
Membaca Al-Qur’an itu bukan sekadar melafazkan huruf demi huruf. Ada aturan membaca Alquran yang perlu kamu pahami agar bacaanmu benar, khusyuk, dan tentu saja sesuai dengan tuntunan syariat.
Karena, sejatinya Al-Qur’an bukan buku biasa. Ia adalah kalamullah, firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril.
Nah, kalau cara membacanya tidak sesuai aturan, bisa-bisa makna ayatnya berubah tanpa kita sadari. Oleh sebab itu, yuk kenali 7 cara membaca Alquran yang wajib diketahui supaya ibadah kita makin sempurna.
Mengapa Aturan Membaca Alquran Itu Penting?
Sebelum masuk ke aturan dalam membaca alquran, kita perlu paham dulu kenapa aturan ini ada.
Bahasa Arab itu sangat sensitif. Karena satu perubahan kecil pada bunyi huruf, panjang bacaan, atau tempat keluarnya suara (makhraj) bisa mengubah makna kata secara signifikan.
Misalnya, huruf yang mirip bunyinya jika salah dibaca bisa mengubah arti dari “diperintahkan” menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda.
Itulah kenapa Allah sendiri memerintahkan agar kita membaca Al-Qur’an dengan tartil (QS. Al-Isra’: 106). Para ulama kemudian menyusun ilmu tajwid sebagai pedoman agar setiap huruf dibaca sesuai dengan makhraj dan sifatnya secara tepat.
Jadi, pedoman membaca Alquran ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah bentuk penghormatan kita kepada Kitab Suci sekaligus menjaga kemurnian makna firman Allah.
7 Aturan Membaca Alquran yang Wajib Diketahui
Berikut ini pedoman yang sebaiknya kita lakukan sebelum dan saat membaca alquran.
1. Bersuci dan Persiapkan Diri Sebelum Membaca

Kaidah membaca Alquran yang pertama dimulai sebelum kita bahkan membuka mushaf. Sebaiknya, membaca Al-Qur’an dilakukan dalam keadaan suci.
Berwudhu sangat dianjurkan, terutama jika ingin menyentuh mushaf secara langsung . Banyak ulama menyepakati bahwa menyentuh mushaf fisik memerlukan wudhu.
Selain itu, bersihkan mulut, kenakan pakaian yang rapi, dan duduklah menghadap kiblat jika memungkinkan. Ini bukan aturan yang memberatkan, tapi cara kita menunjukkan rasa hormat kepada kalam Allah. Jangan lupa, niatkan membaca karena Allah, bukan karena ingin dipuji atau sekadar kebiasaan tanpa makna.
2. Mulai dengan Ta’awudz dan Basmalah

Sebelum mulai membaca, biasakan mengawalinya dengan ta’awudz (أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ) terlebih dahulu. Tujuannya untuk memohon perlindungan dari gangguan setan yang bisa mengacaukan konsentrasi dan kekhusyukan kita.
Setelah itu, ucapkan basmalah (بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ) sebelum memulai setiap surah, kecuali surat At-Taubah. Langkah kecil ini ternyata sangat bermakna. Ini menjadi langkah awal untuk terhubung dan “berdialog” dengan Allah melalui firman-Nya.
3. Kuasai Huruf Hijaiyah, Makhraj, dan Tajwid

Ini adalah inti dari aturan membaca Alquran secara benar. Kamu perlu memahami huruf hijaiyah dengan benar, mengetahui dari mana setiap huruf keluar (makhraj), serta mengenali karakter atau sifat dari masing-masing huruf tersebut.
Selanjutnya, pelajari hukum-hukum tajwid seperti:
- Mad (pemanjangan bacaan)
- Idgham (memasukkan huruf ke huruf berikutnya)
- Ikhfa’ (menyamarkan bunyi)
- Qalqalah (memantulkan suara)
- Izhar (membaca jelas tanpa dengung)
Memang butuh waktu untuk menguasai ini semua. Tapi ini investasi terbaik dalam ibadah kita. Kalau belum bisa, mulailah belajar bersama guru atau ustaz yang berpengalaman. Tidak dianjurkan hanya dari buku atau video tanpa bimbingan, karena koreksi langsung itu sangat penting.
Baca Juga: 7 Cara Belajar Membaca Alquran Bagi Pemula Agar Cepat Lancar
4. Baca dengan Tartil

Aturan membaca Alquran yang satu ini sering disepelekan: jangan terburu-buru! Allah memerintahkan tartil, artinya membaca dengan perlahan, jelas, dan rapi sehingga setiap huruf dan hukum tajwid bisa terdengar dengan benar.
Ada tiga gaya kecepatan dalam membaca Alquran:
- Tahqiq: sangat pelan dan hati-hati, cocok untuk belajar
- Tadwir: kecepatan sedang, cocok untuk bacaan harian
- Hadr: cepat tapi tetap memperhatikan hukum tajwid
Untuk yang masih belajar, pilih tahqiq atau tadwir dulu. Yang penting setiap huruf terbaca dengan benar, bukan kejar target berapa halaman sehari.
5. Pahami Tanda Waqf dan Jangan Berhenti Sembarangan

Kamu pasti pernah lihat simbol-simbol kecil di mushaf seperti م، ط، ج، atau لا. Itu namanya tanda waqf, petunjuk di mana kita boleh berhenti, harus berhenti, boleh lanjut, atau dilarang berhenti.
Ini adalah aturan membaca Alquran yang sering diabaikan padahal sangat krusial. Berhenti di tempat yang salah bisa memutus makna ayat dan bahkan mengubah pesan yang dimaksud. Jadi, biasakan untuk memperhatikan tanda-tanda waqf ini, terutama di ayat-ayat yang panjang.
6. Perhatikan Ketentuan Menyentuh Mushaf

Ada aturan membaca Alquran yang berkaitan dengan bagaimana kita memperlakukan mushaf secara fisik. Jika membaca dari mushaf cetak, dianjurkan dalam keadaan berwudhu. Sedangkan membaca dari mushaf digital (aplikasi di HP atau tablet). Sebagian ulama berpendapat tidak wajib berwudhu, tapi adab dan rasa hormat tetap harus dijaga.
Membaca Al-Qur’an dari hafalan tetap sah, bahkan dianjurkan karena dapat memperkuat daya ingat sekaligus menjaga kedekatan dengan ayat-ayat yang telah dipelajari. Yang terpenting, cara membacanya tetap mengikuti cara membaca Alquran, terutama dalam hal tajwid dan tartil. Jadi, baik membaca dari mushaf, layar, maupun hafalan, kualitas bacaan tetap harus dijaga agar sesuai dengan kaidah yang benar.
7. Mentadabburi Alquran

Ini aturan yang sering terlewat. Membaca Al-Qur’an tidak hanya soal melafalkan dengan benar, tetapi juga tentang memahami isi dan merenungi makna yang terkandung di dalamnya. Al-Qur’an adalah petunjuk hidup, bukan sekadar kumpulan suara yang indah.
Cobalah sesekali berhenti, baca terjemahannya, atau simak tafsir ringkas dari ulama terpercaya. Renungkan apa yang Allah sampaikan lewat ayat tersebut dan bagaimana ia bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tips Praktis Agar Tidak Salah Membaca Alquran
Untuk memaksimalkan semua aturan membaca Alquran di atas, coba terapkan kebiasaan berikut:
- Rutin berlatih setiap hari: tetapkan waktu khusus, misalnya setelah Subuh atau Maghrib, untuk membaca dengan tartil dan mengulang bagian yang lemah
- Cari guru tajwid: koreksi langsung dari guru jauh lebih efektif daripada belajar mandiri tanpa panduan
- Gunakan mushaf berwarna yang menandai hukum-hukum tajwid untuk membantu pemahaman visual
- Rekam bacaanmu sendiri dan dengarkan ulang. Kamu akan terkejut menemukan kesalahan yang sebelumnya tidak disadari
- Indahkan suara sesuai kemampuan, tapi tetap jaga niat agar tidak jatuh ke riya’
Baca Juga: Kesalahan Dalam Membaca Alquran dibagi Menjadi 2, Ini Uraiannya
Mari Membaca Alquran Sesuai Aturan
Memahami aturan membaca Alquran adalah langkah penting untuk menjaga kemurnian bacaan sekaligus meningkatkan kualitas ibadah.Tidak perlu langsung sempurna, yang penting tetap konsisten belajar dan terus memperbaiki diri.
Setiap huruf yang dibaca dengan benar akan bernilai pahala, apalagi jika dilakukan dengan niat yang ikhlas dan hati yang khusyuk.
Kalau Ayah dan Bunda ingin si kecil belajar Al-Qur’an sejak dini dengan cara yang benar, terarah, dan menyenangkan, penting memilih lingkungan pendidikan yang tepat.
Salah satu pilihan terbaik adalah SD OSB School, yang menggabungkan pembelajaran Al-Qur’an dengan pembentukan karakter, leadership, dan jiwa entrepreneurship.
Dengan bimbingan yang tepat sejak kecil, anak tidak hanya bisa membaca Al-Qur’an dengan benar, tapi juga tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak dan berdaya.
Yuk, mulai langkah terbaik untuk masa depan si kecil dari sekarang.
