Membaca Al-Qur’an Sambil Tiduran
Selain bersandar pada Al-Qur’an dan hadis, sejumlah ulama juga telah memberikan penjelasan mengenai bolehkah membaca alquran sambil tiduran.
1. Pendapat Imam Nawawi

Melalui kitab Syarh Shahih Muslim dan Al-Tibyan fi Adabi Hamalatil Quran, Imam Nawawi memberikan penjelasan berikut:
فيه جواز قراءة القرآن مضطجعا ومتكئاً
Artinya:
“Hadis ini menunjukkan bolehnya membaca Al-Qur’an sambil tiduran dan bersandar.”
Menurut Imam Nawawi, jawaban atas pertanyaan bolehkah membaca Alquran sambil tiduran adalah diperbolehkan. Beliau menerangkan bahwa membaca Al-Qur’an tetap berpahala, baik dilakukan sambil berdiri, duduk, maupun berbaring.
Namun, Imam Nawawi juga mengingatkan bahwa membaca Al-Qur’an dalam posisi duduk dengan penuh kekhusyukan tetap lebih utama karena lebih mencerminkan penghormatan terhadap kitab suci.
Baca Juga: Hukum Membaca Alquran Tanpa Wudhu Menurut Ulama
2. Pendapat Syaikh Abdul Aziz bin Baz

Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan bahwa membaca Al-Qur’an boleh dilakukan dalam berbagai keadaan, baik berdiri, duduk, maupun berbaring.
Beliau mendasarkan pendapat tersebut pada QS. Ali Imran ayat 191 dan QS. An-Nisa ayat 103 yang menjelaskan bahwa berdzikir kepada Allah dapat dilakukan dalam berbagai posisi.
Karena membaca Al-Qur’an termasuk bentuk dzikir, maka hukumnya mengikuti keumuman ayat tersebut, selama seseorang tidak berada dalam keadaan junub.
3. Pendapat Habib Salim bin Jindan

Dalam kitab Al-Ilmam bi Ma’rifat al-Fataawi al-Ahkaam, Habib Salim bin Jindan menyampaikan:
لا اثم على القارئ اذا قرا القرآن وهو مضطجع
Artinya:
“Tidak ada dosa bagi orang yang membaca Al-Qur’an sambil tiduran, baik miring maupun telentang.”
Meski demikian, beliau tetap menekankan pentingnya menjaga adab ketika berinteraksi dengan Al-Qur’an. Misalnya, mengenakan pakaian yang sopan, menjaga kesucian, dan tidak mengambil posisi yang menunjukkan sikap meremehkan Al-Qur’an.
Posisi yang Lebih Utama Saat Membaca Al-Qur’an
Walaupun jawaban dari pertanyaan bolehkah membaca Alquran sambil tiduran adalah boleh, Islam tetap mengajarkan adab yang lebih sempurna ketika membaca Al-Qur’an.
Beberapa posisi yang lebih dianjurkan antara lain:
- Duduk dengan tenang.
- Menghadap kiblat apabila memungkinkan.
- Dalam keadaan suci.
- Mengenakan pakaian yang bersih dan sopan.
- Membaca dengan penuh kekhusyukan.
Posisi tersebut dapat membantu menghadirkan rasa hormat kepada Al-Qur’an sekaligus membuat hati lebih fokus saat mentadabburi ayat-ayat Allah.
Sementara itu, membaca sambil tiduran tetap sah dan berpahala. Hanya saja, dari sisi adab dan kesempurnaan ibadah, posisi duduk dinilai lebih utama.
Adab Membaca Al-Qur’an yang Perlu Dijaga
Meskipun membaca Al-Qur’an sambil berbaring diperbolehkan, ada beberapa adab yang sebaiknya tetap dijaga agar ibadah semakin berkualitas.
Ikhlas karena Allah SWT
Niatkan membaca Al-Qur’an semata-mata untuk mencari ridha Allah, bukan sekadar menggugurkan kebiasaan atau rutinitas.
Tidak Dalam Keadaan Junub
Seseorang yang sedang junub tidak diperbolehkan membaca Al-Qur’an hingga mandi wajib terlebih dahulu.
Menjaga Sikap yang Sopan
Hindari posisi yang menunjukkan sikap meremehkan Al-Qur’an. Walaupun sambil berbaring, tetap usahakan membaca dengan penuh penghormatan.
Tetap Fokus Saat Membaca
Jangan membaca sambil mengantuk berat hingga tidak memahami apa yang sedang dibaca. Bacalah dengan hati yang hadir agar tilawah lebih bermakna.
Dianjurkan Berwudhu
Meskipun membaca Al-Qur’an dari hafalan tidak selalu mensyaratkan wudhu, berada dalam keadaan suci tetap menjadi adab yang sangat dianjurkan sebagai bentuk penghormatan terhadap firman Allah.
Hikmah Dibalik Kemudahan Membaca Al-Qur’an Sambil Tiduran
Islam merupakan agama yang memberikan kemudahan kepada umatnya. Jawaban dari bolehkah membaca alquran sambil tiduran juga mengandung banyak hikmah, di antaranya:
- Memberikan kemudahan bagi orang yang sedang lelah.
- Membantu orang sakit agar tetap bisa beribadah.
- Menjaga kebiasaan tilawah agar tidak terputus.
- Membuat umat Islam semakin dekat dengan Al-Qur’an kapan pun dan di mana pun.
Bayangkan jika membaca Al-Qur’an hanya diperbolehkan dalam satu posisi tertentu. Tentu akan ada banyak orang yang kesulitan menjaga rutinitas tilawahnya, terutama mereka yang sedang sakit atau memiliki keterbatasan fisik.
Karena itulah, syariat Islam memberikan kelonggaran tanpa mengurangi pentingnya menjaga adab terhadap Al-Qur’an.
Baca Juga: Adab dalam Membaca Alquran dan Keutamaannya Menurut Ulama
Jadi, Bolehkah Membaca Alquran Sambil Tiduran?
Bolehkah membaca Alquran sambil tiduran? Jawabannya boleh. Mayoritas ulama sepakat bahwa membaca Al-Qur’an sambil berbaring hukumnya diperbolehkan selama tetap menjaga adab serta tidak dalam keadaan junub.
Meski demikian, membaca dalam posisi duduk dengan penuh kekhusyukan tetap lebih utama sebagai bentuk penghormatan terhadap firman Allah SWT.
Yang terpenting bukanlah posisi tubuh saat membaca, melainkan keikhlasan, kekhusyukan, dan kebiasaan untuk senantiasa dekat dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Agar kecintaan terhadap Al-Qur’an tumbuh sejak usia dini, Ayah dan Bunda perlu memilih lingkungan belajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam pembentukan karakter Islami.
SD OSB School hadir sebagai SD Islam berbasis Quranic, Leadership, dan Entrepreneurship yang siap membimbing anak menjadi generasi Qurani, berakhlak mulia, dan percaya diri.
Yuk, daftarkan putra-putri Ayah dan Bunda di SD OSB School dan berikan pendidikan terbaik untuk masa depan mereka di dunia dan akhirat.
