Apa Saja Tingkatan Membaca Alquran? Ini Penjelasan Lengkapnya

tingkatan membaca alquran

Tingkatan membaca Alquran adalah pembagian cara membaca berdasarkan tempo dan ketelitian dalam menerapkan tajwid. Secara umum, ada empat tingkatan utama, yaitu tahqiq, tartil, tadwir, dan hadr. Masing-masing digunakan sesuai kebutuhan, seperti belajar, tilawah harian, memimpin salat, atau murajaah hafalan.

Setiap tingkatan memiliki tujuan yang berbeda. Ada yang lebih cocok untuk belajar, ada yang dianjurkan untuk tilawah harian, hingga ada yang biasa digunakan para penghafal Alquran saat mengulang hafalan. 

Meski demikian, semua tingkatan tetap memiliki satu prinsip yang sama, yaitu menjaga makhraj huruf, hukum tajwid, dan hak setiap huruf Alquran.

Lantas, apa saja tingkatan dalam membaca Alquran? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa yang Dimaksud dengan Tingkatan Membaca Alquran?

Tingkatan dalam membaca Alquran adalah pembagian cara membaca Alquran berdasarkan tempo, ketenangan, dan ketelitian dalam menerapkan hukum tajwid. Dalam ilmu qiraah, tingkatan ini dikenal dengan istilah marātib al-qirā’ah.

Secara umum, terdapat empat tingkatan yaitu Tahqiq, Tartil, Tadwir, dan Hadr. Keempatnya dibedakan berdasarkan kecepatan membaca, tetapi semuanya tetap mengharuskan pembaca menjaga makhraj huruf, sifat huruf, panjang pendek bacaan (mad), ghunnah, serta hukum tajwid lainnya.

Artinya, membaca dengan tempo cepat bukan berarti boleh mengabaikan tajwid. Sebaliknya, membaca terlalu lambat pun tidak boleh sampai mengubah panjang pendek bacaan yang telah ditentukan.

Allah SWT juga memerintahkan umat Islam untuk membaca Alquran dengan tartil sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Muzzammil ayat 4:

“… dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan (tartil).”

Ayat tersebut menjadi landasan penting bahwa membaca Alquran hendaknya dilakukan dengan benar, tenang, dan penuh penghayatan.

Apa Saja Tingkatan Membaca Alquran?

Berikut empat tingkatan membaca Alquran yang perlu diketahui oleh setiap muslim.

1. Tahqiq

tingkatan membaca alquran

Tahqiq merupakan tingkatan membaca Alquran yang paling lambat sekaligus paling teliti. Pada tingkat ini, setiap huruf dilafalkan secara jelas dengan memperhatikan makhraj, sifat huruf, hukum mad, ghunnah, hingga tempat berhenti (waqaf).

Karena dilakukan secara perlahan, tahqiq sangat cocok digunakan oleh pemula yang sedang belajar membaca Alquran. Guru pun akan lebih mudah mengoreksi apabila terdapat kesalahan pada pelafalan huruf maupun penerapan tajwid.

Selain itu, metode ini juga sering digunakan dalam pembelajaran tahsin agar peserta didik terbiasa membaca Alquran dengan benar sejak awal.

Tahqiq cocok digunakan untuk:

  • Belajar membaca Alquran dari dasar.
  • Memperbaiki makhraj dan tajwid.
  • Kegiatan tahsin atau pembelajaran bersama guru.

2. Tartil

tingkatan membaca alquran

Tartil adalah tingkatan membaca Alquran dengan tempo perlahan dan tenang, tetapi tidak selambat tahqiq. Bacaan dilakukan secara jelas, tertib, dan disertai penghayatan terhadap makna ayat yang dibaca.

Banyak ulama menjelaskan bahwa tartil merupakan cara membaca yang paling utama karena sesuai dengan perintah Allah dalam Surah Al-Muzzammil ayat 4. Membaca secara tartil memberi kesempatan kepada hati untuk merenungi isi Alquran sekaligus menjaga setiap hukum tajwid dengan baik.

Oleh sebab itu, tartil sangat dianjurkan ketika membaca Alquran untuk ibadah harian maupun saat ingin lebih memahami kandungan ayat.

Tartil cocok digunakan untuk:

  • Tilawah harian.
  • Tadabbur Alquran.
  • Membaca Alquran dengan penuh kekhusyukan.

Baca Juga: Dalil Perintah Membaca Alquran dengan Tartil dan Maknanya

3. Tadwir

tingkatan membaca alquran

Tadwir merupakan tempo sedang yang berada di antara tartil dan hadr. Kecepatannya tidak terlalu lambat, tetapi juga tidak terlalu cepat.

Dalam praktiknya, tadwir tetap menjaga seluruh hukum tajwid sehingga bacaan tetap terdengar jelas dan nyaman didengarkan. Karena sifatnya yang seimbang, banyak imam salat menggunakan tempo tadwir ketika memimpin salat berjamaah.

Selain itu, tempo ini juga cukup nyaman diterapkan dalam aktivitas membaca Alquran sehari-hari karena tidak membuat bacaan terasa terlalu lama maupun terburu-buru.

Tadwir cocok digunakan untuk:

  • Bacaan sehari-hari.
  • Imam salat berjamaah.
  • Tilawah dengan tempo sedang.

4. Hadr

tingkatan membaca alquran

Hadr adalah tingkatan membaca Alquran dengan tempo paling cepat. Namun, cepat di sini bukan berarti tergesa-gesa. Pembaca tetap wajib menjaga seluruh hukum tajwid, makhraj huruf, panjang pendek bacaan, serta hak-hak setiap huruf.

Tempo hadr biasanya digunakan oleh para penghafal Alquran ketika melakukan murajaah atau mengulang hafalan dalam jumlah yang banyak. Dengan tempo ini, mereka dapat menyelesaikan bacaan lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat tanpa mengurangi ketepatan bacaan.

Meskipun dibaca dengan tempo cepat, hadr sebaiknya tidak dilakukan apabila menyebabkan kaidah tajwid terabaikan. 

Hadr cocok digunakan untuk:

  • Murajaah hafalan.
  • Mengulang surat-surat panjang.
  • Kondisi yang membutuhkan tempo lebih cepat dengan tetap menjaga tajwid.

Mana Tingkatan Membaca Alquran yang Paling Utama?

Banyak ulama berpendapat bahwa tartil merupakan tingkatan dalam membaca Alquran yang paling utama. Hal ini karena tartil memungkinkan seseorang membaca dengan tenang, menjaga tajwid, sekaligus merenungi makna ayat.

Namun, bukan berarti tingkatan lainnya kurang baik. Setiap tingkatan memiliki fungsi masing-masing sesuai kebutuhan.

Misalnya, tahqiq sangat bermanfaat bagi pemula yang sedang belajar, tadwir cocok digunakan untuk tilawah harian, sedangkan hadr lebih efektif bagi para penghafal Alquran ketika mengulang hafalan.

Yang paling penting adalah membaca Alquran dengan niat yang ikhlas serta tetap menjaga seluruh hukum tajwid, apapun tempo yang dipilih.

Tips Meningkatkan Kualitas Membaca Alquran

Selain memahami tingkatan dalam bacaan Alquran, ada beberapa langkah yang dapat membantu meningkatkan kualitas bacaan.

  • Perbaiki niat semata-mata karena Allah SWT.
  • Usahakan membaca Alquran secara rutin setiap hari, walaupun hanya sedikit ayat. 
  • Pelajari ilmu tajwid secara bertahap mulai dari makhraj hingga hukum bacaan.
  • Dengarkan murottal dari qari yang memiliki bacaan baik untuk melatih pelafalan.
  • Belajar bersama guru atau mengikuti halaqah agar kesalahan bacaan dapat segera diperbaiki.
  • Rekam bacaan sendiri lalu bandingkan dengan bacaan qari sebagai bahan evaluasi.
  • Jangan terburu-buru mengejar banyaknya bacaan, tetapi utamakan kualitas dan ketepatan.

Dengan latihan yang konsisten, kemampuan membaca Alquran akan meningkat sedikit demi sedikit.

Baca Juga: Inilah Berbagai Metode Membaca Alquran Agar Lancar & Tartil

Membaca Alquran Dengan Baik Dari Kecil

Tingkatan membaca Alquran terdiri atas empat macam, yaitu Tahqiq, Tartil, Tadwir, dan Hadr. Masing-masing memiliki karakteristik dan tujuan yang berbeda, mulai dari pembelajaran, tilawah harian, memimpin shalat, hingga mengulang hafalan.

Perbedaan tempo pada setiap tingkatan tidak mengubah kewajiban untuk membaca Alquran sesuai makhraj, hukum tajwid, dan adab yang benar. Karena itu, jangan hanya berfokus pada cepat atau lambatnya bacaan, tetapi utamakan ketepatan dan kekhusyukan saat membaca kalam Allah.

Membiasakan diri membaca Alquran sejak usia dini juga menjadi salah satu cara terbaik untuk membentuk karakter islami sekaligus menanamkan kecintaan terhadap Alquran. Ayah dan Bunda dapat memberikan bekal tersebut dengan memilih sekolah yang mengintegrasikan pendidikan umum dan nilai-nilai keislaman.

SD OSB School hadir sebagai SD Islam yang mengusung tiga pilar utama, yaitu Quranic, Leadership, dan Entrepreneurship. 

Dengan pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai Alquran, anak tidak hanya belajar membaca Alquran dengan baik, tetapi juga dibina agar memiliki akhlak yang baik, jiwa kepemimpinan, dan karakter mandiri untuk menghadapi masa depan. 

Yuk, daftarkan putra-putri Ayah dan Bunda ke SD OSB School dan tumbuhkan generasi Qurani yang cerdas, berkarakter, dan berprestasi.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *