Wanita Haid Membaca Alquran Tanpa Menyentuhnya. Ini Kata Ulama

Wanita Haid Membaca Alquran

Setiap bulan, ada masa di mana seorang wanita muslimah merasakan dilema yang cukup umum. Sudah terbiasa baca Alquran setiap hari, tapi tiba-tiba haid datang. 

Lalu muncul pertanyaan yang bikin bingung, boleh nggak, sih, wanita haid membaca Alquran? Apalagi kalau cuma baca dari HP, tanpa menyentuh mushaf sama sekali?

Nah, ternyata ini bukan pertanyaan yang hanya memiliki satu jawaban. Karena sebenarnya, para ulama punya pandangan yang berbeda-beda, dan masing-masing punya dasar yang kuat. Untuk itu, mari kita bahas bersama dengan lebih jelas.

Apa Itu Membaca Alquran Secara Syar’i?

Sebelum masuk ke hukum wanita haid membaca alquran, penting untuk tahu dulu apa yang dimaksud dengan membaca Alquran dalam konteks fiqh.

Secara syar’i, membaca Alquran artinya mengeluarkan huruf-hurufnya dari mulut dengan lisan, mengikuti lafazh dan tanda baca yang benar, disertai niat untuk beribadah dan mentadabburi maknanya.

Jadi bukan sekadar baca teks Arab, saja. Karena ada niat ibadah di sana. Itu bedanya membaca Alquran dengan membaca tulisan Arab biasa. Dan karena itu pula, ada adab dan aturan khusus yang menyertainya, termasuk soal siapa yang boleh membacanya dan dalam kondisi apa.

Pendapat Para Ulama

Perihal wanita haid membaca Alquran tanpa menyentuh mushaf adalah masalah yang sudah sering dibahas ulama, dan banyak yang membolehkannya dengan syarat tertentu. Berikut penjelasannya 

1. Lajnah Da’imah (Saudi – pendapat yang kuat)

Wanita Haid Membaca Alquran

Lajnah Daimah Lil Ifta (komite fatwa resmi Saudi) menyatakan bahwa wanita haid dibolehkan membaca Alquran tanpa menyentuh mushaf, khususnya jika ada kebutuhan.

Wanita haid membaca Alquran, boleh dari hafalan atau mengulang pelajaran (misalnya untuk ujian atau menjaga hafalan agar tidak lupa). 

Diperbolehkan pula membaca dari tulisan Alquran (misalnya di buku, papan, atau HP) asal tidak menyentuh mushaf langsung. Mereka menegaskan bahwa larangan dalam hadits adalah menyentuh mushaf dan membaca dalam kondisi junub, bukan melarang wanita haid membaca Alquran itu sendiri.

2. Syekh Ibnu Baz (Mufti Saudi)

Wanita Haid Membaca Alquran

Syekh Ibnu Baz termasuk ulama yang membolehkan wanita haid membaca Alquran selama tidak menyentuh mushaf langsung. Beliau menegaskan bahwa tidak ada dalil shahih yang dengan jelas melarang hal ini.

Dengan syarat, membaca melalui hafalan atau dari buku/tafsir tanpa menyentuh mushaf dengan tangan. Jika terpaksa memegang mushaf, harus menggunakan penghalang seperti sarung tangan atau kain.

Baca Juga: Apa Hukum Membaca Alquran di HP Tanpa Wudhu? Ini Uraiannya

3. Syekh Muhammad bin Utsaimin (Saudi)

Wanita Haid Membaca Alquran

Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan bahwa wanita haid membaca Alquran dari hafalan atau tafsir dibolehkan, terutama jika ada hajat. Beliau mengizinkan membaca untuk tujuan menjaga hafalan, misalnya khawatir lupa jika tidak diulang.

Jika membaca dari tafsir atau buku ilmu yang mengutip ayat Alquran, hal itu diperbolehkan selama tidak dimaksudkan sebagai tilawah resmi. Namun beliau tetap menegaskan larangan menyentuh mushaf langsung bagi orang yang dalam keadaan haid.

4. Pendapat yang lebih hati-hati (jumhur ulama mazhab Syafi’i/Hanafi)

Wanita Haid Membaca Alquran

Sebagian ulama mazhab Syafi’i dan Hanafi memandang bahwa hukum wanita haid membaca Alquran adalah makruh atau bahkan haram secara mutlak, termasuk dari hafalan. Karena menyamakan kondisi haid dengan junub yang juga dilarang membaca Alquran.

Meski begitu, mereka tetap mengizinkan beberapa hal. Seperti membaca Alquran dalam hati tanpa menggerakkan lidah untuk tafakur, membaca terjemahan atau tafsir, serta berdzikir dan berdoa menggunakan lafal ayat dengan niat doa/zikir, bukan niat tilawah. 

Dalam praktiknya, mereka menyarankan wanita haid untuk menghindari tilawah keras kecuali dalam keadaan sangat dibutuhkan, seperti menjaga hafalan.

Kesimpulan Pendapat Umum Ulama

Di tengah perbedaan pendapat soal wanita haid membaca Alquran, ada beberapa hal yang hampir semua ulama sepakati, bahwa tidak boleh menyentuh mushaf langsung tanpa pembatas. Hal ini nyaris tidak ada yang berbeda pendapat. 

Tapi di luar itu, ulama tetap memperbolehkan muslim untuk dekat dengan alquran. Seperti membaca dalam hati tanpa menggerakkan lidah, mendengarkan bacaan Alquran, membaca terjemahan atau tafsir, serta berdzikir dan berdoa menggunakan lafazh ayat, selama niatnya adalah berdoa atau dzikir, bukan tilawah formal.

Cara Untuk Tetap Dekat Dengan Alquran Selama Haid

Kalau kamu sedang haid tapi tetap ingin dekat dengan Alquran, masih banyak cara yang bisa dilakukan. Nggak harus selalu membaca secara langsung, yang penting hati tetap terhubung. Ini beberapa cara yang simpel dan bisa banget dipraktekkan sehari-hari:

1. Baca dari hafalan
Kalau kamu punya hafalan surah pendek, ini bisa jadi pilihan paling mudah. Misalnya Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, atau Al-Fatihah.
Kamu bisa membacanya dengan niat dzikir atau doa. Banyak ulama yang membolehkan cara ini, jadi cukup aman dan tetap berpahala.

2. Baca dari HP atau tablet
Sekarang kan semuanya serba digital. Membaca Alquran lewat HP atau tablet tidak termasuk menyentuh mushaf fisik.
Karena itu, banyak ulama yang membolehkan, terutama bagi yang mengikuti pendapat yang lebih longgar. Praktis juga, bisa dibaca kapan saja.

3. Dengarkan murottal
Kalau lagi capek atau nggak ingin banyak aktivitas, cukup dengarkan bacaan Alquran.
Bisa dari YouTube, Spotify, atau aplikasi Alquran. Sambil rebahan, masak, atau beres-beres pun tetap bisa. Yang penting, coba disimak dengan hati biar tetap terasa dekat.

4. Baca tafsir atau terjemahan
Justru ini kesempatan bagus untuk lebih memahami isi Alquran.
Kalau biasanya fokus ke bacaan, sekarang bisa pelan-pelan memahami maknanya. Baca tafsir ringkas atau terjemahan, dijamin lebih “kena” dan bikin lebih paham isi ayat.

5. Perbanyak dzikir dan doa
Banyak doa yang sebenarnya berasal dari ayat Alquran.
Kamu bisa membacanya dengan niat berdoa. Jadikan masa haid ini sebagai momen untuk lebih banyak bermunajat, curhat kepada Allah, dan memperbaiki hati.

Baca Juga: Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Perempuan Membaca Alquran

Didik Anak Untuk Mencintai Alquran Sejak Dini

Kalau dipikir-pikir, pembahasan seperti wanita haid membaca Alquran ini sebenarnya bukan sekadar soal boleh atau tidak. Lebih dari itu, ini tentang bekal ilmu dan kedekatan dengan Alquran yang kita miliki sejak awal.

Dan di sinilah peran pendidikan jadi sangat penting. Karena anak-anak yang sejak kecil sudah akrab dengan Alquran, memahami adabnya, dan mencintainya, akan tumbuh dengan pemahaman yang lebih matang. Mereka tidak mudah bingung saat menghadapi perbedaan pendapat, karena pondasinya sudah kuat.

Bayangkan jika setiap hari anak terbiasa berinteraksi dengan Alquran, dibimbing memahami maknanya, bukan sekadar membaca dan tumbuh dengan karakter yang terarah dan percaya diri. Itulah lingkungan yang berusaha dihadirkan oleh SD OSB School.

Dengan tiga pilar utama Qur’anic, Leadership, dan Entrepreneurship, anak tidak hanya belajar akademik, tapi juga belajar menjalani hidup dengan nilai-nilai Alquran. Ditambah lagi, konsep kelas mini, membuat setiap anak benar-benar diperhatikan dan dibimbing sesuai potensinya.

Ini bukan sekadar sekolah. Ini adalah tempat di mana karakter, iman, dan masa depan anak mulai dibentuk dengan serius.

Karena masa kecil tidak bisa diulang, tapi bisa dipersiapkan dengan sebaik mungkin mulai hari ini. Mari persiapkan masa depan buah hati dengan memberikan pendidikan dasar terbaik bersama SD OSB School!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *