Jangan Lakukan 5 Hal Ini Ketika Membaca Alquran! Ini Uraiannya

ketika membaca alquran

Membaca Alquran adalah ibadah yang sangat mulia. Setiap hurufnya bernilai pahala, setiap ayatnya membawa ketenangan jiwa. 

Namun, sering kali tanpa disadari, ada beberapa kebiasaan yang justru mengurangi kekhusyukan dan adab ketika membaca Alquran. Padahal, adab ini menjadi bagian penting agar tilawah terasa lebih bermakna dan mendalam.

Artikel ini akan mengulas lima hal yang sebaiknya dihindari saat membaca Alquran, lengkap dengan penjelasan yang mudah dipahami dan bersumber dari dalil yang kuat. Yuk, kita bahas satu per satu dengan santai.

Yang Sebaiknya Tidak dilakukan Saat Membaca Alquran

Sejatinya, membaca alquran adalah hal yang paling membuat kita merasa tenang. Namun, seringkali kita lupa dengan hal-hal yang tidak seharusnya kita lakukan saat tilawah. Untuk lebih jelasnya, berikut 5 hal yang sebaiknya kita hindari.

1. Membaca Alquran Tanpa Persiapan dan Adab

ketika membaca alquran

Banyak orang langsung membaca Alquran tanpa mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun hati. Padahal, saat membaca Alquran, dianjurkan untuk menghadirkan adab terbaik sebagai bentuk penghormatan terhadap kalam Allah.

Persiapan sederhana seperti membersihkan diri, berpakaian sopan, dan memilih tempat yang tenang sangat dianjurkan. Allah SWT berfirman:

لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ
“Tidak menyentuhnya (Al-Qur’an) kecuali orang-orang yang suci.”
(QS. Al-Waqi’ah: 79)

Walaupun ayat tersebut sering dipahami berkaitan dengan mushaf Alquran, para ulama menjelaskan bahwa menjaga kebersihan diri dan adab tetap menjadi bentuk penghormatan kepada Alquran. Dengan persiapan yang baik, hati akan lebih tenang dan siap memahami serta menghayati petunjuk dari Allah SWT.

2. Membaca Terburu-buru Tanpa Tadabbur

ketika membaca alquran

Kesalahan berikutnya ketika membaca Alquran adalah membaca terlalu cepat, seolah ingin mengejar jumlah halaman atau target khatam. Padahal, Alquran bukan sekadar untuk dibaca, tetapi juga direnungkan.

Allah SWT berfirman:

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ ۚ

“Maka apakah mereka tidak mentadabburi Al-Qur’an?”
(QS. An-Nisa: 82)

Membaca Alquran dengan tenang, melafalkan huruf sesuai makhraj dan tajwid, serta berusaha memahami maknanya akan membuat tilawah terasa lebih bermakna. Tidak perlu terburu-buru mengejar banyak ayat, karena membaca sedikit namun penuh penghayatan justru memiliki nilai spiritual yang lebih dalam.

3. Bermain Gadget atau Terdistraksi Hal Lain

ketika membaca alquran

Di zaman serba digital seperti sekarang, gangguan ketika membaca Alquran semakin mudah datang. Notifikasi ponsel, pesan singkat, hingga godaan membuka media sosial kerap membuat perhatian terpecah. 

Akibatnya, tilawah yang seharusnya menenangkan justru terasa kurang khusyuk. Membaca Alquran sambil sesekali melirik layar ponsel dapat mengurangi kedalaman ibadah. Rasulullah SAW sendiri menekankan pentingnya menjaga fokus dalam beribadah. Dalam sebuah hadits beliau bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ اللَّهَ يُنْظِرُ إِلَى عَبْدِهِ فِي صَلَاتِهِ مَا لَمْ يُلْتَفِتْ

“Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sesungguhnya Allah menghadap kepada hamba-Nya dalam shalatnya selama ia tidak menoleh.'”

Walaupun hadis tersebut berkaitan dengan shalat, namun pesannya masih sangat relevan untuk tilawah Alquran. Saat fokus kita terjaga, maka hati akan lebih mudah tersentuh dan makna ayat-ayat Allah pun lebih terasa dalam jiwa.

4. Membaca Tanpa Mengindahkan Tajwid

ketika membaca alquran

Sebagian orang menganggap tajwid tidak terlalu penting. Padahal, ketika membaca Al quran, membaca dengan tajwid yang benar adalah kewajiban agar makna ayat tidak berubah.

Allah SWT berfirman:

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

“Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil.” (QS. Al-Muzzammil: 4)

Tartil dapat diartikan sebagai membaca Alquran dengan tenang, jelas, dan mengikuti aturan yang benar. Kesalahan dalam melafalkan huruf berpotensi mengubah makna ayat, sehingga mempelajari tajwid menjadi bagian penting dalam menjaga keaslian bacaan Alquran.

Tidak perlu merasa harus langsung sempurna. Yang paling utama adalah memiliki kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki bacaan sedikit demi sedikit secara konsisten.

Baca Juga: Hukum Menerapkan Ilmu Tajwid Dalam Membaca Alquran Adalah?

5. Menjadikan Alquran Sekadar Rutinitas Tanpa Pengamalan

ketika membaca alquran

Hal terakhir yang sering terjadi saat membaca Alquran adalah menjadikannya sekadar rutinitas, tanpa berusaha mengamalkan isi kandungannya. Padahal, tujuan utama Alquran adalah sebagai petunjuk hidup.

Dari Abu Malik al-Asy’ari, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ…

“Al-Qur’an itu hujjah bagimu atau hujjah atasmu.” (HR. Muslim)

Hadits yang diriwayatkan oleh muslim tersebut menjelaskan bahwa, kitab suci alquran adalah kitab yang sangat mulia yang dimiliki oleh umat islam. Saat di akhirat kelak, ia dapat menjadi penolong bagi siapa saja yang rutin membaca bahkan yang mengamalkannya. 

Namun, hal yang paling kita takutkan adalah, bisa menjadi saksi jika amalan yang ada dalam alquran, kita abaikan. Oleh karena itu, membaca Alquran semestinya mampu mendorong perubahan nyata, baik dalam sikap, akhlak, maupun cara berpikir, menuju pribadi yang lebih baik.

Hal-Hal yang Harus Dilakukan Agar Lebih Khusyuk Ketika Membaca Alquran

Agar kita dapat terhindar dari beberapa kesalahan saat membaca Alquran yang telah disebutkan, berikut beberapa hal penting yang sebaiknya dilakukan:

  1. Persiapkan diri sebelum membaca Alquran
    Biasakan berwudhu, menjaga kebersihan diri, dan memilih tempat yang tenang agar lebih khusyuk ketika membaca Alquran.
  2. Baca Alquran dengan perlahan dan tartil
    Membaca tidak perlu terburu-buru. Perhatikan makhraj, tajwid, dan makna ayat agar tilawah lebih bermakna ketika membaca Alquran.
  3. Hindari distraksi saat membaca Alquran
    Jauhkan gadget dan matikan notifikasi agar fokus tetap terjaga ketika membaca Alquran.
  4. Terus belajar dan memperbaiki bacaan Alquran
    Pelajari tajwid secara bertahap melalui guru atau kelas tahsin untuk menjaga kualitas bacaan ketika membaca Alquran.
  5. Amalkan isi Alquran dalam kehidupan sehari-hari
    Jadikan Alquran sebagai pedoman hidup agar membaca Alquran tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga membawa perubahan positif.

Mengajarkan Adab Membaca Alquran Sejak Dini

Adab ketika membaca Alquran idealnya ditanamkan sejak usia dini. Anak-anak yang terbiasa membaca Alquran dengan adab yang baik akan tumbuh dengan kecintaan mendalam terhadap kitab suci ini.

Di sinilah peran pendidikan sangat penting. Sekolah tidak hanya mengajarkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, dan kepemimpinan yang berlandaskan nilai Alquran.

Baca Juga: Hadits Keutamaan Membaca Alquran – Penolong Dunia & Akhirat

SD OSB School Siap Membangun Generasi Qurani

Jika ayah dan bunda ingin putra-putri tumbuh dalam lingkungan pendidikan Islam yang kuat, SD OSB School bisa menjadi pilihan tepat. SD OSB School adalah sekolah dasar Islam yang berbasis Quranic, leadership, dan entrepreneurship.

Di sini, anak-anak tidak hanya diajarkan membaca Alquran dengan baik dan benar, tetapi juga memahami adab, akhlak, serta nilai kepemimpinan sejak dini. Pendekatan pembelajaran dirancang menyenangkan, aplikatif, dan relevan dengan tantangan masa depan.

Melalui pendidikan berbasis Alquran, anak-anak dibimbing untuk menjadi pribadi yang beriman, mandiri, berjiwa pemimpin, dan memiliki semangat wirausaha yang positif.

Yuk, daftarkan putra-putri Ayah dan bunda ke SD OSB School sekarang juga!
Bersama SD OSB School, mari kita siapkan generasi Qurani yang berkarakter kuat dan siap memimpin masa depan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *