Membaca Taawudz Sebelum Membaca Alquran Hukumnya Sunnah. Ini Uraiannya

membaca taawudz sebelum membaca alquran hukumnya

Membaca taawudz sebelum membaca alquran hukumnya termasuk perkara yang dianjurkan atau sunnah, sebagaimana disepakati oleh jumhur atau mayoritas ulama. Artinya, amalan ini sangat dianjurkan, namun bukan kewajiban yang berdosa apabila ditinggalkan. Ta’awudz dibaca sebagai bentuk adab, semacam permohonan izin kepada Allah sekaligus memohon perlindungan dari gangguan setan sebelum menyelami firman-Nya.

Ada kebiasaan kecil yang sering diucapkan sebelum mulai membaca Al-Quran, namun tidak banyak yang benar-benar memahami maknanya, yaitu bacaan “A’udzubillahi minasy-syaitanir rajim” atau yang dikenal dengan ta’awudz. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai dasar dan ketentuannya.

Membaca Taawudz Sebelum Membaca Alquran Hukumnya Sunnah

Jawaban singkatnya, membaca taawudz sebelum membaca alquran hukumnya sunnah menurut mayoritas ulama. Artinya, orang yang membacanya akan memperoleh pahala karena mengikuti anjuran syariat, sedangkan yang meninggalkannya tidak berdosa.

Anjuran ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam Surah An-Nahl ayat 98:

“Apabila kamu membaca Al-Quran, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98)

Ayat tersebut menjadi landasan utama disyariatkannya membaca taawudz sebelum membaca Alquran. 

Walaupun terdapat sebagian ulama yang memahami perintah membaca taawudz sebelum membaca kitab suci alquran hukumnya sebagai wajib, pendapat yang lebih kuat dan dipegang oleh jumhur ulama menyatakan bahwa hukumnya adalah sunnah.

Dengan membaca taawudz, seorang muslim memohon perlindungan kepada Allah agar terhindar dari godaan setan yang dapat mengganggu konsentrasi, kekhusyukan, maupun pemahaman terhadap ayat-ayat Alquran.

Ta’awudz dan Isti’adzah, Sama atau Beda?

Ini juga menjadi pertanyaan yang cukup sering muncul. Sebenarnya, ta’awudz dan isti’adzah merujuk pada bacaan yang sama, yaitu:

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ A’udzu billahi minasy-syaitanir rajim

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.”

Secara bahasa, ta’awudz berasal dari kata ta’awadha yang bermakna memohon perlindungan secara umum. Sementara itu, isti’adzah berasal dari kata isti’adzah, yang menunjukkan permohonan perlindungan yang lebih aktif dan sungguh-sungguh. 

Meski terdapat perbedaan nuansa bahasa, para ulama sepakat bahwa secara makna, keduanya tidak memiliki perbedaan yang substansial.

Imam Ath-Thabari bahkan menegaskan bahwa ta’awudz atau isti’adzah termasuk bentuk istijarah (meminta perlindungan), dan bukan bagian dari ayat Al-Quran. 

Meski begitu, statusnya tetap sunnah yang diperintahkan berdasarkan QS. An-Nahl ayat 98 tersebut. Dengan demikian, membaca taawudz sebelum membaca alquran hukumnya memiliki dasar yang kokoh, baik dari Al-Quran maupun sunnah Nabi SAW.

Pendapat Para Ulama Tentang Penggunaan Istilah

Beberapa ulama, seperti Ibnu Katsir dan Al-Qurthubi, kerap menggunakan istilah ta’awudz dan isti’adzah secara bergantian dalam penjelasan mereka.  

Fokus mereka bukan pada perdebatan istilah, melainkan pada fungsinya, yaitu menolak waswas dan gangguan setan sebelum membaca Al-Quran.

Adapun mengenai redaksi bacaannya, terdapat kelonggaran di kalangan ulama. Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa cukup membaca lafaz standar saja.

 Sementara itu, sebagian ulama lain membolehkan tambahan penyebutan sifat Allah, misalnya innallaha huwas sami’ul ‘alim. Seluruh variasi ini tetap sah dan termasuk sunnah.

Macam-Macam Lafadz Ta’awudz

Berikut beberapa variasi lafal ta’awudz yang dapat kita gunakan sebelum membaca Al-Quran. Di antaranya seperti: 

  • Lafaz standar: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ “Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.”
  • Dengan penyebutan sifat Allah: أَعُوذُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung dari syaitan yang terkutuk.” atau bisa juga dengan membaca  عُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيم “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari syaitan yang terkutuk.”
  • Dalam bentuk doa langsung: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari syaitan yang terkutuk.”
  • Dengan penjelasan gangguan syaitan: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ “Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk, dari godaannya, kesombongannya, dan bisikan hasadnya.”
  • Lafaz minimal: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ “Aku berlindung kepada Allah dari syaitan.”

Lafaz yang paling ringkas ini memiliki dasar dari riwayat Jubair bin Muth’im dari Rasulullah SAW, dan tetap memenuhi makna inti isti’adzah meski lebih singkat.

Dari seluruh variasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa membaca taawudz sebelum membaca alquran hukumnya cukup fleksibel dalam hal redaksi, selama maknanya tetap sama, yaitu memohon perlindungan kepada Allah dari gangguan setan.

Baca Juga: Sholawat Setelah Membaca Alquran, dengan Arab, Latin & Keutamaannya

Manfaat Membaca Taawudz Sebelum Mengaji

Lantas, mengapa amalan ini begitu dianjurkan? Berikut beberapa manfaat yang dapat diperoleh.

1. Perlindungan dari gangguan setan

membaca taawudz sebelum membaca alquran hukumnya

Ini merupakan manfaat paling utama. Ta’awudz berfungsi sebagai pelindung agar konsentrasi tetap terjaga selama membaca ayat-ayat Allah.

Sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Ibnu Katsir, ayat ini merupakan perintah untuk menepis waswas dan gangguan setan, baik yang berbentuk lamunan, rasa malas, maupun pikiran yang teralihkan dari makna bacaan. 

2. Membersihkan lisan dari ucapan sia-sia

membaca taawudz sebelum membaca alquran hukumnya

Mulut yang sebelumnya digunakan untuk berbagai urusan duniawi, termasuk hal-hal yang kurang bermanfaat, kembali disiapkan untuk melafalkan Kalam Ilahi. 

Inilah mengapa membaca taawudz sebelum membaca alquran hukumnya dianggap penting, sebab Ibnu Katsir menyebutnya sebagai bentuk taubat ringan sekaligus penyucian organ bicara. 

3. Menolak was was saat tadabbur ayat

membaca taawudz sebelum membaca alquran hukumnya

Tidak sedikit orang yang mengalami pikiran melayang saat membaca Al-Quran. Inilah salah satu alasan mengapa membaca taawudz sebelum membaca alquran hukumnya dianjurkan, karena isti’adzah membantu menjaga hati agar tetap fokus, sehingga ayat-ayat Al-Quran dapat ditadabburi dengan lebih mendalam. 

4. Mengakui kelemahan manusia di hadapan Allah

membaca taawudz sebelum membaca alquran hukumnya

Ini merupakan pelajaran akidah yang sangat penting. Dengan membaca ta’awudz, seorang hamba mengakui bahwa dirinya tidak akan mampu melawan godaan setan tanpa pertolongan Allah. Isti’adzah menjadi doa pengakuan sekaligus permohonan kekuatan dari-Nya.

Dari seluruh penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa membaca taawudz sebelum membaca alquran hukumnya merupakan sunnah yang penuh hikmah. Bukan sekadar formalitas, melainkan kunci pembuka yang membersihkan lisan, menenangkan hati, dan menghadirkan perlindungan Allah di setiap ayat yang dibaca.

Baca Juga: Membaca Alquran Diawali Dengan Membaca Ta’awudz. Ini Manfaatnya

Menanamkan Kebiasaan Ini Sejak Dini

Kebiasaan baik seperti membaca ta’awudz sebelum mengaji akan lebih mudah melekat apabila ditanamkan sejak anak-anak masih kecil. Di sinilah pentingnya lingkungan pendidikan yang mendukung, bukan hanya mengajarkan cara membaca Al-Quran, tetapi juga menanamkan adab dan pemahaman di baliknya.

Bagi Ayah dan Bunda yang ingin memastikan buah hati tumbuh dengan fondasi Al-Quran yang kuat sekaligus dibekali jiwa kepemimpinan dan semangat kewirausahaan sejak dini, SD OSB School dapat menjadi pilihan yang tepat. Sebagai sekolah dasar Islam berbasis quranic, leadership, dan entrepreneurship, SD OSB School dirancang untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan siap menghadapi masa depan.

Mari daftarkan putra-putri Ayah dan Bunda ke SD OSB School sekarang, dan jadilah bagian dari perjalanan mendidik generasi Qurani yang tangguh, berjiwa pemimpin, dan berjiwa wirausaha.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *