
Banyak orang mengira dzikir hanya sebatas mengucapkan Subhanallah, Alhamdulillah, atau Allahu Akbar berulang-ulang. Padahal cakupannya jauh lebih luas. Setiap ayat Alquran yang dibaca menjadi bentuk mengingat Allah SWT melalui firman-Nya yang mulia, bukan melalui perkataan manusia.
Dalam pandangan para ulama, membaca Alquran menempati posisi istimewa sebagai dzikir yang lebih utama dibandingkan kalimat tasbih, tahmid, maupun tahlil secara umum.
Oleh sebab itu, mari kita bahas lebih dalam kenapa membaca Alquran merupakan bentuk dzikir yang begitu istimewa, lengkap dengan dalil dan penjelasannya.
Apa Itu Dzikir, Sebenarnya?
Secara bahasa, dzikir berakar dari kata dzakara, yang berarti mengingat dan menyebut sesuatu, termasuk mengingat Allah SWT. Dalam istilah syariat, dzikir adalah segala aktivitas yang membuat seorang hamba senantiasa sadar dan mengingat Allah, baik lewat lisan, hati, maupun perbuatan.
Ragam Bentuk Dzikir
Para ulama membagi dzikir menjadi beberapa jenis. Yaitu dzikir lisan yang diucapkan dengan kata-kata, dzikir hati yang dilakukan dengan penuh kesadaran, serta dzikir hakiki yang diwujudkan melalui ketaatan dan amal saleh.
Membaca Alquran masuk ke dalam kategori dzikir yang menggabungkan lisan dan hati sekaligus, karena pembacanya melafalkan sekaligus meresapi maknanya.
Allah SWT berfirman bahwa hanya dengan mengingat-Nya hati menjadi tenteram (QS. Ar-Ra’d: 28).
Ayat ini jadi dasar kenapa segala aktivitas yang mengarahkan hati kepada Allah, termasuk membaca kitab-Nya, tergolong dzikir.
Mengapa Membaca Alquran Merupakan Bentuk Dzikir?
Jawabannya ada pada hakikat Alquran itu sendiri. Alquran bukan karangan manusia, melainkan kalamullah, firman Allah yang diturunkan lewat Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW.
Saat seseorang membacanya, ia sedang mengucapkan lafal langsung dari Allah, bukan sekadar kalimat pujian yang disusun manusia meski diajarkan oleh Rasulullah.
Itulah mengapa membaca Alquran merupakan bentuk dzikir dengan kedudukan lebih istimewa. Selain mengingat Allah, pembacanya juga sekaligus menyerap petunjuk hidup, hukum syariat, kisah para nabi, dan nasihat yang menguatkan iman.
Kata Para Ulama
Dalam penjelasannya, Imam An-Nawawi menyebutkan bahwa membaca Alquran lebih afdhal daripada tasbih, tahmid, maupun tahlil secara umum, karena Alquran adalah kalamullah yang memiliki kedudukan paling mulia.
Senada dengan itu, Syekh Abdul Aziz As-Syahawi dari Al-Azhar menyebut membaca Alquran sebagai dzikir terbaik yang bisa diamalkan seorang muslim, karena setiap hurufnya berpahala sekaligus menjadi penuntun hidup.
Sementara Dr. Zulkifli Al-Bakri menerangkan bahwa mayoritas ulama sepakat membaca Alquran lebih afdhal dibanding dzikir lain secara umum. Hanya saja, pada momen-momen tertentu yang memang disyariatkan, seperti dzikir setelah sholat atau dzikir pagi-petang, keduanya tetap dianjurkan berjalan beriringan.
5 Keutamaan Membaca Al-Qur’an sebagai Bentuk Dzikir
Berikut lima keutamaan membaca Al-Qur’an sebagai bentuk dzikir yang didukung oleh dalil Al-Qur’an, hadits, serta penjelasan para ulama.
1. Pahala yang Sangat Besar dan Berlipat Ganda

Satu dari beberapa keistimewaan membaca alquran yakni pahala yang berlipat ganda. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa setiap huruf yang dibaca akan dibalas dengan satu kebaikan, kemudian setiap kebaikan tersebut dilipatgandakan menjadi sepuluh.
Rasulullah SAW bersabda:
“Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan ‘Alif Lam Mim’ satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi)
Baca Juga: Membaca Alquran Setiap Hurufnya Dinilai Pahala. Simak Uraiannya
2. Mengangkat Derajat di Dunia dan Akhirat

Keutamaan berikutnya adalah Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang yang senantiasa membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an, termasuk orang-orang yang dimuliakan Allah sebagai ahlul Qur’an. baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum dengan Kitab (Al-Qur’an) ini, dan Allah merendahkan kaum yang lainnya.” (HR. Muslim)
Beliau juga bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Kemuliaan tersebut dapat dirasakan sejak di dunia melalui ilmu, akhlak, dan manfaat yang diberikan kepada sesama. Sementara di akhirat, Allah menjanjikan kedudukan yang tinggi bagi orang-orang yang dekat dengan Al-Qur’an.
Karena itulah, membaca Alquran merupakan bentuk dzikir yang tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga memuliakan derajat seorang hamba.
3. Memberikan Ketenangan Hati dan Menjadi Obat Jiwa

Di tengah kesibukan dan berbagai persoalan hidup, membaca Al-Qur’an mampu menghadirkan ketenangan batin. Firman Allah menjadi penawar bagi hati yang gelisah sekaligus pengingat bahwa setiap ujian memiliki hikmah.
Allah SWT berfirman:
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Isra’: 82)
Allah juga berfirman:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Ketika membaca Al-Qur’an dengan tartil dan memahami maknanya, seseorang akan lebih mudah merasakan kedekatan dengan Allah. Inilah salah satu alasan mengapa membaca Alquran merupakan bentuk dzikir yang mampu memberikan ketenangan jiwa sekaligus memperkuat keimanan.
4. Mendapat Syafa’at di Hari Kiamat

Keutamaan lainnya adalah Al-Qur’an akan memberikan syafa’at bagi mereka yang istiqomah tilawah.
Rasulullah SAW bersabda:
“Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at bagi para pembacanya.” (HR. Muslim)
Saat manusia sangat membutuhkan pertolongan di akhirat, Al-Qur’an akan menjadi syafa’at bagi mereka yang senantiasa menjadikannya sebagai bacaan dan pedoman hidup.
Keutamaan ini menjadi bukti bahwa membaca Alquran merupakan bentuk dzikir yang tidak hanya memberikan manfaat selama di dunia, tetapi juga menjadi bekal berharga di akhirat.
5. Dikelilingi Malaikat dan Mendapat Balasan Terbaik dari Allah

Setiap majelis yang diisi dengan membaca dan mempelajari Alquran akan dipenuhi berbagai keutamaan. Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah, mereka membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya, melainkan turun kepada mereka ketenangan, diliputi rahmat, dikelilingi malaikat, dan Allah menyebut mereka di hadapan makhluk yang berada di sisi-Nya.” (HR. Muslim)
Dalam hadits lain, Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa orang yang membaca Al-Qur’an dengan lancar akan bersama para malaikat yang mulia. Sementara mereka yang masih terbata-bata tetap memperoleh dua pahala karena kesungguhannya dalam belajar.
Semua keutamaan tersebut semakin menegaskan bahwa membaca Alquran merupakan bentuk dzikir yang paling utama. Selain mendatangkan pahala, amalan ini juga menghadirkan rahmat, ketenangan, dan kemuliaan dari Allah SWT.
Cara Menjadikan Alquran sebagai Dzikir Harian
Agar membaca Alquran menjadi kebiasaan, mulailah dengan niat yang ikhlas karena Allah dan tentukan waktu khusus setiap hari, misalnya setelah Subuh atau sebelum tidur.
Supaya semakin konsisten, manfaatkan mushaf atau aplikasi Alquran di ponsel, catat perkembangan bacaan, dan ajak keluarga atau teman untuk saling mengingatkan. Yang terpenting, bacalah dengan tartil, pahami maknanya, lalu lengkapi dengan dzikir dan doa.
Melalui kebiasaan membaca Alquran, seorang muslim bukan sekadar menjalankan sebuah ritual keagamaan, melainkan sedang membangun kedekatan yang lebih erat dengan Allah SWT lewat aktivitas dzikir.
Baca Juga: Pahala Membaca Alquran Dinilai Berdasarkan Apa Saja? Simak Ini
Investasi Akhirat Terbaik Mulai Dari Dini
Membaca Alquran merupakan bentuk dzikir paling istimewa karena ia adalah firman Allah langsung, bukan ucapan manusia. Setiap huruf Alquran yang dibaca mendatangkan pahala yang berlipat, memberikan ketenangan hati, mengangkat derajat, hingga menjadi syafaat di hari kiamat.
Para ulama sepakat bahwa kedudukannya lebih utama dibanding dzikir lisan lain, meski keduanya tetap dianjurkan berjalan bersama sesuai waktu dan tuntunannya masing-masing.
Menanamkan kecintaan pada Alquran sejak dini tentu menjadi investasi akhirat yang tak ternilai bagi buah hati kita.
Ayah dan Bunda dapat menanamkan kebiasaan ini mulai dari rumah, sembari memilih lingkungan pendidikan formal yang benar-benar mendukung tumbuhnya kedekatan sang buah hati dengan Alquran.
SD OSB School hadir sebagai sekolah dasar Islam yang mengusung kurikulum berbasis Quranic, Leadership, dan Entrepreneurship.
Di sini, putra-putri Ayah dan Bunda tidak hanya dibimbing untuk dekat dengan Alquran sejak dini, tapi juga dibentuk menjadi pribadi yang berjiwa pemimpin dan mandiri secara ekonomi sejak usia sekolah dasar.
Yuk, daftarkan buah hati Ayah dan Bunda ke SD OSB School sekarang, dan jadikan Alquran sebagai fondasi utama pendidikan mereka.
