
Sunnah membaca Alquran merupakan amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW agar tilawah tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga bernilai ibadah yang lebih sempurna. Membaca Alquran memang sudah berpahala, namun ketika dilakukan sesuai adab yang diajarkan Rasulullah dan para ulama, pahala tersebut semakin besar sekaligus membantu kita lebih mudah memahami serta mengamalkan isi Alquran.
Lantas, apa saja sunnah yang dianjurkan ketika membaca Alquran? Simak penjelasannya berikut ini.
7 Sunnah Membaca Alquran yang Dianjurkan Rasulullah
Berikut sunnah – sunnah yang bisa kita lakukan sebelum, saat dan setelah membaca Alquran:
1. Meluruskan Niat karena Allah

Sunnah membaca Alquran yang pertama adalah membaca dengan niat ikhlas semata-mata karena Allah SWT. Tilawah bukan dilakukan untuk mencari pujian, menunjukkan kemampuan membaca, ataupun tujuan dunia lainnya.
Imam An-Nawawi dalam At-Tibyan menjelaskan bahwa membaca Alquran merupakan ibadah hati dan lisan. Oleh karena itu, keikhlasan menjadi pondasi utama agar setiap ayat yang dibaca bernilai pahala di sisi Allah.
Dengan niat yang benar, membaca beberapa ayat pun dapat menjadi amal yang lebih bernilai dibandingkan membaca banyak halaman tetapi disertai riya atau ingin dipuji.
2. Bersuci dan Menjaga Kebersihan

Sebelum membaca Alquran, disunnahkan berada dalam keadaan suci dengan berwudhu, terutama ketika hendak menyentuh mushaf. Selain itu, menjaga kebersihan pakaian, mulut, dan tempat membaca juga termasuk bentuk penghormatan kepada kalamullah.
Walaupun membaca Alquran tanpa wudhu dalam kondisi hadas kecil diperbolehkan menurut sebagian ulama jika tidak menyentuh mushaf, berwudhu tetap menjadi amalan yang lebih utama.
Sikap ini menunjukkan rasa hormat kepada firman Allah sekaligus membuat hati lebih siap untuk beribadah.
3. Memulai dengan Ta’awudz dan Basmalah

Sunnah membaca Alquran berikutnya adalah membaca ta’awudz sebelum memulai tilawah. Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nahl ayat 98:
“Apabila kamu membaca Alquran, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.”
Karena itu, bacalah:
A’udzu billahi minasy syaithanir rajim.
Setelah itu, dianjurkan membaca Bismillahirrahmanirrahim ketika memulai surah, kecuali Surah At-Taubah yang memang tidak diawali dengan basmalah.
Ta’awudz menjadi bentuk permohonan perlindungan agar hati lebih fokus dan terhindar dari gangguan setan selama membaca Alquran.
Baca Juga: Membaca Taawudz Sebelum Membaca Alquran Hukumnya Sunnah. Ini Uraiannya
4. Membaca dengan Tartil

Allah SWT memerintahkan agar Alquran dibaca dengan tartil sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Muzzammil ayat 4:
“Dan bacalah Alquran itu dengan tartil.”
Tartil berarti membaca secara perlahan, jelas, tidak tergesa-gesa, serta memperhatikan makhraj dan hukum tajwid. Tujuannya bukan sekadar memperindah bacaan, tetapi juga menghindari kesalahan yang dapat mengubah makna ayat.
Membaca perlahan juga membuat hati lebih mudah meresapi setiap pesan yang terkandung dalam Alquran.
5. Mentadabburi Makna Ayat

Membaca Alquran bukan hanya aktivitas lisan, tetapi juga ibadah hati. Karena itu, sunnah membaca Alquran selanjutnya adalah mentadabburi atau merenungkan makna ayat yang sedang dibaca.
Dalam Surah Muhammad ayat 24, Allah berfirman:
“Maka apakah mereka tidak mentadabburi Alquran?”
Ketika mengetahui arti dari ayat yang dibaca, seseorang akan lebih mudah mengambil pelajaran, memperbaiki diri, dan mengamalkan isi Alquran dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak harus memahami seluruh tafsir sekaligus. Mulailah dengan membaca terjemahan atau tafsir ringkas agar tilawah terasa lebih hidup.
6. Membaguskan Suara

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperindah bacaan Alquran selama tidak berlebihan dan tetap sesuai kaidah tajwid.
Suara yang indah bukan berarti harus memiliki kemampuan seperti qari profesional. Yang terpenting adalah membaca dengan suara yang nyaman, penuh penghayatan, dan tidak dibuat-buat.
Cara ini dapat membantu menghadirkan kekhusyukan, baik bagi diri sendiri maupun orang yang mendengarkannya.
7. Membaca dengan Khusyuk dan Tenang

Sunnah membaca Alquran yang terakhir adalah menjaga sikap khusyuk selama tilawah. Hindari membaca dengan terburu-buru atau sambil melakukan hal yang menghilangkan fokus.
Sebagian ulama juga menganjurkan memilih tempat yang bersih, tenang, dan jika memungkinkan menghadap kiblat. Meskipun bukan kewajiban, adab ini membantu menghadirkan suasana ibadah yang lebih baik.
Dengan hati yang tenang, ayat-ayat Alquran akan lebih mudah menyentuh hati dan memberi pengaruh positif dalam kehidupan.
Mengapa Sunnah Membaca Alquran Penting?
Mengamalkan sunnah ketika membaca Alquran bukan sekadar mengikuti tata cara yang dianjurkan Rasulullah SAW. Lebih dari itu, adab-adab tersebut membantu seorang Muslim menjadikan Alquran sebagai petunjuk hidup, bukan hanya bacaan harian.
Para ulama menjelaskan bahwa tujuan utama tilawah adalah memahami, menghayati, kemudian mengamalkan isi Alquran.
Karena itulah, membaca dengan tartil, khusyuk, dan penuh tadabbur akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar dibanding membaca dengan tergesa-gesa tanpa memahami maknanya.
Keutamaan Mengamalkan Sunnah Membaca Alquran
Ada banyak keutamaan yang akan diperoleh ketika seseorang menjaga adab dan sunnah dalam membaca Alquran, di antaranya:
- Mendapat pahala berlipat karena setiap huruf Alquran bernilai kebaikan.
- Menjadi golongan manusia terbaik karena belajar dan mengajarkan Alquran.
- Mendapat syafaat Alquran pada hari kiamat.
- Menenangkan hati serta menguatkan keimanan.
- Membantu membentuk akhlak yang lebih baik melalui pemahaman terhadap isi Alquran.
Semakin baik adab seseorang dalam membaca Alquran, semakin besar pula peluang untuk merasakan keberkahan dari setiap ayat yang dibacanya.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Saat Membaca Alquran
Selain mengamalkan sunnah, ada beberapa kesalahan yang perlu dihindari ketika tilawah.
Pertama, salah mengucapkan makhraj huruf sehingga mengubah bunyi bahkan makna ayat. Kedua, keliru membaca harakat yang menyebabkan arti ayat berubah.
Ketiga, tidak memperhatikan panjang pendek bacaan atau mad. Keempat, mengabaikan hukum ghunnah dan qalqalah. Kelima, membaca terlalu cepat hingga banyak hukum tajwid terlewat.
Selain kesalahan teknis, kesalahan dalam adab juga perlu dihindari, misalnya membaca karena ingin dipuji, bersikap tidak khusyuk, atau sengaja memperindah suara secara berlebihan hingga keluar dari aturan tajwid.
Cara terbaik untuk menghindari kesalahan tersebut adalah belajar kepada guru yang kompeten, rutin melakukan murojaah, dan membiasakan membaca secara perlahan agar setiap bacaan dapat dikoreksi dengan baik.
Baca Juga: Inilah Cara Membaca Alquran yang Baik dan Benar Sesuai Sunnah
Menerapkan Sunnah Tilawah Sejak Dini
Sunnah membaca Alquran tidak hanya mencakup cara membaca, tetapi juga adab sebelum, saat, dan setelah berinteraksi dengan kalam Allah. Mulai dari meluruskan niat, menjaga kesucian, membaca ta’awudz, bertartil, mentadabburi makna, memperindah suara, hingga menjaga kekhusyukan merupakan amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW dan dijelaskan oleh para ulama.
Dengan menerapkan sunnah-sunnah tersebut, membaca Alquran tidak hanya menjadi rutinitas harian, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat iman, memperbaiki akhlak, serta semakin dekat kepada Allah SWT.
Menanamkan kecintaan terhadap Alquran sebaiknya dimulai sejak usia dini. Jika Ayah dan Bunda ingin buah hati tumbuh menjadi generasi yang dekat dengan Alquran sekaligus memiliki karakter kepemimpinan dan jiwa wirausaha, SD OSB School bisa menjadi pilihan yang tepat.
Dengan konsep pendidikan berbasis Quranic, Leadership, dan Entrepreneurship, SD OSB School menghadirkan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan akademik, akhlak, serta keterampilan hidup anak secara seimbang.
Mari, daftarkan putra-putri tercinta dan bersama-sama wujudkan generasi Qurani yang siap menghadapi masa depan.
