Pengertian Membaca Kitab Suci Alquran Menurut Para Ulama 

pengertian membaca kitab suci alquran

pengertian membaca kitab suci Alquran ternyata tidak sesederhana melafalkan ayat demi ayat. Para ulama memaknai membaca Alquran sebagai ibadah yang diiringi dengan usaha memahami isi ayat dan mengamalkan petunjuknya dalam kehidupan sehari-hari. 

Oleh karena itu, seorang Muslim tidak hanya dituntut mampu membaca dengan lancar, tetapi juga menjaga adab, memperhatikan tajwid, dan berusaha memahami makna yang terkandung di dalamnya. 

Dengan begitu, Alquran benar-benar menjadi petunjuk hidup, bukan sekadar bacaan rutin.

Lantas, bagaimana pengertian membaca kitab suci Alquran menurut para ulama? Simak penjelasannya berikut ini.

Pengertian Membaca Kitab Suci Alquran

Secara umum, membaca kitab suci Alquran adalah aktivitas melafalkan firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk ibadah. 

Namun, para ulama menjelaskan bahwa membaca Alquran tidak berhenti pada pelafalan ayat semata. 

Membaca Alquran juga mencakup menghadirkan hati, menjaga adab, membaca sesuai kaidah tajwid, memahami kandungan ayat, hingga berusaha mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Dengan demikian, membaca Alquran melibatkan lisan, hati, akal, dan perbuatan sehingga dapat memberikan pengaruh positif terhadap keimanan dan akhlak seorang Muslim.

Pentingnya membaca Alquran juga ditegaskan dalam firman Allah SWT pada QS. Al-Ankabut ayat 45, yang berbunyi:

اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ

Artinya:

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur’an), dan dirikanlah salat.” (QS. Al-Ankabut: 45)

Ayat ini menunjukkan bahwa membaca Alquran merupakan perintah langsung dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus menjadi tuntunan bagi seluruh umat Islam. 

Perintah tersebut tidak hanya mengajak umat Islam untuk melafalkan ayat-ayat Alquran, tetapi juga menjadikannya sebagai pedoman hidup yang diwujudkan melalui ibadah dan amal saleh. 

Oleh karena itu, membaca Alquran hendaknya dilakukan dengan penuh kesungguhan, disertai upaya memahami serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian Membaca Kitab Suci Alquran Menurut Para Ulama

Berikut beberapa pendapat ulama mengenai pengertian membaca kitab suci Alquran yang dapat menjadi pedoman bagi umat Islam.

1. Muhammad Ali Ash-Shabuni

pengertian membaca kitab suci alquran

Muhammad Ali Ash-Shabuni menjelaskan bahwa Alquran merupakan firman Allah yang tidak ada tandingannya, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril, ditulis dalam mushaf, diriwayatkan secara mutawatir, dan membacanya bernilai ibadah.

Berdasarkan definisi tersebut, membaca Alquran bukan sekadar melafalkan huruf-huruf Arab. Sebaliknya, setiap bacaan dilakukan dengan keyakinan bahwa yang dibaca adalah wahyu Allah sehingga menjadi salah satu bentuk penghambaan kepada-Nya.

Artinya, ketika seorang Muslim membaca Alquran dengan niat ikhlas, ia sedang menjalankan ibadah yang berpahala, meskipun hanya membaca beberapa ayat.

2. Dr. Subhi As-Salih

pengertian membaca kitab suci alquran

Dalam pandangan Dr. Subhi As-Salih, Alquran merupakan firman Allah yang dianugerahkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai mukjizat. Alquran ditulis dalam mushaf, diriwayatkan secara mutawatir, dan membacanya merupakan ibadah.

Dari penjelasan tersebut, pengertian membaca kitab suci Alquran adalah membaca kalam Allah dengan penuh keimanan. Karena Alquran merupakan mukjizat, maka cara membacanya pun harus dijaga.

Hal ini meliputi pelafalan yang benar, penerapan hukum tajwid, menjaga makhraj huruf, serta memperhatikan adab ketika membaca. Dengan demikian, membaca Alquran menjadi bentuk penghormatan terhadap firman Allah SWT.

Baca Juga: Cara Membaca Alquran dengan Tajwid yang Benar untuk Pemula

3. Syekh Muhammad Khudari Beik

pengertian membaca kitab suci alquran

Syekh Muhammad Khudari Beik menjelaskan bahwa Alquran merupakan firman Allah berbahasa Arab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW agar dipahami isinya.

Berdasarkan pandangan tersebut, membaca Alquran tidak hanya mengejar kelancaran bacaan. Lebih dari itu, seorang Muslim dianjurkan memahami pesan-pesan yang terkandung di dalam setiap ayat.

Oleh sebab itu, membaca Alquran sebaiknya disertai dengan mempelajari tafsir atau terjemahan agar nilai-nilai Alquran dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

4. M. Quraish Shihab, Alquran adalah Bacaan yang Sempurna

pengertian membaca kitab suci alquran

Menurut M. Quraish Shihab, kata Alquran secara harfiah berarti bacaan yang sempurna. Kesempurnaan tersebut menunjukkan bahwa Alquran merupakan bacaan paling mulia, paling indah, dan menjadi petunjuk bagi seluruh manusia.

Melalui pandangan ini, pengertian membaca kitab suci Alquran bukan hanya aktivitas membaca teks, melainkan berinteraksi dengan sumber hidayah yang sempurna.

Karena itu, membaca Alquran hendaknya dilakukan dengan penuh kekhusyukan, rasa hormat, dan kesungguhan agar hati lebih mudah menerima petunjuk yang terkandung di dalamnya.

5. Perspektif Kajian Al-Qur’an

pengertian membaca kitab suci alquran

Dalam kajian ilmiah mengenai membaca dalam perspektif Alquran, terdapat tiga istilah penting, yaitu qira’ah, tilawah, dan tartil.

  • Qira’ah berarti membaca secara umum.
  • Tilawah berarti membaca disertai mengikuti serta mengamalkan isi bacaan.
  • Tartil berarti membaca secara perlahan, benar, memperhatikan makhraj, tajwid, dan tadabbur.

Ketiga istilah tersebut menunjukkan bahwa membaca Alquran merupakan proses yang utuh. Tidak cukup hanya mampu melafalkan ayat, tetapi juga memahami, merenungkan, dan mengamalkan kandungannya dalam kehidupan.

Makna Membaca Alquran yang Sesungguhnya

Jika disimpulkan dari berbagai pendapat ulama, maka pengertian membaca kitab suci Alquran memiliki beberapa makna penting.

  • Melafalkan Firman Allah

Alquran adalah wahyu Allah sehingga membacanya harus dilakukan dengan penuh penghormatan, bukan seperti membaca buku biasa.

  • Bernilai Ibadah

Setiap huruf Alquran yang dibaca menjadi pahala bagi orang yang membacanya dengan ikhlas.

  • Menjaga Tajwid dan Tartil

Membaca Alquran perlu memperhatikan makhraj huruf, hukum tajwid, serta membaca secara tartil sebagaimana yang diperintahkan dalam Alquran.

  • Memahami Isi Kandungan

Tujuan membaca Alquran bukan sekadar khatam, tetapi juga memahami pesan yang Allah sampaikan kepada manusia.

  • Mengamalkan dalam Kehidupan

Tahap tertinggi membaca Alquran adalah menjadikan isi kandungannya sebagai pedoman dalam berpikir, berbicara, dan bertindak.

Mengapa Anak Perlu Dibiasakan Membaca Alquran Sejak Dini?

Menanamkan kebiasaan membaca Alquran sejak usia dini memiliki banyak manfaat. Selain membantu anak lebih mudah mengenal huruf hijaiyah, kebiasaan ini juga membentuk karakter Islami sejak kecil.

Anak yang terbiasa membaca Alquran umumnya lebih dekat dengan nilai-nilai agama, belajar disiplin, serta memiliki kebiasaan positif dalam kesehariannya. Tidak hanya itu, mereka juga akan lebih mudah mempelajari tajwid, menghafal surat-surat pendek, hingga memahami ajaran Islam secara bertahap.

Karena itulah, peran orang tua dan sekolah sangat penting dalam membangun kecintaan anak terhadap Alquran sejak usia sekolah dasar.

Baca Juga: 5 Hadits Tentang Keutamaan Membaca Alquran, Menggugah Jiwa

Tanamkan Cinta Alquran Bersama SD OSB School

Dari berbagai pendapat ulama, dapat disimpulkan bahwa pengertian membaca kitab suci Alquran bukan sekadar melafalkan ayat, tetapi juga membacanya dengan tajwid yang benar, menjaga adab, memahami maknanya, dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Karena itu, membiasakan membaca Alquran sejak dini menjadi langkah penting dalam membentuk karakter dan akhlak anak.

Ayah dan Bunda, kebiasaan mencintai Alquran akan tumbuh lebih optimal jika didukung oleh lingkungan belajar yang tepat. SD OSB School hadir sebagai sekolah Islam yang mengusung tiga pilar utama, yaitu Quranic, Leadership, dan Entrepreneurship.

 Melalui pembelajaran berbasis Alquran, anak tidak hanya belajar membaca dengan baik, tetapi juga dibimbing menjadi pribadi yang berakhlak mulia, percaya diri, dan siap menghadapi masa depan.

Yuk, daftarkan putra-putri Ayah dan Bunda ke SD OSB School dan wujudkan generasi Qurani yang cerdas, berkarakter, serta memiliki jiwa kepemimpinan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *