
Nabi yang gemar membaca Alquran adalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau merupakan teladan terbaik dalam membaca, memahami, mengamalkan, dan mengajarkan Al-Qur’an.
Rasulullah membaca Al-Qur’an dengan tartil, penuh penghayatan, serta menjadikannya pedoman hidup. Keteladanan ini didukung oleh dalil Al-Qur’an, hadis sahih, dan penjelasan para ulama.
Lantas, mengapa Nabi Muhammad SAW sangat mencintai Al-Qur’an? Apa saja dalil yang menunjukkan kebiasaan beliau membaca Al-Qur’an? Simak penjelasannya berikut ini.
Nabi yang Gemar Membaca Alquran adalah Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan nabi yang paling mencintai Al-Qur’an.
Sebagai penerima wahyu, beliau memiliki hubungan yang sangat dekat dengan kitab suci ini. Beliau tidak hanya membaca Al-Qur’an karena menerima perintah Allah, tetapi juga menikmati setiap ayat dengan hati yang tenang, penuh kekhusyukan, dan penghayatan.
Bacaan Rasulullah yang tartil dan penuh penghayatan menjadi pedoman bagi umat Islam dalam membaca Al-Qur’an.
Allah SWT berfirman:
وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
Artinya: “Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan (tartil).” (QS. Al-Muzzammil: 4)
Menafsirkan ayat tersebut, Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa membaca Al-Qur’an secara tartil lebih membantu seseorang memahami dan mentadabburi maknanya. Menurut beliau, membaca perlahan dengan penuh penghayatan lebih utama daripada membaca dengan cepat tetapi tanpa memahami isi ayat.
Cara membaca Rasulullah juga dijelaskan oleh Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha. Beliau berkata:
كَانَ يُقَطِّعُ قِرَاءَتَهُ آيَةً آيَةً
Artinya: “Rasulullah membaca Al-Qur’an dengan memutus bacaannya pada setiap ayat.” (HR. Abu Dawud no. 4001 dan At-Tirmidzi no. 2927)
Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah tidak pernah terburu-buru saat membaca Al-Qur’an. Beliau berhenti pada setiap akhir ayat agar kandungan maknanya lebih mudah dipahami dan direnungkan.
Selain itu, Rasulullah juga sering mengajak para sahabat membaca Al-Qur’an dengan cara yang sama, yaitu tenang, jelas, dan penuh penghayatan. Bahkan, beliau terkadang meminta para sahabat membacakan Al-Qur’an di hadapannya.
Salah satu kisah yang paling terkenal adalah ketika Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu membacakan Surah An-Nisa. Ketika sampai pada firman Allah:
فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَىٰ هَٰؤُلَاءِ شَهِيدًا
“Maka bagaimanakah (keadaan orang-orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seorang saksi dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka.” (QS. An-Nisa: 41)
Rasulullah bersabda, “Cukuplah sampai di sini.” Abdullah bin Mas’ud berkata, “Aku menoleh kepada beliau, ternyata kedua mata Rasulullah telah bercucuran air mata.” (HR. Bukhari no. 5050 dan Muslim no. 800)
Dalil tentang Keutamaan Membaca Alquran
Kecintaan Nabi Muhammad SAW terhadap Al-Qur’an tentu bukan tanpa alasan. Beliau memahami bahwa membaca Al-Qur’an merupakan salah satu ibadah yang memiliki kedudukan sangat tinggi di sisi Allah SWT.
Oleh sebab itu, sebagai nabi yang gemar membaca alquran adalah nabi Muhammad, selalu mendorong umatnya agar menjadikan tilawah Al-Qur’an sebagai amalan harian.
Rasulullah SAW bersabda:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلُ عِبَادَةِ أُمَّتِي قِرَاءَةُ الْقُرْآن
Artinya: “Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur’an.” (HR. Al-Baihaqi)
Dalam hadis lain, Rasulullah bersabda:
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
Artinya: “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya Al-Qur’an akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi orang yang membacanya.” (HR. Muslim no. 804)
Selain memperoleh pahala, orang yang rutin membaca Al-Qur’an juga akan mendapatkan syafaat pada hari kiamat.
Imam An-Nawawi dalam kitab At-Tibyan fi Adab Hamalatil Qur’an menjelaskan bahwa membaca Al-Qur’an termasuk amalan yang paling utama setelah ibadah wajib.
Beliau juga menjelaskan bahwa membaca Al-Qur’an secara tartil sambil memahami dan menghayati maknanya lebih utama daripada memperbanyak bacaan tanpa disertai penghayatan.
Mengapa Nabi Muhammad Sangat Gemar Membaca Alquran?
Ada beberapa alasan mengapa nabi yang gemar membaca alquran adalah Nabi Muhammad SAW. Alasan-alasan ini sekaligus menjadi pelajaran bagi setiap muslim agar semakin dekat dengan kitab suci Allah.
1. Al-Quran Merupakan Wahyu yang Diterima Langsung

Alasan nabi yang gemar membaca alquran adalah Nabi muhammad karena Al-Qur’an adalah kalam Allah yang diturunkan kepadanya melalui Malaikat Jibril. Sebagai penerima wahyu, Rasulullah memiliki tanggung jawab untuk menjaga, menghafal, memahami, dan menyampaikan setiap ayat kepada umat manusia.
Karena itu, hubungan Rasulullah dengan Al-Qur’an bukan sekadar hubungan seorang pembaca dengan buku, melainkan hubungan seorang nabi dengan wahyu yang menjadi amanah dakwahnya.
Baca Juga: 5 Ayat yang Memerintahkan Kita Untuk Membaca Alquran Dan Maknanya
2. Allah Memerintahkan Rasulullah Membaca Alquran dengan Tartil

Allah SWT memerintahkan Rasulullah untuk bangun malam dan membaca Al-Qur’an secara tartil. Perintah ini menjadi bekal spiritual agar beliau memiliki kekuatan dalam menjalankan dakwah.
Menurut Syaikh Abdurrahman As-Sa’di dalam Taisir Al-Karim Ar-Rahman, membaca Al-Qur’an secara tartil membuat hati lebih khusyuk, memudahkan memahami makna ayat, sekaligus memperkuat keimanan seseorang.
3. Rasulullah Selalu Mentadabburi Setiap Ayat

Rasulullah tidak pernah membaca Al-Qur’an sekadar menyelesaikan target bacaan. Beliau selalu merenungkan makna setiap ayat sehingga Al-Qur’an benar-benar hidup dalam dirinya.
Allah SWT berfirman:
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ
Artinya: “Tidakkah mereka mentadabburi Al-Qur’an?” (QS. Muhammad: 24)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa tujuan membaca Al-Qur’an bukan hanya melafalkan huruf-hurufnya, tetapi juga memahami pesan Allah dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
4. Alquran Merupakan Sumber Petunjuk Hidup

Nabi Muhammad SAW memahami bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman hidup bagi seluruh manusia. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa nabi yang gemar membaca Alquran adalah Nabi Muhammad SAW. Allah SWT berfirman:
إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ
Artinya: “Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang paling lurus.” (QS. Al-Isra’: 9)
Karena itulah Rasulullah senantiasa membaca, mengajarkan, serta mengamalkan Al-Qur’an agar umat Islam tetap berada di jalan yang diridhai Allah.
5. Rasulullah Ingin Menjadi Teladan Terbaik bagi Umat

Sebagai uswatun hasanah, Rasulullah tidak hanya memerintahkan umatnya membaca Al-Qur’an, tetapi juga memberikan contoh secara langsung.
Beliau bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
Artinya: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari no. 5027)
Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah ingin membentuk generasi yang tidak hanya pandai membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami, mengamalkan, dan mengajarkannya kepada orang lain.
Baca Juga: Ganjaran Membaca Alquran Berdasarkan Cara Membacanya
Hikmah Meneladani Rasulullah dalam Membaca Alquran
Meneladani Rasulullah dalam membaca Al-Qur’an akan memberikan banyak manfaat bagi kehidupan dunia maupun akhirat. Selain mendatangkan pahala, membaca Al-Qur’an juga mampu menenangkan hati, memperkuat iman, memperbaiki akhlak, dan menjadi pedoman dalam mengambil keputusan.
Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa nabi yang gemar membaca Alquran adalah Nabi Muhammad SAW, yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam setiap aspek kehidupannya.
Oleh sebab itu, membaca Al-Qur’an hendaknya tidak hanya berfokus pada banyaknya ayat yang selesai dibaca, tetapi juga pada sejauh mana hati mampu memahami dan mengamalkan pesan yang Allah sampaikan.
Mari Tumbuhkan Generasi Cinta Alquran
Dapat disimpulkan bahwa nabi yang gemar membaca Alquran adalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Beliau menjadi teladan terbaik dalam membaca, memahami, mengamalkan, dan mengajarkan Al-Qur’an. Sebagai umat Islam, sudah sepatutnya kita meneladani kebiasaan beliau dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Menanamkan kecintaan kepada Al-Qur’an akan lebih mudah jika dimulai sejak usia dini melalui lingkungan belajar yang tepat.
SD OSB School hadir dengan pendidikan berbasis Quranic, Leadership, dan Entrepreneurship untuk membentuk generasi yang berakhlak mulia, percaya diri, dan siap
Mari tumbuhkan buah hati menjadi generasi Qurani yang cerdas, berkarakter, serta berprestasi bersama SD OSB School!
