Apakah Membaca Alquran Harus Bersuara? Ini Dalil & Keutamaannya

apakah membaca alquran harus bersuara

Pertanyaan apakah membaca Alquran harus bersuara sering muncul, terutama di kalangan pemula yang baru mulai rutin tilawah. Ada yang terbiasa membaca dalam hati, ada juga yang selalu melafalkan dengan suara lantang. Lalu, sebenarnya bagaimana yang benar menurut syariat?

Topik ini menarik karena menyangkut sah atau tidaknya bacaan, sekaligus adab dalam berinteraksi dengan Kalamullah. Yuk, kita bahas pelan-pelan tapi tetap bersandar pada dalil dan penjelasan ulama.

Apakah Membaca Alquran Harus Bersuara?

Secara hukum, membaca Al-Qur’an tidak wajib dengan suara keras. Artinya, tidak harus lantang hingga terdengar orang lain. Namun, para ulama menegaskan bahwa bacaan minimal harus melibatkan gerakan lisan dan terdengar oleh diri sendiri.

Jika seseorang hanya membaca di dalam hati tanpa menggerakkan bibir, itu tidak termasuk qira’ah (bacaan) Al-Qur’an. Kecuali bagi orang yang memiliki uzur seperti bisu. Kenapa demikian?

Karena membaca Al-Qur’an adalah ibadah lisan. Maka, unsur pelafalan tetap menjadi bagian penting, meski tidak harus keras. Inilah yang menjadi jawaban mendasar dari pertanyaan apakah membaca Alquran harus bersuara. Yaitu harus ada suara minimal untuk diri sendiri, walau pelan.

Hukum Membaca Alquran Tanpa Suara

Membaca dengan suara pelan (sirri) atau hanya gerakan lisan yang samar hukumnya diperbolehkan. Namun, sebagian ulama menilai cara ini kurang sempurna.

Syaikh Ibnu Baz dan Syaikh Ibnu Utsaimin menjelaskan bahwa dzikir dan qira’ah sebaiknya melibatkan lisan yang terdengar, meski hanya oleh diri sendiri. Tanpa itu, bacaan tidak dianggap sebagai tilawah secara sempurna.

Selain aspek hukum, ada sisi kualitas bacaan yang juga terpengaruh. Membaca tanpa suara membuat seseorang sulit:

  • Menerapkan tajwid dengan benar
  • Menjaga panjang pendek huruf
  • Merasakan irama tartil
  • Mengoreksi kesalahan bacaan

Karena itulah, meski sah jika lirih, membaca tanpa suara sama sekali tidak dianjurkan.

Dalil Membaca Alquran Dengan Suara

Menjawab pertanyaan apakah membaca alquran harus bersuara, tidak lengkap tanpa disertai dalil. Anjuran membaca dengan suara dapat dipahami dari perintah Allah untuk membaca dengan tartil. Dalam Surah Al-Muzzammil ayat 4, Allah berfirman:

فَارْتِقْ بِهِ التَّرْتِيلَ
“Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil (perlahan-lahan).”

Ayat lain, Surah Al-Isra ayat 106, juga menegaskan:

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
“Bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil.”

Perintah ini menunjukkan pentingnya pelafalan lisan agar hukum tajwid dan keindahan bacaan bisa tercapai.

Selain itu, Rasulullah SAW bersabda:

زَيِّنُوا الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ
“Hiasilah Al-Qur’an dengan suara-suara kalian.” (HR. Abu Dawud)

Dalam hadis lain, Rasulullah memuji seseorang yang membaca hingga terdengar:

“Semoga Allah merahmati Fulan, ia telah mengingatkanku pada ayat-ayat dari surat ini.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Ini menunjukkan bahwa bacaan bersuara bisa memberi manfaat, bukan hanya bagi pembaca tapi juga pendengar.

Keutamaan Membaca Alquran dengan Suara

Membaca Al-Qur’an dengan suara keras (jahri) tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menghadirkan dampak spiritual, mental, dan sosial yang luas. Banyak dalil serta penjelasan ulama menyinggung keutamaan tilawah yang dilafalkan, bukan sekadar dibaca dalam hati. 

Karena itu, para ulama kerap mengaitkannya dengan manfaat besar yang lahir dari bacaan yang terdengar. Berikut lima manfaatnya.

1. Membangunkan Hati dan Konsentrasi

apakah membaca alquran harus bersuara

Salah satu hikmah terbesar dari bacaan yang dilafalkan adalah kemampuannya membangunkan hati. 

Suara yang keluar dari lisan membuat pembaca lebih hadir secara utuh, tidak sekadar membaca sambil lalu. Pikiran yang semula mudah melayang menjadi lebih terarah karena telinga ikut mendengar ayat yang dibaca.

Imam Nawawi menjelaskan bahwa bacaan bersuara membantu mengumpulkan perhatian (himmah) sehingga hati lebih khusyuk.

Inilah alasan mengapa dalam menjawab pertanyaan apakah membaca Alquran harus bersuara, banyak ulama menganjurkan adanya pelafalan minimal, karena tanpa suara, fokus sering kali tidak maksimal dan tartil sulit dicapai.

2. Meningkatkan Semangat dan Aktivitas Ibadah

apakah membaca alquran harus bersuara

Tilawah dengan suara juga terbukti mampu menumbuhkan energi ibadah. Bacaan yang terdengar membuat jiwa terasa lebih hidup, seolah ada dorongan spiritual yang mengalir bersama ayat-ayat yang dilafalkan.

Tidak sedikit orang yang awalnya mengantuk saat membaca dalam hati, tetapi menjadi lebih segar ketika membaca dengan suara. Irama tartil, panjang pendek mad, serta dengung huruf menghadirkan nuansa tilawah yang menggerakkan hati.

Di sinilah letak keistimewaannya. Saat membahas apakah membaca Alquran harus bersuara, para ulama tidak hanya melihat aspek sah atau tidak, tetapi juga melihat bagaimana suara mampu menghidupkan semangat ibadah sehari-hari.

Baca Juga: Apa yang Harus Diperhatikan Ketika Membaca Alquran? Simak Ini

3. Manfaatnya Meluas ke Orang Lain

apakah membaca alquran harus bersuara

Keutamaan lain dari bacaan jahri adalah dampaknya yang tidak berhenti pada diri sendiri. Suara tilawah yang terdengar bisa menjadi pengingat bagi orang di sekitar.

Ada yang awalnya lalai lalu tersentuh hatinya. Ada yang sedang beristirahat lalu terbangun untuk ikut berdzikir. Bahkan, ada yang termotivasi kembali membuka mushaf setelah mendengar ayat dibacakan.

Karena itu, ketika muncul diskusi apakah membaca Alquran harus bersuara, sebagian ulama menilai suara memiliki nilai sosial. Pahalanya bisa berlipat karena kebaikannya dirasakan juga oleh pendengar.

4. Memperindah Bacaan Sesuai Anjuran Syariat

apakah membaca alquran harus bersuara

Islam menganjurkan agar Al-Qur’an dibaca dengan indah. Keindahan itu tentu tidak akan tampak jika hanya dibaca dalam hati.

Dengan suara, hukum tajwid menjadi jelas, irama tartil terasa, dan makharijul huruf terdengar sempurna. Rasulullah SAW bersabda, “Hiasilah Al-Qur’an dengan suara kalian.” Hadis ini menjadi dasar bahwa memperindah bacaan adalah bagian dari memuliakan Kalamullah.

Maka, dalam menjawab apakah membaca Alquran harus bersuara, para ulama sering menekankan bahwa suara membuka jalan menuju kesempurnaan qira’ah, bukan sekadar sah, tapi juga indah dan menyentuh hati.

5. Pahala Lebih Besar seperti Sedekah Terang-Terangan

apakah membaca alquran harus bersuara

Bacaan keras juga diibaratkan seperti sedekah yang dilakukan secara terang-terangan. Manfaatnya tampak, pengaruhnya meluas, dan pahalanya pun besar jika niat dengan ikhlas.

Suara tilawah menyebarkan keberkahan, menghidupkan suasana, dan menghadirkan syiar Islam di ruang-ruang kehidupan. Ulama menjelaskan bahwa membaca keras saat sendirian atau di tempat yang aman dari riya’ menggabungkan dua kebaikan. Yakni ibadah personal dan manfaat sosial.

Jadi, Apakah Membaca Alquran Harus Bersuara?

Pada akhirnya, membaca Al-Qur’an tidak disyaratkan dengan suara keras. Namun, bacaan tetap harus melibatkan lisan dan minimal terdengar oleh diri sendiri. Jika hanya dibaca dalam hati tanpa gerakan bibir, itu belum termasuk tilawah. 

Adapun memilih suara keras atau pelan kembali pada situasi dan pertimbangan adab. Dengan memahami hal ini, yang menjadi fokus bukan lagi tinggi rendahnya suara, melainkan kehadiran hati serta kesungguhan saat berinteraksi dengan Kalamullah.

Baca Juga: Inilah Pengertian Membaca Alquran dengan Tartil & Tujuannya

Menanamkan Cinta Alquran Sejak Dini

Membiasakan tilawah yang benar memang tidak instan. Karena itu, kedekatan dengan Al-Qur’an perlu ditanamkan sejak dini. 

Bagi Ayah Bunda yang menginginkan pendidikan dasar berbasis Al-Qur’an sekaligus membangun karakter kepemimpinan dan jiwa wirausaha, SD OSB School dapat menjadi pilihan yang sangat tepat. Kurikulumnya mengintegrasikan Quranic learning, leadership development, dan entrepreneurship mindset dalam proses belajar.

Orang tua juga mendapatkan weekly report, sehingga perkembangan akademik, adab, dan tilawah anak dapat dipantau rutin. Saatnya berikhtiar menghadirkan pendidikan terbaik dengan membentuk generasi yang cerdas, beriman, dan siap memimpin masa depan.

Yuk berikan pendidikan terbaik untuk buah hati bersama SD OSB School!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *