
Membaca Alquran adalah momen istimewa bagi setiap muslim. Karena di saat itulah kita berinteraksi langsung dengan kalam Allah SWT, petunjuk hidup yang menenangkan hati.
Kedudukannya yang begitu mulia, Islam mengajarkan adab-adab khusus agar tilawah terasa lebih khusyuk dan penuh makna.
Salah satu adab yang sering dianjurkan para ulama adalah sebelum membaca alquran sebaiknya berwudhu.
Meski pada kondisi tertentu membaca Alquran tanpa wudhu masih diperbolehkan, berwudhu tetap memiliki keutamaan besar.
Tidak hanya soal hukum fiqih, tapi juga menyangkut adab, pengaruh spiritual, hingga manfaat bagi fisik dan ruhani. Nah, agar lebih jelas, mari kita bahas satu per satu secara ringan dan mengalir.
Dalil Al-Quran tentang Wudhu Saat Menyentuh Mushaf
Dalil utama yang sering dijadikan rujukan adalah firman Allah SWT dalam QS. Al-Waqi’ah ayat 79:
لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ
“Tidak menyentuhnya (Al-Qur’an) kecuali orang-orang yang suci.”
Ayat ini turun dalam konteks Al-Quran sebagai kitab suci yang diturunkan dari Rabbul ‘Alamin, sebagaimana dijelaskan pada ayat-ayat sebelumnya (QS. Al-Waqi’ah: 77–80). Kata ganti “hu” dalam ayat tersebut merujuk pada Al-Quran.
Mayoritas ulama dari mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali (jumhur ulama) memahami kata muthahharun sebagai orang yang suci dari hadas kecil, yaitu dengan berwudhu. Karena itu, mereka berpendapat bahwa menyentuh mushaf Al-Quran secara langsung wajib dilakukan dalam keadaan suci.
Penguatan dari Hadits dan Atsar Sahabat
Pendapat jumhur ulama ini tidak berdiri sendiri. Ada penguatan dari hadis dan praktik para sahabat. Salah satunya atsar dari Sa’ad bin Abi Waqqash RA yang memerintahkan anaknya, Mush’ab bin Sa’ad, untuk berwudhu terlebih dahulu sebelum memegang mushaf.
Selain itu, Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak boleh menyentuh Alquran kecuali orang yang suci.”
(HR. Malik dalam Al-Muwaththa’)
Memang ada pendapat lain, seperti Dawud adh-Dzahiri, yang menyatakan tidak wajib berwudhu karena Al-Quran termasuk dzikir.
Namun, pendapat ini tidak diikuti oleh mayoritas ulama. Dalam praktik keseharian umat Islam, anjuran sebelum membaca alquran sebaiknya berwudhu lebih banyak diamalkan sebagai bentuk kehati-hatian dan penghormatan.
Manfaat Berwudhu Sebelum Membaca Alquran
Berwudhu sebelum membaca Al-Quran merupakan salah satu adab yang sangat dianjurkan dalam Islam sebagai bentuk penghormatan terhadap kalam Allah SWT.
Hal ini bukan hanya sebuah kebiasaan, namun memiliki makna dan manfaat yang luar biasa. Karena itu, sebelum membaca alquran sebaiknya seorang muslim mempersiapkan diri dengan bersuci agar hati, pikiran, dan tubuh berada dalam kondisi terbaik.
Dari sinilah lahir berbagai manfaat, baik secara spiritual, fisik, maupun ruhani, yang semuanya didukung oleh dalil Al-Quran dan hadis Nabi SAW.
1. Penghormatan pada Alquran

Salah satu alasan utama mengapa sebelum membaca alquran sebaiknya berwudhu adalah sebagai bentuk ta’dzim atau penghormatan kepada kitab suci.
Wudhu membersihkan bukan hanya tubuh, tetapi juga jiwa, sehingga tilawah dilakukan dengan penuh adab. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Waqi’ah ayat 79:
“Lā yamassuhu illal muṭahharūn”
Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang suci
Ayat ini dipahami oleh mayoritas ulama sebagai anjuran kuat untuk bersuci sebelum menyentuh mushaf.
Hal ini diperkuat oleh hadis dari Amr bin Hazm RA, bahwa Rasulullah SAW menulis kepada penduduk Yaman, “Janganlah menyentuh Al-Quran kecuali orang yang suci.”
Dengan berwudhu, membaca Al-Quran terasa lebih khusyuk dan terhindar dari sikap meremehkan kalam Allah.
2. Pengampunan Dosa

Manfaat berikutnya adalah dihapuskannya dosa-dosa kecil. Ketika sebelum membaca alquran sebaiknya berwudhu, seorang muslim memasuki tilawah dalam keadaan suci lahir dan batin. Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa berwudhu dengan sempurna, maka dosa-dosanya keluar dari tubuhnya, bahkan dari bawah kuku-kukunya.” (HR Muslim).
Hadis lain dari Utsman bin Affan RA menjelaskan bahwa air wudhu mengalirkan dosa sebagaimana air mengalir dari tubuh. Kondisi hati yang lebih bersih ini membuat ayat-ayat Al-Quran lebih mudah dipahami dan direnungkan.
Baca Juga: Apa Hukum Membaca Alquran di HP Tanpa Wudhu? Ini Uraiannya
3. Peningkatan Keimanan

Berwudhu juga memiliki kaitan erat dengan keimanan. Nabi SAW bersabda:
Ath-thahūru shathrul īmān,
Bersuci itu separuh iman (HR Muslim).
Karena itu, sebelum membaca alquran sebaiknya menjaga wudhu agar bacaan menjadi lebih bermakna. Tilawah yang dilakukan dalam keadaan suci terasa lebih hidup dan lebih mendekatkan diri kepada Allah.
Bahkan dalam hadis lain disebutkan bahwa orang yang terbiasa menjaga wudhu akan dikenal sebagai ahlul iman dan wajahnya bersinar di hari kiamat. Ini menunjukkan bahwa wudhu memberi pengaruh besar pada kualitas ruhani seseorang.
4. Kecerahan Wajah dan Kesehatan

Selain berdampak pada ruhani, wudhu juga membawa manfaat fisik. Ketika sebelum membaca alquran sebaiknya berwudhu, tubuh terasa lebih segar, wajah tampak lebih cerah, dan mata lebih siap untuk fokus membaca.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa dosa mata ikut keluar bersama air wudhu (HR Muslim). Dari sisi kesehatan, wudhu membantu menjaga kebersihan dan melancarkan peredaran darah, sehingga sangat mendukung konsentrasi saat tadarus, terutama ketika membaca Al-Quran dalam waktu yang cukup lama.
5. Cahaya di Hari Kiamat

Manfaat terakhir yang tidak kalah penting adalah cahaya di hari kiamat. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa umatnya akan dikenal dari cahaya di wajah, tangan, dan kaki akibat wudhu.
Hadis dari Mughirah bin Syu’bah RA menegaskan bahwa wudhu melahirkan cahaya pada anggota tubuh di hari kebangkitan. Cahaya inilah yang menjadi bukti amal dan pahala tilawah yang terus mengalir sebagai bekal menuju akhirat.
Dengan memahami berbagai manfaat ini, semakin jelas bahwa berwudhu bukan hanya sebagai ritual pelengkap yang dilakukan sebelum membaca alquran, melainkan adab mulia yang dapat meningkatkan kualitas ibadah.
Maka, membiasakan diri bahwa sebelum membaca alquran sebaiknya berwudhu adalah langkah sederhana, namun memiliki dampak besar bagi kehidupan, baik di dunia maupun akhirat.
Membiasakan Adab Sejak Dini
Melihat begitu besarnya manfaat tersebut, tidak berlebihan jika kita membiasakan adab ini sejak kecil. Anak-anak perlu dikenalkan bahwa sebelum membaca alquran sebaiknya berwudhu, bukan sekadar aturan, tapi bentuk cinta kepada Al-Quran.
Kebiasaan kecil ini akan membentuk karakter: disiplin, menghormati ilmu, dan mencintai ibadah. Dari sinilah lahir generasi yang dekat dengan Al-Quran, tidak hanya bisa membaca, tapi juga mengamalkannya dalam kehidupan.
Baca Juga: Hukum Membaca Alquran Tanpa Wudhu Menurut Ulama
Menjadikan Buah Hati Lebih Dekat Dengan Alquran
Ayah dan Bunda, membiasakan adab membaca Alquran sejak usia dini adalah langkah cerdas untuk membangun masa depan anak yang kuat secara iman dan karakter.
Ketika anak tumbuh di lingkungan yang tepat, proses ini akan berjalan lebih mudah dan menyenangkan.
Terlebih jika mereka belajar di sekolah yang menjadikan Alquran sebagai dasar utama pendidikan, sehingga nilai-nilai Qurani tidak hanya diajarkan, tetapi juga dipraktikkan dalam keseharian.
Jika Ayah dan Bunda sedang mencari sekolah dasar Islam yang melampaui sekadar prestasi akademik, SD OSB School sangat bisa menjadi pilihan!
Dengan pendekatan pendidikan berbasis quranic, leadership, dan entrepreneurship, anak-anak tidak hanya diajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga dibentuk karakternya. Di lingkungan ini, mereka tumbuh lebih dekat dengan alquran, berakhlak qurani, memiliki jiwa kepemimpinan, serta terlatih menjadi pribadi mandiri dan percaya diri sejak usia dini.
Yuk, daftarkan putra-putri Ayah dan Bunda ke SD OSB School, dan bersama-sama kita siapkan generasi Qurani yang siap menghadapi masa depan dengan iman, ilmu, dan karakter unggul.
