
Mengingat Allah SWT atau berdzikir merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ketika mendengar kata dzikir, sebagian orang mungkin langsung teringat dengan bacaan tasbih, tahmid, takbir, atau tahlil. Padahal, cakupan dzikir jauh lebih luas dari itu.
Salah satu bentuk dzikir yang memiliki kedudukan sangat tinggi adalah membaca Alquran. Bahkan, banyak ulama menjelaskan bahwa membaca Alquran termasuk dzikir yang paling utama. Hal ini karena Alquran merupakan kalam Allah SWT yang menjadi petunjuk hidup sekaligus sumber pahala bagi setiap muslim yang membacanya.
Lantas, mengapa membaca Al quran termasuk dzikir? Apa saja dalil dan keutamaannya? Simak penjelasan lengkap berikut ini.
Apa yang Dimaksud dengan Dzikir?
Secara bahasa, kata dzikir berasal dari bahasa Arab dzakara yang berarti mengingat atau menyebut. Sementara itu, secara istilah, dzikir adalah segala bentuk ibadah yang bertujuan untuk mengingat Allah SWT, baik dengan hati maupun lisan.
Dzikir tidak hanya terbatas pada bacaan seperti Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, atau La ilaha illallah. Membaca doa, melafalkan ayat-ayat Alquran, hingga merenungkan kebesaran Allah juga termasuk bagian dari dzikir.
Dalam praktiknya, dzikir dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:
- Dzikir lisan, yaitu mengucapkan kalimat-kalimat pujian kepada Allah.
- Dzikir hati, yakni menghadirkan Allah dalam setiap pikiran dan perasaan.
- Dzikir melalui Alquran, yaitu membaca, memahami, dan menghayati firman Allah SWT.
Karena itulah, para ulama menjelaskan bahwa membaca Alquran termasuk dzikir yang memiliki keutamaan sangat besar.
Dalil bahwa Membaca Alquran Termasuk Dzikir
Dasar bahwa membaca Alquran merupakan dzikir dapat ditemukan dalam Alquran maupun hadis.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Adz-Dzikr (Alquran), dan sesungguhnya Kami benar-benar menjaganya.”
(QS. Al-Hijr: 9)
Pada ayat tersebut, Allah menyebut Alquran sebagai Adz-Dzikr, yaitu peringatan atau dzikir. Hal ini menunjukkan bahwa Alquran sendiri merupakan bentuk dzikir yang Allah turunkan kepada manusia.
Selain itu, terdapat hadis qudsi yang menjelaskan bahwa orang yang disibukkan dengan membaca kitab Allah akan memperoleh keutamaan dari-Nya. Rasulullah SAW juga bersabda bahwa membaca Alquran merupakan salah satu ibadah yang paling utama dan setiap huruf yang dibaca akan diganjar pahala.
Dengan demikian, tidak mengherankan jika para ulama sepakat bahwa membaca Alquran termasuk dzikir yang memiliki nilai ibadah sangat tinggi.
5 Alasan Membaca Alquran Termasuk Dzikir yang Paling Utama
Berikut beberapa alasan mengapa membaca Alquran memiliki kedudukan istimewa dibandingkan bentuk dzikir lainnya.
1. Alquran Disebut sebagai Adz-Dzikr

Alasan pertama adalah karena Allah sendiri menyebut Alquran sebagai Adz-Dzikr dalam firman-Nya.
Artinya, ketika seseorang membaca Alquran, ia sedang membaca dzikir yang berasal langsung dari Allah SWT. Tidak hanya mengingat Allah, tetapi juga berinteraksi dengan firman-Nya yang penuh petunjuk dan hikmah.
Inilah alasan mendasar mengapa membaca Alquran termasuk dzikir yang paling utama.
Baca Juga: Adab dalam Membaca Alquran dan Keutamaannya Menurut Ulama
2. Membaca Alquran Merupakan Ibadah yang Paling Utama

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa membaca Alquran merupakan salah satu ibadah terbaik yang dapat dilakukan oleh umat Islam.
Berbeda dengan bacaan biasa, setiap huruf Alquran bernilai pahala. Rasulullah bersabda bahwa satu huruf Alquran akan dibalas dengan satu kebaikan, kemudian dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat.
Keutamaan ini menunjukkan bahwa tilawah Alquran bukan hanya aktivitas membaca, tetapi juga bentuk ibadah yang mendatangkan pahala luar biasa.
3. Mengingat Allah dengan Lisan dan Hati Sekaligus

Keistimewaan lain dari membaca Alquran adalah melibatkan dua unsur sekaligus, yaitu lisan dan hati.
Saat membaca ayat demi ayat, lisan melafalkan kalam Allah, sementara hati diajak untuk merenungkan maknanya. Inilah yang membuat membaca Alquran termasuk dzikir yang lebih sempurna dibandingkan sekadar mengucapkan kalimat-kalimat dzikir tanpa memahami maknanya.
Apalagi jika bacaan tersebut disertai tadabbur atau perenungan terhadap isi ayat. Hati akan menjadi lebih lembut, iman bertambah, dan hubungan dengan Allah semakin dekat.
4. Alquran Menjadi Syafaat di Hari Kiamat

Keutamaan membaca Alquran tidak berhenti di dunia. Rasulullah SAW bersabda:
“Bacalah Alquran, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.” (HR. Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa Alquran akan menjadi penolong bagi orang-orang yang rajin membacanya.
Karena itu, membaca Alquran termasuk dzikir yang tidak hanya memberikan pahala saat dilakukan, tetapi juga membawa manfaat hingga kehidupan akhirat.
5. Membawa Petunjuk dan Memperbaiki Hati

Berbeda dengan dzikir lisan yang berupa kalimat singkat, Alquran mengandung petunjuk hidup yang lengkap.
Di dalamnya terdapat kisah para nabi, hukum-hukum Islam, nasihat, kabar gembira, hingga peringatan bagi manusia. Saat seseorang membacanya, ia tidak hanya memperoleh pahala dzikir, tetapi juga ilmu yang dapat membimbing kehidupannya.
Karena itulah, membaca Alquran mampu menenangkan hati, memperbaiki akhlak, serta menguatkan keimanan kepada Allah SWT.
Apakah Membaca Alquran Lebih Utama daripada Dzikir Lain?
Secara umum, para ulama menjelaskan bahwa membaca Alquran lebih utama dibandingkan dzikir lisan biasa seperti tasbih, tahmid, atau tahlil. Sebab, Alquran adalah kalam Allah yang mengandung petunjuk, hukum, sekaligus pahala bagi setiap huruf yang dibaca.
Namun, ada pengecualian yang perlu dipahami.
Pada waktu-waktu tertentu yang memang disyariatkan untuk dzikir khusus, maka dzikir tersebut lebih didahulukan. Misalnya dzikir setelah salat fardu, dzikir pagi dan petang, atau dzikir ketika mendengar azan.
Artinya, seorang muslim tetap dianjurkan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW sesuai waktu dan keadaan. Di luar waktu-waktu tersebut, memperbanyak tilawah menjadi amalan yang sangat dianjurkan.
Agar Membaca Alquran Menjadi Dzikir yang Lebih Bermakna
Supaya manfaat membaca Alquran semakin terasa, ada beberapa adab yang dapat diterapkan.
- Pertama, luruskan niat semata-mata karena Allah SWT.
- Kedua, bacalah Alquran secara tartil dan tidak terburu-buru agar setiap ayat dapat dihayati.
- Ketiga, usahakan memahami arti ayat melalui terjemahan atau tafsir sehingga bacaan tidak hanya sampai di lisan.
- Keempat, renungkan pesan yang terkandung di dalam ayat, lalu jadikan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
- Terakhir, biasakan membaca Alquran secara konsisten meskipun hanya beberapa ayat setiap hari. Amalan yang dilakukan secara rutin akan lebih mudah membentuk kebiasaan baik sekaligus menjaga kedekatan dengan Allah SWT.
Baca Juga: Membaca Alquran dengan Nada Disebut Apa dalam Islam?
Yuk, Tanamkan Cinta Alquran Sejak Usia Dini
Melihat berbagai dalil dan penjelasan ulama, dapat disimpulkan bahwa membaca Alquran termasuk dzikir yang paling utama.
Membiasakan membaca Alquran setiap hari bukan hanya mendatangkan pahala, tetapi juga membentuk karakter yang lebih baik, penuh kasih sayang, disiplin, dan berakhlak mulia.
Ayah dan Bunda, kebiasaan mencintai Alquran akan lebih mudah tumbuh jika ditanamkan sejak anak masih kecil. Salah satu caranya adalah memilih lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga membiasakan anak dekat dengan Alquran dalam kehidupan sehari-hari.
SD OSB School hadir sebagai sekolah Islam yang mengintegrasikan Quranic, Leadership, dan Entrepreneurship dalam proses pembelajarannya.
Anak tidak hanya belajar membaca dan mencintai Alquran, tetapi juga dibimbing menjadi pribadi yang berakhlak mulia, percaya diri, memiliki jiwa kepemimpinan, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Yuk, berikan pendidikan terbaik untuk buah hati dengan mendaftarkan putra-putri Ayah dan Bunda ke SD OSB School dan bersama-sama tumbuhkan generasi yang cinta Alquran, berkarakter, serta siap menjadi pemimpin masa depan.
