Bolehkah Baca Alquran Tanpa Wudhu? Ini Penjelasan Para Ulama

Pernahkah kamu dalam situasi sudah memegang alquran, tapi lupa belum berwudhu? Atau dalam perjalanan yang memakan waktu sangat lama, kamu bingung ingin melakukan apa? lalu terbersit keinginan untuk membaca alquran.

Tapi, di sisi lain kamu ragu dan muncul pertanyaan, sebenarnya bolehkah baca alquran tanpa wudhu? 

Keraguan ini wajar, terutama bagi orang yang masih belajar memahami hukum-hukum fikih dalam Islam. Sebab, Al-Qur’an adalah kitab suci yang sangat dimuliakan oleh umat Islam. Karena itu, muncul keinginan untuk memastikan bahwa cara kita berinteraksi dengannya sudah sesuai dengan ajaran agama.

Untuk menjawab pertanyaan bolehkah baca Alquran tanpa wudhu, para ulama telah membahasnya secara mendalam sejak lama. Untuk lebih jelasnya, artikel ini akan membantu kamu memahami penjelasan para ulama dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami.

Pendapat Para Ulama Tentang Membaca Alquran Tanpa Wudhu

Dalam ilmu fikih, pembahasan mengenai bolehkah baca Alquran tanpa wudhu biasanya dibedakan menjadi dua hal. Pertama, membaca Al-Qur’an tanpa menyentuh mushaf secara langsung. Kedua, menyentuh mushaf Al-Qur’an tanpa wudhu.

Sebagian besar ulama sepakat bahwa menyentuh mushaf Al-Qur’an sebaiknya dilakukan dalam keadaan suci. Namun, untuk membaca tanpa menyentuh mushaf, ada beberapa rincian pendapat yang menarik untuk dipahami. Ini penjelasannya.

1. Mazhab Hanafi

bolehkah baca alquran tanpa wudhu

Dalam mazhab Hanafi, jawaban dari pertanyaan bolehkah baca Alquran tanpa wudhu pada dasarnya adalah boleh, selama seseorang tidak menyentuh mushaf Al-Qur’an secara langsung.

Artinya, jika seseorang membaca Al-Qur’an dari hafalan, dari terjemahan, atau dari media digital seperti ponsel, maka hal tersebut umumnya diperbolehkan meskipun belum berwudhu. Hal ini karena tidak ada kontak langsung dengan mushaf fisik.

Namun, berbeda halnya jika seseorang ingin menyentuh mushaf Al-Qur’an. Dalam mazhab Hanafi, menyentuh mushaf tanpa wudhu dianggap tidak diperbolehkan. Pendapat ini didasarkan pada firman Allah dalam Al-Qur’an:

“Tidak ada yang menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.”
(QS. Al-Waqi’ah: 79)

Ayat ini dipahami sebagai dalil yang menunjukkan pentingnya kesucian ketika menyentuh mushaf Al-Qur’an. Pendapat ini juga diperkuat oleh sejumlah ulama besar seperti Imam An-Nawawi dan Ibnu Taimiyah dalam karya-karya mereka.

Jadi, menurut mazhab Hanafi, membaca Al-Qur’an tanpa wudhu masih diperbolehkan selama tidak menyentuh mushaf secara langsung.

2. Mazhab Maliki

bolehkah baca alquran tanpa wudhu

Mazhab Maliki juga memberikan jawaban yang hampir serupa terkait pertanyaan bolehkah baca Alquran tanpa wudhu. Dalam pandangan mazhab ini, membaca Al-Qur’an tanpa wudhu diperbolehkan selama tidak menyentuh mushaf secara langsung.

Namun, mazhab Maliki memiliki sikap yang lebih tegas dalam hal menyentuh mushaf. Mereka menekankan bahwa mushaf Al-Qur’an tidak boleh disentuh oleh orang yang sedang berhadas, baik hadas kecil maupun besar.

Dalil yang digunakan dalam pendapat ini selain ayat Al-Waqi’ah juga berasal dari hadits Nabi:

“Tidak boleh menyentuh Al-Qur’an kecuali orang yang suci.” (HR. Malik dalam Al-Muwaththa’)

Dalam tradisi mazhab Maliki, penggunaan penghalang seperti plastik, sarung tangan, atau kain untuk menyentuh mushaf tanpa wudhu tidak dianggap sebagai solusi yang dibenarkan.

Dengan kata lain, mazhab ini menekankan penghormatan yang sangat tinggi terhadap mushaf Al-Qur’an.

Baca Juga: Apa Hukum Membaca Alquran di HP Tanpa Wudhu? Ini Uraiannya

3. Mazhab Syafi’i

bolehkah baca alquran tanpa wudhu

Bagi banyak umat Islam di Indonesia, mazhab Syafi’i merupakan rujukan yang paling umum digunakan. Dalam mazhab ini, pembahasan mengenai bolehkah baca Alquran tanpa wudhu juga dijelaskan dengan cukup rinci.

Imam Syafi’i berpendapat bahwa membaca Al-Qur’an tanpa wudhu diperbolehkan, terutama jika dilakukan dari hafalan dan tidak menyentuh mushaf secara langsung.

Namun, jika seseorang ingin menyentuh mushaf Al-Qur’an, maka ia harus dalam keadaan suci dari hadas kecil, yaitu dengan berwudhu.

Ulama besar mazhab Syafi’i, Imam An-Nawawi, dalam kitab Raudlatu at-Thalibin menjelaskan bahwa orang yang berhadas tidak boleh menyentuh mushaf. Larangan ini tidak hanya berlaku pada lembaran Al-Qur’an saja, tetapi juga pada bagian lain yang termasuk dalam mushaf, seperti sampulnya.

Pendapat ini didasarkan pada pemahaman terhadap ayat Al-Waqi’ah ayat 79 serta beberapa hadits Nabi yang menjelaskan pentingnya kesucian ketika berinteraksi dengan mushaf Al-Qur’an.

4. Mazhab Hanbali

bolehkah baca alquran tanpa wudhu

Mazhab Hanbali juga memberikan penjelasan yang cukup menarik dalam menjawab pertanyaan bolehkah baca Alquran tanpa wudhu.

Menurut mazhab ini, membaca Al-Qur’an tanpa wudhu diperbolehkan selama seseorang tidak dalam keadaan hadas besar, seperti junub. Jika seseorang sedang dalam kondisi junub, maka dianjurkan untuk mandi wajib terlebih dahulu sebelum membaca Al-Qur’an.

Seperti mazhab lainnya, Hanbali juga melarang menyentuh mushaf Al-Qur’an tanpa wudhu. Namun, mereka memberikan sedikit kelonggaran dalam hal membawa mushaf.

Misalnya, seseorang boleh membawa mushaf jika tidak menyentuhnya secara langsung, seperti ketika mushaf berada di dalam tas atau pembungkus.

Ibnu Taimiyah dalam kitab Majmu’ Fatawa juga menjelaskan bahwa membawa mushaf tanpa menyentuhnya secara langsung diperbolehkan.

Jadi, Bolehkah Membaca Alquran Tanpa Wudhu?

Dari penjelasan empat mazhab di atas, kita bisa melihat bahwa mayoritas ulama memberikan jawaban yang cukup serupa terhadap pertanyaan bolehkah baca Alquran tanpa wudhu.

Secara umum, membaca Al-Qur’an tanpa wudhu diperbolehkan selama tidak menyentuh mushaf secara langsung. Hal ini berlaku terutama jika membaca dari hafalan atau menggunakan media lain seperti aplikasi Al-Qur’an digital.

Sebaliknya, menyentuh mushaf Al-Qur’an tanpa wudhu tidak diperbolehkan menurut mayoritas ulama dari empat mazhab.

Meskipun begitu, menjaga kesucian dengan berwudhu sebelum membaca Al-Qur’an tetap dianggap sebagai amalan yang lebih utama. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada kitab suci, wudhu juga membantu menghadirkan kekhusyukan dalam membaca.

Baca Juga: Apa Hukum Membaca Alquran Dengan Baik dan Benar? Ini Uraiannya

Kenapa Dianjurkan Wudhu Sebelum Membaca Al-Qur’an?

Walaupun sudah dijelaskan oleh para ulama, tetap ada alasan kuat mengapa wudhu sangat dianjurkan sebelum membaca Al-Qur’an.

  • Pertama, sebagai bentuk penghormatan kepada firman Allah. Dengan berwudhu, seorang Muslim menunjukkan kesungguhan dan kesucian lahir ketika berinteraksi dengan kitab suci.
  • Kedua, wudhu membantu menghadirkan ketenangan batin. Banyak orang merasakan bahwa membaca Al-Qur’an dalam keadaan suci membuat hati lebih fokus dan khusyuk.
  • Ketiga, dari sisi kesehatan dan psikologis, wudhu memberikan sensasi segar dan bersih. Ini juga menjadi simbol penyucian diri sebelum melakukan ibadah.
  • Keempat, wudhu menandakan keseriusan seseorang dalam beribadah. Membaca Al-Qur’an bukan sekadar aktivitas biasa, tetapi bagian dari ibadah yang bernilai pahala besar.

Mari Muliakan Alquran dengan Perilaku Terbaik

Dari berbagai penjelasan ulama, kita bisa memahami bahwa pertanyaan bolehkah baca Alquran tanpa wudhu sebenarnya sudah memiliki jawaban yang cukup jelas dalam kajian fikih.

Walaupun begitu, menjaga wudhu sebelum membaca Al-Qur’an tetap merupakan adab yang sangat dianjurkan. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada kitab suci, hal ini juga membantu menghadirkan kekhusyukan dalam membaca.

Namun, alangkah baiknya jika adab baik ini tumbuh dalam kepribadian buah hati tercinta. Untuk itu, memilih pendidikan dasar terbaik dan tepat adalah hal yang sangat dibutuhkan untuk mewujudkannya.

Karena itu, SD OSB School hadir sebagai sekolah dasar Islam yang mengusung tiga pilar utama, Quranic, Leadership, dan Entrepreneurship. Dengan jumlah siswa yang terbatas dalam setiap kelas, program tahfidz yang terarah, serta pembiasaan nilai-nilai Islami dalam keseharian, sekolah ini dirancang untuk membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang berilmu dan berakhlak Qurani.

Mari ayah dan bunda, kita bersama menyiapkan generasi masa depan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga dekat dengan Al-Qur’an dan siap menjadi pemimpin berakhlak mulia bersama SD OSB School!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *