Membaca Alquran Harus Menutup Aurat? Ini Hukum & Penjelasannya

membaca alquran harus menutup aurat

Membaca Alquran harus menutup aurat atau tidak? Secara hukum, jawabannya tidak wajib, selama bukan dalam kondisi yang memang mewajibkan aurat tertutup seperti shalat atau sujud tilawah. 

Meski begitu, menutup aurat saat tilawah tetap dianjurkan sebagai adab untuk memuliakan Kalam Allah. Pertanyaan ini memang cukup sering muncul, terutama bagi yang ingin beribadah dengan baik namun juga ingin memahami batasan hukumnya agar tidak keliru. 

Melalui artikel ini, kita akan membahas topik tersebut secara lengkap, disertai penjelasan dari para ulama, agar pemahaman kita semakin mantap dalam beribadah.

Jadi, Apakah Benar-Benar Wajib?

Membaca Alquran harus menutup aurat sebenarnya tidak wajib secara khusus, selama bukan dalam kondisi yang memang mewajibkan aurat tertutup, seperti saat shalat atau sujud tilawah. 

Namun, meskipun tidak wajib, menutup aurat saat membaca Alquran tetap lebih utama dan lebih sopan sebagai bentuk adab dalam memuliakan Kalam Allah.

Dengan kata lain, jika ada yang bertanya apakah membaca Alquran harus menutup aurat, jawaban singkatnya adalah tidak harus sebagai syarat sah bacaan. Tetapi sangat dianjurkan sebagai bentuk penghormatan.

Mengapa Demikian? Berikut Penjelasannya

Banyak ulama menjelaskan bahwa membaca Alquran berbeda dengan shalat. Dalam shalat, menutup aurat merupakan syarat sah, sehingga jika aurat terbuka, shalat tersebut bisa dianggap tidak sah. 

Sementara itu, membaca Alquran di luar shalat memiliki ketentuan yang berbeda. Syarat-syarat ketat sebagaimana dalam shalat tidak otomatis berlaku dalam konteks ini.

Artinya, seorang muslimah yang membaca Alquran di rumah tanpa jilbab pun tidak otomatis berdosa. Selama auratnya tidak terlihat oleh orang yang tidak berhak melihatnya, misalnya laki-laki yang bukan mahram. 

Jadi, konteks di sini menjadi hal yang penting, bukan soal aktivitas membaca Alquran-nya, melainkan soal siapa yang berada di sekitar dan dapat melihat.

Lalu, Kapan Menutup Aurat Tetap Diwajibkan?

Ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi. Meskipun secara umum membaca Alquran tidak mensyaratkan aurat tertutup. Terdapat beberapa situasi di mana menutup aurat tetap menjadi kewajiban, di antaranya:

  • Saat shalat, karena menutup aurat memang menjadi syarat sah shalat.
  • Saat sujud tilawah, karena hukumnya mengikuti hukum shalat.
  • Saat terdapat laki-laki non-mahram yang berpotensi melihat auratnya, meskipun sedang tidak dalam keadaan shalat.

Dengan demikian, membaca Alquran seorang diri di kamar tentu berbeda situasinya dengan membaca Alquran di ruang tamu yang didatangi tamu laki-laki bukan mahram. Konteks tempat dan orang-orang di sekitar menjadi faktor penentu.

Baca Juga: Apakah Boleh Membaca Alquran Pakai Celana Pendek? Ini Kata Ulama

Pendapat Para Ulama Mengenai Hal Ini

Beberapa ulama dan sumber rujukan turut memberikan penjelasan yang senada mengenai topik membaca Alquran harus menutup aurat atau tidak. Di antaranya:

  • Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menyampaikan bahwa wanita diperbolehkan membaca Alquran tanpa menutup kepala, karena menutup aurat bukan syarat membaca, berbeda dengan syarat dalam shalat.
  • Fatwa Al-Kafi menjelaskan bahwa hukum asal membaca Alquran dalam keadaan tidak menutup aurat adalah diperbolehkan, karena tidak ada dalil yang secara khusus mewajibkannya, meskipun menutup aurat tetap merupakan adab yang baik.
  • Buya Yahya juga menyampaikan pendapat serupa. Bahwa diperbolehkan membaca Alquran tanpa kerudung ketika tidak ada laki-laki asing di sekitar, namun tetap lebih baik menutup aurat sebagai bentuk adab.
  • BincangSyariah menegaskan bahwa perempuan yang membaca Alquran tidak harus menutup aurat, selama tidak ada unsur meremehkan Alquran atau terlihat oleh non-mahram.

Dari beberapa pendapat tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa hukumnya diperbolehkan, namun menutup aurat tetap menjadi nilai tambah dari sisi adab.

Dalil yang Melandasi Pembahasan Ini

Perlu dipahami bahwa tidak ada ayat yang secara khusus mengenai membaca Alquran harus menutup aurat.

Namun, terdapat beberapa ayat yang menjadi rujukan dalam pembahasan ini, di antaranya perintah untuk membaca apa yang mudah dari Alquran (QS. Al-Muzzammil: 20), perintah menjaga pandangan dan kemaluan bagi laki-laki maupun perempuan beriman (QS. An-Nur: 30-31), serta anjuran memakai pakaian terbaik saat beribadah (QS. Al-A’raf: 31).

Ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa menjaga aurat dan kehormatan diri merupakan hal penting dalam kehidupan sehari-hari, meskipun secara spesifik tidak menjadikan aurat tertutup sebagai syarat sah membaca Alquran.

Hikmah di Balik Anjuran Menutup Aurat

Hikmah membaca alquran harus menutup aurat pada dasarnya adalah sebagai bentuk ta’zhim atau penghormatan kepada Kalamullah, menjaga adab di hadapan Allah, dan membantu menghadirkan suasana khusyuk ketika membaca. 

Walaupun bukan syarat wajib untuk membaca Alquran, para ulama menyebut menutup aurat sebagai adab yang baik dan lebih utama untuk diamalkan.

Beberapa hikmah utama tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut.

1. Memuliakan Alquran

membaca alquran harus menutup aurat

Menutup aurat menunjukkan bahwa kita memperlakukan Alquran sebagai firman Allah yang agung, bukan sekadar bacaan biasa. 

Hal ini sejalan dengan penjelasan para ulama bahwa selama tidak ada unsur meremehkan, membaca Alquran harus menutup aurat memang tidak menjadi kewajiban mutlak, namun tetap kurang sesuai dengan adab jika diabaikan begitu saja.

2. Menjaga rasa hormat dan sopan santun

membaca alquran harus menutup aurat

Dalam adab membaca Alquran, pakaian yang sopan termasuk bagian dari penghormatan. Beberapa sumber menyebutkan bahwa menutup aurat membuat pembaca lebih sopan, santun, dan pantas saat bermunajat kepada Allah.

3. Membantu khusyu 

membaca alquran harus menutup aurat

Saat pakaian rapi dan aurat tertutup, suasana batin biasanya menjadi lebih tenang dan serius. Kondisi ini membantu pembaca lebih fokus pada ayat, makna, dan tadabbur, bukan pada hal-hal yang mengganggu konsentrasi.

4. Menjaga dari pandangan non-mahram

membaca alquran harus menutup aurat

Dalam kondisi terdapat laki-laki asing di sekitar, menutup aurat bukan sekadar adab, melainkan kewajiban syar’i. Oleh karena itu, menutup aurat saat membaca Alquran juga menjadi sarana menjaga kehormatan diri dan menghindari pelanggaran syariat.

5. Melatih kebiasaan ibadah yang tertib

membaca alquran harus menutup aurat

Membiasakan diri membaca Alquran harus menutup aurat membuat seseorang lebih siap menjalani adab ibadah lainnya, seperti shalat, dzikir, dan doa. Kebiasaan ini turut membentuk karakter Muslim yang terbiasa rapi, bersih, dan terhormat dalam beribadah.

Jadi, hikmah menutup aurat saat membaca Alquran bukan disebabkan bacaan menjadi tidak sah apabila tidak melakukannya. Melainkan karena hal tersebut merupakan bentuk penghormatan, penjagaan adab, dan sarana menghadirkan kekhusyukan.

Jika dilakukan seorang diri tanpa ada non-mahram di sekitar, hukumnya pada asalnya diperbolehkan. Namun menutup aurat tetap lebih utama untuk diamalkan.

Baca Juga: Nabi yang Gemar membaca alquran adalah Nabi? Ini Sosoknya

Jadi, Apakah Membaca Alquran Harus Menutup Aurat?

Jadi, membaca Alquran tidak wajib menutup aurat menurut mayoritas ulama. Seseorang tetap boleh membaca Alquran meski tidak menutup aurat secara sempurna, selama tidak dalam kondisi yang mewajibkan seperti shalat atau sujud tilawah.

Namun, menutup aurat tetap sangat dianjurkan sebagai adab dalam membaca Alquran karena merupakan bentuk penghormatan kepada firman Allah sekaligus membantu menciptakan suasana yang lebih tenang dan khusyuk saat beribadah.

Sejalan dengan upaya menanamkan kecintaan Alquran sejak dini, SD OSB School, hadir dengan tiga pilar utama Quranic, Leadership, dan Entrepreneurship. Melalui pendekatan ini, sekolah tidak hanya membentuk anak yang cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan dekat dengan Alquran.

Mari wujudkan generasi Qurani yang unggul dan berkarakter. Berikan mereka lingkungan terbaik untuk tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia bersama SD OSB School!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *