
Apakah boleh membaca Alquran sambil merokok? Sebaiknya tidak dilakukan. Sebagian ulama menghukuminya makruh karena merokok dinilai mengurangi adab dan kekhusyukan saat membaca Alquran. Ulama lainnya menganggapnya haram, terutama jika dilakukan di masjid, menimbulkan bau yang mengganggu, atau termasuk perilaku yang tidak menghormati majelis Alquran.
Namun, untuk lebih jelas dan lebih menjawab pertanyaan apakah boleh membaca alquran sambil merokok, pelajari selengkapnya di artikel ini.
Pendapat Ulama tentang Membaca Alquran Sambil Merokok
Pembahasan mengenai apakah boleh membaca Alquran sambil merokok berkaitan erat dengan adab seorang muslim ketika berinteraksi dengan kitab suci. Para ulama pada dasarnya sepakat bahwa Alquran harus dihormati dan dibaca dengan sikap yang baik.
Perbedaannya terletak pada bagaimana mereka menilai aktivitas merokok ketika seseorang sedang bertilawah.
1. Ada Ulama yang Menghukuminya Makruh

Sebagian ulama memandang merokok ketika membaca Alquran sebagai perbuatan makruh. Salah satu pandangan tersebut dinisbatkan kepada Syaikh Zainuddin Al-Amidi.
Pertimbangannya adalah membaca Alquran seharusnya dilakukan dengan penuh penghormatan dan pemuliaan.
Ketika seseorang membaca ayat-ayat Alquran sambil merokok, adab tersebut dianggap berkurang.
Karena itu, pertanyaan apakah boleh membaca alquran sambil merokok perlu dipahami dalam konteks adab dan penghormatan terhadap Alquran.
Jadi, meskipun tidak langsung dihukumi haram, aktivitas tersebut tetap sebaiknya ditinggalkan. Dengan tidak merokok ketika tilawah, seseorang dapat lebih fokus menjaga kehormatan Alquran dan menghadirkan kekhusyukan dalam membaca.
2. Sebagian Ulama Menghukuminya Haram

Ada pula ulama yang memiliki pandangan lebih tegas. Syaikh Ali Ahmad Al-Jurjawi, misalnya, memandang aktivitas merokok ketika membaca Alquran sebagai perbuatan yang tidak dibenarkan.
Dalam pembahasan yang dinukil dari Fatawa Isma’il Zain, merokok di hadapan orang yang sedang membaca Alquran juga dikaitkan dengan su’ul adab, yaitu perilaku yang tidak mencerminkan penghormatan terhadap majelis Alquran.
Pandangan ini menjadi semakin kuat apabila aktivitas merokok dilakukan di tempat yang memang dimuliakan, seperti masjid atau majelis Alquran. Terlebih lagi jika asap dan baunya mengganggu orang lain yang sedang beribadah.
Dengan demikian, ketika membahas apakah boleh membaca Alquran sambil merokok, sebaiknya tidak hanya melihat aktivitas merokoknya, tetapi juga mempertimbangkan tempat, kondisi, adab, dan dampaknya kepada orang lain.
Baca Juga: Kenapa Adab Membaca Alquran Adalah yang Wajib Diperhatikan?
Apa Dasar Hukum Membaca Alquran Sambil Merokok?
Membahas apakah boleh membaca alquran sambil merokok, tidak ada ayat Alquran atau hadis yang secara khusus menyebut larangan membaca Alquran sambil merokok. Sebab, rokok merupakan persoalan yang muncul jauh setelah masa Rasulullah SAW.
Karena itu, pembahasan para ulama lebih banyak menggunakan prinsip umum dalam syariat, terutama mengenai kewajiban menjaga adab dan memuliakan Alquran.
Tilawah idealnya dilakukan dalam suasana yang bersih, tenang, dan penuh penghormatan. Segala sesuatu yang berpotensi mengurangi kesopanan terhadap Alquran tentu sebaiknya dihindari.
Bau asap rokok juga menjadi salah satu pertimbangan. Aroma yang kuat dapat membuat orang di sekitar merasa tidak nyaman. Hal ini menjadi lebih penting ketika seseorang berada di masjid atau majelis yang di dalamnya terdapat orang-orang yang sedang membaca Alquran dan beribadah.
Mengapa Merokok Saat Membaca Alquran Dianggap Kurang Beradab?
Ada beberapa alasan mengapa hukum membaca Alquran sambil merokok menjadi perhatian.
Pertama, berkaitan dengan adab kepada Alquran.
Sebagai kitab suci umat Islam, Alquran memiliki kedudukan yang sangat luhur. Karena itu, seorang muslim dianjurkan memperlakukannya dengan penuh hormat. Membaca Alquran sambil melakukan aktivitas lain yang tidak berkaitan dengan ibadah dapat mengurangi kesungguhan dalam bertilawah.
Kedua, adanya bau rokok.
Bau rokok yang menempel di mulut maupun pakaian bisa mengganggu kenyamanan. Padahal, sebelum membaca Alquran, seorang muslim dianjurkan menjaga kebersihan, termasuk membersihkan mulut.
Caranya bisa sederhana, seperti berkumur, menyikat gigi, atau menggunakan siwak. Dengan begitu, membaca Alquran terasa lebih nyaman dan menunjukkan sikap penghormatan terhadap kalam Allah.
Ketiga, berkaitan dengan status merokok.
Para ulama sendiri memiliki perbedaan pandangan mengenai hukum merokok. Sebagian menilainya makruh, sedangkan sebagian ulama kontemporer mengharamkannya karena mempertimbangkan dampak buruk terhadap kesehatan dan orang lain.
Ketika aktivitas yang dipandang tercela tersebut dilakukan bersamaan dengan tilawah Alquran, persoalan adab menjadi semakin penting untuk diperhatikan.
Keempat, dapat mengurangi kekhusyukan.
Coba bayangkan membaca ayat Alquran sambil sibuk menghisap rokok. Perhatian tentu bisa terbagi. Padahal, tilawah bukan hanya tentang melafalkan huruf demi huruf, tetapi juga berusaha memahami, merenungkan, dan menghayati pesan yang terkandung di dalamnya.
Karena itu, meninggalkan rokok ketika membaca Alquran merupakan pilihan yang lebih baik agar hati dan pikiran dapat benar-benar fokus pada bacaan.
Apakah Orang yang Masih Merokok Boleh Membaca Alquran?
Tentu saja boleh membaca Alquran. Kebiasaan merokok tidak boleh menjadi alasan seseorang menjauh dari Alquran.
Justru, membaca Alquran dapat menjadi salah satu cara untuk memperbaiki diri secara perlahan. Yang perlu diperhatikan adalah jangan menggabungkan aktivitas merokok dengan tilawah.
Jika masih memiliki kebiasaan merokok, cobalah menyelesaikan rokok terlebih dahulu. Setelah itu, bersihkan tangan dan mulut sebelum mulai membaca Alquran.
Dengan begitu, seseorang tetap dapat menjalankan ibadah sekaligus berusaha memperbaiki adab ketika berhadapan dengan kitab suci.
Adab yang Sebaiknya Dilakukan Sebelum Membaca Alquran
Daripada memikirkan apakah boleh membaca Alquran sambil merokok, akan lebih baik jika kita membiasakan diri mempersiapkan diri sebelum tilawah.
Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:
- Menyelesaikan aktivitas merokok sebelum mulai membaca Alquran.
- Membersihkan tangan setelah memegang rokok.
- Berkumur atau menyikat gigi untuk menghilangkan bau asap.
- Memilih tempat yang bersih dan nyaman.
- Duduk dengan posisi yang sopan.
- Membaca dengan tartil dan tidak tergesa-gesa.
- Berusaha memahami serta menghayati ayat yang dibaca.
- Menghindari aktivitas lain yang dapat mengganggu konsentrasi.
- Tidak merokok di masjid atau majelis Alquran.
Kebiasaan sederhana tersebut dapat membuat kegiatan membaca Alquran terasa lebih nyaman sekaligus membantu menjaga kekhusyukan.
Jadi, Apakah Boleh Membaca Alquran Sambil Merokok?
Lalu, apakah boleh membaca Alquran sambil merokok? Sebaiknya aktivitas tersebut dihindari. Sebagian ulama menilainya makruh karena dapat mengurangi adab dan kekhusyukan, sementara ulama lainnya menganggapnya haram dalam kondisi tertentu, terutama jika mengganggu orang lain atau dilakukan di tempat yang dimuliakan.
Pilihan yang paling baik adalah menyelesaikan rokok terlebih dahulu, membersihkan mulut dan tangan, lalu membaca Alquran dengan tenang dan penuh penghormatan.
Baca Juga: Bolehkah Membaca Alquran Pakai Celana Pendek? Ini Uraiannya
Tanamkan Kecintaan pada Alquran Sejak Dini
Kecintaan terhadap Alquran sebaiknya ditanamkan sejak anak masih dini, bukan hanya melalui pembelajaran, tetapi juga pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk Ayah dan Bunda yang mencari sekolah SD Islam berbasis Quranic, Leadership, dan Entrepreneurship, SD OSB School dapat menjadi pilihan. Anak tidak hanya dibimbing untuk dekat dengan Alquran, tetapi juga dikembangkan menjadi pribadi berakhlak, percaya diri, mandiri, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Mari, tumbuhkan generasi yang dekat dengan Alquran, berakhlak mulia, memiliki jiwa kepemimpinan, serta siap menjadi pribadi mandiri di masa depan bersama SD OSB School!
