Kesalahan Dalam Membaca Alquran dibagi Menjadi 2, Ini Uraiannya

kesalahan dalam membaca alquran dibagi menjadi

Membaca Al-Qur’an memang terlihat sederhana. Tinggal buka mushaf, lalu melafalkan ayat demi ayat. Tapi kalau dipelajari lebih dalam, ternyata ada banyak hal teknis yang perlu diperhatikan. Mulai dari makhraj huruf, panjang pendek bacaan, sampai dengung atau ghunnah. Di sinilah sering muncul yang namanya lahn atau kesalahan bacaan.

Menariknya, para ulama tajwid sudah menjelaskan bahwa kesalahan dalam membaca alquran dibagi menjadi dua jenis utama. Pembagian ini penting banget, supaya kita tahu mana kesalahan yang wajib dihindari dan mana yang perlu terus dilatih agar bacaan semakin indah. Yuk, kita bahas satu per satu.

Apa Itu Lahn dalam Membaca Al-Qur’an?

Secara sederhana, lahn berarti kesalahan dalam membaca Al-Qur’an. Kesalahan ini bisa terjadi karena kurangnya pemahaman tajwid, belum terbiasa melatih makhraj, atau membaca terlalu cepat tanpa memperhatikan kaidah.

Dalam ilmu tajwid, kesalahan dalam membaca alquran dibagi menjadi dua: lahn jaliy dan lahn khafi. Keduanya punya tingkat keparahan yang berbeda, begitu juga dampaknya terhadap bacaan dan makna ayat.

Bentuk Kesalahan Dalam Membaca Alquran Dibagi Menjadi Dua

Saat membaca alquran, kerapkali kita dengan sadar atau tidak sadar melakukan kesalahan pengucapan. Tapi tahukah bahwa kesalahan saat membaca alquran ini, terbagi menjadi dua jenis, di antaranya seperti:

1. Lahn Jaliy (Kesalahan yang Jelas dan Berat)

Kesalahan Dalam Membaca Alquran dibagi Menjadi

Jenis kesalahan pertama adalah lahn jaliy. Ini termasuk kesalahan yang cukup serius karena merusak lafaz secara nyata. Bahkan dalam beberapa kasus, bisa mengubah arti ayat Al-Qur’an.

Lahn jaliy biasanya mudah dikenali, bahkan oleh orang awam. Itulah kenapa kesalahan ini sangat ditekankan untuk dihindari.

Beberapa contoh lahn jaliy antara lain:

  • Mengganti huruf
    Kata كَثِيرٌ (katsir, artinya banyak) dibaca menjadi كَسِيرٌ (kasir, artinya pecah). Kesalahan ini terjadi karena huruf ث dibaca seperti س, sehingga maknanya berubah total.
  • Mengganti harakat hingga mengubah makna
    Dalam Surah Al-Fatihah ayat 7, kata أَنْعَمْتَ (an‘amta, Engkau memberi nikmat) dibaca أَنْعَمْتُ (an‘amtu, aku memberi nikmat). Perubahan satu harakat saja sudah menggeser makna ayat.
  • Salah sukun dan harakat
    Kata كُفُوًا أَحَدٌ (kufuwan ahad) dibaca كُفْوًا أَحَدٌ.
  • Kesalahan tanpa mengubah makna tapi tetap keliru
    Contohnya membaca اَلْحَمْدُ لِلَّهِ menjadi اَلْحَمْدُ لِلَّهُ.

Dari contoh-contoh ini, terlihat jelas bahwa kesalahan dalam membaca alquran dibagi menjadi bagian yang sangat krusial, terutama pada lahn jaliy.

Hukum Lahn Jaliy

Jika dilakukan dengan sengaja dan sadar, lahn jaliy hukumnya haram karena merusak lafaz Al-Qur’an dan bisa mengubah makna. Maka dari itu, belajar tajwid dasar dan memperbaiki bacaan adalah kewajiban bagi setiap muslim.

2. Lahn Khafi, Kesalahan Halus yang Sering Tak Disadari

Kesalahan Dalam Membaca Alquran dibagi Menjadi

Jenis kedua adalah lahn khafi. Kesalahan ini lebih halus dan biasanya hanya disadari oleh orang yang mendalami ilmu qira’at atau tajwid. Lahn khafi tidak mengubah makna ayat, tapi mengurangi keindahan dan kesempurnaan bacaan.

Meski terlihat ringan, jangan diremehkan. Karena kalau dibiarkan, kualitas tilawah bisa menurun.

Beberapa contoh lahn khafi yang sering terjadi:

  • Takrir berlebihan pada huruf ra’ (ر)
    Huruf ra’ terlalu bergetar, misalnya saat membaca kata مَرَحَ.
  • Ghunnah lemah atau tidak konsisten
    Membaca انْعَمْتَ tanpa dengung yang cukup, padahal seharusnya 2–3 harakat.
  • Mad yang terlalu pendek atau terlalu panjang
    Kata أُولَٰئِكَ dibaca kurang dari ketentuan mad yang seharusnya 4–5 harakat.
  • Harakat miring
    Dhammah cenderung ke fathah, atau kasrah terdengar seperti fathah.

Inilah alasan kenapa kesalahan dalam membaca alquran dibagi menjadi dua kategori, agar pembaca bisa membedakan mana kesalahan fatal dan mana yang perlu terus diperbaiki dengan latihan.

Hukum Lahn Khafi

Lahn khafi hukumnya makruh jika terus diulang tanpa ada usaha memperbaiki. Walau tidak mengubah makna, tetap dianjurkan untuk dilatih agar bacaan semakin sesuai dengan kaidah tajwid.

Baca Juga: Membaca Alquran dengan Baik dan Benar Hukumnya? Simak Ini!

Dampak Kesalahan dalam Membaca Al-Qur’an

Kesalahan membaca Al-Qur’an atau yang dikenal dengan istilah lahn memiliki dampak serius terhadap kualitas ibadah, pemahaman agama, dan pahala yang diperoleh. Dalam ilmu tajwid dijelaskan bahwa kesalahan dalam membaca alquran dibagi menjadi dua jenis utama, berikut penjelasan lengkapnya.

Dampak Lahn Jaliy

Lahn jaliy adalah kesalahan yang terlihat jelas, seperti mengganti huruf atau harakat hingga mengubah makna ayat. Karena sifatnya yang merusak lafaz Al-Qur’an, kesalahan ini dihukumi haram jika dilakukan dengan sengaja. Bahkan, jika terjadi dalam bacaan Surah Al-Fatihah saat shalat, lahn jaliy dapat membatalkan shalat, baik bagi imam maupun makmum.

Dampaknya sangat luas. Secara teologis, lahn jaliy bisa menyebabkan salah paham terhadap makna ayat. Dari sisi ibadah, pahala bacaan bisa hilang dan shalat menjadi tidak sah. Secara psikologis, pembaca juga cenderung kehilangan rasa khusyuk karena bacaan terasa keliru. Karena itu, para ulama sepakat bahwa kesalahan ini wajib dihindari, sebab seolah-olah memasukkan lafaz yang bukan bagian dari Al-Qur’an.

Dampak Lahn Khafi

Secara hukum, lahn khafi dihukumi makruh apabila dilakukan terus-menerus tanpa usaha memperbaiki. Dampaknya memang tidak membatalkan shalat, tetapi mengurangi keindahan bacaan dan kesempurnaan pahala. Bacaan yang masih terbata-bata tetap mendapatkan pahala, bahkan dua pahala bagi orang yang bersungguh-sungguh belajar. 

Namun, bacaan yang lebih tertib dan sesuai tajwid tentu lebih utama dan lebih mendekatkan pada kekhusyukan ibadah. Meski sering kali hanya disadari oleh ahli qira’at, lahn khafi tetap perlu diperbaiki agar bacaan Al-Qur’an semakin baik dan benar.
Inilah alasan mengapa kesalahan dalam membaca alquran dibagi menjadi kategori ringan dan berat.

Peran Makhraj dalam Mencegah Kesalahan Bacaan

Salah satu penyebab utama lahn, terutama lahn khafi, adalah penguasaan makhraj huruf yang kurang tepat. Dalam ilmu tajwid, terdapat 17 makhraj huruf hijaiyah yang diringkas ke dalam lima area utama:

  1. Al-Jauf (rongga mulut)
  2. Al-Halaq (tenggorokan)
  3. Al-Lisan (lidah)
  4. Asy-Syafatain (dua bibir)
  5. Al-Khaisyum (rongga hidung)

Dengan memahami posisi keluarnya huruf, bacaan akan lebih stabil dan terhindar dari kesalahan halus.

Latihan Praktis agar Bacaan Lebih Baik

Agar kesalahan dalam membaca alquran dibagi menjadi dua tersebut bisa diminimalkan, berikut beberapa latihan sederhana yang bisa dilakukan sehari-hari:

  • Identifikasi dan ulangi huruf per makhraj
    Misalnya ujung lidah untuk ر, ط, د. Ucapkan perlahan “rar, tat, dad” sebanyak 10 kali.
  • Latihan ghunnah
    Tutup hidung sambil membaca مِنَ atau إِنَّ, tahan 2–4 harakat untuk membiasakan dengung.
  • Gunakan cermin dan rekaman suara
    Baca Al-Fatihah, perhatikan posisi lidah dan bibir, lalu dengarkan ulang hasil rekaman.
  • Rutin 15 menit sehari
    Fokus pada satu kelompok makhraj setiap hari agar latihan terasa ringan dan konsisten.

Latihan-latihan ini sangat efektif untuk mengurangi lahn khafi dan menjaga kualitas bacaan.

Baca Juga: Membaca Alquran Harus Memahami Ilmu Tajwid. Ini Alasannya!

Mari Berusaha Tilawah dengan Tartil

Sekarang kita paham bahwa kesalahan dalam membaca alquran dibagi menjadi dua, yaitu lahn jaliy dan lahn khafi. Keduanya perlu dihindari dengan belajar tajwid, melatih makhraj, dan membiasakan bacaan yang benar agar tilawah semakin bernilai ibadah.

Kebiasaan membaca Al-Qur’an dengan baik idealnya ditanamkan sejak dini. Karena itu, memilih sekolah dasar yang tepat menjadi langkah penting bagi Ayah dan Bunda.

SD OSB School hadir sebagai sekolah dasar Islam berbasis Quranic, leadership, dan entrepreneurship yang mendukung anak mencintai Al-Qur’an dan berakhlak mulia.

Yuk, daftarkan putra-putri tercinta ke SD OSB School dan mulai pendidikan Qurani mereka sejak sekarang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *