
Pernahkah kamu berada dalam situasi sedang membaca Alquran lalu tanpa sadar ingin cepat selesai karena dikejar waktu, karena ingin melakukan aktivitas lain, yang sebenarnya tidak terlalu penting?
Situasi seperti ini sangat manusiawi, apalagi di tengah kesibukan sehari-hari kita. Nah, di sinilah sering muncul pertanyaan penting, apakah membaca Alquran memang boleh dilakukan secepat itu?
Lalu, sebenarnya, apakah membaca Alquran tidak boleh secara terburu-buru? Berikut penjelasan lengkapnya.
Dasar Adab Membaca Alquran dengan Tartil
Allah SWT memerintahkan Rasulullah SAW agar membaca Alquran dengan tartil, yaitu perlahan, jelas, dan teratur. Tartil bukan berarti membaca dengan tempo yang sangat lambat, melainkan memberikan hak setiap huruf sesuai makhraj, menjaga panjang pendek bacaan, memperhatikan hukum tajwid, serta berhenti pada tempat yang tepat.
Inilah alasan mengapa membaca Alquran tidak boleh secara terburu-buru. Ketika bacaan dilakukan dengan tenang, setiap ayat dapat dilafalkan dengan lebih benar sehingga makna yang terkandung di dalamnya tetap terjaga.
Selain itu, membaca secara tartil juga memberi kesempatan kepada hati untuk lebih fokus dalam menyimak setiap kalam Allah. Dengan begitu, ibadah tilawah tidak hanya menjadi aktivitas lisan, tetapi juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada-Nya.
5 Alasan Membaca Alquran Tidak Boleh Secara Terburu-buru
Berikut ini beberapa alasan lengkap mengapa membaca alquran tidak boleh secara terburu-buru.
1. Karena Alquran Diperintahkan Dibaca dengan Tartil

Alasan pertama mengapa membaca Alquran tidak boleh secara tergesa-gesa adalah adanya perintah untuk membaca dengan tartil.
Tartil berarti membaca secara perlahan, jelas, dan teratur. Setiap huruf diucapkan sesuai makhrajnya, hukum tajwid dijaga, begitu pula panjang pendek bacaan, dengung, hingga tempat berhenti (waqaf).
Jika seseorang membaca terlalu cepat hingga mengabaikan hal-hal tersebut, maka kualitas bacaannya akan berkurang. Oleh sebab itu, membaca dengan tartil merupakan bentuk ketaatan terhadap perintah Allah sekaligus menjaga kemuliaan Alquran.
2. Agar Tajwid dan Makhraj Tetap Terjaga

Membaca terlalu cepat sering kali membuat seseorang tanpa sadar melewatkan huruf, memendekkan bacaan mad, atau salah melafalkan makhraj huruf.
Kesalahan seperti ini memang tidak selalu mengubah makna ayat, tetapi tetap perlu dihindari karena Alquran harus dibaca dengan benar. Bahkan dalam beberapa kondisi, kesalahan pelafalan dapat memengaruhi arti suatu kata.
Karena itu, membaca Alquran tidak boleh secara terburu-buru agar lidah memiliki waktu untuk melafalkan setiap huruf dengan tepat. Jika masih dalam tahap belajar, membaca pelan justru jauh lebih baik dibanding cepat tetapi banyak kekeliruan.
Baca Juga: Membaca Alquran Harus Memahami Ilmu Tajwid. Ini Alasannya!
3. Membantu Hati Lebih Khusyuk

Tilawah bukan hanya soal suara yang merdu atau banyaknya halaman yang berhasil dibaca. Lebih dari itu, membaca Alquran adalah momen berkomunikasi dengan firman Allah.
Saat bacaan dilakukan terlalu cepat, fokus biasanya hanya tertuju pada target selesai. Sebaliknya, membaca dengan tenang membuat hati lebih hadir, pikiran lebih fokus, dan suasana ibadah terasa lebih khusyuk. itulah alasan membaca alquran tidak boleh secara terburu-buru.
Tidak heran jika banyak ulama menganjurkan agar seseorang menikmati setiap ayat yang dibaca.
4. Memudahkan Memahami dan Mentadabburi Makna

Salah satu tujuan utama diturunkannya Alquran adalah agar manusia mau merenungkan isinya. Proses merenungkan makna inilah yang dikenal dengan istilah tadabbur.
Jika bacaan terlalu cepat, kesempatan untuk memahami pesan-pesan Alquran menjadi semakin sedikit. Padahal, setiap ayat mengandung petunjuk, nasihat, kisah, hingga pelajaran hidup yang sangat berharga.
Itulah sebabnya membaca Alquran tidak boleh secara tergesa-gesa. Membaca dengan tempo yang lebih tenang memberi kesempatan untuk berhenti sejenak, melihat terjemahannya, lalu mengambil hikmah dari ayat yang dibaca.
5. Sebagai Bentuk Adab terhadap Kalamullah

Alquran merupakan kalam Allah yang memiliki kedudukan sangat mulia. Oleh karena itu, setiap muslim dianjurkan memperlakukannya dengan penuh penghormatan.
Membaca secara asal-asalan atau hanya mengejar cepat khatam tanpa memperhatikan kualitas bacaan tentu bukan sikap yang mencerminkan pengagungan terhadap firman Allah.
Sebaliknya, bacaan yang tenang, tertib, dan sesuai kaidah menunjukkan adab seorang hamba kepada Rabb-nya. Walaupun hanya membaca beberapa ayat, jika dilakukan dengan penuh perhatian dan kekhusyukan, nilainya akan jauh lebih bermakna.
Apakah Membaca Alquran Cepat Selalu Salah?
Jawabannya, tidak. Membaca Alquran dengan cepat tidak selalu salah selama bacaan tetap benar, tajwid terjaga, makhraj tidak berubah, dan tidak ada huruf yang terlewat.
Sebagian orang yang sudah sangat lancar atau sedang murajaah hafalan memang mampu membaca dengan tempo lebih cepat tanpa mengurangi kualitas bacaannya. Dalam kondisi seperti ini, membaca cepat masih diperbolehkan.
Namun, membaca cepat menjadi kurang baik apabila dilakukan sampai menghilangkan tartil, membuat kesalahan bacaan, atau menjadikan seseorang tidak lagi memahami isi ayat yang sedang dibaca.
Intinya, yang dinilai bukan sekadar cepat atau lambat, melainkan kualitas tilawah yang dilakukan.
Tips Membaca Alquran dengan Tenang dan Tartil
Agar bacaan semakin baik, berikut beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan.
1. Luruskan niat karena Allah SWT
Jangan membaca hanya untuk mengejar target khatam. Jadikan tilawah sebagai bentuk ibadah dan sarana mendekatkan diri kepada Allah.
2. Siapkan kondisi yang nyaman
Berwudhu, memilih tempat yang tenang, dan menjauhkan gangguan akan membantu meningkatkan konsentrasi saat membaca.
3. Mulailah dengan ta’awudz
Membaca ta’awudz sebelum tilawah membantu mempersiapkan hati agar lebih fokus dan khusyuk.
4. Jangan terburu-buru mengejar selesai
Lebih baik membaca satu halaman dengan benar daripada banyak halaman tetapi penuh kesalahan.
5. Perhatikan tajwid dan makhraj
Jika menemukan bacaan yang sulit, ulangi beberapa kali hingga benar. Proses belajar secara bertahap akan membuat kemampuan membaca semakin baik.
6. Berhenti pada waqaf yang tepat
Jangan memutus bacaan sembarangan. Berhenti pada tempat yang sesuai membantu menjaga makna ayat.
7. Renungkan arti ayat
Sesekali buka terjemahan atau tafsir ringkas agar bacaan tidak hanya berhenti di lisan, tetapi juga sampai ke hati.
8. Jangan membandingkan diri dengan orang lain
Setiap orang memiliki kemampuan membaca yang berbeda. Fokuslah pada perbaikan diri dan terus belajar secara konsisten.
Baca Juga: Inilah Berbagai Metode Membaca Alquran Agar Lancar & Tartil
Tanamkan Cinta Alquran Sejak Usia Dini di SD OSB School
Pada akhirnya, membaca Alquran tidak boleh secara terburu-buru karena tujuan utama tilawah bukan sekadar menyelesaikan bacaan, melainkan menjaga adab terhadap kalamullah, memperbaiki kualitas bacaan, memahami makna ayat, serta menghadirkan kekhusyukan dalam hati.
Kebiasaan membaca Alquran dengan tartil akan lebih mudah terbentuk jika ditanamkan sejak anak masih kecil. Karena itu, memilih lingkungan pendidikan yang mendukung pembelajaran Alquran menjadi langkah penting bagi setiap orang tua.
SD OSB School hadir sebagai SD Islam berbasis Quranic, Leadership, dan Entrepreneurship yang tidak hanya mengajarkan peserta didik membaca Alquran dengan baik dan benar, tetapi juga membentuk karakter islami, jiwa kepemimpinan, serta semangat berkarya sejak dini.
Mari, Ayah dan Bunda berikan pendidikan terbaik untuk buah hati. Daftarkan putra-putri tercinta ke SD OSB School dan dampingi mereka tumbuh menjadi generasi yang cinta Alquran, berakhlak mulia, serta siap menghadapi masa depan dengan bekal ilmu dan iman.
