
Kalau ngomongin soal kisah masuk Islam yang paling dramatis dan bikin merinding, kisah Umar bin Khattab pasti masuk daftar teratas.
Coba bayangkan olehmu, orang yang tadinya berniat membunuh Nabi Muhammad SAW, akhirnya malah jadi salah satu pembela Islam paling gigih sepanjang sejarah.
Nah, buat kamu yang penasaran, umar masuk islam setelah membaca alquran surah apa sebenarnya? Yuk, kita kupas tuntas kisah serunya!
Siapa Umar bin Khattab Sebelum Masuk Islam?
Sebelum masuk Islam, Umar adalah salah satu pemuka Quraisy dari Bani Adi, klan yang cukup terhormat di Mekah. Lahir sekitar tahun 581 M, Umar dikenal sebagai sosok yang pemberani, tegas, dan nggak takut sama siapa pun.
Namun di sisi lain, Umar dikenal sebagai salah satu tokoh yang paling keras menentang dakwah Islam pada masa awal penyebarannya. Ia sering menyiksa para pengikut Nabi, terlibat dalam tradisi jahiliyah seperti minum khamr, dan bahkan pernah terlibat dalam praktik mengubur anak perempuan hidup-hidup . Sebagai kebiasaan buruk yang memang umum di era jahiliyah.
Motivasi Umar memusuhi Islam bukan karena dia bodoh atau tidak tahu. Justru sebaliknya, ia beranggapan Islam bisa memecah belah masyarakat Quraisy yang selama ini bersatu. Karena itulah, satu-satunya solusi menurut Umar adalah menghilangkan sumbernya, yaitu Nabi Muhammad SAW.
Doa Nabi yang Jadi Titik Awal Segalanya
Sebelum peristiwa besar itu terjadi, Nabi Muhammad SAW pernah memanjatkan doa khusus pada suatu malam Kamis:
“Ya Allah, muliakan Islam dengan Umar bin Khattab atau Abu Jahl bin Hisyam.”
Doa ini bukan kebetulan. Nabi tahu bahwa jika salah satu dari dua tokoh Quraisy itu masuk Islam, posisi kaum Muslimin di Mekah akan jauh lebih kuat. Dan Allah mengabulkan doa itu, tapi bukan melalui Abu Jahl. Melainkan melalui Umar.
Hari Ketika Umar Menghunus Pedang
Dengan pedang di tangan, Umar melangkah keluar dari rumahnya. Dengan tujuan yang jelas untuk membunuh Rasulullah SAW di bukit Shafa.
Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan Nu’aim bin Abdullah al-‘Adawi yang langsung bertanya, “Mau ke mana, wahai Umar?”
Umar menjawab tegas, “Aku ingin membunuh Muhammad.”
Nu’aim nggak langsung melarang. Tapi ia punya senjata yang lebih ampuh dari pedang, yaitu sebuah informasi. Ia memberi tahu Umar bahwa saudara perempuannya sendiri, Fatimah binti Khattab, dan iparnya, Sa’id bin Zaid, sudah lebih dulu masuk Islam.
Mendengar itu, Umar langsung berbalik arah. Amarahnya sekarang punya target baru: adiknya sendiri.
Di Rumah Fatimah, Hati Umar Berubah
Umar tiba di rumah Fatimah dalam kondisi marah membara. Dari luar, ia sudah mendengar suara bacaan Al-Qur’an. Ternyata Fatimah, Sa’id, dan guru mengaji mereka, Khabbab bin Al-Aratt, sedang mempelajari Surah Thaha bersama.
Begitu Umar masuk, suasana langsung tegang. Fatimah dan Sa’id buru-buru menyembunyikan lembaran Surah Thaha. Tapi Umar sudah curiga. Umar langsung memegang Sa’id dengan keras dan menuduhnya telah memeluk ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW.
Fatimah membela suaminya dan Umar memukulnya hingga berdarah.
Di sinilah titik balik terjadi. Melihat darah mengalir dari bibir adiknya sendiri, Umar terdiam. Hatinya yang keras mulai retak.
Fatimah, meski dalam kondisi berdarah, berdiri tegak dan berkata:
“Wahai Umar, sekalipun engkau tidak menyukainya, aku tetap bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.”
Umar terdiam. Ia menyesal. Dan untuk pertama kalinya, ia meminta sesuatu yang tidak pernah terpikir sebelumnya: “Berikan kitab yang ada pada kalian kepadaku, aku ingin membacanya.”
Baca Juga: Motivasi Baca Al Quran Setiap Hari agar Hidup Lebih Berkualitas
Umar Masuk Islam Setelah Membaca Alquran Surah Thaha
Fatimah tidak langsung memberikan lembaran itu. Ia berkata, “Kamu itu kotor. Kitab itu hanya boleh disentuh oleh orang yang telah bersuci. Mandilah terlebih dahulu, wahai saudaraku!”
Umar, yang tadinya datang dengan pedang untuk membunuh, kini patuh. Ia mandi bersuci, lalu mengambil lembaran Surah Thaha dan mulai membacanya.
Dan inilah jawabannya. umar masuk islam setelah membaca alquran surah Thaha, terutama ayat 1 hingga 14.
Ayat-ayat pembuka Surah Thaha berbicara tentang keagungan Allah sebagai Pencipta langit dan bumi, Tuhan Yang Maha Pemurah yang bersemayam di atas ‘Arsy, dan penegasan bahwa tidak ada Tuhan selain Dia. Kemudian dilanjutkan dengan kisah Nabi Musa yang menerima wahyu langsung dari Allah.
Puncaknya ada di ayat 14, yang bunyinya:
“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan yang hak selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.”
Membaca ayat ini, Umar gemetar. Tangannya bergetar. Air matanya menetes. Dalam hatinya bergumam, “Belum pernah aku baca ajaran seperti ini. Tidak patut orang yang memiliki kitab suci semacam ini untuk dimusuhi.”
Saat itulah hidayah Allah benar-benar menembus hatinya.
Dampak Umar bagi Perkembangan Islam
Peristiwa Umar masuk Islam setelah membaca Alquran surah Taha menjadi salah satu titik balik paling penting dalam sejarah Islam.
Keislaman Umar bin Khattab tidak hanya mengubah kehidupannya secara pribadi, tetapi juga membawa dampak besar bagi umat Islam yang saat itu masih menghadapi berbagai tekanan dari kaum Quraisy. Berikut beberapa dampak penting yang muncul setelah Umar memeluk Islam.
1. Penguatan Posisi Kaum Muslimin yang Lemah di Mekah

Peristiwa Umar masuk Islam setelah membaca Alquran surah Taha memberikan semangat baru bagi kaum Muslimin di Mekah. Sebelum itu, umat Islam hidup dalam ketakutan dan menjalankan ibadah secara sembunyi-sembunyi karena tekanan dari kaum Quraisy.
Setelah Umar memeluk Islam, situasi berubah secara signifikan. Sebagai tokoh yang disegani dan memiliki pengaruh besar di tengah masyarakat Quraisy, Umar menjadi pelindung bagi kaum Muslimin. Kehadirannya membuat umat Islam lebih percaya diri untuk menunjukkan identitas keislaman mereka secara terbuka.
2. Kontribusi Strategis dalam Perang dan Penyebaran Islam

Setelah Umar masuk Islam setelah membaca Alquran surah Taha, seluruh kemampuan yang sebelumnya digunakan untuk menentang Islam beralih menjadi kekuatan untuk membela agama Allah.
Umar dikenal memiliki keberanian, kecerdasan, serta kemampuan strategi yang sangat baik. Ia terlibat dalam berbagai peperangan penting bersama Rasulullah SAW dan menjadi salah satu sahabat yang sering dimintai pendapat dalam urusan umat. Kontribusinya membantu memperkuat posisi kaum Muslimin dalam menghadapi berbagai tantangan pada masa awal Islam.
3. Lahirnya Berbagai Ijtihad dan Inovasi Hukum Islam

Salah satu dampak penting setelah Umar masuk Islam setelah membaca Alquran surah Taha adalah lahirnya berbagai ijtihad yang menjadi fondasi hukum Islam.
Umar dikenal sebagai sahabat yang memiliki pemahaman mendalam tentang syariat. Banyak pendapat dan ijtihadnya yang kemudian menjadi rujukan dalam pengembangan hukum Islam. Bahkan beberapa pandangannya diperkuat oleh turunnya ayat Al-Qur’an, menunjukkan ketajaman pemikiran dan kebijaksanaannya dalam memimpin umat.
4. Membuka Jalan bagi Perluasan Wilayah Islam

Peristiwa Umar masuk Islam setelah membaca Alquran surah Taha tidak hanya berdampak pada masa Rasulullah SAW, tetapi juga memberikan pengaruh besar pada masa kekhalifahannya.
Ketika menjadi khalifah kedua, Umar berhasil memperluas wilayah Islam hingga mencakup sebagian besar Asia Barat, Afrika Utara, dan sebagian wilayah Eropa. Di bawah kepemimpinannya, Islam berkembang pesat dan menjangkau berbagai bangsa serta peradaban besar dunia.
5. Reformasi Sistem Pemerintahan dan Administrasi Islam

Dampak lain dari Umar masuk Islam setelah membaca Alquran surah Taha terlihat melalui berbagai reformasi yang dilakukannya saat memimpin pemerintahan Islam.
Umar memperkenalkan banyak kebijakan yang menjadi dasar administrasi negara Islam, mulai dari pembentukan kalender Hijriah, penguatan sistem peradilan, pengelolaan baitul mal, hingga pengembangan pendidikan dan pelayanan masyarakat. Berbagai inovasi tersebut menjadikan pemerintahan Islam lebih tertata dan mampu melayani kebutuhan umat dengan baik.
Baca Juga: 5 Manfaat Membaca Ayat Suci Alquran untuk Kesehatan Mental
Ingin Merasakan Sendiri Kekuatan Al-Qur’an?
Kisah Umar masuk islam setelah membaca alquran surah taha ini, menunjukkan betapa besar pengaruh Al-Qur’an dalam membentuk karakter, cara berpikir, dan arah kehidupan seseorang. Karena itu, mengenalkan Al-Qur’an sejak dini menjadi salah satu investasi terbaik yang dapat diberikan orang tua kepada buah hati.
SD OSB School hadir sebagai sekolah yang tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga mengembangkan tiga pilar utama pendidikan, yaitu Quranic, Leadership, dan Entrepreneurship.
Melalui pembelajaran yang terintegrasi, siswa dibimbing untuk mencintai Al-Qur’an, memiliki jiwa kepemimpinan, serta berani berinovasi dan berkarya sejak usia dini.
Yuk, berikan pendidikan terbaik bagi putra-putri Ayah dan Bunda bersama SD OSB School.
