Dalil Perintah Membaca Alquran dengan Tartil dan Maknanya

dalil perintah membaca alquran

Pernah nggak sih, lagi baca Alquran tapi rasanya seperti kejar-kejaran sama waktu? Ayatnya tetap terbaca, tapi hati terasa belum benar-benar ikut hadir. Seolah lewat begitu saja, tanpa sempat direnungkan.

Di momen seperti itu, kita jadi diingatkan bahwa membaca Alquran bukan cuma soal selesai atau tidaknya bacaan. Ada cara yang diajarkan dalam Islam, yaitu membaca dengan tartil. Pelan, jelas, dan penuh penghayatan.

Karena dalam Islam, membaca Al-Qur’an itu bukan sekadar rutinitas ibadah. Ada adab, ada rasa, dan ada makna yang ingin kita tangkap. 

Salah satunya lewat tartil, yang bukan hanya membuat bacaan lebih indah, tapi juga membantu hati lebih mudah tersentuh dan memahami isi ayatnya. 

Oleh karena itu, mari kita pelajari dalil perintah membaca alquran dengan penjelasan yang sangat lengkap.

Dalil Utama Perintah Membaca Alquran

Dasar paling kuat tentang tartil terdapat dalam Al-Qur’an itu sendiri, tepatnya dalam Surah al-Muzammil ayat 4:


وَرَتِّلِ الْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا

Artinya:
“Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil.” (QS. al-Muzammil: 4)

Ayat ini menjadi inti dari dalil perintah membaca alquran dengan tartil. Perintah ini ditujukan langsung kepada Rasulullah SAW, namun berlaku juga untuk seluruh umat Islam.

Menariknya, ayat ini turun dalam konteks ibadah malam (tahajud). Artinya, saat suasana sunyi dan hati lebih tenang, Allah justru memerintahkan membaca Al-Qur’an dengan perlahan, tidak tergesa-gesa.

Para ulama tafsir seperti Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa tartil berarti membaca dengan jelas, memperhatikan setiap huruf, sekaligus merenungkan maknanya. Jadi, bukan sekadar suara yang terdengar, tapi juga hati yang ikut hadir.

Apa Itu Tartil? Ini Maknanya

Kalau dibahas lebih dalam, tartil bukan cuma soal pelan atau lambat.

Secara bahasa, tartil berarti membaca dengan teratur, rapi, dan tidak terburu-buru. Sedangkan dalam istilah para ulama, tartil mencakup beberapa hal penting:

  • Membaca dengan jelas setiap huruf
  • Memperhatikan makhraj (tempat keluarnya huruf)
  • Mengikuti aturan tajwid
  • Menjaga jeda (waqaf) agar tidak merusak makna
  • Menghayati isi ayat yang dibaca

Bahkan, Ali bin Abi Thalib R.A pernah menjelaskan bahwa tartil adalah membaca dengan tajwid yang benar dan mengetahui tempat berhenti dalam bacaan.

Dari sini terlihat jelas bahwa dalil perintah membaca alquran tidak hanya menekankan “membaca”, tapi juga bagaimana cara membacanya.

Dalil Pendukung dari Hadits

Selain Al-Qur’an, ada juga hadis yang memperkuat pentingnya membaca dengan baik.

Salah satunya adalah sabda Rasulullah SAW:

“لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَتَغَنَّ بِالْقُرْآنِ”

“Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak berhias (tartil) dengan Al‑Qur’an.” [HR Muslim]

Makna memperindah, dalam dalil perintah membaca alquran di sini bukan berarti membaca dengan gaya seperti bernyanyi tanpa aturan. Justru yang dimaksud adalah membaca dengan tartil.

Selain itu, ada juga hadis yang mendorong kita untuk tidak sekadar membaca, tapi juga merenungkan isi Al-Qur’an. Ini menunjukkan bahwa membaca dengan cepat tanpa memahami maknanya bukanlah tujuan utama.

Dari sini bisa dipahami, tartil bukan hanya soal cara membaca, tapi juga menjadi jalan untuk sampai pada tadabbur. Yaitu memahami dan meresapi pesan yang terkandung dalam setiap ayat.

Apakah Tartil Itu Wajib?

Mayoritas ulama berpendapat bahwa membaca Al-Qur’an dengan tartil, termasuk mengikuti tajwid dasar, hukumnya wajib bagi yang mampu. Ini karena adanya dalil perintah membaca alquran yang jelas dalam QS al-Muzammil: 4.

Namun, bagi yang masih belajar, Islam tidak memberatkan. Yang penting adalah:

  • Terus belajar secara bertahap
  • Tidak sengaja meremehkan aturan bacaan
  • Berusaha memperbaiki kesalahan

Jadi, proses itu tetap dihargai. Bahkan orang yang terbata-bata saat membaca Al-Qur’an tetap mendapat pahala.

Baca Juga: Alasan Membaca Alquran yang Paling Baik Adalah Secara Tartil

Kenapa Harus Membaca dengan Tartil?

Berikut beberapa alasan utama mengapa kita wajib atau sangat dianjurkan membaca Al-Qur’an dengan tartil.

1. Perintah langsung dari Allah 

dalil perintah membaca alquran

Dalam QS al-Muzzammil ayat 4, terdapat bentuk perintah yang sangat jelas. Karena itu, dalam konteks dalil perintah membaca Alquran, tartil bukan sekadar pilihan, tapi bagian dari adab yang harus dijaga saat membaca.

Para ulama menjelaskan bahwa tartil mencakup membaca dengan tertib, tidak membolak-balik ayat, serta menjaga susunan lafaz dan maknanya. Jadi, membaca dengan tartil adalah bentuk ketaatan langsung kepada perintah Allah, bukan hanya soal memperindah suara.

2. Membantu memahami makna

dalil perintah membaca alquran

Tartil membuat kita membaca dengan pelan dan jelas. Dari sini, kita jadi punya ruang untuk memahami isi ayat, bukan sekadar melafalkannya.

Dalam praktiknya, kita bisa berhenti sejenak saat menemukan ayat yang menyentuh hati. Seperti tentang kehidupan, kematian, atau peringatan dari Allah. Inilah yang disebut tadabbur.

Karena itu, dalil perintah membaca Alquran juga bisa dipahami sebagai ajakan untuk tidak terburu-buru, agar setiap ayat benar-benar sampai ke hati, bukan hanya lewat di lisan.

3. Menjaga keaslian bacaan dan makna

dalil perintah membaca alquran

Membaca alquran tanpa tartil bisa membuat kita tidak sadar melakukan kesalahan. Huruf bisa tertukar, harakat terlewat, bahkan makna ayat pun berpotensi berubah.

Sebaliknya, saat membaca dengan tartil, kita jadi lebih hati-hati. Setiap huruf diucapkan sesuai makhrajnya, bacaan mengikuti tajwid, dan jeda dijaga agar tidak merusak arti.

Di sinilah salah satu hikmah dari membaca alquran dengan tartil. Agar kemurnian wahyu tetap terjaga, sebagaimana diturunkan tanpa perubahan.

4. Menumbuhkan khusyuk dan kedekatan dengan Al-Qur’an

dalil perintah membaca alquran

Membaca dengan tartil bukan hanya berdampak pada lisan, tapi juga hati. Bacaan yang pelan dan teratur membuat suasana jadi lebih tenang dan membantu menghadirkan rasa khusyuk.

Selain itu, tartil juga membuat kita lebih menghargai Al-Qur’an sebagai kalam Allah, bukan sekadar bacaan biasa. Dari sini, perlahan tumbuh rasa cinta dan keterikatan yang lebih dalam.

Tidak heran jika dalil perintah membaca Alquran ini juga berkaitan dengan pembentukan hati, agar lebih lembut, lebih peka, dan lebih dekat kepada Allah.

Dengan memahami keempat alasan ini, kita bisa melihat bahwa tartil bukan sekadar teknik membaca. Ia adalah cara untuk menjaga bacaan, memahami makna, dan menghadirkan hati dalam setiap ayat yang dibaca.

Baca Juga: Apa Manfaat Membaca dan Mempelajari Alquran? Ini Keutamaanya

Mulai Membaca Alquran Dengan Tartil

Dari penjelasan ini, kita bisa melihat bahwa dalil perintah membaca alquran dengan tartil bukan sekadar teori. Ini adalah panduan langsung dari Allah agar kita tidak hanya membaca, tapi juga memahami dan merasakan Al-Qur’an.

Membaca dengan tartil adalah bentuk adab, penghormatan, sekaligus cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Tidak perlu langsung sempurna. Yang penting adalah mulai, pelan-pelan, dan konsisten.

Kalau Ayah dan Bunda ingin anak-anak tumbuh dengan kecintaan pada Al-Qur’an sejak dini, belajar tartil tentu jadi fondasi yang sangat penting.

Yuk, arahkan mereka ke lingkungan yang tepat. Daftarkan putra-putri tercinta di SD OSB School, sekolah Islam yang mengintegrasikan nilai Qur’anic, leadership, dan entrepreneurship dalam proses belajarnya.

Karena belajar Al-Qur’an bukan hanya tentang membaca, tapi juga tentang membentuk karakter dan masa depan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *