Ganjaran Membaca Alquran Berdasarkan Cara Membacanya

Ganjaran membaca Alquran berupa pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT untuk setiap huruf yang dibaca, bukan dihitung berdasarkan ayat maupun surat.  Menurut hadis Rasulullah SAW, satu huruf saja dibalas dengan sepuluh kebaikan, dan pahalanya dapat semakin besar tergantung cara serta kondisi saat membacanya, misalnya dengan lisan, dalam keadaan berwudhu, atau di dalam shalat.

Agar lebih memahami keutamaan ini secara menyeluruh, mari kita bahas ganjaran membaca Alquran menurut hadis-hadis Rasulullah SAW, lengkap dengan berbagai kondisi yang memengaruhi besar-kecilnya pahala tersebut.

Membaca Alquran, Ibadah dengan Pahala Berlipat

Membaca Alquran bukan sekadar aktivitas melafalkan huruf Arab. Hal ini termasuk ibadah yang sangat mulia karena berkaitan langsung dengan kalam Allah SWT. Karena itu, ganjaran membaca Alquran nilainya jauh berbeda dibanding ibadah-ibadah sunnah lain. Lebih dari itu, Alquran akan memberikan syafaat pada hari kiamat bagi mereka yang senantiasa rutin membacanya.

Menariknya, pahala membaca Alquran dihitung dari setiap huruf yang dibaca, bukan berdasarkan jumlah ayat maupun surat. Jadi semakin banyak huruf yang kita baca, semakin besar pula ganjaran yang menanti. Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa membaca huruf dari Kitab Allah, maka satu kebaikan dicatat baginya, dan satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya” (HR. Tirmidzi).

Coba dibayangkan, satu huruf saja sudah bernilai sepuluh kebaikan. Lalu, seberapa besar ganjaran membaca Alquran jika kita membaca satu halaman saja? Satu juz? Atau bahkan khatam satu Alquran penuh? Rasanya jadi malu kalau masih malas-malasan membuka mushaf, ya.

Ganjaran Membaca Alquran Berdasarkan Cara Membacanya

Setiap muslim memiliki cara dan kondisi yang berbeda saat membaca Alquran. Ada yang melafalkannya dengan suara lantang, ada yang membacanya pelan, dan ada pula yang masih dalam tahap belajar hingga terbata-bata. Kabar baiknya, semua bentuk interaksi dengan Alquran tetap bernilai ibadah dan mendatangkan pahala, meskipun tingkat keutamaannya tidak selalu sama. 

1. Membaca dengan Lisan

ganjaran membaca alquran

Melafalkan Alquran dengan lisan dinilai lebih utama daripada sekadar membacanya dalam hati atau hanya mendengarkan. Sebab, cara ini melibatkan banyak anggota tubuh sekaligus: lisan yang bergerak, telinga yang mendengar, dan hati yang meresapi.

Ibnu Mas’ud RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang membaca Alquran sambil lisan bergerak lebih utama daripada yang diam.” (HR. Ahmad)

Menyimak bacaan Alquran memang tetap mendatangkan pahala. Namun, keutamaannya berada di bawah membaca secara langsung. Oleh karena itu, membaca dengan melibatkan mata, lisan, dan telinga menjadi cara yang lebih sempurna untuk memaksimalkan ganjaran membaca Alquran. 

2. Membaca dari Hafalan atau Mushaf

ganjaran membaca alquran

Sering muncul pertanyaan, lebih besar mana pahalanya, membaca dari hafalan atau dari mushaf langsung? Banyak ulama berpendapat bahwa membaca Alquran dari mushaf lebih utama karena mata ikut memandang setiap huruf, sehingga lebih mudah menghadirkan fokus dan tadabbur.

Tapi, membaca dari hafalan juga bisa jadi lebih utama kalau membuat hati lebih khusyuk. Syaikh Ibnu Baz berpendapat bahwa bacaan yang paling utama ialah yang membuat hati lebih mudah mentadabburi ayat-ayat Allah, sesuai dengan firman-Nya dalam QS. Muhammad ayat 24. 

Membaca lewat HP pun tetap dihitung sebagai tilawah yang berpahala, meski sebagian ulama menyebut keutamaannya tidak sepenuhnya sama dengan mushaf fisik.

3. Membaca dalam Hati

ganjaran membaca alquran

Allah SWT berfirman, “Dan bacalah Alquran itu dengan tartil.” (QS. Al-Muzzammil: 4). Ayat ini mengajarkan agar Alquran dibaca dengan tenang, perlahan, dan disertai penghayatan terhadap maknanya.

Namun, ulama seperti Imam Nawawi dan Syaikh Ibnu Baz menegaskan bahwa membaca dalam hati tanpa menggerakkan lisan tidak dihitung sebagai bacaan di luar shalat. Ini diperkuat hadits, “Bukan dari golongan kami orang yang tidak memperindah Alquran.” (HR. Bukhari). 

Artinya, ganjaran membaca Alquran yang sempurna tetap membutuhkan lisan yang bersuara, meski pelan sekalipun.

Baca Juga: Inilah Dalil Pahala Membaca Alquran 1 Huruf yang Luar Biasa

4. Membaca dalam Keadaan Berwudhu

ganjaran membaca alquran

Membaca Alquran dalam keadaan suci punya keutamaan lebih besar. Kondisi tubuh yang suci membuat seseorang lebih mudah merasakan kekhusyukan serta menunjukkan adab saat berinteraksi dengan firman Allah SWT.

 Disebutkan bahwa pahala per huruf saat membaca dengan wudhu bisa mencapai 25 kali lipat, sementara tanpa wudhu tetap mendapat 10 kali lipat.

Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Waqi’ah ayat 79, “Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang suci.” 

Meski demikian, Imam Nawawi menjelaskan bahwa membaca Alquran dari hafalan tanpa berwudhu tetap diperbolehkan. Namun, berwudhu lebih dianjurkan karena merupakan adab yang dapat menyempurnakan ibadah saat membaca Alquran. 

5. Bagi yang Masih Terbata-bata

Buat yang masih belajar dan belum lancar membaca Alquran, jangan berkecil hati. Justru proses belajar yang penuh usaha dan kesabaran itulah yang mendatangkan pahala ganda dari Allah SWT.

 Aisyah RA meriwayatkan sabda Rasulullah SAW:

“Orang yang mahir membaca Alquran akan bersama malaikat-malaikat yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang membaca Alquran dengan terbata-bata dan itu terasa berat baginya, maka ia mendapatkan dua pahala.” (HR. Bukhari no. 4937, Muslim no. 798)

Jadi, keterbatasan bukan penghalang. Justru jerih payah belajar membaca Alquran menjadi nilai ibadah tersendiri di sisi Allah SWT.

6. Membaca di Dalam dan di Luar Shalat

ganjaran membaca alquran

Membaca Alquran dalam shalat menempati kedudukan paling utama karena menjadi bagian dari ibadah terbesar. Rasulullah SAW bersabda: 

“Membaca Alquran di dalam shalat lebih utama daripada membaca di luar shalat, dan membaca di luar shalat lebih utama daripada tasbih dan takbir.” (HR. Al-Baihaqi)

Abu Hurairah RA juga meriwayatkan, “Tiga ayat yang dibaca dalam shalat lebih baik daripada tiga ekor unta betina hamil yang gemuk.” (HR. Muslim). 

Meski begitu, membaca di luar shalat tetap sangat dianjurkan dan menjadi sumber pahala membaca Alquran yang terus mengalir sepanjang hari.

Cara Memaksimalkan Ganjaran Membaca Alquran

Agar pahala membaca Alquran semakin maksimal, ada beberapa kebiasaan baik yang bisa mulai diterapkan, antara lain:

  • Membaca Alquran secara rutin setiap hari meskipun hanya beberapa ayat.
  • Membaca dengan tartil sesuai kaidah tajwid.
  • Berusaha memahami makna ayat melalui tadabbur.
  • Membaca dalam keadaan suci jika memungkinkan.
  • Mengamalkan isi Alquran dalam kehidupan sehari-hari.
  • Mengajarkan Alquran kepada keluarga maupun orang lain.

Dengan konsisten melakukan kebiasaan tersebut, hubungan kita dengan Alquran akan semakin erat sekaligus memperbanyak bekal amal untuk kehidupan akhirat.

Baca Juga: 7 Fadhilah Membaca Alquran Pembawa Kebaikan Dunia & Akhirat

Menanamkan Cinta Alquran Sejak Dini

Melihat betapa besarnya ganjaran membaca Alquran, kebiasaan mulia ini sudah seharusnya ditanamkan sejak usia dini. Anak yang tumbuh bersama Alquran sejak usia dini memiliki peluang lebih besar untuk membangun karakter yang baik, akhlak mulia, dan jiwa kepemimpinan yang kuat. 

Jika Ayah dan Bunda mendambakan putra-putri tumbuh dalam lingkungan yang mencintai Alquran, berani memimpin, dan memiliki semangat kemandirian, SD OSB School hadir sebagai pilihan yang tepat.

SD OSB School merupakan sekolah dasar Islam berbasis Quranic, leadership, dan entrepreneurship. Pembelajarannya tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan adab Islami, kepercayaan diri, dan keterampilan hidup yang relevan dengan masa depan.

Wujudkan pendidikan terbaik untuk masa depan buah hati mulai hari ini. Mari daftarkan putra-putri Ayah dan Bunda di SD OSB School yang berkomitmen mencetak generasi Qurani, berakhlak mulia, percaya diri, dan siap menjadi pemimpin masa depan. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *